Trip To Darajat Pass Garut

May 10, 2015
Sebuah express getaway yang kami lakukan, perjalanan dan kebersamaan tepat 24 jam dari kantor ke Garut dan balik lagi ke kantor. Sukses!!!
Ini adalah rencana spontan selepas dapat bonus tahunan. Tak ada meeting, cuma email-emailan saja. Jadilah,,acara Renang Bersama Di Garut. Pemilihan lokasi berdasar rekomendasi salah satu bos kami yang pernah kesana. Dengan biaya 200ribu saya sebagai satu-satunya wanita di tim benar-benar nggak ngurusin apa-apa, semua sudah diurus dengan planing yang mantap. Okehhh.


Berangkat
Jumat sore pukul 17.30 kami foto bersama dan doa sebelum memulai perjalanan yang diperkirakan memakan waktu 5 jam. Dengan 4 Avanza, kami meluncur. Saya, navigator di salah satu mobil. 

Maghriban di Karawang, di masjid Aliando. Apa? Aliando punya masjid? Itu masjid An-Nur di jalan baru Karawang. Masjid yang komersil banget. Ada spanduk yang ngasih tahu tuh mesjid bisa dibikin (disewa) buat acara apapun ; nikahan, ngariung, etc. Ada juga foto besar Aliando yang bisa dijadikan objek foto bareng dengan bayar 10ribu. Hahahahha.
Meeting point selanjutnya adalah km.72 Cikampek. Makan di semak-semak greget banget deh. Ada kejadian lucu. Dua dari empat mobil rombongan kami lupa ambil kartu tol. Akhirnya harus bayar denda sesuai rute terpanjang tol yang kami lewati. Tips kalau kamu lupa ambil kartu tol: nggak usah balik lagi, go ahead. Kalau balik lagi malah bayar dua kali. Misal dari tol Karawang mau ke Cileunyi. Lanjut aja terus, nanti di exit tol Cileunyi bayar tol plus denda, 107ribu. 
Bandung-Rancaekek-Nagreg-Garut. Woww..perjalanan lancar jaya meski hujan. Masuk kota Garut, GPS mulai beraksi. Dua kali saya turun dari mobil buat mastiin kami nggak salah arah. Menariknya, orang yang saya tanyai jawab pakai bahasa Sunda. Hahaha ngerti kok. 
23.30, disambut kabut, Avanza mulai masuk area puncak Garut. Jalan sepi, mobil digebeerrr. Awas ya kelokannya banyak dan tajaaaam (kayak tatapanmu, #eh). Darajat Pass lokasinya dekat dengan kampung sampireun, agak ke atas dikit lah. Paling enak kesana malam hari, mumpung jalanan sepi. Kalau siang, papasan sama bis gitu mobil mah harus ngalah karena jalan sempit. Resikonya, malam hari kabut tebal banget.
23.00, welcome to Darajat Pass Garut
Seseruan
Yakin deh suhu malam itu di bawah 20C. Jaket aja nggak kuat. Tapiii bapak-bapak ini pada renang semua. Banyak kolam renang air panas di sini. Saya beberes d penginapan. Oiya penginapan yang kami sewa harganya 1,6 juta semalam. Ada Tv, 3 kamar, 6 bed, dapur, water heater, dan makan pagi. Mau main air sepuasnya di water park nya udah nggak kena biaya lagi. Penginapannya juga satu lokasi dengan waterpark, cuma lima langkah..hahaha. 

Malamnya..selepas renang mereka berkumpul di depan TV. Main pe es. Saya ke teras, nyanyi dengan iringan gitar...tapi fals hahahha. Dinginya luarrr biasa, padahal sambil makan pop mie.

     
Untung salah satu dari kami ada yang bawa adik perempuannya, jadi saya nggak sendirian deh..hehhee. Malam nggak bisa tidur karena keberisikan yang tanding pe es dan gitaran. Itu nggak seberapa sih dibandingkan dingin yang bikin saya worrie mimisan.
Ini pagi hari di kaki gunung Papandayan, 1648 mdpl. Di antara kawah-kawah georhermal chevron, saya berjalan menyusuri kebun-kebun sayuran. Hahah.."sadaammmm" malah petualangan Sherina. Dari penginapan terlihat gunung guntur dan gunung Cikuray. 
Selepas joging, pilihan aktivitas serunya adalah renang di air hangat. Maksimal 25 menit ya,,kalau engga puyeng. Renang saat matahari masih malu-malu dan bulan bulan pucat menggantung di atas kepala. 
Pulang
Perjalanan pulang yang ceria meski lelah. Saya senang,,pergi dan pulang tanpa beban berarti selain baju kotor. 
Jangan lupa oleh-oleh. Di dekat alun-alun Garut banyak toko oleh-oleh. Selain aneka dodol, yang khas adalah Chocodot. Brand cokelat aneka rasa dengan packaging yang unik. Saya beli cokelat enteng jodoh buat sendiri, cokelat anti ALaY buat adik, Bandrek  buat Bapak, dan Adonan cireng buat ibu.

Pertama kalinya ke Garut, kesan yang indah. Sukses liburan, sukses piknik, sampai jumpa di kesempatan lainnya.
Kalau ditanya "Garut itu bagaimana?" Yang tergambar di benak saya adalah 'gerimis jelang tengah malam, jalanan lengang, nuansa nya seperti itu'.






Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature