Kabupaten Pekalongan jangan ganti nama

June 27, 2014
Siapa diantara kalian yang pernah ganti nama? Entah karena sakit-sakitan sewaktu kecil atau karena penulisan di Ijasah yang salah jadi terpaksa harus ganti nama. Ganti nama seseorang biasanya butuh ritual khusus, setidaknya selamatan. 
Suatu ketika, saya berbincang-bincang dengan senior manager marketing di perusahaan tempat saya bekerja. Beliau menceritakan tentang logo produk kami yang diubah. Rebranding. Membutuhkan konsultan yang bisa dibilang nggak murah, terpercaya, dan tentunya analisa rinci agar dihasilkan logo yang sesuai. Setelah logo ditemukan, tentunya butuh pula penyebarluasan lewat berbagai upaya membentuk brandimage produk.
Nama seseorang dan nama produk, menyangkut 1 hal saja..1 objek. Bagaimana dengan nama daerah? Saya pernah tinggal di Bogor, yang terdiri dari dua daerah otonom kabupaten dan kota. Namanya sama. Nggak ada masalah, nyatanya segala kultur, kebiasaan, sejarah baik tertulis maupun tidak telah merujuk pada suatu nama "Bogor". Pun dengan daerah yang saya tinggali sekarang, Bekasi. 
Wacananya, daerah tempat dimana saya dilahirkan dan dibesarkan Kabupaten Pekalongan tercinta akan diganti namanya jadi Kabupaten Kajen. Saya berada pada kubu yang kontra. Apalagi yang mewacanakan adalah "Bupati". Meskipun beliau sudah menjabat dua periode, rasanya kebijakan ini kok "nyeleneh" seakan sudah tidak ada cara lain untuk reBranding Kabupaten Pekalongan lepas dari bayang-bayang Kota Pekalongan. Meski pada kenyataanya Kabupaten Pekalongan sudah mandiri, image nya masih belum terlalu terlihat. Tapi, yakin semua itu harus dilakukan dengan cara ekstrim "ganti nama"?

Sebelum ganti nama, sebaiknya benahi dulu yang "tampak" seperti infrastruktur, image apa yang akan dikeluarkan, dan hal-hal lainnya. Jika tidak, malah akan kehilangan identitas. Sungguh mengerikan jika sebuah daerah lahir, memulai sesuatunya dari 0, tapi identitas dan ciri dari daerah itu abu-abu. Bagaikan manusia palsu, yang memiliki separuh bayangan yang bahkan tidak memiliki kenangan. 
Mohon kepada pihak yang terkait khususnya DPRD untuk mempertimbangkan dan mengkaji lebih jauh. Kalau perlu, pakailah konsultan..jangan berdasar pikiran pribadi, wangsit dan semacamnya. 

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature