Menghabiskan Ego

January 12, 2015
Kira-kira setahun yang lalu, sebuah obrolan antara saya dan kawan lama di angkot lewat messenger.
"Kamu kayaknya udah terobsesi banget jadi ibu, udah nikah gih..sana"
"Mmmm...keinginan itu ada, tapi kayaknya aku masih terlalu egois deh"
"Maksudnya?"
"Iya..aku masih lebih banyak mikirin diri aku, nanti kalau anak aku laper,,akunya cuek..kan repot"

Kurang lebih seperti itu. Barusan blogwalking dan ada yang lagi ngebahas itu, tentang menghabiskan ego sebelum nikah. Bener banget,,kayaknya sepanjang 2014 itu saya legi heboh-hebohnya melampiaskan ego. Ingin ini ingin itu, pergi kesana kesitu, beli ini beli itu, melakukan hal-hal yang "crazi" juga. Dan kayaknya Januari ini juga masih berlangsung cuma sudah mulai menurunkan speed, hahaha. 

"Bila kita masih banyak keinginan pribadi, mau keliling indonesia, beli ini itu, bangun ini itu, pengin begini dan begitu. Habiskanlah semua itu ketika kita masih sendiri. Karena kelak, setelah menikah semua itu, bila kita tidak mampu mengelola dan mengkomunikasikannya dengan baik justru bisa menjadi pemicu masalah. Padahal sebenarnya itu bukan masalah. Hanya karena ego kita belum habis, kita merasa pasangan kita tidak mendukung bila pendapat kita berseberangan - Kurniawan Gunadi.

Memilih untuk menikah itu bukan siapa cepat, tapi tentang kesiapan. Menghabiskan ego akan membuat pribadi kita nantinya lebih flexibel, gampang diajak diskusi, insyaAllah. 
Hidup sendiri memang asik, seru, bebas, tapi katanya kan berdua lebih baik. 



5 comments on "Menghabiskan Ego"
  1. aku ganti ponsel beberapa bulan setelah nikah. aku belanja banyak baju sampek susah bawanya. belanja banyak tas
    hahahahahahaha.
    cuma karena mikir habis nikah nggak bakal bisa belanja segila itu lagi. mesti ditabungin aja kata si mas. yah yang penting udah puas belanjanya. (ya tetep aja nyimpen uang buat self shopping sih cuma udah ngerem2 banget)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebelum nikah maksudnya
      salah ketik

      Delete
    2. Tuh kan ya bener..
      Apalagi kalau sudah punya anak, makin banyak prioritas hidup

      Delete
  2. ketawa baca komenmu rul deuh *pelukpeluk
    semoga segera menemukan orang yang tepat
    atau mungkin mau nyoba ta'arufan via ustadz atau keluarga?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature