Purnama semalam

May 15, 2014
Menggerutu karena mati lampu itu terlalu mainstream. Bukannya aku anti mainstream juga sih, wong kadang juga ikut-ikutan tren. Semalam beda, listrik PLN padam habis maghrib saat aku lagi asik makan nasi lauk sambal bawang Suroboyo. Pett..nginggg...itulah sensasi mati lampu di komplek ini. Biasanya nih ya, tanpa kita sadari...noise (kebisingan) dimana-mana. Suara exhaust fan, Ac, kendaraan, pokoknya nggak sehening ini.
Kubuka jendela kamar, rembulan penuh. Bulan purnama yang kabarnya diikuti kemunculan saturnus, planet terbesar ke-2 di tata surya kita. Syahdunyaa....wajahku tersibak angin dari dedaunan pohon di depan kamar. 
Dari kecil aku punya sebuah keinginan berupa punya kamar di loteng seperti di film-film luar negeri. Alasannya? Biar bisa leluasa lihat malam kalau mau tidur. Alhamdulillah, meski kamarku di lantai 1 saat ini..jika kubuka tirai jendela malam hari..terhamparlah lukisan langit (langit beneran maksudnya). Semalam, bulan purnama menggantunh sempurna, cahayanya menembus awan, bahkan tekstur permukaanya nampak jelas. Kamarku semarak cahaya bulan, aku berjemur cahayanya hingga tertidur pulas.
"Tuhan, kata Bunda Teresa, bersahabat dengan diam. Kembang tumbuh tanpa kata dan bulan bergerak tanpa berisik." (Goodreads)


Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature