Majelis Pervotingan Rakyat

October 08, 2014
Aku, mantan ketua kelas yang terpilih dari hasil voting. Mungkin kamu juga demikian, seorang ketua kelas..ketua himpunan profesi, ketua Bem, atau bahkan kepala desa yang terpilih dari hasil pengambilan suara terbanyak. Kalau nggak salah hafal sih, di Pancasila kita akan menemukan kata “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN”.

Ceu Popong
Masih segar diingatan bagaimana Ceu Popong, anggota legislatif  tertua memimpin sidang  pemilihan ketua DPR sampai ‘sepertiga malam’. Sidang yang lama, alot, dan ribut sampai Palu DPR hilang “Palu na Euweuh” kata Ceu Popong. Untunglah pada pemilihan ketua DPD nggak sedramatis malam itu.

Bukan episode terakhir
Seperti sudah banyak ditebak masyarakat, pemilihan ketua MPR akan penuh drama lagi. Episode ini belum berakhir sodara...(apa karena kebanyakan artis sinetron ya di Senayan? Ah enggak lah..mereka mah apa atuh, ,Cuma ngikutin arahan sutradara yang entah siapa). Sebenarnya pemilihan ketua MPR akan dilakukan tanggal 6, tapi alot. Akhirnya diputuskan dilakukan esok harinya. Di Tv ramai para politisi berkomentar, aku paling mencermati ketua DPD . Beliau yakin sekali pemilihan ketua MPR akan memakai musyawarah mufakat. MPR itu suasana kenegarawanannya tinggi, beda dengan DPR.

Majelis Pervotingan Rakyat
Hari itupun tiba, pemilihan ketua majelis permusyawaratan rakyat. Sore hari, masih alot. Sampai malam menjelang aku tidur, masih saja ‘pabalieut’. Di sepertiga malam, ada parpol yang merasa diPHP in lalu pindah koalisi. Menjelang waktu subuh, terbukti sudah..bukan lagi MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT melainkan MAJELIS PERVOTINGAN RAKYAT.
Bersamaan dengan takbir adzan, berkumandang pula takbir di Senayan tanda kemenangan koalisi merah putih dengan paket Besar nya. Bukannya aku atheis, atau liberalis ya..suara takbir itu sama sekali nggak menggetarkan. Coba kalau sholawat badar seperti pas kemenangan Gus Dur. Beuuhh...berlinang air mata yang nonton maupun hadir di Senayan.
Mufakat
Sebagai masyarakat yang nyoblos pas pemilihan legislatif, aku berharap agar hasil ini merupakan MUFAKAT meskipun bukan dari jalan musyawarah. Mufakat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah setuju, seia sekata.

Quote
Meski tidak seia dan sekata, tapi antara keduanya telah terjadi percintaan yang mesra (Kalah Dan Menang, Sutan Takdir Alisyahbana).






Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature