[Movie Review] Interstellar

November 23, 2014
Pernah tahu ada projek membawa umat manusia ke planet lain sebelum bumi hancur? Ini sering dijadikan tema film-film science fiction. Upaya pencarian planet lain yang memungkinkan manusia hidup disana.
Interstellar, the end of earth will not be the end of us. Digambarkan pada masa itu bumi sudah tidak kondusif. Kelaparan terjadi terus menerus, badai pasir, penyakit, dan oksigen yang menipis. Seorang engineer yang terpaksa menjadi petani hidup dengan ayah dan 2 orang anaknya. Anak perempuan yang bernama murphy sering mengalami keanehan di kamarnya. Murphy menyebutkan bahwa buku-buku di raknya tiba-tiba jatuh membentuk sebuah kode. Suatu ketika, Murphy dan engineer yang sekaligus pilot Nasa memecahkan sebuah koordinat yang dikirim "mereka". 
Singkat cerita, Engineer itu terlibat dalam projek perjalanan pencarian tempat tinggal baru di galaksi lain. Guna mempersingkat perjalanan, digunakanlah lubang cacing yang dapat menembus dimensi lain dengan cepat. 

Layaknya film scifi lain tentang luar angkasa, Interstellar menawarkan konflik serupa. Ada yang harus mati di planet antah berantah, ada yang punya misi pribadi untuk saling bunuh, dan di bagian puncaknya...diketahui bahwa misi ini sia-sia belaka. Tidak mungkin membawa manusia ke planet lain, yang mungkin hanya membawa benih koloni manusia. Artinya, bumi harus dibiarkan hancur perlahan dengan semua makhluk di dalamnya.
      
Penjelasan tentang teori relativitas, gravitasi untuk menembus antar dimensi, sangat memukau. Selama 3 jam penonton diajak berimajinasi. Ilmiah. Ya...untuk sesuatu yang tidak kita ketahui, anggaplah itu ilmiah. 
Tidak ada hantu di kamar Murphy, tidak ada Alien, kode yang berwujud sandi morse adalah kiriman ayahnya sendiri dari masa depan. Hahahha bingung? Harus fokus ya pas nonton. 

Jadi, intinya...waktu itu relativ, bisa diperpendek dan diperpanjang. Tapi waktu tak bisa diulang atau ditarik mundur. 

Salah satu pesan di film Interstellar adalah, Cinta. Cinta bukan hanya emosi sosial semata. Cinta bisa menembus ruang dan waktu. Seperti sebuah artefak dari dimensi lain. 

Sebagai penikmat scifi, recommend deh Interstellar. 4 dari 5 bintang. So far, ini film paling entertaining selama 2014. Meskipun nggak bikin saya nangis atau tertawa, sama sekali. 




1 comment on "[Movie Review] Interstellar"
  1. Filmnya Chrsitopher Nolan emang keren-keren. Terima kasih reviewnya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature