Nyeri

April 25, 2014
"Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaanya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaanya saja, dia sakit".

(Anak Semua Bangsa, h.199)
-Pramoedya Ananta Toer-

Iya..mungkin pagi ini saya menderita. Menderita migrain, mual, yang kadang menusuk kadang mereda. Nyeri.

"Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari yang Maha?"

Risalah Cinta -Helvy Tiana Rosa-

Bisakah ya Allah? Oke, kalau lagi migrain dan mual gini saya jadi diam. Jadi banyak bermuhasabah. Nyeri.

"Orang yang benar-benar berani adalah yang mencintai hidup dan mendambakannya sebagai harta kekayaan yang sekali hilang takkan dapat ditemukan kembali".

Musashi -Eiji Yoshikawa-

Hidup ini berharga banget, masa gara-gara migrain bulanan saya jadi galau. Nyeri. 

"Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring."

Filososi Kopi -Dee-

Saat nyeri gini, inginnya diam saja. Dipijiti barangkali. Relax. Masih nyeri.
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature