[Tips] Jika Hampir Pingsan

January 10, 2015
Satu mangkok soto Surabaya sudah masuk ke perut saya dengan lancar dan damai. Siapa sangka satu jam sebelumnya saya terkapar di lantai. Benar-benar terkapar dengan keringat dingin. 

Seperti biasa setiap sabtu pagi saya joging keliling komplek dengan jarak maksimal 1 km saja. Semuanya dimulai dengan normal, hingga saat mencapai 500m keringat dingin mulai keluar. Perut mulas. Whats wrong? Saya lanjutkan lari, hingga di titik 800m sakit itu mulai membuat mata saya berkunang-kunang. Wah ini bukan mules biasa. Sekitar 100m selanjutnya saya jalan cepat. Kondisi makin tidak memungkinkan. Okay,,,stop.

Segera setelah sampai rumah saya minum air putih dan rebahan. Makin sakit. Miring sakit, tengkurep sakit. Bahkan buat gowes ke Rumah Sakit depan komplek saja rasanya tak sanggup. Dengan jiwa surviver..ahahahha    saya berpikir "aku nggak boleh pingsan". Sambil merayap menggapai heater, manasin air buat bikin teh manis. Nunggu air mendidih, saya gapai madu. Makan madu sebanyak banyaknya. Mual banget. Oke, teh manis anget sudah siap, tapi teh nya belum larut. Butuh sekitar 4 menit untuk melarutkan teh. Sembari menunggu saya tempelkan mug keramik itu ke perut. Alhamdulillah...lega perlahan lahan. Setengah jam kemudian, keringat dingin udah nggak keluar lagi. 

Pengalaman adalah sekolah kehidupan. Beberapa tahun lalu saya pernah mengalami momen hampir pingsan (di pabrik). Yang dilakukan orang klinik adalah mengompres hangat perut saya dan memberikan teh manis hangat. Itu yang saya pakai. Kebetulan penyebab hampir pingsannya adalah sakit perut. Kalau penyebabnya karena kelaparan (pernah juga hampir pingsan karena ini) nggak perlu kompres hangat, teh manis atau madu yang pertama.

Semoga bermanfaat.

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature