Nulis Bareng Ibu : Hidup Sehat

January 24, 2015
Sabtu sore, tak seperti biasanya mataku ngantuk banget. Mungkin badan sedang kurang fit. Saya nggak mau tidur sore-sore habis ashar, kata Ibu hal ini bisa bikin kita fakir. Iseng-iseng blogwalking dan baca tulisan Zhaqia tentang #nulisbarengibu...ahhh saya nangis. 

I call my mom As soon as finished reading my friend's blog. 
"Lagi apa?"
"Nonton Tv, Sudah jadi beli nasi bebek nya?"
"Belum. Malah beli alpukat Bu, bebek banyak kolesterolnya. Oiya tadi aku beli susu kebanyakan. Aku kira cuma sekilo, ternyata dua kilo"
"Yaudah..bawa pulang aja nanti buat adekmu"
"Bu..sekarang aku nggak pakai gula pasir lagi, pakainya gula jagung,,ya agak mahal sih tapi kan demi kesehatan"
"Iya,,Ibu juga nanti ngikut beli kalau gitu. Ibu udah lama nggak pakai minyak goreng curah juga. Ya..kita harus jaga kesehatan,,apalagi kamu kan jauh dari siapa-siapa. Ibu akhir-akhir ini penglihatannya suka kabur banget"
----deg...----

Tanpa saya sadari, Ibu sudah menua. Apalagi Bapak. Dan saya,,,sebagai anak sulung masih begini-begini saja. Sengaja merantau sejak kuliah dan memilih bekerja di sini, 350km dari rumah tanpa saudara atau sanak family. Ya..Ibu saya itu bukan tipikal wanita menye-menye yang ini itu harus dibantuin atau ditolongin. Dan itu yang tanpa sadar saya contoh. Seringkali ketika saya harus pulang kampung, ya saya sendirian. Di jalan atau kereta orang yang melihat wanita muda berbadan mungil bawa gembolan sendirian akan bertanya heran "mba sendirian? Malem-malem gini di stasiun?"
Cuma bisa jawab "udah biasa kok heheh." 

Dimasa-masa sekarang ini, yang bisa saya lakukan hanya jadi alarm. Mencontohkan kadang-kadang. Keterbatasan informasi bagi ibuku, bukan penghalang. Orang seumuran Ibu sering pegel-pegel, pusing, atau kadang tiba-tiba lemes. Biasanya jika ada suatu keluhan,  saya carikan di google lalu saya sampaikan ke Ibu. Pun jika ada resep-resep makanan sehat atau tips seru healthy lifestyle. Seperti waktu itu, saat saya membagikan resep dari Ibunya Evan (teman saya yang di Bandung).

"Ibu udah coba lho yang gerakan nepuk-nepuk bahu sama nadi itu,,wah jadi enteng"
"Beneran?"
"Iya, Ibu lakuin pas bangun tidur."
"Katanya itu bisa ngurangin resiko stroke"

Saya hidup sehat, agar bisa terus berkarya dan nggak bikin Ibu cemas di kampung. 
Kami,,saya dan Ibu sama-sama pegiat hidup sehat kira-kira serius sejak 3 bulan yang lalu, semoga hal ini membuat kami bisa menua bersama kelak.

"Untuk saya, Ibu adalah perwujudan puisi Chairil Anwar. Ibu akan hidup 1000 tahun lagi..."

----

"Tulisan ini disertakan dalam kegiatan Nulis Bareng Ibu. Tulisan lainnya dapat diakses di website >> http://nulisbarengibu.com” 
4 comments on "Nulis Bareng Ibu : Hidup Sehat"
  1. Baca ini rasanya sedih gimanaa gitu... Jadi kepikiran ibu saya yg sudah menua juga, dan saya belum bisa berbuat apa2 untuk bikin beliau bangga dan bahagia :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagi kita orang timur emang nggak biasa bilang "aku sayang Ibu" secara langsung. Tapi coba tanya kabar beliau...senyum dan ceritakan masa kecil yang masih kita ingat bersamanya. InsyaAllah beliau bahagia

      Delete
  2. aku udah lama jarang banget konsumsi gula sih rul... teh pun lebih suka yang tawar
    ya paling kalo kopi aja itu juga jarang
    minuman botolan juga jarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nin,,aku masih nakal nih beli2 minuman kotak (botol mah engga) hahaha.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature