Petungkriono Wisata Alam Pekalongan

September 25, 2015
Pekalongan selama ini terkenal sebagai kota batik di pantura Jawa. Siapa sangka, Pekalongan punya objek wisata alam yang hitss dan kekinian karena instagramGenik. This is it, petungkriono kabupaten Pekalongan.
petungkriyono, nature, landscape
view Petungkriono

Good morning love, hahayyy. Tanpa rencana matang dan itenary yang rinci...semua serba spontan. Saya orang lokal. Bahkan tetangga kecamatan. Tapi, jujur ya baru kali ini eksplor wilayah bagian sini. Tahu secara lengkap juga dari instagram. Subhanallah ya efek dari socmed.

Perjalananan ke petungkriono
Berangkat dari kecamatan Doro jam 10 pagi usai sholat ied. Perjalanan menggunakan motor sekitar 1,5jam. Motor matic, bahkan mobil minivan kuat kok sampai petungkriono. Pastikan bensin full ya. Di atas, nggak ada pom bensin. Tukang bensin eceran juga jarang. Kecamatan Doro itu meeting point yang pas. Kalau dari kota Pekalongan, mengarahlah ke selatan sekitar 30 menit.
petungkriyono, hutan, alami, nature
sepanjang jalan kenangan

Hutan tropis petungkriono
Dari kecamatan Doro, medan yang kita lewati sudah berbeda. Nanjak dengan kiri kanan kebun karet dan pinus. Sekitar 15 menit berkendara, kita akan disambut gerbang masuk ke Petungkriono. Jalan mulai menyempit, pohon besar kiri kanan, seperti masuk Taman Nasional tapi naik motor. Jangan ngebut ya Bro..tikungannya ngeri ngeri.
Sejukk banget hawanya. Fyi, tongeret akan menyertai perjalananmu yang syahdu. Konon hutan ini masih ada macannya. Yang pasti sih, hutan petungkriono adalah habitat owa jawa. Tentang Owa jawa Petungkriono pernah saya bahas di postingan ini.
petungkriyono, friends, piknik
istirahat di rest area (penjual bensin eceran)
Selama perjalanan saya melewati banyak rombongan, karena memang longweekend juga sih. Bahkan nggak sedikit mereka yang mbakar sate di sungai-sungai kering. Sebagain besar sungai di Petungkriono memang lagi kekeringan karena kemarau.
piknik, petungkriyono
ada yang bakar sate

Beberapa warung kopi juga available lho di jalanan. Syukur-syukur kamu bisa menyeruput kopi khas Petungkriono yang terkenal itu. Potensi wisata Petungkriono baru dikembangkan kurang lebih setahun, so far pengunjung rame sih..bagi kamu yang rumahnya jauh, ada penginapan juga di pedesaan sekitar kecamatan Petungkriono.
ngopi, kopi owa, petungkriyono
ngopi heula


Curug Bajing Petungkriono
Yang suka fotografi di kawasan Pekalongan dan sekitarnya pasti sudah kenal tempat ini. Ada banyak curug, yang lebih duluan terkenal adalah curug muncar. Tapi, karena curug bajing ini lokasinya paling dekat dengan kecamatan, jadi wisatawan lebih banyak kesini.
petungkriyono
Pedesaan di Petungkriono
Saya suka dengan kekhasan pedesaan di pegunungan. Rumah kecil dengan atap seng serta jarak berdekatan, terasa akrab dan hangat. 
curug bajing, petungkriyono
Tiket masuk curug Bajing
1,5km dari desa Tlogopakis kita akan ketemu area parkiran luas curug bajing. Semua fasilitas terasa baru. Musola, loket, warung, toilet,,kinyis-kinyis. Biaya parkir nggabung sama tiket masuk, jadi lebih terkontrol lah duit kita lari kemana.
Baru tahu tagline curug bajing "hawane adem, atine tentrem" hahayyyy. 
Dari parkiran kita cukup jalan kaki 10 menit dengan kondisi jalan yang memang sudah ditata. Ada gazebo, warung, toilet juga. 
petungkriyono, curug bajing
Curug Bajing di musim kemarau
       
Inilah penampakan curug bajing di musim kemarau. Nggak hijau, gersang, berdebu, tapi tetep adeeeem. Di bawah curug kita tidak boleh mandi atau nyebur, sudah ada tali dan peringatan. 
Satu kejanggalan di sekitar lokasi curug: kok ada kotak amal kebersihan ya? Ini resmi atau engga? Bukannya harusnya semua sudah satu pintu di loket? 
Di lokasi curug tidak ada petugas yang menjaga atau patroli (cmiiw) padahal lokasi nggak safety lho kalau pas ramai seperti kemarin. Contoh kasus di depan mata adalah ada Bapak-bapak kepleset dan jatuh ke sungai pas lagi selfie.
curug bajing, petungkriyono
di bawah curug bajing


Petrikor
Saat perjalanan pulang, gerimis turun. Alhamdulillah, gerimis dan hujan pertama di musim ini. Petrikor menguar, tongeret bernyanyi, badanku dibalut hawa sejuk, dan hatiku terlindung suasana hangat yang tak ingin kulepas. Eeeeaaaaa
petungkriyono, landscape
Adegan berbahaya (tidak pakai helm)
Next time, Toekang Tjerita akan ajak kamu ke destinasi lain di Petungkriono...dan menikmati ngopi khas Petukngkriono yang masyhur...kopi owa.

Jadi, piknik itu penting ya pemirsa toekang tjerita, apalagi menjelajah alam begini. Pemandangan di Petungkriono mengingatkan saya dengan suasana puncak Bogor. Ah, lama nian tidak liburan ke Bogor dan menikmati jagung bakar puncak. asik kali ya, nginepnya di kota Bogor lalu malamnya safari night di Taman Safari bersama keluarga.

-Pekalongan, pagi menjelang siang yang penuh rindu

Tulisan ini saya bagikan untuk menTjeritakan yang saya rasakan sekaligus diikutkan dalam lomba blog Piknik Itu Penting. Punya cerita piknik juga? ikutan yukk..



19 comments on "Petungkriono Wisata Alam Pekalongan"
  1. Kotak amal di lokasi curug? Aw!
    Kalau ada fotonya asyik lho, bisa buat koreksi :D

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Itu parkirnya, kalau tiket masuk orang 5000

      Delete
  3. Alamnya masih asri ya, udaranya pasti segar mbak. Jadi pengen merasakan main kesana....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuuh asri dan murni, kalau ngga segar..mana mau tongeret sama owa tinggal di sana. Monggo mas dicoba,,bisa muncak juga ke rogojembangan

      Delete
  4. paling enak ketempat ini sama temann.... gebetann .... dan mantann :D :D
    #Tsahhh

    gilangwidii.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sama mantan dong,,,gebetan aja...atau teman yang mau digebet #ehh

      Delete
  5. Dari foto paling bawah terlihat mbak nggak pake helm.. Duh! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Situ polisi ya? Hahahah telat kalau mau nilang

      Delete
  6. Namanya keren ya, sekeren pemandangannya. Terbayang wisata ke sana rame rame wuii ... bakalan lupa waktu dan pulang pulang bawa ratusan Foto :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan dijelajah mba,,jika sudah kembali ke tanah air :-)

      Delete
  7. seru banget deh kayaknya rul

    ReplyDelete
  8. Curug bajing bagus ya! Tiketnya terjangkau pula :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau curugnya saya rasa di tempat lain ada yang lebih bagus, yang kece itu karena lokasinya. Asriii banget dan kita melewati hutan hujan tropis alami

      Delete
  9. Replies
    1. mampir sini mba, masih asri banget lho...

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature