Jaminan Pensiun Untuk pekerja Non PNS

November 27, 2015
Adakah jaminan hidup layak bagi pekerja Non PNS setelah pensiun? Selama ini dana pensiun hanya identik dengan PNS, TNI, Polri. Ada sedikit harapan nih, BPJS mewajibkan para pemberi kerja mendaftarkan pekerjanya ke asuransi jaminan pensiun. Lho, kan sudah ada jaminan hari tua yang kita iur tiap bulan? Ternyata beda, mekanisme dan perhitungannya.

Jaminan Pensiun itu apa?
Kalau ditanya apa bedanya pekerja swasta dan PNS, jawaban paling gampangnya adalah “kalau PNS ada pensiun..kalau swasta engga”. Ini juga yang menjadi keresahan kaum non gubermen (pakai istilahnya Pram hahah). Kaum gubermen itu PNS, kalau saya....buruh pabrik swasta ya non gubermen. Salah satu tuntutan demo buruh beberapa tahun belakangan ini adalah adanya jaminan pensiun untuk pekerja non PNS. Semua orang ingin dong ya ada jaminan nantinya pas sudah pensiun. Jaminan Pensiun adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta  atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta
memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Sistem Jaminan Pensiun
Sudah beberapa kali saya baca peraturan pemerintah tentang penyelenggaraan program jaminan pensiun yang dikirimkan HRD sebagai sosialisasi. Tapi masih saja bingung. Jadi, mulai bulan nopember 2015 ini gaji saya dipotong 1% untuk iuran pensiun. Nah loh? Kok nggak ada persetujuan dari saya dulu? Karena INI WAJIB bagi penyelenggara kerja. Biar lebih jelas, silakan lihat deh infografis yang saya buat ini.

jaminan pensiun, bpjs, pensiun, non pns, infografis


Contoh kasus jaminan pensiun
Kalau ada pekerja yang baru iuran 11 tahun lalu pensiun? Karena masa iur pada saat mencapai usia pensiun hanya mencapai 11 tahun, maka dia tidak berhak atas manfaat pensiun bulanan ketika mencapai usia pensiun. MPLS (manfaat pensiun lum sum) dihitung pada saat klaim berdasarkan data iuran dan data hasil pengembangan (yang pernah ditetapkan) pada tahun iuran. Jadi, dia mendapat dana pensiunnya sekaligus.

Fulan menjadi peserta Jaminan Pensiun sejak Januari 2015 pada usia 33 tahun, dan masa iur-nya akan mencapai 15 tahun pada Desember 2029. Pada tahun 2030, Fulan terkena PHK dari perusahaannya pada usia 48 tahun, berapa dana pensiunnya?
Walaupun memiliki masa iur lebih dari 15 tahun, Fulan yang terkena PHK pada tahun 2030 tersebut belum berhak atas manfaat pensiun (baik manfaat pensiun bulanan maupun manfaat pensiun lump sum). Hal ini dikarenakan Fulan belum mencapai usia pensiun 56 tahun.

Nah kan...harus nunggu usia 56 tahun sodara-sodara !! ya namanya juga dana pensiun.

Misal nih, baru iuran 2 tahun..lalu sebagai wanita meilih berhenti bekerja. Usia saat itu masih 20an. Apakah baru bisa ambil dana nanti di usia 56 meskpun sudah nggak pernah setor iuran? Ini masih belum ngerti.

Polemik
Dari sisi pemberi kerja harus membayar iuran 2% dari masing-masing pekerja tiap bulan. Tentu ini jadi pengeluaran lagi yang harus diperhitungkan.

Dari sisi pekerja, nilai dana pensiun yang saat ini 300ribu perbulan dinilai sangat kecil. Kenapa persentase pemotongan dana pensiun sekecil itu?

Yang perlu diperhatikan juga adalah, bagaimana cara mengelola dana pensiun yang masuk. Dipakai untuk apa? nggak mungkin kan dana didiamkan puluhan tahun dari jutaan pekerja?






23 comments on "Jaminan Pensiun Untuk pekerja Non PNS"
  1. Ngomongin soal pensiunan, emang identik banget dengan PNS, makanya orang-orang (termasuk saya juga walau gak berhasil) berbondong bondong pengen jadi PNS. Ya, karena mengincar pensiunannya itu,hihihih...Semoga saja suatu saat nanti kerja di swasta juga ada pensiunannya ya, hehehe..Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang ada mbak,,ini yang saya share infonya. jadi mulai bulan ini, gaji udah dipotong buat iuran

      Delete
  2. Kalo saya, mau usaha dl nanti baru buat pensiun

    ReplyDelete
  3. Ga apa deh mba. Anggap aja nabung buat hari tua. :-)
    jadi ga zaman lagi nih para ortu pengen anaknya jadi peenes.. sama aja kan. :-))

    ReplyDelete
    Replies
    1. meski nggak segeda PNS sih mba emang

      Delete
  4. Replies
    1. Kalau nabung private itu harus mba. Kalau ini karena sebab jadi karyawan hahah..kalau perusahaan nggak daftarin karyawannya malah kena sanksi

      Delete
  5. Duh aku belum mikirin ginian mba...woles amat ya hidupku wkwkkw...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenera aku juga belum mba, lha kemarin ada info dari HRD gaji nopember udah dipotong 1% buat jaminan pensiun. Otomatis gda iklan sebelume hahahaha

      Delete
  6. wah jadi masalah juga ya kalau tidak transparan gini...dan menurut saya sistemnya tdk bagus tuh....khususnya kalau trkna phk....pdhl kita sudah iuran lama tpi akhiny g dpt jga... intiny, hak pekerja hrus lbih diperhatikan lgi...niatnya sih baik tpi sistemnya yg kurang bgus

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah. seenggaknya sistemya disamain kayak PNS yang udah establish ya

      Delete
  7. kalo di tempatku bekerja potongan untuk bpjs pensiun udah sejak september mbak, di slip gajiku tertera potongan 1% untuk bpjs pensiun :)
    pertanyaan kita sama, apakah dananya baru bisa cair setelah pekerjanya berusia 56 tahun?

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa diambil kalo udah 15 tahu ngiur ya mbak

      Delete
  8. punyaku baru bisa diambil 10 tahun lagi keknya huahuahuaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh kamu dah gabung lama ya? nggk papa..mungkin ntar pas lagi butuh ya pas 10 tahun lagi

      Delete
  9. Kalau sistemnya belum transparan begitu susah juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya adop dari sistemnya PNS aja kali ya mbak

      Delete
  10. aku kerja di bank asing, dan untungnya dr awal masuk, kita dikasih namanya DPLK, yg dibayar 100% ama perusahaan.. itu ntr baru bs dicairin kalo kita pensiun ato resign dr kantor.. samasekali ga dipotong gaji...trs ditambah jamsostek, skr jd bpjs ya... jd diitung2 lumayan lah kalo udh pensiun ntr, masih ada pegangan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah..kereen. kalau resign bisa dicairin mbak? mantep

      Delete
  11. Kita harus tetap bersyukur karena saat ini, selain ada jaminan pensiun seperti ini, kita sudah bisa membaca buanyak sekali literatur mengenai pengaturan finansial rumah tangga. Bahkan yang belum menikah pun harusnya sudah mulai membaca dan menerapkan prinsip pembagian pos2 yang ada di perencanaan keuangan. Bacalah bukunya Mbak Prita Ghozie dan Mbak Ligwina Hananto. :)

    Belum lagi sudah ada banyak buku mengenai instrumen investasi, ada buku sendiri mengenai saham, reksa dana, dan bahkan cara berinvestasi dalam emas. :D

    Jadi memang, generasi muda jaman sekarang seharusnya bisa lebih baik dalam menyiapkan masa depannya. Nggak seperti orang tua kita dulu. Coba, jaman dulu mana ada yang namanya perencanaan keuangan dan investasi. Paling banter hanya berinvestasi pada perhiasan, tanah, rumah, properti, dan tabungan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Super sekali komennya. Iya kayaknya pernah mbaca yang Prita Ghozie.
      Bersyukur dulu ah 'alhamdulillaaah'

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature