[cerpen] Pulsa Ibumu

February 10, 2015
Jum'at siang bukanlah waktu yang tepat untuk praktikum, apalagi Instrumentasi dan kontrol. Nggak konsen, kebanyakan becanda, hahaha. Bukan cuma aku yang seperti itu, pun dengan kawan-kawan yang terkenal rajin. Saat sedang membuat cincin-cincin an dari kabel bekas yang warna-warni unyu, ponselku berbunyi. Sebuah pesan. 

"Rul, lagi sibuk nggak? Tolong isiin pulsa ke nomor Ibu ya, ini nomornya"

Oh..temenku, dia emang sering ngerepotin. 

"Ok"

Entah apa yang mendorongku begitu semangat keluar ruang praktikum. Mungkin karena sumpek di dalam, mungkin pula ada sebuah....fir...asat.
Aku turun dari lantai 4, lewat tangga. Ya..di fakultasku nggak ada lift. Di lantai dasar, ada foodcourt yang lengkap dengan segala fasilitas termasuk penjual kue basah merangkap jualan pulsa. Sebagai mahasiswa biasa, aku nggak punya mobile banking,,,jadi ya manual ke tukang pulsa kalau mau isi ulang. 
Done. Beres ngisi pulsa, naik lagi ke lantai 4 tanpa terjadi hal istimewa hari itu, semua berjalan normal. 

Hingga beberapa minggu kemudian si teman yang suka ngerepotin itu sms. 

"Ibuku meninggal tadi malem"

Deg. Innalilahi wa inna ilaihi rajiun,,aku terpaku berdiri di depan ruang kuliah. Semoga kepergiannya melepas segala rasa sakit lahir batin yang selama ini beliau derita. 

Andai siang itu aku menolak 'suruh'annya mengisi pulsa, bakal senyesel apakah ? Mungkin itu, bantuan terakhir yang aku berikan buat beliau.
Anakmu pasti sangat bangga padamu, buktinya hari ini dia menuliskan memoar untukmu. 


Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature