Noise Riweuh Judging Society

December 08, 2014
Sering mikir gini "saya orang Jawa, tinggal di negara Indonesia, tapi sering merasa terganggu dengan ke'ramah'an mereka. Sering juga dikatain 'jutek banget sih'. Sebenernya saya bisa adaptasi nggak sih sama culture negara ini?"

Coba bayangin, gimana keselnya Senin pagi, baru turun dari bis,,masuk area kantor eh ada yang "ngata2in". Dia haters saya sejak lama. Bukan cewe. Catet,,,dia Bapak-bapak yang bahkan saya nggak tau nama dan dari divisi mana. Entah ya, saya susah benci sama seseorang secara permanen kalau nggak ada pemicu yang jelas. Ini,,orang ini benci secara personal. Dia judge saya ini sombong. Noise...dengan ngompor-ngomporin hal ini ke orang-orang termasuk teman-teman saya. Bapak itu pasti nggak open minded soal 16 karakter manusia. Ada tipikal orang yang mau nyapa, senyum, ngobrol, kalau sudah kenal secara personal. Maksudku gini lho..untuk seorang yang sudah senior,,,sikap dia yang 'frontal' ke saya yang anak ingusan ini terasa 'childish' banget. Biasanya Bapak-Bapak akan lebih wise,,saya nggak hanya muda secara umur tapi juga muda secara pengalaman. 

Sore tadi, lagi iseng buka instagram. Eh ada update an dari Pak Ridwan Kamil yang aaaaakkkk saya bangeet. Pak Emil lagi kesel juga kayaknya, gegara uploadan foto dia sama anjing. Cek coba. Hahahha.

"We live in a noise riweuh judging society" to you all who always exercise negative minds. 

thatssss righhhhtttt Bapak. 

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature