Romantisme Sepasang Tunawisma

November 23, 2014
Pertengahan 2012, saat saya mulai tinggal di kawasan Jababeka saya mulai memperhatikan mereka berdua. Tiap pagi saat saya berangkat kerja, mereka sepasang manusia usia sekitar 60 tahunan berjalan beriringan di sekitar Al Azhar. 
Suatu ketika saya ceritakan ini ke teman-teman di Kijang Biru. Kadang lihat mereka juga pas pulang kerja. Entah qpa yang mereka cari. 
Mereka tunawisma ataukah orang kurang waras? Entahlah. Yang membedakan dari yang lain adalah mereka selalu berpasangan. Kemana-mana bareng, sejak 2012 hingga 2014 tadi sore saat saya sengaja mengikuti mereka. 
Tahun 2014 ini, tiap pagi sekitar jam 7 pagi mereka di depan gerbang Movieland. Sepertinya mereka tidur di situ. Kawasan itu banyak rumah kosong bekas perumahan yang gagal dibangun. Biasanya pagi-pagi mereka duduk menghadap jalan dengan ekspresi sama setiap hari. Ekspresi santai. Inilah yang membuat saya penasaran sejak pertama kali melihat mereka berdua. 
"Senyum si Ibu itu nggak kayak senyum orang susah, senyum yang mahal dan elegan meski baju dan penampilannya dekil. Lihat, bajunya selalu sopan nggak pernah bolong-bolong. Si bapak juga. Bahkan si Bapak kalau lagi jalan di tempat ramai selalu memegang tangan si ibu. Aku curiga kalau mereka ini adalah orang kaya yang bosan dengan kemapanan, lalu menggelandang." Ini adalah analisa saya di kijang biru sekitar awal tahun 2013. 
Bulan puasa lalu, suatu sore saya melihat mereka duduk di pinggir jalan mendengarkan radio entah dapat darimana. Saya nggak pernah lihat mereka meminta-minta layaknya orang-orang berbaju 'dekil' di kawasan ini. Mereka berdua selalu tampak romantis, tak pernah kulihat jalan seorang diri, dan tak pernah mereka jalan berjauhan. 

Adakah yang tahu siapa mereka?


Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature