Isyarat

November 12, 2015
Isyarat atau firasat tentang suatu hal kadang cukup mengganggu. Pada dasarnya manusia adalah bagian dari alam, jadi pada saat manusia dilahirkan, secara natural kita memiliki bahasa yang sama dengan alam. sayangnya saat kita mulai beranjak besar, kita mulai diajarkan menggunakan bahasa kita sendiri, jadi kita mulai lupa dengan bahasa alam, jadi walaupun semesta ini memberikan berjuta pertanda kepada kita, kita yang mulai sombong ini takkan bisa memahaminnya ~ Rectoverso

firasat, kepergian, renungan, typography

Mungkin jiwa saya sedang terlalu peka, sehingga kedekatan dengan alam cukup mendalam (ini ngomong apa). Jadi selama hampir dua minggu ini saya mengalami ketidakberesan. Nggak fokus, susah tidur. Minggu pertama mengalami itu, saya pikir karena kecapean. Berkunjunglah saya ke salon muslimah dekat tempat tinggal buat body massage. Minggu ke-2 masih saja begitu, bahkan lebih parah. Dalam 24 jam bisa lho tidur cuma 4 jam. Bawah mata sudah item. Gangguan lain adalah, saya sering mimpi buruk. 

Kemarin malam, sepulang kerja saya menelpon rumah untuk memastikan semua aman terkendali. Alhamdulillah memang demikian keadaanya. Paginya, saya berangkat kerja seperti biasa. Dan...hari kemarin itu, benar-benar banyak sekali berita duka dari orang-orang yang saya kenal. Selepas maghrib, malah heboh gempa. gempa Bantul (lagi). Speechless, langsung mau nangis. kenapa? Antara sadar dan engga beberapa waktu ini memang sering terlintas bayangan gempa. Malahan 2 hari lalu itu muncul di mimpi saya. Dalam mimpi itu, saya ketakutan dan entah kenapa yang terucap adalah doa usai adzan. kemudian terbangun. 

Untuk semua yang pergi, semoga dilapangkan jalannya..
Firasat itu adalah alat untuk kita siap dengan kenyataan, melalui firasat kita belajar menerima diri dan berdamai dengan hidup ini 
~  Rectoverso
13 comments on "Isyarat"
  1. Semoga semua baik2 saja ya mbak :)

    ReplyDelete
  2. i feel you rul
    aku pernah juga

    ReplyDelete
  3. Kalau bisa merasakan isyarat seperti kamu ini rasanya seperti memiliki Indra ke 7 ya, sesuatu banget karena nggak semua orang bisa mempunyainya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada nggak enaknya juga mbak, sering mimpi buruk

      Delete
  4. Mba nurul, kamu nulis buku aja gih...Tulisanmu tuh kayak akan sastra *duh opo iki* hahha...
    Kece badailah...kalo baca tulisanmu tuh jadi keinget jaman2nya dian sastro ma nikolas saputra di AADC hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halah halah...
      Nicolase ndi iki..Rangga Rangga..

      Delete
  5. Saya juga suka mbak ky gt.. tapi kalau saya seringnya dejavu dan merasakan kenyataan dari mimpi walau itu tidak langsung terjadi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,seperti dalam paragraf pertama...bahsa alam sama bahasa kita lagi sefrekuensi

      Delete
  6. kalo dulu aq sering, biasanya lewat mimpi,,
    malah pernah mimpi kedatangan tamu teman kakak aku pake baju hitam dan merah, eh ga taunya besoknya temen kakak aku beneran kerumah dan pake baju dgn warna yg sama ama di mimpi..
    Tapi kalo sekarang udah jarang =D mungkin faktor U.. =D

    ReplyDelete
    Replies
    1. faktor diri kitanya yang lagi nggak menyatu sama alam mungkin ya mba..

      Delete
  7. semoga baik2 aja yang didaerah terkena gempa...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature