Mungkinkah

September 19, 2014
Dokumen yang terbentang di microsoft excel ku berjudul Advance Product Quality Planning. Harus segera dituntaskan sebelum audit awal bulan depan. Mungkin ini efek kopi semalam, dua belahan otak terasa bekerja semuanya secara bersamaan. Sebelah otak bersama dua mata menuju ke PC, dan sebelah otak bersama telinga fokus pada sebuah lagu. Tidak ada yang memainkan lagu, aktualnya yang berdesing hanya suara printer dan deringan telepon.

Lagu Stinky yang berjudul “Mungkinkah” entah terkorek dari folder mana di otak sehingga ter-recall secara tak sengaja. Perlu kutulis liriknya di sini? Terlampau galau sih, malah nggak merepresentasikan perasaan yang sebenarnya kurasakan. Jemari dingin tak seperti biasanya, kuputar kepala mencari remote pendingin ruangan. Ah sudahlah, biarkan saja dingin karena rasa ini akan membuatku sadar bahwa hangat itu nyaman.

Fokusku beralih ke telepon meja, menghubungi departemen seberang memastikan testing external jadi dilaksanakan hari ini. Masih belum bisa fokus ke excel, malah beralih ke browser. Favorit tab laman sebuah harian nasional. Kuputuskan tidak perlu membaca berita, sebab sejak mata baru terbuka pun berita sudah berjejalan. Drama politik yang semakin terasa drama. Mungkin sudah sejak dulu seperti drama, hanya baru sekarang aku memperhatikan dan sadar.

Karena lagu “mungkinkah” masih terus meraung-raung di otak, jari pun tergerak menuliskan kalimat “lirik lagu mungkinkah stinky” di google. Kuingatkan lagi, meskipun kutuliskan di sini, bukan berarti aku sedang segalau Andre.
“sebut namaku..jika kau rindukan aku..aku akan datang.." (kok horor ya?)
“biarkan kupeluk erat bayangmu..tuk melepaskan semua kerinduanku..”
“hilangkanlah..keraguanmu pada diriku.”



Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature