Cepat Berburuk Sangka

April 03, 2015
Pemberitaan tadi pagi masih seputar pembredelan beberapa situs yang menurut BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) cukup berbahaya. Dalam sebuah wawancara stasiun TV, dihadirkanlah narasumber dari sebuah situs terblokir dan pihak BNPT. Kedua belah pihak punya dalih atas pendapat mereka. Menurut BNPT, situs si narasumber A dibredel karena menjurus ke terorisme. Memang tidak tersurat "kami dukung ISIS" tapi BNPT punya kriteria tersendiri mengapa situs itu diblokir. Di sisi lain, narasumber A keukeuh dengan pendapatnya.

Kebetulan sekali, di hari jumat yang libur ini saya sedang membaca bukunya Cak Nun. Ada bagian yang pas mengilustrasikan kejadian di atas. 

Saudaraku, kita tak jarang mengalami betapa kita terjebak untuk bersikap mutlak-mutlakan di tengah perbedaan pendapat. Ini karena kita amat posesif terhadap kepemilikan kita atas pengertian-pengertian kita sendiri. Bagai seorang perawan yang tak mau secuil pun lelaki pujaanya dijelek-jelekkam oleh orang lain. Kita begitu romantik karena memang pada dasarnya kita begitu mencintai dan bahagia dengan Islam kita. Begitu rupa romantiknya sehingga dalam beberapa hal kita menjadi buta. Kita jadi cepat tersinggung, cepat mangkel, cepat berang, dan naik pitam jika sedikit saja hal tentang 'pacar' kita itu disentuh orang. 
Secara rasional kita menjadi tidak objektif. Dan, secara spiritual-psikologis kita menjadi tidak dewasa, tidak rendah hati. Keduanya bergabung dan menghasilkan suatu sikap yang tak menyiapkan diri untuk membuka diri dan menerima kemungkinan-kemungkinan kebenaran baru atas diri kita. 
(Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai)

Maksud saya apa sih? Jadi,,,saya cukup gerah ketika tempo hari membuka facebook dan menemukan komentar-komentar PEDAS kepada Kemenkominfo. Kritik atas sebuah kebijakan itu perlu, tapi ketika disampaikan dengan nada marah-marah bahkan ada yang mengutuk...jadi gimana gitu. Memang sih agak impolite ya tindakan BNPT yang tak pakai peringatan dahulu ke situs yang bersangkutan, tapi saya suka. Ini cukup 'menggertak' dan terbukti efektif. Saya juga kurang tahu apakah kalau mau blokir sebuah situs harus ijin dulu ke pemiliknya, sepertinya tidak (pengalaman pribadi). Yang penting, kriteria untuk pemblokiran sudah terpenuhi (yang dalam kasus ini saya tidak tahu pasti).

3 comments on "Cepat Berburuk Sangka"
  1. rul... dakwatuna dst itu bukan situs kekerasan semacam itu..
    kenapa? aku juga sering mencari pandangan dari hukum islam dari situs-situs tersebut. SARA? ya bagaimanalah tidak SARA... kalau mengenai seluk beluk agama mau tidak mau ya SARA, seperti misalnya kalau kita membuat situs khusus mengenai suku Jawa yang ada adat untuk tidak mengadakan pernikahan dengan orang sunda misalnya...
    terus aku juga sedih pada ISIS yang membuat khilafah terlihat sangat mengerikan.. padahal itulah sistem yang kita pakai pada zaman rasulullah.

    Berbagai macam kritik itu wajar selama tersaring dalam bahasa yang bagus dan sopan.. orang jaman sekarang suka kelepasan ngomong di soc med, akupun nggak setuju pada ungkapan kemarahan yang nggak disortir, apalagi yang pakai makian. sebagai muslimah aku malu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan sekarang BNPT ga mau disalahkan. Hemm..semoga segera clear,,mengenai alasan alasan atas masing-masing situs tersebut

      Delete
    2. Dan sekarang BNPT ga mau disalahkan. Hemm..semoga segera clear,,mengenai alasan alasan atas masing-masing situs tersebut

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature