Berdaur Tanpa Mengusang

May 19, 2015
Kebanyakan manusia merasa orang datang dan pergi dalam hidupnya, karena mereka melihat hidup dengan egois. Dari sudut pandang egois. Padahal..sebenarnya manusia itu sendiri yang datang dan pergi. Manusia...sahabat..teman...adalah gugusan-gugusan bintang. 
Selalu ada meskipun kadang nggak kelihatan. Punya cahaya sendiri-sendiri. Punya lintasan kehidupan sendiri. Tidak harus mereka selalu bersama-sama. Kadang mereka saling mendekat, di lain waktu saling menjauh. Tapi mereka tetap sahabat. Karena...setiap orang punya mimpi dan lintasan mimpinya sendiri-sendiri. 

"Bagaimana kalau, ternyata lintasan mimpimu jauh dari lintasan mimpiku. Kayak dua bintang yang cuma sebentar ketemu."

Mimpi-mimpi kita tidak akan ada artinya tanpa orang-orang yang berarti. Keluarga...dan sahabat

- Dari Teman Imaji
Menuliskan ini dalam kubangan rasa liburan yang belum hilang. Bersama kalian teman, sahabat, kawan lama, keluarga. Nada ritmis, denyut jantung seimbang, tawa ikhlas...ah subhanallah...


2 comments on "Berdaur Tanpa Mengusang"
  1. Berarti saya salah satu orang yang selalu memandang dr sisi egois :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature