#wesBiasa

September 15, 2014
"Maghrib ini dalam doaku..kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana.....(1989, Sapardi Djoko Damono)."

"Pak..dateng ya ke nikahan Saya" oknum D menyodorkan undangan ke bos section sebelah. 
"Wah..iya iya..hemm tinggal Nurul doang ni ya yang belom." Si bos ngucapnya kenceng-kenceng. 

Emang bener kok, sesection tinggal SAYA seorang yang jomblo. Mostly sudah berumah tangga. Teman-teman seangkatan di program MT juga sudah pada nikah. Seenggaknya..sisanya sudah tunangan sih. 
Jodoh emang rahasia Allah. Kalau kata Oknum M "jangan lupa berdoa,,biar dimudahkan jodohnya,,sekarang jadi prioritas ya." 

Pem-buly-an berkepanjangan ini semoga segera berakhir. Hahhaha. Amiin. Nggak lucu sih masa diBully gegara belum nikah. Mending juga didoain. Nggak asik masa diBully gegara jomblo. Ini adalah sebuah pilihan hidup. Nggak salah kan milih jomblo, milih suka sama seseorang, milih jatuh cinta diam-diam, milih ngarep, bahkan milih sakit hati, milih porak-poranda. Aku #wesbiasa diBully model beginian, hahahha santaiii aja kayak dipantai..selloww kayak di pullauuw.

Yang pasti,,siapapun Anda..sudah kenal atau belum..sudah di depan mata atau masih di ujung dunia..saya di sini, mempersiapkan dan memantaskan diri untuk Anda. 

"Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana (1989, Sapardi Djoko Damono)."


Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature