Sadari Kanker Payudara, Cegah Dengan Cerdik

November 09, 2016
breast cancer awareness, kanker payudara, tanda kanker payudara, sadari

Kerjaan kalau dituruti nggak ada habisnya. Begitupun dengan hobi. Kadang saya teriak sama diri sendiri 'bisa relax ngga sih?'. Giliran dikasih weekend, malah uring-uringan karena bingung mau ngapain. Apakah ini sindrom wanita 20an yang sedang terlalu asyik dengan karir serta hobi? Pola hidup sangat tidak teratur, terutama pola makan. Melampiaskan stress dengan jajan apa saja yang diinginkan. Tekanan nggak hilang, badan malah jadi gampang drop. Mungkin akan lain cerita jika saya berada di tengah keluarga. Ada yang ngingetin biar nggak melampaui batas dalam hal apapun, meski hal itu baik. Jaga sehat sebelum sakit, ringan diucap...lupa dijalankan. Sungguh terlalu.


Alarm Dari Tubuh

Hari minggu lalu, seperti biasanya saya agak santai untuk mandi. Lagian memang tidak ada acara kemana-mana. Mandinya nunggu siang biar sekalian keringetan hehhee. Selesai mandi siang itu, saya merasakan hidung memanas. Kebetulan lagi nggak pilek atau ingusan sih. Beberapa detik kemudian, darah segar mulai mengucur deras dari hidung sebelah kiri.

Mimisan bukan hal baru bagi saya. Ini semacam alarm dari tubuh saat dalam kondisi sangat lelah fisik maupun mental. Secapek itukah saya hari-hari belakangan ini? Rasanya tidak. Ah, mulai nggak peka nih. Hidup serampangan...makan junk food setiap hari...dan bagaimana dengan realisasi tahun ke-2 makan mi instan sebulan sekali? Tahun lalu sukses, masa sekarang gagal?


Dementor Itu Bernama Kanker

Suatu pagi di bulan Oktober, saya blogwalking seperti biasa dan menemukan artikel-artikel tentang kanker Payudara. Ngeri pakai banget. Meski begitu, saya baca perlahan dan resapi isinya sebelum nimbrung di kolom komentar.
breast cancer awareness, kanker payudara, tanda kanker payudara, sadari


Kanker adalah dementor yang bisa merenggut semangat hidup serta kebahagiaan. Teman teman blogger beberapa ada yang penyintas kanker. Dari mereka, saya punya pandangan lain. Kanker bisa dicegah. Penyintas kanker bisa berkarya dan beraktivitas.

Sebagai perempuan, yang paling saya takuti adalah kanker serviks dan kanker payudara. Nulisnya saja sudah gemeteran begini. Tetangga pernah ada yang kehilangan nyawa karena kanker payudara  meski telah operasi. Beliau kebetulan sudah berumur dan menopouse. Anak-anak sudah besar semua. Bagaimana dengan teman yang terpaksa meninggal di usia sangat muda?

Agak mengagetkan bagi saya waktu itu ketika mendengar kabar bahwa salah seorang teman sedang kritis. Beliau penyintas kanker serviks. Mau tau usianya? 23 tahun. Jika estimasi kanker ini 5 tahun, berarti dia memulainya di usia 18? Anaknya manis, baik, pintar, dan belum lama menikah. Agak terlambat mendapat pertolongan medis, ketika di Rumah sakit...badannya tinggal tulang.

Takut Melakukan Sadari

Apapun penyakitnya, kalau dideteksi sejak dini pasti akan lebih mudah ditangani. Berbicara tentang kanker payudara, perempuan-perempuan di Indonesia pasti sudah sering mendengar istilah SADARI (periksa payudara sendiri). Apakah sudah dilakukan? Saya sih takut.
breast cancer awareness, kanker payudara, tanda kanker payudara, sadari


Entah rasanya malah ngeri, meski itu adalah bagian dari badan kita sendiri. Tindakan untuk memeriksa payudara sendiri ini sangat penting karena pada kenyataannya, hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri.

SADARI dapat dilakukan saat mandi ketika di depan cermin, dengan memeriksa daerah dekat puting hingga bawah ketiak selama 10 menit. Perhatikan setiap bagian payudara bila ada perubahan atau kelihatan lain dari biasanya.

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) ini dilakukan sebulan sekali, paling baik dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-10 dihitung dari hari pertama haid. Bagi yang sudah mengalami menopause, SADARI dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan, misalnya tanggal 10.

Segera Ke Dokter Jika Menemukan Ini

  1. Benjolan/tumor atau ada bagian yang menebal di satu atau kedua payudara.
  2. Perubahan besar/ukuran dan bentuk dari satu atau kedua payudara.
  3. Ada cairan keluar dari puting payudara (cairan tersebut bisa bercampur darah).
  4. Ada benjolan/tumor atau pembengkakan di bawah ketiak.
  5. Ada bagian kulit payudara yang tertarik ke dalam, atau ada bagian yang bekerut seperti kulit jeruk. Terdapat bercak, mengelupas, menyerpih, atau bersisik pada atau sekitar puting susu.
  6. Puting susu kelihatan berubah, misalnya kelihatan seperti tertarik masuk kedalam payudara.
  7. Rasa sakit pada payudara atau daerah dibawah ketiak yang tidak ada hubungannya dengan masa haid/menstruasi.

breast cancer awareness, kanker payudara, tanda kanker payudara, sadari

Cegah Kanker Payudara

Gaya Hidup Sehat

Selain Sadari, gaya hidup sehat harus dilakukan.
Meskipun hasil riset yang ada belum bisa memastikan bahwa olahraga teratur bisa mengurangi resiko terkena kanker, tetapi kesimpulan ilmiah sementara mengatakan bahwa olahraga teratur bisa mengurangi sepertiga (30%) resiko terkena kanker payudara. Pada mereka yang sudah dalam masa menopause, kelebihan berat badan atau kegemukan (obesity) lebih baik dihindari.

Hidup sehat yuk, Sehat di sini bukan hanya soal fisik saja yang diolah, tapi juga mental. Selama ini masih susah mengontrol stress serta emosi. Hidup sendiri, soliter, sering biking mengawang-ngawang dan serampangan.

Menyusui

Angka statistik menunjukkan bahwa perempuan yang menyusui mempunyai resiko yang lebih rendah untuk terkena kanker payudara, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menyusui bayi mereka. Alasan pasti nya belum ditemukan, tetapi diperkirakan bahwa hal ini terjadi karena perempuan yang sedang menyusui tidak mengalami ovulasi secara teratur dan kadar estrogen dalam tubuh perempuan yang sedang menyusui tetap stabil.

Menurut Kemenkes, kita semua bisa mencegah kanker dengan melakukan cerdik. Apa tuh? 
breast cancer awareness, kanker payudara, tanda kanker payudara, sadari


Mati Bukan Hanya Milik Penyintas Kanker

Together we can beat. Kata mba Indah Nuria yang saat ini Survivor kanker Payudara...
Tidak ada obat yang lebih mujarab selain semangat untuk berjuang, harapan untuk kembali sembuh dan doa yang tak putus kepada Sang Penguasa Kehidupan.
Ingat mati, ingat bahwa hidup cuma sekali.  Kita tidak akan pernah tahu bagaimana caranya Tuhan mencabut nyawa kita. Yang sehat saja bisa tiba-tiba hilang nyawa, ya kan? Kamu segar bugar...kamu penyintas kanker...sama-sama akan mati kok. Lalu bagaimana agar sisa usia kita tidak sia-sia?


breas-cancer


source info: http://lovepinkindonesia.org/blog/detail/sekilas-tentang-kanker-payudara-26
42 comments on "Sadari Kanker Payudara, Cegah Dengan Cerdik"
  1. yah... sehat bukan berarti bahwa usia kita panjang :)

    ReplyDelete
  2. Rata2 mmg takut menyadari kalo mmg ada penyakit, ngak hanya cancer aja tp semua nya. Btw banyak juga yaaa kalo perbandingan nya 1 : 8

    ReplyDelete
  3. Duhhh semoga kita terhindar dari penyakit ini yaaa

    ReplyDelete
  4. Potensinya tinggi ya mba... dari 1.000 orang ada 125 orang sebagai penyintas. Perempuan harus lebih sadar diri....

    ReplyDelete
  5. kalau baca tulisan tentang kanker payudara atau kanker serviks aku juga suka gemeteran sendiri mbak huhuhu, tentang sadari aku sudah mulai dari bulan lalu sih hehe (metodenya pakai yang dari postingan kak icha) dan insyaallah akan terus melakukannya

    ReplyDelete
  6. kanker, ahhh... ngeri, naudzubillah :(
    Jujur aku takut melakukan sadari nay, semacam parno nemuin 'sesuatu' :(((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naudzubillahimindzalik. Moga kita sehat selalu

      Delete
  7. Aku sih udah sering SADARI, bahkan buat meyakinkan benar-benar nggak ada benjolan kadang minta tolong suami buat meyakinkan.

    ReplyDelete
  8. Nice Post Inayah, Semoga kita sesama wanita saling mengingatkan bahwa kanker tidak mengenal usia maupun gender.
    Pola hidup sehat amat sangat dianjurkan, jangan lupa olahraga serta lakukan SADARI
    #breastcancerawareness

    ReplyDelete
  9. Sahabatku waktu sekolah di Pekalongan dulu kena, alhamdulillah berhasil diangkat. Tapi nenek, ibu & ibu angkatnya tak selamat.

    ReplyDelete
  10. merinding banget bacanya.... wah yang beginian wajib di share ini. Biar wanita di Indonesia lebih berhati-hati lagi ... :) Thanks banget mba

    ReplyDelete
  11. Kayaknya tempaltenya baru nih, hmmmm uda ketingalan banyak berita ini akunya nay huhu

    Semoga para survivor lekas diberikan kesembuhn ya nay amin

    ReplyDelete
  12. harus selalu bersikap bijaksana ya terhadap tubuh kita...

    ReplyDelete
  13. 23 mbak? masya Alloh...

    kalo keluarga saya ada turunan punya benjolan di payudara. ibu, mbak saya, tante saya dari garis ibu dan saya sendiri. tapi alhamdulillaah bukan kanker. itu adalah FAM. dan harus diambil.

    alhamdulillaah sampe sekarang tidak kambuh lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooh saya malah baru tau mba. Daging numbuh tapi masih terkendali gitu ya.

      Alhamdulillah

      Delete
  14. Makasih sudah diingatkan yah Nay :)

    Kita memang harus lebih peka sama tubuh kita sendiri yaaa :)

    ReplyDelete
  15. Kadang saya suka iseng cek-cek sendiri apa ada benjolan misterius di sekitar payudara, tapi suka binggung benjolannya tuh kayak begimana, takut salah kaprah. Makasih sudah ingetin mbaak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Periksanya jangan pas mau mens ya kak.

      Delete
  16. aku pun merasa dikau perkasa banget ke sana sini pas weekend
    aku kadang bosan di kos dulu dan jdi bepergian sendiri, maklum temen2 weekend sering msh pd kerja. kadang waktunya habis aku kajian mereka baru kelar kerja dan bisa makan bareng. malesnya sih pulang jd maleman, macetnya minta ampun.
    tp klo krasa capek dikit akulangsung cm di kos aja dan pesen abang gojek, rulnay soalnya kuatir kenapa2 krn aku punya bawaan tifus yang kdg kambuhnya nyebelin

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini fase dimana aku lagi suntuk buangettt

      Delete
  17. mendengarkan namanya sudah ngeri, apalagi kalau sampe kena, jangan sampe..tapi untunglah setelah ada artikel ini rasa takut sedsikit berkurang, karena di dalam artikel ini di jelaskan ttg gejala kanker.. sebelumnya thanks
    tapi harus berwas was juga

    ReplyDelete
  18. Inpograpiknya kece ihhh... bikin dong tutorialnya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi makasi mba, moga pesan infografis smapai ke yg liat ya

      Delete
  19. Aku juga serem sama kanker payudara ini. Konon harus banyak anak dan selama mungkin menyusui bisa mengurangi resiko kanker payudara loh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitu besar kasih Tuhan ya kaak

      Delete
    2. Hahhhhh BANYAK ANAK? Maksud ngana???

      Delete
  20. Thanks for joining my GA yaaaa :)...suka dengan infographisnya :). Dan semakin banyak yang tau tentang kanker, semakin banyak hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya :)

    ReplyDelete
  21. Aiiih itu temennya yg meninggal usia 23 tahun :(
    Btw, salam kenal ya, Innayah. Semoga kita semua terhindar dari segala penyakit dan bisa tetap hidup sehat. :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature