Semut ireng beranak sapi

September 05, 2014
Bukan mau ngomongin presiden yang barusan terpilih kok. Bukan pula ngomong buku yang judulnya sama dengan judul postingan ini.  

Ramalan
Menurut Ramalan Joyoboyo, di Indonesia akan ada “semut ireng beranak sapi”. Kalau kata Sujiwo Tejo, maksudnya Indonesia dikuasai kaum mancanegara. Terlalu absurd dan bakal ‘mbulet’ saja kalau mbahas kapitalisasi. Nyatanya, kita semua menikmati. Lebih dari itu, aku mau membahas yang sedang membuat kepikiran beberapa hari ini. Sapi-sapi itu makin banyak, makin kentara, setiap hari.

Company
Sangat wajar menemukan sapi di perusahaan multinasional. Tapi bagi sebuah perusahaan lokal, memelihara terlalu banyak sapi rasanya agak aneh. Memang mungkin niatnya baik. Kita para pribumi sering silau melihat kinclongnya warna kulit mereka. Besarnya postur badan mereka. Apapun yang mereka bicarain kalau pakai “english” jadi berasa keren. Ya ya ya..aku ini nggak anti barat, toh juga dalam urusan engineering bergantung sama mereka yang lebih ngerti teknologi. Tapi...untuk beberapa hal, aku masih nggak setuju.
Di kalangan pabrik sering muncul kalimat “yah..kalau gini doang sih kita juga sudah tau..”. Beberapa mengira mereka itu dewa, tapi sebenarnya ya..masih sambil belajar juga. Bukannya aku mau sok pinter, Cuma ini hasil Tjurhatan banyak pihak yang tiap hari bareng mereka. Sebagai konsultan menurutku cukup. Membuka lapangan kerja bagi mereka secara permanen? Duh,,,otakku belum berpengalaman mikirin man power politic sebenarnya.

Quotes
 “Seperti seekor semut hanyut bergantung pada sepotong rumput yang diayun-ayunkan gelombang.” 
 
Tan Malaka, Madilog


Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature