#saveAmaryllis, etika berfoto saat piknik

November 29, 2015
Bunga berwarna jingga ini bernama Amaryllis. Bunga yang unik karena muncul di awal musim hujan. Di kampungku Pekalongan, bunga ini disebut ‘kembang ceprol’. Aku menyebutnya bunga musim semi, padahal kan di Indonesia nggak ada musim semi yah..huhu. Terpukau dengan keindahan dan uniknya bunga Amaryllis, beberapa orang di gunung kidul mencoba melestarikannya. Zaman socmed membuat musim Amaryllis tahun ini kelabu. Lagi-lagi, demi eksistensi dan gengsi.
saveAmaryllis, piknik, traveling, trip, attitude, etika, bunga, amarilis, instagram, social media, etika piknik, foto


Tentang Amaryllis
Amaryllis termasuk tanaman berumbi. Bentuk umbinya mirip bawang bombai. Kalau kamu mau mengembangbiakkannya, tanam saja umbinya. Amaryllis bisa berbunga di lokasi yang adem, sekitar 25C lah ya suhunya.
Yang pernah kuliah di IPB pasti kenal banget sama Amaryllis, heheh. Kalau itu nama wisma tamu ding, yang bawahnya dulu jaman semester satu dipakai kuliah juga.

#saveAmaryllis
November datang, musim hujan datang. Entah dimulai darimana, foto tentang taman bunga Amaryllis menyebar dan mengundang para turis lokal. Bagus dong? Yang disayangkan adalah perlakuan para pengunjungnya. Keindahan itu ternyata tak cukup dinikmati dengan mata. Keinginan mengabadikan dengan mata kamera memaksa bunga-bunga itu terinjak-injak tak  berdaya. Berita selengkapnya bisa dibaca disini. 

Etika Berfoto
Mengabadikan momen di lokasi wisata saat piknikan itu wajib ya saat ini. Meski piknik itu asik, dan kalau muka pucet dibilang kurang piknik...kamu nggak boleh sembarangan lho. Prinsip pertama dalam berfoto saat piknik adalah keselamatan diri. Waktu aku jalan ke curug bajing di Petungkriono Pekalongan, ada tuh kejadian orang mau foto malah kepleset dan kebawa arus. Untungnya lagi puncak kemarau, jadi masih bisa lah ditarik teman-temannya.

Selain keselamatan diri, keselamatan objek foto kita juga harus diperhitungkan. Apalagi kalau objek foto itu adalah alam. Dalam kasus ini, bunga-bunga yang bermekaran (kibas rok ala teteh Syahrini). Yang sering bikin miris itu foto korban bencana. Objek sensitif lho itu.


Pola Pikir Salah Tentang Piknik
Menurutku, pola pikir 'gue udah bayar kok masuk sini, terserah dong gue mau ngapain' itu yang harus diskip..dicoret. Selain itu, kembali lagi kita dingetin..kalau sesuatu yang bisa mengundang massa sudah selayaknya dikelola dengan profesional. Tiap kali aku jalan piknikan, seringnya nggak ada petugas yang jaga. Gimana mau negur kalau ada sesuatu yang membahayakan?
Meskipun Amaryllis sering dianggap sebagai gulma, tapi kalau dalam konteks kasus ini sudah jadi tanaman budi daya bahkan jadi tempat piknik. Jadi, harus dijagain.

Foto itu seni, memotret itu menyenangkan, keindahan alam itu layak dinikmati dan disebarluaskan, tapi...jangan sampai kamu keterlaluan !!
 
29 comments on "#saveAmaryllis, etika berfoto saat piknik"
  1. aku termasuk orang2 yang kurang piknik....kasihan yak hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya ikut merasakan betapa kasihannya panjenengan..hihihih

      Delete
    2. terimakasih, sudah ikut merasakannya hehe :)

      Delete
    3. main mulu sama gundam hohohoo..ajakin gundam piknik coba

      Delete
    4. nanti ku ajak piknik sih gundamnya...piknik ke toko mainan haha..

      btw taman bunga yang lagi in itu ada penjaganya ga ya ?
      baru ngeh udah pake domain baru... n - nya 3 :D

      Delete
    5. Berdasarkan info instagram sih cuma dijaga yg punya kebun,,sebnernya udah ada tulisan peringatan dan jalan setapak..tapi tetep aja. Kitu ceunah.

      Iyaaaa rumah baru, lahir kemarin pagi hihihi

      Delete
  2. Aku liat beritanya di net, kayaknya sih masih kece walo banyak yg tumbanh, mudah2n dg kampanye #saveamaryllis ini kerusakannya nggak semakin parah. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya liat sudah g karuan gitu mbak..

      Delete
    2. hari ini beberapa TV sudah mengangkat beritanya. sayangnya berita negatif. duh malu euy..

      Delete
  3. iya nih...sebagai orang asli jogja saya ikut peri hatin...perih hatinya...sakitnya tuh disini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanem lagi...ikutan nanem sendiri

      Delete
  4. Hahaha,,,,, itu taman bunga terkenal gara-gara ada akun line official ngeshare itu sebelum benar-benar terekpose mbak... dan berita itu langsung menyebar karena banyak yang reshare. Kasihan...

    Padahal itu adalah logo baru yang ingin dikembangkan di daerah patuk, kayak simbol selamat datang.... Eh sekarang udah rusak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohh gitu tho awale mas. makasih infonya...
      iya katanya mau jadi icon daerah ya..

      Delete
  5. bunganya cantik ya mba. Sayang kalau harus dirusak. kayaknya ga hanya Amarillis deh yg jadi korban. Di banyak destinasi juga begitu. Semoga tjeritamoe menggugah banyak org h mba...

    ReplyDelete
  6. memprihatinkan ya. jangan2 ntar ada yg selfie di sawah sambil rebahan di jajaran pohon padinya deh. soalnya kan kayak karpet gitu. *haish*

    ReplyDelete
    Replies
    1. nahhh..itu mbak ada meme beredar kayak gitu. petani bilang khawatir padinya diacak-acak anak tongsis hehehhe

      Delete
  7. Iya niiih..
    Aku Juga sediiiih ketika lihat fotonya beredar di timeline :((

    Mudah2an kejadian ini bisa jadi pembelajaran buat kita semua yaaah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnnn...
      makasih sudah berkunjung ya mbaa

      Delete
  8. cuantikkk banget ya mbaaa bunganya, sedih pas terinjak2 :(

    kadang saya juga bingung, misalnya di tempat wisata, mau foto sama patung, atau bunga. kan gak perlu nempel2 ke patung atau bunganya, tetep bisa keliatan pas di foto kan ya hehehe.. tinggal pinter2 nyari angle.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah..itu dia, candi misal. jangan sampai deh anak cucu kita cuma bisa liatin candi dari kejauhan sebab perilaku generasi kita yang nggak ngerti kalau itu benda sensitif

      Delete
  9. Melihat pemandangan di atas kok ajdi ngenes ya, jadi bertanya juga mengapa sepertinya syah syah saja bunga-bunga itu diinjak injak agar dapat gambar? maksudnya nggak ada yang protes, kalau sudah begini sepertinya hal yang dilakukan di atas adalah hal wajar :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti mikirnya gini mbak 'ah tuh orang lain juga injek..aku injek juga gapapa'

      Delete
  10. Sippp setuju mbak :-)
    kita harus bisa menjaga etika dan menjaga kesopanan serta mengindahkan aturan yang ada dimanapun kita berada..
    btw, salam kenal ya..
    ditunggu nongkrongnya di blog ane :D

    ReplyDelete
  11. Aaaaah itu dia, ternyata Amarilis ini termasuk tanaman gulma ya?
    Barangkali orang2 sana udah tahu itu gulma, dan berpikir bahwa "ah kalo gulma mah nanti juga tumbuhnya gampang." Makanya dengan entengnya mungkin mereka ga ada rasa bersalah telah merusaknya. :( KZL
    Tapi ternyata bukan cuma kita aja lho yang begini. Ada cerita, turis asal Tiongkok memahat namanya di piramid Luxor di Mesir. Coba bayangkan. :D

    ReplyDelete
  12. Dengar amarilis saya juga sangat miris, pelakunya pun pada juga ngga terima disalahin, katanya karena mereka sudah bayar 5000 jadi berhak mengeksplore taman bunga ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengingat buat kita semua ya mba Vika

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature