[cerpen] Love & Climate Change

December 28, 2014
Seorang dokter sedang menyiapkan jarum suntik di sebuah bilik. 
"Siang dok" sapa pasien seorang wanita muda.
"Siang...sudah siap mba..? Mau diambil tiga tabung ya?"
"Apanya dok? Darah saya?"
"Iya dong..ayo mana lengannya"
"Silakan" sambil merem
"Nggak perlu merem gitu, ayo tarik nafas..teriakan nama pacar kamu"
"Wait..wait..dok,,saya nggak punya pacar"
"Aduh udah mau nancep lho tadi jarumnya..emmm yaudah gebetan ada kan? Sebutin nama gebetan kamu yang kenceng sambil hembuskan nafas"
"Dok...please...boleh saya sebutin nama dokter aja nggak?"

Hening

Proses pengambilan darah selesai. Dokter melabeli tabung berisi darah dengan nama pasien. Sambil tersenyum, dia memulai percakapan tak terduga itu ke pasiennya yang masih sibuk meniup-niup bekas jarum di lengan kirinya.

"Kamu orangnya gampang panik ya kayaknya. Ah gini-gini saya juga pernah belajar kejiwaan lho. Jangan gitu lah, woless aja..kalau gampang panik biasanya gampang stress lho"
"Ah bisa aja nih dokter"
"Serius lho,,kerjaan pasti banyak nuntut. Kalau masih muda udah uplek aja sama kerjaan..ga bagus buat kesehatan"
"Hahahha..."
"Jatuh cintalah"
"Apa? Kirain dokter bakal nyuruh saya piknik dok hahahah"
"Ya..pikniklah sambil jatuh cinta. Kamu tahu? Jatuh cinta itu bisa memperlambat laju perubahan iklim. Global warming dan Global cooling. Orang yang jatuh cinta akan jadi kalem. Kamu pasti kalau smartphone nya low bat panik kan?"
"Iya dok..tinggal 30% aja udah nyari colokan"
"Nahh..itu tuh..penyebab stress terselubung. Orang yang lagi jatuh cinta, ngapain aja kalem. Low bat kalem, kebelet pipis kalem, haus kalem, laper kalem, macet kalem, hujan kalem, panas kalem"
"Subhanallah..."
"Saya pernah ada pengalaman, tapi kamu jangan tiru ya. Tanpa saya sadari, sholat sambil mesam mesem..untung pas habis sholat temen ngingetin..hahahha"
"Parahhhh dok itu sih"
"Ya habisnya saya salting satu musola dan solat bareng dia"
"Dok please kok dokter jadi alay...heuheu"
"Kamu kenal voldemort kan?"
"Nggak kenal personal Dok, cuma kenal nama aja"
"Iya saya juga kenal nama aja sih. Dia itu bisa ngapain aja,,tapi dia nggak punya 1 hal. Dia nggak punya cinta di hatinya. Dia nggak bisa merasakan jatuh cinta dan dicintai"
"Tandanya kita jatuh cinta gimana menurut dokter"
"Cinta itu sesuatu yang indah. Nggak bisa dilogika kata Agnes Monica. Kamu nggak akan nyadar,,,tau tau jadi peduli..tau tau jadi cemburu..tau tau jadi ngarep...dan.....unconditional love atau yang kalau di agama kamu disebut mawadah warahmah nggak mudah diungkapkan secara verbal face to face.
Kamu bakal malu bilang "aku cinta kamu"    . Back to climate change, jika orang-orang jadi kalem...dunia akan damai..selaras nggak lebay..nggak ada keserakahan. Ini memang cliche dan kayaknya nggak mungkin ya menciptakan sebuah utopia. Tapi, seenggaknya kalau orang-orang jadi kalem..biasanya akan lebih taat aturan."
"Dok kok saya jadi bingung,,saya harus apa dong?"
"Makan sana..kan udah diambil darahnya banyak. Siapa tau dijalan ketemu penyebab jatuh cinta kamu. Who knows..."

Pasien keluar dari bilik periksa dokter, langsung menuju pinggir jalan. Sekilas tampak dia membuka ponselnya yang bergetar.

"Kamu dimana? Laper nih..makan yuk"
      

4 comments on "[cerpen] Love & Climate Change"
  1. Ini maksudnya apa mba nurul?
    aku jadi ketawa ketiwi bacanya hihihi...lucu gitu...
    pengalaman pribadi ya?

    tapi kok dokternya gahul gitu ya, dokter cinta jangan2 hahhaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan lah bukan pengalaman pribadi. Hahaha dari beberapa inspirasi,,maklum srg diTjurhati orang-orang

      Delete
  2. Replies
    1. Makasih Ndah..ehehe. Cerpen pertama akuh

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature