Vocal

November 05, 2015
Be vocal not an echo. Pernah dengar kan quote kayak gitu? Today, i learn the art of assertiveness. Sebenarnya saya penurut, tapi kalau sudah ketemu sama sosok agresif...masa kita diam saja. Seraaaang !!!!

Dalam sebuah meeting, wajar banget sama yang namanya perbedaan pendapat. Tapi yang saya alami tadi, luar biasa. Satu orang yang memang senior dari segi umur dan pengalaman, sepanjang meeting mencoba mendominasi. Nggak cuma itu, pas pemimpin rapat nanya pendapat tentang suatu hal, dia keukeuh sama pendapatnya. Ya nggak apa-apa, asal nggak bilang 'tolong itu dicoret ya pendapat dari yang lain'. Hah? 

Nggak semua orang mudah mengeluarkan pikirannya, dan karena lagi powerfull banget (ngeteh tubruk sebelum meeting) jadilah saya si vocal. Efek kafein bikin terlalu pede, hahaahha. Tiba-tiba jadi nggak takut konflik dan nggak takut kehilangan relationship. Udah biasa !!!!

Saya belajar jadi assertive. Memadukan sifat penurut dan kepercayaan diri yang menghasilkan komunikasi efektif. Ini adalah skill komunikasi dimana kita bisa dengan jujur dan bebas mengungkapkan pikiran dan perasaan tanpa merasa cemas, tapi tetap menghargai pendapat orang lain. 

Bersikap vokal dengan cara efektif ini penting. Kalau pasif terus, yang ada kamu bakal sering menguras hati. Hahahah.
cemburu, marah, meme marah, meme kesel
Setelah mengungkapkan pendapat kadang kita feeling guilty, ngerasa berdosa. Listen to me, kalau kamu sudah menyampaikannya dengan respectful tolong jangan berlarut-larut baper. Pasti ngerasa jadi arogan. Kalau kamu menghargai dan terbuka sama pendapat orang, dan nggak merendahkan orang lain...kamu masih di jalan yang benar.

Jadi, tadi saya nampak arogan atau sudah berhasil jadi asertive? 
Kalau dipikir terus bikin vertigo, hahahahah. 

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature