Sing sensi terus yo ono

October 30, 2014
Aku ngerti karepmu saiki. Oh ngono tho. Cuma bisa senyum tapi badan langsung panas, hahaha. Sebagian besar lelaki sepertinya nggak mau dikalahkan perempuan. Padahal niatku bukan ngalahin, tapi kerjasama. Saat kita mencoba mengambil peran yang kita bisa secara tulus, seringnya malah dianggap modus jahat.

Saya ini sering ngamatin gesture, body language, dari orang-orang terutama yang ketemu tiap hari. Seenggaknya bisa tahu mana orang yang asik mana yang enggak. Ada yang perlu dilurusin di sini. Sejak kemarin, merasa seseorang lagi  sensi banget. Nahan marah dan benci. Karena saya ini blak-blakan, yaudah deh tanya “kenapa sih....bla bla bla”. Dan jawabannya sungguh sungguh WE-OU-WE..wow!

Kamu sudah punya porsi, dan orang percaya itu. Saya hanya berperan sesuai porsi yang kubisa.
Saya akan ikhlas jika harus memberikan porsi yang ada sekarang untuk kamu. Tapi apa ini solusi satu-satunya? Atau hanya perlu menunggu sampai mood kamu baik lagi? Mungkin kamu lelah.  
Kabar baiknya,  jadi tahu kamu itu seperti apa. Maksudnya, jauh lebih tahu. Hahhahaha. Ya namanya dalam sebuah tim, kan wajar si A kebagian ngerjain “ini”, si B ngerjain “itu”. Dan ketika ada orang ingin menanyakan tentang “itu”, yang pasti ke B lah. Kenapa si A ‘cemburu’? hahhaha...bukan berarti orang nggak nganggap kamu itu nggak ada.


Pria dan wanita sama-sama pintar, tapi mereka menggunakan bagian otak yang berbeda untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan.
2 comments on "Sing sensi terus yo ono"

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature