Malam minggu manis di the oasis cafe Pekalongan

July 17, 2016
The oasis cafe Pekalongan, oasis kafe


Malam minggu gerimis di tengah kota Pekalongan mengarahkan motor saya ke arah jalan semarang. Niat hati sih mencari tukang mi ayam pinggir jalan sebab perut masih lapar. Entah bagaimana, ternyata motor malah parkir di depan the oasis cafe. Nuansa hangat langsung menyambut diiringi backsound tawa para pengunjung dan desis mesin espresso. Saya memilih duduk d dalam kafe sebab gerimis semakin deras. The oasis belum lama opening, tapi keberadaanya sudah cukup hits di Pekalongan. Dengan tagline ‘premium coffe’ ternyata kafe ini tidak hanya menyajikan minuman serta makanan ringan ala kafe, ada indomie goreng dan makanan berat lainnya juga lho. 

Instagramable place

Meski tidak begitu luas karena berupa bangunan di depan sebuah rumah, tapi the oasis ini kelihatan kekinian banget. Instagramable interior dari segala angle. Kursi yang saya pilih yang dekat jendela untuk berdua. Ehem...iya,,saya nggak sendiri kok kesitunya (tepuk tangan dong...). mural, wall art, furniture, bahkan lampu-lampunya memang didekor agar enak difoto kurasa. Sambil menunggu pesanan datang, sayapun foto-foto untuk stok instagram hahaha.
The oasis cafe pekalongan


Menu ala the oasis

Sesuai tagline, oasis menyajikan premium coffe dari seluruh nusantara dengan berbagai cara penyajian. Ada manual brewing juga lho buat kamu yang cinta banget kopi. Dan percaya atau tidak, semua kopi itu harganya di bawah 30ribu. Misalnya french press, semua kopi dihargai 15ribu, sedangkan syphon brewing 25ribu. 

Bener mariah aceh, sindoro temanggung, gesha jawa barat, bali kintamani, peaberry pekalongan, milla toraja, kayumas situbondo, red caturra pekalongan, adalah kopi-kopi hitam yang disediakan. Kalau saya memesan taro latte saja, hehhe. 


Ternyata, kafe ini juga menyediakan makanan berat lho. Ada indomi goreng juga rebus lho,,,ahay. Indomie goreng plus telur dan kornet cukup dibayar dengan uang 16ribu. Bahkan menu soup seperti grilled beef soup nodle juga ada. Kalau appetizer ya normal lah, pancake...roti bakar...yang nggak normal adalah harganya, iyak..di bawah 30ribu. Memang sekali lagi, saya tidak bisa membandingkan harga di Jakarta dan di Pekalongan. Alhamdulillah banget, dengan selembar 50ribu bisa jajan banyak di kafe.
The oasis cafe, menu the oasis cafe pekalongan

Pelayanan

Pesanan datang tak perlu menunggu lama. Meski malam itu pengunjung cukup ramai, tapi kami nggak sampai bete nunggunya. Nyaman-nyaman saja, bahkan ketika hujan makin deras. 

Plus

The oasis caffe saya rekomendasikan buat kamu yang mencari kafe homey, instagramable, harga terjangkau, dan lokasinya mudah dijangkau.

Minus

Kalau kamu mau mengadakan acara mengundang puluhan orang, the oasis kurang cocok deh. Selain ruangan kafe yang tidak mencukupi, parkirannya juga khawatir akan kerepotan. Jarak antara saru bangku dan bangku lainnya cukup dekat, kurang nyaman kalau untuk kerja atau meeting. 

Datang lagi?

Iya dong. Kapan-kapan saya akan kesini lagi kalau pas pulang ke Pekalongan. Tapi, mau jelajah kuliner place lain dulu. Kayaknya nggak habis-habis exploring culinary spot in my hometown. 

Rate

4 dari 5

Contact the oasis

Jl. Semarang no.15 kota Pekalongan
Reservation: 081914105001/085742725165
Open hour: 15.00-23.00/15.00-24.00 (saturday)
Instagram: @theoasiscafepkl

The Oasis cafe Pekalongan memang kurang nyaman untuk kerja atau meeting, tapi kalau untuk nongkrong atau santai sama teman dan orang tersayang...pas banget. Malam minggu manis di the oasis diiringi hujan yang kian deras dan perasaan yang semakin menghangat, ecieee.


                    

37 comments on "Malam minggu manis di the oasis cafe Pekalongan"
  1. Kayak jenis cafe-cafe di luar negeri yah. Keren tempatnya walau sempit.
    Ciye yang jadi anak instagram.

    ReplyDelete
  2. Cafe sekarang merebak dimana2 ya, di Klaten yg kota kecil aja sekarang juga banyak kafe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi sekarang tren nya lagi gitu ya mba haha

      Delete
  3. referensi banget kalo ke pekalongan, makasih ya mbak sharenya ^^

    ReplyDelete
  4. nice infoo... belum pernah ke pekalongan nih..

    ReplyDelete
  5. Wah ... penyajian taro latte nya lucu.

    ReplyDelete
  6. lucu yaa tempatnya, sekarang banyak cafe2 menjamur jadi makin banyak pilihan tempat ngopih :D

    ReplyDelete
  7. temenku yg kerja di pekalongan sering banget nitip sbux sachetan buat dikirimin kesana soalnya kangen sbux dan disana nggak ada

    pekalongan masih damai tentram ya rulnay, tapi udah ada bioskop sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...kalem banget hawanya kalau di Pekalongan

      Delete
  8. bisa dicoba kalau ke pekalongan kota batik

    ReplyDelete
  9. Taro latte nya ada lope lopenya, tjakep banget.

    Belum bisa ke pekalongan, lumayan mampir di sini dulu

    ReplyDelete
  10. Dari postingan-postinganmu, ternyata udah banyak cafe gaul juga ya di Pekalongan. Cafenya kekinian banget karena rata-rata udah instagramable juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..selera anak muda sekarang yang begitu gitu

      Delete
  11. Udah harga lebih murah dari harga kopi di kota, rasanya juga nggak kalah dari kopi-kopi brand terkenal :)
    Jadi pengen jalan-jalan ke Pekalongan tiap baca postinganmu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh ditunggu kehadirannya di Pekalongan mak Injul

      Delete
  12. itu foto paling atas taken by siapa ya mbak?
    *salah fokus*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba cek di IG...aku ngetaG siapa hihi

      Delete
  13. Kalau buat ngeblog, bisa numpang wifinya gak mbak? hihihi
    bisa2 gk pulang2 ya :))

    ReplyDelete
  14. Nice review, boleh juga nih kalau lagi ke pekalongan :D

    ReplyDelete
  15. emang namanya french press ya nay?? ahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nit. Itu lho yang teko bening buat nyeduh kopi pakai ditekan.

      Delete
  16. Sekarang banyak cafe2 nyaman di kota2 kecil. Jamanku dulu cafe itu sesuatu yg sangat tak terjangkau kalau bukan bos :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahkan terkesan miring kafe tuh dulu

      Delete
  17. gemes sama warna minumannya, ungu kan itu?

    ReplyDelete
  18. Doh aku ya tinggal di Pekalongan engga tau kalau banyak cafe" Instagramable bertebaran disana ya =_=

    ReplyDelete
  19. seru sekali, cara reviewnya juga bagus bikin betah baca walaupun sederhana. jadi jatuh cinta sama tulisan kamu :3

    salam kenal ya
    emaputeri.blogspot.com

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature