[cerpen] aku, kau, dan cilok rebus

April 29, 2015
Hujan pagi bulan Februari. Sebuah perjumpaan untuk kesekian kali dengan kamu, ya...cukup sering kita bersama. Tapi, pagi itu..mata kamu berbicara. Hujan masih sering turun di akhir bulan April, dan mata kamu bukan hanya berbicara....kadang bernyanyi, kadang sengaja kamu sembunyikan untuk alasan yang tak saya ketahui. 
Bersamamu, kita nyaman berdekatan saat keringatan sekalipun. Seperti sore ini.
"Waktu SMA saya nggak pernah pacaran, saya takut sama cewek, bahkan waktu SD saya nimpuk anak perempuan yang ngasih surat cinta ke saya"
"Ah parah kamu"
"Bahkan sampai sekarang, saya belum pernah bawa cewe ke rumah, termasuk mantan saya. Itu komitmen sih soalnya"

Kok kamu jadi curhat ya...tapi apa mau dikata kalau suara sesyahdu Afgan yang terdengar. Cilok ini saksinya. 
Diam beberapa lama, dia menundukan wajahnya. Oke, ini saatnya saya bicara.

"Aku suka banget Cilok ini, the best cilok rebus ever"
"Oh iya,,saya juga sih,,bikin kenyang pula"

Cilok, aci dicolok. Bentuknya, cara pembuatanya, bahannya, sederhana. Tapi rasanya...fantastic. Mungkin kita seperti cilok ini ya, sederhana. Cilok rebus yang apa adanya. 
Mungkin nggak sih kita saling merasa nyaman? Seperti nyamanya perut kita sarapan cilok. 
"Hey..orang bilang kita partner sejati" kataku
"Hehehe...okehh" masih dengan suara Afgan
"Okehh gimana?"
dan kamu cuma membalas dengan senyum 5 cm mu itu. Duh duh...



Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature