Tebing Keraton Bandung #TebingInstagram

October 20, 2014
Maksud hati ke bukit bintang malah terdampar di ketinggian 1200mdpl tebing keraton. Menyaksikan kabut menggantung di atas kota Bandung dan hamparan hutan pinus Dago Pakar. Tebing Karaton merupakan sebuah tebing yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Tebing ini terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung,Jawa Barat, Indonesia. Dari Tebing Keraton dapat menikmati pemandangan spektakuler. Bukan lampu kota, melainkan hutan.
Gunung Tangkuban Perahu Dari Tebing Keraton

Perjalanan ke Tebing Keraton
Minggu pagi, saya dan 3 orang teman meluncur ke arah Dago dari Antapani sekitar jam 6.30. matahari sudah lumayan tinggi, tapi hawa sejuk membuat saya memilih membuka kaca mobil. Menghindari Car Free Day, avanza memilih lewat Cikutra. Iseng-iseng lewat depan rumah Raffi Ahmad yang lagi persiapan nikahan, hahahahha.

Sekitar 30 menit kemudian, jalan mulai menanjak. Wow..Dago yang asri. Saya sibuk mengomentari pemandanngan yang terlihat. Rumah mewah di tebing, taman yang indah, lapangan golf, rumah dnegan pagar seperti di film-film luar negeri, juga ngomentarin pesepeda yang ramai banget mengarah ke atas.

Makin ke atas, jalan makin sempit dan terjal. Kadang malah nggak beraspal lho jalannya, tapi avanza masih kuat kok. Entah ya, tapi nggak saya rekomendasikan bawa city car yang ceper deh. Beberapa saat kemudian, kami tiba di gerbang Gowa Belanda Dago Pakar. Wohh nyasar, info dari petugas yang jaga pintu tiket. Okay, kami salah belok. Dan ternyata tempat yang kami tuju bernama “tebing keraton”. Sebelumnya saya tahunya bukit bintang. Entah sama pa enggak antara tebing keraton dan bukit bintang.

Selepas dari belokan yang mengarah ke tebing keraton, jalan makin terjal. Tapi pemandangannya subhanallah. Sisi kiri adalah hutan pinus Perhutani yang masuk kawasan hutan raya Dago Pakar. Sebelah kanan terhampar ladang sayur berbukit-bukit, serta view kota Bandung. Backsound syahdunya adalah suara tongeret.
Desa di atas awan

Lokasi Tebing Keraton sudah dekat jika Anda telah melewati Warung Bandrek yang biasa dijadikan tempat berkumpulnya komunitas pengendara sepeda gunung. Kurang lebih 2 km dari Warung Bandrek, pengunjung akan tiba di pintu masuk Tebing Keraton. Jika Anda membawa kendaraan pribadi, pengunjung perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk motor. Tapi saran saya sih lanjut aja, bawa naik mobilnya. Sempat ada Bapak-bapak tukang parkir yang ngelarang, katanya “parkiran penuh, sini aja parkirnya”. Banyak yang nurutin. Turun di situ, parkir, lalu ojek ke atas dengan tarif 30.000. Ternyata Avanza kuattttt....sampai lokasi. Wow.
Di pintu masuk, pengunjung dapat melihat baliho yang mencantumkan harga tiket masuk Rp 11.000 bagi wisatawan nusantara dan Rp 76.000 bagi wisatawan mancanegara. Harga tiket tersebut ditetapkan menurut Peraturan Gubernur Jawa Barat no 26 Tahun 2013. Oke sip. Parkiran di lokasi tarifnya 10.000, belum resmi sih masih di depan rumah warga gitu. Ada juga toilet umum seadanya.

Minggu Pagi di Tebing Keraton
Saya lepas sandal, tanahnya benar-benar terjal dan rawan kepleset. Subhanallah...meski sudah jam 8 pagi tapi pemandangannya maisih indah. Hutan, gunung tangkuban perahu, dan kabut menggantung. Menurut sebuah papan informasi yang terletak di pinggir tebing, nama Tebing Keraton baru ada di awal Mei 2014. Dinamakan keraton karena identik dengan kemewahan. Tersebar dari mulut ke mulut di social media. Lokasi ini belum dikelola dengan baik, karena masih baru. Nah karena masih baru ini, benar-benar minim info tentang sejarah lokasi ini.
sisi kiri tebing keraton
Menurut Tempo, Nama Tebing Karaton sendiri berasal dari ide seorang pencari rumput bernama Ase Sobana, 43 tahun. Ase, yang warga asli Kampung Ciharegem, Puncak, mengaku mendapat wangsit sebutan Tebing Karaton pada tengah malam Mei 2014. Dia pun berinisiatif memasang pelang penunjuk jalan ke tebing tempat main masa kecilnya dulu. Tebing Karaton menarik perhatian wisatawan karena merupakan hasil dari fenomena geologi, yaitu retaknya kerak bumi akibat pergeseran yang dikenal dengan patahan Lembang atau sesar Lembang. Sesar ini membentang sepanjang 22 kilometer di sebelah timur Lembang hingga ke arah barat Kota Bandung.
Tetap waspada saat foto
Bahaya
Ngeri sih lihat orang pada foto di ujung tebing yang bawahnya jurang menganga tingggiii banget. Tolong hati-hati deh ya. Nggak disaranin ajak anak kecil, bahaya banget. Ngeri longsor juga sebenarnya. Belum ada pagar pembatas yang memadai, dan kayaknya nggak ada orang yang bertugas memperingatkan betapa mengerikannya duduk di atas batu-batu di sana. Meskipun kita sudah bayar ausransi bersama tiket masuk, tetap ya..nyawa nggak bisa diganti, waspadalah.

Persiapan yang Harus Diperhatikan
  • Datang pagi hari lebih baik, karena kalau mau lihat sunset, pas pulangnya bahaya. Jalan terjal ditambah minimnya penerangan
  • Bawa motor lebih baik. Kalau maksain bawa mobil sangat tidak disarankan bawa sedan, city car ceper, mobil matic. Dan pastikan Anda mahir nyetir offroad.
  • Kalau ketemu oknum yang nawarin guide, ojek, dan bilang nggak bisa bawa mobil ke atas, cuekin aja.
  • Pakai sendal jepit atau sepatu kets, lebih baik nyeker sih kalau di lokasi.
  • Di sini nggak bisa bikin tenda
  • Selalu waspada kalau mau foto-foto di tebing
Quote





6 comments on "Tebing Keraton Bandung #TebingInstagram"
  1. Menyaksikan langsung daerh pegunungan dengan kabutnya itu sesuatu banget ya, kalau di desaku sini sering juga sih didatangi kabut walau bukan daerah tinggi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren dong Mba...pasti bukan kabut asap kan..?

      Delete
  2. Owalah.. aku kira aku nyasar ke blognya mbak Nunu :D
    Theme baru lagi nih yee..

    Lagi di Bandung nih mbak?

    Btw, kenapa dijulukin tebing instagram?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rif sadar Rif,,ini theme udah lama, hahaha.

      Iya kemarin di Bandung. Disebut tebing instagram karena orang yg kesini pasti posting, hahaha. Karena itu pula tebing keraton jadi mulai dikenal. Dari socmed. Luar biasa kan...
      Sinyalnya bagus, aktivin location, upload...posting deh di instagram.

      Delete
  3. Sekarang sudah dipageri kok, udah rapi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohhh bagus deh, retribusinya juga lumayan tuh. Semoga akses jalannya segera diperbaiki

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature