Nasihat Habib Lutfi Bin Yahya di Tahun Baru

January 01, 2016
sunrise, fajar, 2016, quote, typography
page 1 of 365
Setiap awal tahun, dimanapun berada meluncurlah berbagai macam harapan baik ke langit. Semua makhluk apapun itu agama serta kepercayaanya  memiliki keyakinan bahwa mengawali sesuatu dengan yang baik adalah keharusan. Segala hal diusahakan baru, terutama semangat dan harapan. Beribu resolusi ditulis untuk diwujudkan. Seiring hiruk pikuknya suara petasan, doa-doa teriring membumbung. Sudah benarkah cara kita mengajukan harapan? Adakah salah dari diri kita, sehingga doa seakan belum terwujud hingga sekarang?


Fajar pertama di 2016
Bintang kejora masih terang pagi ini, saat saya keluar dari rumah. Sepanjang perjalanan, semburat kemerahan fajar pertama di 2016 menemani dengan anggun. 30menit berlalu, sampailah saya di depan gedung Kanzus Sholawat Pekalongan tempat akan diselenggarakannya pengajian rutin Habib Lutfi Bin Yahya. Hiruk pikuk jamaah menantikan ceramah dari Habib Lutfi yang bertepatan dengan tahun baru ini. Sholawat dilantunkan hingga matahari muncul dan bersinar dengan teriknya. Pukul 8 pagi, Habib Lutfi bin Yahya membuka pengajian rutin dengan salam. 

habib lutfi bin yahya, pengajian habib lutfi bin yahya, kanzus sholawat, pekalongan, renungan, tahun baru, 2016
jamaah..oh jamaah..
Ketika harapan tak sesuai kenyataan
Diantara kita pasti punya harapan, resolusi, atau doa, yang sudah ditulis dari sekian tahun lalu tapi gagal terus. Setiap awal tahun ditulis, setiap saat diingat, tapi kenapa belum terwujud? Bukan karena terlalu sulit, orang lain mudah saja kok mencapainya..tapi kenapa bagiku engga? 

Orang bijak berkata bahwa doa itu selalu berjawab ‘iya’. Iya sekarang, iya nanti, dan iya..tapi diganti dengan hal lain yang lebih baik.

‘Tapi saya maunya sekarang..dan nggak mau diganti’
 Baca juga: Ekspektasi VS Realita

Analogi Tangan Kotor
Habib Lutfi Bin Yahya memberikan nasihat yang pendek, tapi benar-benar menyentil saya pagi ini. Jleb..jleb..jleb...lalu nangis di pojokan. 


“suatu ketika, anak kita yang masih kecil sedang asik bermain. Badannya kotor, tangannya tentu juga kotor. Lalu kita memanggilnya untuk makan, dia girang menghampiri kita dan langsung ingin mengambil makanan. Secara otomatis, kita akan melarangnya ‘ayo cuci tangan dulu..baru ambil makanan’ begitupula dengan Tuhan. Tuhan memberikan kasih sayang, manusia berharap atau berdoa. Tapi..noda dan kotoran yang ada pada manusia tersebut seringkali menjadi penghalang”

Seketika jamaah hening..mungkin dalam hati mereka ber ‘ohhh’ panjang seperti saya. Menurut Habib Lutfi Bin Yahya, introspeksi itu harus dilakukan..barangkali ada sesuatu yang mengotori harapan kita. Yang paling sering menjadi penyebab kotornya harapan adalah ‘perkataan’ kita baik itu terucap secara langsung maupun di dalam hati. 

Berdoa atau menagih hutang?
Acapkali saya ngambek sama Tuhan, lalu berdoa seperti orang menagih hutang. ‘saya sudah begini begitu..tapi kenapa hal sepele seperti ini saja tak Kau perkenankan?’

Nasihat Habib Lutfi Bin Yahya tadi pagi, ‘Berdoalah dengan kerendahan hati serendah-rendahnya’. Ini sulit bagi saya yang masih apalah-apalah dan tak pandai menata hati ini. Meminta dengan kesombongan hanya mengotori niat kita untuk taat kepada Tuhan. 

Prasangka Baik
‘alaikum bi husnudzon’ selalu berprasangka baik kepada Tuhan. Saya sering berpikir negatif soal jodoh, khawatir kehabisan stok orang baik yang pas buat saya. Pun dengan khawatir-khawatir lain yang sepele tapi ternyata menghina Tuhan. Duh...duh...


Friday Hobby kali ini spesial tahun baru, isinya renungan. Bukan renungan dari saya, tapi dari Habib Lutfi Bin Yahya, yang mudah-mudahan bisa membuat kita sama-sama berintrospeksi.




60 comments on "Nasihat Habib Lutfi Bin Yahya di Tahun Baru"
  1. hiks mbk inna, spertinya aku bnyak berlumurn noda nih,
    thn 2016 ini miga noda2 trsbut bs brkurng shg mmbwt harapan dan doa2 jd trlihat..
    temgkiu sharenya mbk, bw pertama nih di thn 2016 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnn ya robbal'alamiin. sama sama mba :)

      Delete
  2. Makjleb-jleb. Makasih banyak Mbak Inayah diingetin. Kudu berbaik sangka sama Allah ya Mbak... :D

    ReplyDelete
  3. Duh. jadi malu baca tulisan ini. Barangkali habib lutfi sedang membicarakan saya ya mba nay. Suka meminta, seperti anak kecil, tapi tangannya masih kotor...
    tahun ini harus lebih baik..

    ReplyDelete
  4. Mbak innn, I feel you saat menantikan jodoh.
    Kayanya pengen aja org lewat sy panggil buat nikah XD.
    E tapi kan Bkn pernikahan yg seharian dua hari yg saya mau, jd ya terus aja berusaha Dan memantaskan diri, karena dia disana mungkin jg melakukan hal yg sama.
    Ya kadang gitu ya manusia, maunya soalnya terkabul sekarang, ga mau besok atau nanti.
    Pdhal kan Allah Maha Tau waktu yg tepat buat kita ya.
    Eh kepanjangan. Maaf ya kalo ada yg krg berkenan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ndak papa mba..hihihi..makasih ya motivasinya untuk jombs ini :-)

      Delete
  5. Mbak sedikit koreksi. Tahun 2016 jumlah harinya 366 karena tahun ini jumlah hari di bulan februari berumur 29 hari. Jadi tahun 2016 adalah tahun kabisat dengan usia 366 hari setahunnya.

    ReplyDelete
  6. Mbak sedikit koreksi. Tahun 2016 jumlah harinya 366 karena tahun ini jumlah hari di bulan februari berumur 29 hari. Jadi tahun 2016 adalah tahun kabisat dengan usia 366 hari setahunnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hohoho iyaaa makasih ya sudah dikoreksiin :-)

      Delete
  7. Kalo berdoa saya harus bisa mengagungkan Allah dulu baru minta ini itu hehe.. semoga yg belum tercapai bisa digapai ya mba :)

    ReplyDelete
  8. Bekal yg mantap dr habib utk memulai thn 2016. Semoga kita menjadi umat yg lbh baik.

    ReplyDelete
  9. Rasanya udah lama banget aku ga dateng ke pengajiannya Habib Lutfi. Dan yang kali ini benar adanya. Kadang kita minta sesuatu namun nggak berkaca apa diri kita sudah "bersih" dan "pantas" atau belum. Benar benar renungan di awal tahun ya mba nay. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT 🙏

    Izin share ya mba nay hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. 15-16-17 januari 2016 ada rangkaian silaturahim ulama se indonesia (1500 ulama), dan dari 10 negara sahabat.

      monggo Zha..dishare

      Delete
  10. siaaaappp... makasiii self remindernya yah

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  11. Doa apa nagih hutang? Bagian ini keselepet deh, kadang aku kalo berdoa kayak ngancem, kayak nagih utang jg. Semoga bagian yg satu ini bisa diperbaiki di tahun 2016. Selamat tahun baru In :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. doa yang mengancam, seperti judul film..karena emang kita seringnya gitu

      Delete
  12. Hmmm, menurut aku kita sebagai manusia yg jelas2 serba kekurangan jelas tidak bisa menerka "jalan pikir" Tuhan. Pilihannya ada 2, kita berpikir positif atau berpikir negatif. Karena berpikir negatif pasti meresahkan diri dan membuat hidup tidak tenang, maka dianjurkan untuk berpikir positif.

    Tapi, untuk segala outcome yang kelak diserahkan Tuhan pada kita selalu berada dalam skala outcome terbaik dan outcome terburuk. Maksudku, selalu ada kemungkinan yang terburuk akan terjadi. Terburuk itu maksudnya sesuatu yang kita pikir buruk.

    Semoga kita menjadi orang yang tidak ragu-ragu dan tak menyesali yang sudah berlalu. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul...menyesali dosa itu baik, tapi terjebak di sana tanpa melakukan hal yang lebih baik..semoga enggga

      Delete
  13. hai mba..
    duh, jleb juga nih sama saya :(
    suka ngeluh ini itu sama Allah, padahal kitanya ya yg harus intropeksi diri..
    tetap semangat :)

    makasih sharingnya yaa..

    ReplyDelete
  14. Baca ini jadi langsung merenung. Makjleb banget,hehehe
    Belajar juga dari sini..
    TFS ya, mba' :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bermanfaat ya mba..pengingat buat kita semua

      Delete
  15. Duuuhh..kata2 habibnya jleb jleb juga mbak buatku, ada keinginan 2015 yang belum terwujud mungkin karena aku memintanya dalam keadaan banyak noda #hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga terkabul di 2016 ya mba, amiin

      Delete
  16. Duh nyess banget nasihat dari Habib Lutfi, mungkin karena selama ini saya terlalu nyaman menjadi seorang pendosa. Kayaknya kalo punya banyak kesempatan ngobrol santai dengan beliau, saya yakin akan sangat menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,,ikut pengajian beberapa menit saja makjleb

      Delete
  17. Renungan awal tahun yang mantep banget... :D
    Paling jleb yang analogi kotoran yang menghalangi euy

    ReplyDelete
  18. Nasihat yang bagus dan layak direnungkan.
    Saya sendiri tidak membuat resolusi apapun tetapi berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik dari tahun 2015 baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat.
    Terima kasih artikelnya yang menarik dan bermanfaat.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  19. makjleb. perlu perbaiki diri.
    sangat menyentuh.

    ReplyDelete
  20. tetap berpikir positif, stok orang baik masih banyak kok. kalau sy orangnya baik ga ya? #disambit

    ReplyDelete
    Replies
    1. orang baik itu banyak...saya percaya Tuhan menyebarkannya dengan merata. tapi yang pas..itu cuma 1

      Delete
  21. Jleb banget, Innayah. Harapan yang masih tertunda itu munngkin kita sendiri yang menghalanginya, ya. T_T

    ReplyDelete
  22. 'Cuci tangan' sebelum berdo'a ya mba, semoga semua do'a do'a kita di jabbah oleh Allah SWT. Amin! Happy new year 2016 ^.^

    ReplyDelete
  23. Analogi yang diberikan Habib mudah di pahami ya. Saya suka dengan ceramah sama Habib Luthfi, tapi belum pernah sowan ke beliau. Pengen banget ikut Sholawat dan pengajian beliau..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau ke pekalongan,,mampir mba ke majlis tiap jumat kliwon pagi jam 8 di gedung kanzus sholawat

      Delete
  24. Inspiratif semua pitutur beliau... ingin sekali sowan dikediamannya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. 17 januari puncak acara maulid, silakan ke kanzus sholawat

      Delete
  25. what a great start for new path..
    bismillah...selalu introspeksi memulai hari
    TFS yaa

    ReplyDelete
  26. berdoa untuk nagih utang, ngejleb banget..iya ya...kita mah nagih mulu, mungkin ama Alloh blum dikasi karena ada satu alasan besar di baliknya..

    resolusi 2016 apa ya??? pengennya sih ini dan itu tapi ga mau diomongin dulu ah aku, ngalir aja kayak air..

    ReplyDelete
  27. makasih rul, aku jadi mikir bacanya terutama soal si anak dan makanan

    ReplyDelete
  28. nasehat yang jleb banget Mbak..
    intinya kita harus selalu berprasangka baik sama Allah yah Mbak :)
    terimakasih sudah berbagi renungan yang sangat berharga ini Mbak Inayah :)

    ReplyDelete
  29. yIya juga yah, terkadang saya juga berdo'a kaya yg menagih hutang -_-

    ReplyDelete
  30. Analogi tangan kotornya bikin Jleb ya nay. Gue jadi ngerasa gimana... gitu.

    Membaca post ini, jadi mengingatkan betapa banyak tinta hitam dalam hidup gue. Entah itu yg terlihat atapun yang tak terlihat.

    Ya, semoga gue bisa lebih baik di tahun ini. AMin... Dan semoga impian Innayah bisa cepet terwujud. AMin..

    ReplyDelete
  31. mantab tenan mbak :3 jleb , koyok ditampar ..
    nek jare ustad yusuf mansur cari sumbernya hehe. misal lantainya kalau musim hujan bocor /rumahnya bocor..? nah cari sumbernya kok bisa bocor..? kalau sudah tahu sumbernya kan bisa di perbaiki , ketika musim hujan tiba maka ndak bocor lagi .. *gitu nek sering tak denger waktu kajian di youtube..
    btw mantab mas, semangat hijrah untuk menjadi yang #terbaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh mbak deng :3 kok mas , salah ketik aku mbak :3 maaf..

      Delete
  32. Semoga kita bisa membersihkan hati yang bernoda, supaya doa kita dikabulkan ya mbak, aamiin :)

    ReplyDelete
  33. trimkasih telah share percikan mutiara Mwlana al habib abah lutfi bin yahya mbak

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature