Ide Kreatif Pengembangan Ekowisata di Petungkriyono National Nature Heritage Dengan Paket Wisata 2 Days 1 Night Trip

August 06, 2017
Ada masanya saya terbangun saat dini hari karena mendengar suara owa. Itu jaman masih sekolah pakai merah putih, kalau sekarang di desaku sudah tak ada lagi. Katanya, tempat yang masih ada Owa Jawanya di Pekalongan adalah Petungkriyono. Sebuah kecamatan di kabupaten Pekalongan yang sebenarnya tak jauh dari rumah saya. Dulu rasanya tak ada alasan untuk kesana, hingga sekitar 3 tahun lalu Petung makin sering 'seliweran' di sosial media. Setiap ke sana selalu ada wahana wisata baru yang menarik untuk dicoba. Tadi saya ikut acara Amazing Petungkriyono National Explore 2017 dengan peserta dari seluruh Indonesia. Jujur  ya, makin mengenal petungkriyono kok saya makin penasaran dengan kehidupan lokal disana. Pengen deh ada paket wisata gitu ke Petungkriyono, apalagi sekarang Petung sudah makin mapan dengan branding National Nature Heritage selain juga dikenal sebagai Technoforestry park.
petungkriyono-national-nature-heritage


2 days 1 night trip untuk Petungkriyono

Sedang membayangkan nih kalau ada paket wisata 2 days 1 night trip ke Petungkriyono. Sekarang ini kebanyakan wisatawan yang datang ke Petung ya hanya sekedar mengunjungi spot-spot wisatanya. Kalau tidak ada pengembangan, makin lama pasti bosan.

Baca: Mass Tourism Ke Petungkriyono Cultural Technoforestry Park

‘Orang kota’ ceileh...istilahnya, atau masyarakat urban saat ini sedang seneng banget tipikal wisata yang lebih menyentuh ke kehidupan masyarakat lokal. Ya sekali-kali seharian tanpa sinyal, fokus ke sekitar, pasti bakal me-recharge semangat banget. Mereka nggak punya banyak cuti, palingan libur sabtu-minggu saja atau syukur-syukur ketemu hari kejepit. Makanya paling optimal ya wisata 2 hari 1 malam.

Isi Paket Wisata 2 days 1 night Trip

Paket wisata yang paling cocok untuk kondisi Petungkriyono adalah berjenis Ekowisata yang mana harus memenuhi tiga kriteria. Syarat tersebut adalah meningkatkan pelestarian keragaman hayati, mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat dan pemerintah lokal, serta memberikan keuntungan ekonomis bagi lembaga yang terlibat. 

Konsep dasar ekowisata (ecotourism) yang merupakan wisata tanpa merubah lingkungan dan lebih pada tujuan pendidikan. Paket wisata ini berlangsung 2 hari satu malam full di Petungkriyono kabupaten Pekalongan. Isinya apa saja?

Hari pertama

1| Penjemputan wisatawan di shelter

Wisatawan baik domestik maupun internasional berkumpul di shelter menuju Petungkriyono. Lokasi sekitar kecamatan Doro sangat strategis karena menjadi titik akhir sebelum masuk kawasan Petung. Pagi hari adalah waktu yang cocok untuk memulai trip ini.

Jika wisatawan mengalami kesulitan untuk akses ke Doro karena berasal dari luar kota, akan lebih baik jika penjemputan dimulai dari stasiun atau titik tertentu di kota Pekalongan.

2| Mobilisasi wisatawan dengan Anggun Paris

Saya cukup senang ketika menikmati perjalanan ke Petungkriyono dengan angkutan khas ini. Anggun Paris yang merupakan akronim dari ‘angkutan gunung pariwisata’ merupakan angkutan sehari-hari masyarakat Petung. Di sana disebutnya ‘kol doplak’, itu lho mobil angkutan sayuran kalau kamu kurang bisa membayangkan.


Sensasi offroadnya itu kerasa banget lho, tapi tenang ya...drivernya asli Petungkriyono kok. Sudah hapal setiap kelokannya. Di setiap mobil juga ada guide yang berpengalaman.

anggun pari petungkriyono
kondisi di dalam Anggun Paris


3| Masuk ke Homestay

Jika perjalanan dari shelter dimulai sekitar pukul 9 pagi, maka pada jam 12 siang wisatawan sudah bisa menikmati suara tongeret di hutan Sokokembang. Saya belum pernah menginap di homestay, meskipun sekitaran kecamatan Petungkriyono terlihat ada beberapa papan bertuliskan fasilitas tersebut. Daerah sekitar kecamatan rasanya pas untuk pembuatan homestay, biar dekat kemana-mana aksesnya.

4| Blusukan ke kebun kopi

Percayalah bahwa nggak semua orang yang mengaku ‘hobi kopi’ pernah melihat langsung pohonnya. Kopi merupakan komoditas utama yang ditonjolkan sebagai ikon Petungkriyono. Setiap desa sekarang sudah punya brand masing-masing. Ada kopi owa, kopi petong, kopi welo, dan mungkin besok ada brand baru dari desa yang lainnya.

Musim saat bunga kopi bermekaran seperti saat ini, menyenangkan banget lho berjalan di sana. Untuk paket wisata, bisa disesuaikan dengan musim karena kopi kan tanaman yang nggak berbuah sepanjang tahun. Kalau musimnya panen, ya wisatawan diajak memanen kopi. 

Beruntung di acara Amazing Petungkriyono National Explore tadi saya bertemu pak Tasuri. Penggiat kopi yang profilnya pernah saya baca di surat kabar nasional asli dari Sokokembang Petungkriyono.
pak tasuri kopi owa
Sosok inspiratif Pak Tasuri

Yang tak kalah penting adalah demo pemaparan proses pembuatan kopi dari awal hingga menjadi secangkir minuman membahagiakan itu. Roasting tradisional, sorting manual, cupping, ah...kok jadi makin pengen mewujudkannya.

5| Kegiatan malam di sekitar desa

Bagaimana suasana malam di Petungkriyono? Yang pasti sih langit tak ada polusi cahaya. Kalau pas cerah kita bisa melihat bintang gemintang. Tapi, yang syahdu adalah saat bisa mendengar suara aneka serangga dan binatang malam tanpa gangguan deru suara AC atau polusi suara lain seperti di kota. Jika memungkinkan dan SDM nya sudah siap, pemantauan hewan langka seperti owa jawa sepertinya sangat menarik.

Hutan Petungkriyono itu menyimpan banyak sekali flora dan fauna langka, makanya pantas kalau bisa disebut dengan technoforestry park. Lutung hitam (Trachypithecus auratus), Surili (Presbytis comata), Owa Jawa (Hylobates moloch), burung Elang Hitam (Ichtiaetus malayensis), Elang Jawa, Julang mas (Aceros undulatus). Tentunya masih banyak spesies langka lain yang bisa ditemukan jika dilakukan penelitian.

Hari ke-dua

Aktivitas di hari ke-2 paket wisata 2 days 1 night di Petungkriyono didominasi exploring spot wisata. Mana saja yang harus dikunjungi?
peta wisata petungkiyono
Peta Wisata Petungkriyono

1| Curug bajing

Lokasi curug bajing yang tak jauh dari kecamatan layak untuk jadi starter sebelum ke spot lain. Medan trackingnya juga ringan, agak panjang sih tapi landai.
curug bajing petungkriyono
Asrinya curug bajing

Bisa dilihat sendiri kan, kalau curug bajing itu gagah banget. Padahal ya, asal nama ‘bajing’ itu kan tupai...bukannya kecil? Ternyata tidak seperti itu, dinamakan curug bajing karena dulu sering dijadikan tempat persembunyian bajingan (tuut sensor).
curug bajing petungkriyono
ada banyak spot gardu pandnag, salah satunya ini
curug bajing petungkriyono
kalau ngga kuat tracking, dari jauh juga nampak jelas

2| Makan siang di Curug Lawe

Area curug lawe ini luas banget, terdiri dari bumi perkemahan dan area curug. Nah, jarak dari bumi perkemahan ke curugnya sendiri cukup jauh, sejam lah kalau tracking santai. eits, tapi jangan khawatir ya...hammock ria di bumi perkemahannya juga syahdu semilir lho.
curug lawe petungkriyono
gerbang loket
curug lawe petungkriyono
area bumi perkemahan

Kudapan khas daerah adalah salah satu yang ditunggu wisatawan. Paket wisata ini bisa menyediakan menu makan siang yang khas dari Petungkriyono seperti nasi hitam, ikan asin, sayur, ah..sedapnya.
makanan khas petungkriyono
makanan khas petungkriyono

3|Tubing di welo river

Saat matahari sudah agak condong ke barat, tubing sepertinya asik. Di welo river, nggak hanya ada area ‘ciblon’ lho.  Kalau nggak mau nyebur, main air di pancuran-pancuran juga sudah menyejukkan. Ada banyak gardu pandang yang menempel pada pohon-pohon besar. Asyik banget, super adem...awas malah jadi ngantuk hehhe.
welo river tubing
hempaskan mood jelek di gardu pandang
welo river tubing
area tubing di bagian bawah
welo river tubing
main ayunan sajalah

4| Jembatan Sipingit

Spot wisata selanjutnya adalah jembatan sipingit. Tiap lewat sini, pasti deh ramai. Awalnya saya heran, orang pada ngapain ya. Ternyata kalau kita turun ke sungainya itu seru. Nggak musim hujan nggak kemarau tetap saja ramai.
jembatan sipingit
bawah jembatan sipingit saat musim hujan

Pernah saya lewat jembatan sipingit dan kaget karena di sungainya yang waktu itu lagi kering banyak orang bakar-bakar. Semacam barbeque-an begitulah, seperti di Jepang. Tahu kan kamu kalau di Jepang ada kebiasaan piknik di pinggir sungai sambil bakar-bakar? Tentu bukan bakar kenangan atau bakar obat nyamuk, hihihi.
jembatan sipingit
bawah jembatan sipingit musim kemarau
jembatan sipingit
kupu-kupu di tepi sungai

5| Curug Sibedug

Ini dia spot terakhir dalam paket wisata 2 days 1 night in Petungkriyono. Namanya sibedug, kamu tahu kan bedug? Legendanya sih, nama ini diambil karena sering ada bunyi ‘mistis’ gamelan di sana pada malam jumat kliwon. Bunyinya ‘dug...dug ‘ begitu.
curug sibedug petungkriyono

Curug si bedug ini nggak perlu tracking, bahkan kamu bisa puas menikmatinya dengan hanya duduk di warung sambil ngopi. Lha bagaimana tidak, curugnya pas ‘njogrok’ di pinggir jalan utama Petungkriyono.
curug-sibedug
sambil ngopi bro...
curug-sibedug
curug sibedug dari kejauhan

6| Kembali ke shelter

Hari menuju malam, wisatawan kembali menuju shelter dengan anggun Paris. Rasanya memang 2 hari 1 malam tak cukup, tapi nyatanya masyarakat urban seringnya punya libur ya cuma sabtu-minggu untuk besoknya bisa kerja lagi di hari senin.

Sarana dan Prasaran Pendukung

Tentu sebuah paket wisata perlu sinergi dari banyak pihak. Saat ini pengembangan wisata di Petungkriyono dikelola karang taruna masing-masing desa. Mana yang kreatif, ya mereka yang bisa bertahan. Petung sudah semakin mapan, saatnya dikelola dengan lebih profesional. Jadi, perlu diapain ya?

1| sinergi antar karang taruna dan instansi

Spot-spot wisata yang akan dimasukkan ke paket wisata tersebut berada di beberapa desa. Keuntungannya, kalau sudah masuk paketan...otomatis semua spot akan terjual. Repotnya ya perlu kerjasama, eh ...memang kerjasama repot ya? pasti tidak mudah di awal, makanya perlu inisiasi dan kesadaran bersama.
Pihak luar seperti perhutani yang lahannya dijadikan untuk spot wisata juga perlu diajak bersinergi bersama. Hal ini tentu sangat terkait dengan masalah perijinan yang kadang jadi kendala pengembangan secara swadaya.

2| Perbaikan infrastruktur oleh Pemda

Bersyukur banget tadi saat lewat di hutan Sokokembang yang tikungannya menggila itu sudah banyak rambu keamanan. Ya meski jalanan masih rusak dan kabarnya tahun ini akan diperbaiki.
Infrastruktur itu bukan hanya soal jalan, yang kadang penting tapi terlupakan adalah sinyal telepon selular. Jaman semakin maju, kadang generasi milenial enggan piknik blusukan karena nggak ada sinyal sehingga tidak bisa update instagram story *eh.

3| Pembuatan dan pengelolaan homestay

Tak perlu villa mewah apalagi hotel berbintang, cukup homestay saja biar kearifan lokal tetap terjaga. Tapi pengelolaanya harus baik agar tidak dimanfaatkan untuk hal yang merusak tatanan moral.

4| Pengembangan SDM ekowisata

Petungkriyono national nature heritage, slogan yang artinya kurang lebih menjadikan Petungkriyono sebagai warisan alam nasional. Warisan alam tersebut meliputi flora, fauna, juga budaya. Yang namanya warisan tentu nggak bisa kita pakai semaunya dong...malahan harusnya diwariskan lagi ke generasi selanjutnya. Jadi, SDM yang mengelola paket wisata ini perlu dikembangkan lagi khususnya dalam bidang ekowisata. Mengapa ekowisata? Sebab, konsepnya adalah bagaimana mengeksplor potensi alam tanpa mengeksploitasi.
kopi owa

Sebagai warga Pekalongan saya punya andil untuk ikut menjaga paru-paru Jawa Tengah ini. Keindahan negeri di atas awan bisa menyihir dan bikin susah move on. Jadi, tertarik nggak untuk ikutan kalau ada paket wisata 2 days 1 night ke Petungkriyono national nature heritage?
58 comments on "Ide Kreatif Pengembangan Ekowisata di Petungkriyono National Nature Heritage Dengan Paket Wisata 2 Days 1 Night Trip"
  1. Sejuuuuuk banget deh lihatnya... duh jadi pengen main ke air terjun niiiih... inget masa di Malang yang lumayan deket tempatnya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sejuk banget dan airnya jernih

      Delete
  2. Mnuurtu memang penting sekali sinergi dengan berbagai pihak ya mba. Terutama perbaikan infrastruktur agar makin banyak yang berkunjung ke tempat wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba, masuk belantara hutanpun akan lebih nyaman kalau jalanan enak

      Delete
  3. Andai pakat 2D1N itu sdh siap..aku mauuuuu..... Cakep tulisan n foto2nya Nay.. Goodluck yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga segera bisa diwujudkan ya...

      Delete
  4. Iya setuju. Petung adalag wrisan alam yang wajib kita jaga.

    Sukses nay

    ReplyDelete
    Replies
    1. buang sampah pada tempatnya hihii

      Delete
  5. Ajiibbbbb....ahhhh ...semoga jadi pemenang..
    Heeeee

    ReplyDelete
  6. Perihal sanitasi jg penting ya Nay apalagi kl menargetkan wisman... aliran air gmn sekarang, sudah lebih memadai?

    ReplyDelete
    Replies
    1. toilet yang memadai rasanya baru di curug bajing sih mba. Padahal keperluan ini penting ya

      Delete
  7. Asik banget kayaknya ya Sist, jadi pengen nyobain pankapan. kamunya juga keliatan super fresh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, lupa sama ruwetnya kehidupan...happy

      Delete
  8. Jadi Anggun Paris itu angkutan, kirain apa gitu. Tapi namanya menarik dan bikin orang penasaran hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ownernya bukan Anggun C Sasmi hihhii

      Delete
  9. Seru deh kemarin melihat teman-teman pada kopdar di Petung Kriyo, rame apalagi di tempat hijau nan sejuk

    ReplyDelete
  10. waaa keren bangettt, ada kebun kopinya segala.. kapan ya bisa ke sana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. area sini dikembangkan untuk perkebunan kopi dari jaman Belanda

      Delete
  11. Aje gile ni tulisan.mewakili isi hati,yg bisanya mbatin saja. Smoga ide kreatif ini benar-benar bisa terealisasi. Kebayang petung bakal makin hits dan pastinya peket trip macam gini banyak diminati.ya karena bisa mengcover kebutuhan pelancong.
    Tentang fasilitas toilet,mungkin di sibedug ya yg masih minim.
    Selamat nay, smoga tulisanmu jadi salah satu pemenang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, akses toilet di sibedug belum ada.
      iya semoga terwujud, bayangin kalau di doro banyak homestay. mungkin orang bisa juga tracking jalan kaki kalau mau lebih berasa adventurenya.

      Delete
  12. Kawasan wisatanya sudah bagus ya tinggal promosinya biar banyak yang dateng, aku penasaran nasi hitamnya itu gimana... kayak nasi merah gt kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nasi hitam tak sehambar nais merah menurutku Mir

      Delete
  13. Aku mupeng sama menu makan siangnya. Khas ndeso tapi sepertinya enyaakk itu. Tempenya menggoda banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, makan pas lagi laper-lapernya di bawah pohon pinus

      Delete
  14. Jadi pengen ke Petungkriyono nih, Nay. Pengen merasakan suasana alam tanpa gangguan kebisingan kota yang modern.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener nih teh, mirip dago lah...tapi ga macet hehhe

      Delete
  15. Paten mantab jaya artikelnya nih

    Tapi Petungkriyono dieksplore seminggu kayaknya juga ga bakalan habis, banyak banget potensinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, beli tanah aja apa ya nanem tomat sama cabe hihii

      Delete
  16. Idenya bagus banget Mbak Inn, bisa dijadiin referensi buat pengembang pariwisata Petung

    ReplyDelete
  17. Waaah ide menarik. Supaya lebih efektif, sebaiknya jemput bola. Penjemputan ditarik maju ke stasiun KA bagi wisatawan dr Jakarta atau tempat lain di kota utk wisatawan dr kota yg tidak terkoneksi KA, misalnya wisatawan dr Jogja. Sebagai contoh, waktu aku ke Bromo, sdh ada yg menjemput aku di stasiun. Begitu selesai, aku dikembalikan lagi ke stasiun. Aku nggak mikir apapun termasuk ganti jip segala, kecuali transportasi dr Jogja ke Malang pp. Untuk wisatawan dg kunjungan singkat dan belum pernah ke Pekalongan akan lebih memudahkan, tidak menghabiskan waktu mencari-cari cara menuju Doro dan Doro itu dimana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sepakat mba, kemarin juga kami jadi jemput peserta dari staisun karena bingung aksesnya ...naik apa aja dll.

      Delete
  18. nah nah 2D1N atau pilihan extend yg lebih lama sambil homestay, liat aktivitas warga sambil bertani, asik ya Nay. Hayuklah kapan, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga segera diwujudkan ya mba, nanti dedek bayi udah bisa ngetrip kita jalan lagi ke petung

      Delete
  19. Waa,tempatnya asik bangettt.
    Nasi hitam itu asli warna hitam (keungu2an) atau nasi putih yang diberi campuran alami dari tanaman ya Nay??pengeennn >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu asli mba, hitam keunguan gitu

      Delete
  20. Setuju kalau ada paket 2D1N tapi rasa-rasanya masih kurang ah klo buat explore si Petung ini :)
    Anw, fotonya bagus bgt2 mbak.. ajarin dong *wink

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, bisa extend kalau punya banyak waktu libur

      Delete
  21. Ulasana wisata Petungkriyono ala teh Inayah juara banget.
    beda sama aku yang nulis ala kadarnya, bahkan masih belum rampung wkwk.

    ReplyDelete
  22. waks ini yg acaranya saya gak bisa ikuti padahal mau deh daftar uhuhuhuhu. bagus ya daerah-daerah kayak gini mulai menggeliat usaha wisatanya. jelas lagi acaranya 2 hari 1 malam. mantap!

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba teh Ulu bisa ikut ya, next trip aku colek lagi deh

      Delete
  23. Sebelum baca definisi dan lihat angun paris, aku mikir itu kereta kelinci lo. Ternyata.. Mau makan nasi itemnya. Dan setuju dengan tempat-tempat ekowisata sebaiknya mengelola homestay bukan resort dengan modal dari luar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya namanya unyu ya, tapi trenyata garang mampu mebelah hutan

      Delete
  24. Setuju banget dengan ide paket wisata dari Mbak Nay. Emang ada yang kurang kalau ke Petungkriyono tapi nggak nginep. Nggak ikut ngerasain suasana khas pegunungan yang sejuk nan asri. Apalagi suasana malamnya pasti asyik sekali kalau di sana. Untuk mendukung ini perlu dibangun sejumlah homestay yang memadai, sekelas Airy Eco-lah kali ya :D

    Soal penjemputan, aku setuju dengan pendapat kawan-kawan yang mengusulkan tamu dijemput di stasiun atau terminal bus. Jadi nggak perlu sampe ke Doro. Bukan apa-apa, soalnya transportasi dari Pekalongan ke Doro juga nggak mudah. Dan time-wasting banget naik kendaraan umum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya Airy Eco boleh tuh, dibikin selokal mungkin...ngga perlu hotel. hotelnya di Doro aja yak hahha

      Delete
  25. Pingin balik lagi ke Petung rasanya. Pertama, pingin hiking di Curug Lawe, ngecamp terus pingin rafting di Welo

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuhuu...naik ke kendalisodo juga. belum pernah aku

      Delete
  26. setuju soal nginep, api unggunan juga bisa nih kalau camping. maunya 3 hari 2 malam atau 4 hari sekalianlah=)

    ReplyDelete
  27. Nah..kan harusnya perjalanan diambil dari yg terjauh dulu. Saya sih biasanya begitu :D
    Senang sekali bs mengunjungi Pekalongan. Ternyata keindahan alamnya pun sangat memukau

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature