Di Balik Tembok Komplek

October 16, 2014
Apa yang kurasakan barusan, adalah pemicu kuat kalimat Alhamdulillahirabbil'alamiin. Ternyata, dibalik tembok tinggi yang mengelilingi paviliun ada kampung padat penduduk, dihuni sebagian besar oleh buruh, penuh kontrakan 3 petak. Jalan berdebu, jemuran dimana-mana, nggak ada selokan dan tempat sampah. Coba bayangkan!

Dua tahun aku merasakan kenyamanan di paviliun, yang kalau musim hujan nggak perlu khawatir banjir. Yakin banget, itu kampung belakang tembok komplek hujan deras 3 jam aja nggenang. Ya Allah...aku masih sering ngeluh kegerahan. Padahal pasti di kontrakan sana sumpek. Kan dulu pernah ngerasain tinggal di pinggir rel. Ya gitu,,,,bisa tidur nyenyak malam atau siang hari adalah anugerah. Di balik tembok komplek, nggak ada joging track dan lapangan serbaguna. Keamanan urusan pribadi masing-masing, nggak ada security 24 jam. 

      

Bukan maksud untuk pamer, hanya ngajak berfikir sejenak. Sebuah perjalanan maghrib-maghrib nggak sengaja yang luar biasa hasilnya. 


1 comment on "Di Balik Tembok Komplek"
  1. Kadang mesi kita hidup bertetanggaan, ada kalanya ngga tau tetangga sendiri..
    syukurlah Ina udah tau sekarang ada tetangga rumah yang punya nasip seperti itu..
    semoga Ina makin kenal dg mereka ya :)

    salam

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature