Ramah ala Driver Blue Bird

April 03, 2014
Sore itu di Taxi Bluebird menuju rumah dari aktivitas menguras tenaga di Jakarta. Tak seperti biasa, si driver wajahnya bukan wajah jawa. Beberapa saat ngobrol, ternyata dia orang Kupang. Image dari orang Indonesia timur itu keras, tapi kalau sudah jadi driver bluebird...senyum ramah nya sama. Ternyata si bapak bermuka garang itu nggak cuma ramah, tapi juga bisa bercanda. Jadilah saya yang sudah sangat capek itu bisa tertawa terpingkal-pingkal dengar cerita awal mulanya bapak itu bergabung di bluebird.

Buat masuk bluebird, driver harus melewati berbagai rangkaian tes. Diantaranya tes tandem muterin jalanan dan si calon driver harus paham berbagai jalan serta gedung yang dilewati. Ada juga tes penglihatan, ini harus banget ya..kan nggak lucu kalau nggak bisa baca petunjuk jalan. Satu hal yang baru kutahu, driver bluebird nggak boleh ada tato. Wahh kerennn. Yang nggak kalah penting adalah handling mobil. So far, saya yang nggak pernah naik taxi selain blue bird selalu nyaman di bangku belakang. Mau macet, mau ngebut,,alhamdulillah nggak mual. Oiya, sering dengar bunyi alarm "tuut tuut" di dalam taxi? Itu adalah alarm speed maximum mobil. Kalau sudah lebih dari 160 km/jam, alarm akan bunyi. 

Menurut saya, keramahan orang Indonesia sudah berkurang terutama di kota besar. Jujur saja saya sering curiga dan was was, hahah kalau di keramaian. Di kota besar, kalau mau lihat keramahan orang Indonesia...lihatlah ramahnya driver bluebird. 
2 comments on "Ramah ala Driver Blue Bird"
  1. Jadi ceritanya stereotipe sopir taxi tuh orang jawa gitu mbak?

    ReplyDelete
  2. Iya..klo sopir angkot org batak..hahaa

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature