Progres Satu Bulan Belajar Biola

October 30, 2017
Lapangan gemek Kedungwuni nampak ramai di minggu pagi, meskipun sebenarnya orang Pekalongan lebih banyak yang libur di hari Jumat. Di tengah area taman, nampak seorang wanita berjilbab yang menggesek biola dengan nada fals. Tangannya kaku memegang bow, hingga sesekali pria di sampingnya membenarkan posisi gesekan biola tersebut. Jangankan memainkan lagu, mengesek dawai secara bebas saja memprihatinkan. Itulah aku, sebulan yang lalu pada hari pertama memegang alat musik gesek bernama biola.
biola vienna


Kuliah dan Lagu Tanah Air


Aku itu baru memperhatikan biola di jaman kuliah, memang telat banget sih. Di tingkat pertama, saat masih tinggal di asrama aku sering melihat seseorang entah siapa berlatih biola. Sore hari biasanya, dia berdiri sendirian di bawah gedung Toyib Hadiwijaya fakultas Pertanian.

Ketika sudah masuk jurusan, adik tingkatku yang namanya Dea sering nampil di acara-acara. Salah satunya  pas ada kuliah nyampur lintas angkatan. Kok aku lupa ya itu kuliah apa, sehingga tiap akhir kelas selalu ada acara nyanyi bersama. Dea ini bawain biola, ada yang main gitar entah siapa namanya, dan teman sekelasku Asa nyanyi.

Lagu tanah air dengan iringan biola itulah yang paling terngiang di telingaku. Saat itu aku menganggap biola adalah alat music yang mustahil akan bisa kumainkan. Background music aku hanya pemain marching band yang ngga paham not balok. Kalau rebana sih, hayuk aja kita mainkan hahaha.


Ketemu coach biola

Tahun demi tahun berlalu, kemampuan musikalitasku tak ada perkembangan sama sekali. Yaiyalah, wong ngga belajar kok meski aku tahu bahwa belajar musik itu bagus buat otak. Pada suatu malam, dalam obrolan yang tak berhubungan dengan music sebenarnya…tercetuslah kata “biola”.

Sebuah video 3 detik masuk ke pesan whatsap berisi penampakan tangan yang memainkan tuts piano.

Coach: belajar piano
Me: 3 detik doang, lagi JCoach: masih belajar, kaku banget ya JMe: aku anak marching band pas SMP
Coach: aku lebih bisa main biola
Me: serius?
Coach: yap, boleh aku ajarin?
Me: Mau, tapi gapunya biola
Coach: beneran yaa, mau diajarin
Mulai detik itu, ada satu bagian dari diriku yang selama ini hibernasi rasanya terbangun tiba-tiba. Apalagi saat coach aku bilang bahwa musik itu bukan soal bakat ngga bakat, semuanya bisa asal mau belajar dengan sungguh-sungguh.

Beli biola pertama

Beberapa jam setelah sesi latihan pertama di lapangan gemek Kedungwuni, aku beli biola secara online. Sebelumnya coach sudah ngasih panduan biola kayak gimana yang cocok untuk pemula. Yang pasti sih, jangan sampai salah beli biola ukuran anak-anak ya kalau kamu sudah gede ehehhe.

Biola merek Vienna seharga 600ribu lengkap dengan tambahan shoulder rest tiba keesokan harinya di tanganku. Sebelumnya aku sudah pesan kepada penjualnya untuk sekalian melakukan penyeteman (setting senar) pada biola tersebut. Jadi, pas biola datang aku langsung bisa nyoba.

Do-re-mi nya gimana?

Inilah yang aku bingungin jaman dulu, nentuin nada di biola tuh kayak gimana ya? kan nggak ada batasan kayak di gitar atau piano? Yaps, pakai perasan sodara-sodara. Tapi, karena aku masih tahap belajar bolehlah pakai alat bantu. Tutorialnya sudah banyak di youtube, kamu bisa lihat aneka cara dari pakai tip X hingga selotip bergambar chord.

Pada suatu malam di stasiun Pekalongan, coach aku membantu menempelkan selotip-selotip hijau itu pada freet biola. Nah, jadi sedikit ada panduan tempat memencet senar dengan benar sekarang. Kalau mau tabulator fret biola yang lengkap banget, yang jual stickernya juga banyak kok.

Lagu Pertama Yang Kubisa

“Pemanasan dengan doremi di dua senar paling engga 30 menit” begitu pesan coach.

Jadi, setiap malam sepulang kerja aku punya kesibukan baru. Latihan nada dasar buat lemesin jari dan tangan, nonton aneka macam tutorial, dan sedikit demi sedikit berlatih lagu. Yang mudah saja lah, bukan lagu Akad nya payung teduh kok. You know ‘Twinkle little star’? yak, itu dia lagu pertama yang kubisa mainkan pakai biola.

Pada minggu ke-2, aku mencoba belajar lagu ‘balonku ada 5’ yang sampai sekarang rasanya kok masih fals. Lagu kekinian macam ‘surat cinta untuk Starla’ juga aku cobain biar ngga jenuh dengan meletusnya balon hijau. Tapi ya begitu, patah-patah tak menentu.

Nada patah-patah

Aku pernah frustasi banget, lalu ketiduran dengan biola di sampingku. Rasanya kok aku lambat amat, suara gesekan ngga bisa bersih dan masih saja patah-patah. Hingga keesokan harinya ketika nonton tutorial biola di youtube ada yang bilang begini,
“jangan stress kalau gesekan biolamu masih patah-patah, semua perlu proses. Pergelangan tangan, jari, posisi bow, bahkan postur tubuh kamu berperan dalam menghasilkan suara yang ngga fals.”
Yakkk…semua perlu proses dan aku harus menikmati setiap progresnya.

Mulai Menikmati Musik

Kemarin-kemarin ketika dengerin lagu, fokusku ya ke liriknya. Kalau sekarang tuh kayak yang pengen merem dan fokus ke musiknya, nadanya. Aku lebih menikmati musik, mungkin itulah kalimat yang tepat.
“kalau ada yang mensugesti biola itu susah, jangan diterima. Hanya butuh kesabaran” coach.
Inilah progres aku sebulan belajar mengenali alat musik gesek yang ternyata punya banyak saudara dari Viola hingga bass. Jangankan Stacato, vibrato saja aku belum bisa singkronin jari kiri dan tangan kanan. Dan selama tulisan ini dibuat, telingaku full suara gesekan biola lagu Indonesia pusaka dan Tanah airku yang diputar berulang-ulang.
23 comments on "Progres Satu Bulan Belajar Biola"
  1. Teh In.. aku minta link toko online yang di pake Teh Inayah buat beli biolanya dong.. plis yaa :)

    ReplyDelete
  2. gak ada yang namanya mustahil selahi kita mau berusaha dengan sungguh" yang menurut kita mustahil untuk bisa kilakuin bisa jadi gak mustahil, karena ada tekat dan kemauan yang besar untuk belajar dengan giat pasti kita bisa

    ReplyDelete
  3. gak ada yang mustahil selagi kita mau berusaha dan belajar dengan tekun, apa pun bisa kita lakukan asal ada kemauan dan tekat yang kuat untuk belajar

    ReplyDelete
  4. biola wah susah mainnya gitar saja saya tak mampu

    ReplyDelete
  5. wiiih semangat. adek gue juga lagi keranjingan ikutan belajar biola gitu juga. tapi udah lumayan sih. bener tuh, kuncinya mah bukan bakat atau engga, kalau mau dan usaha pasti ada aja jalannya.
    atau engga, gabung aja d komunitas biola gitu, jdi bisa lebih semangat.
    dinikmatin aja prosesnya, na. hahah. sok bijak ya

    ReplyDelete
  6. Hebat kamu mau belajar hal baru pas umur segini, jarang yang mau terbuka dengan hal baru kan pas udah gede gini. Semoga segera lancar yak, kalau rajin latian gitu kayaknya bisa cepet lancar lah ;D

    ReplyDelete
  7. Naaaay, seriusan belajar main biolaaa?
    Keren banget sih!
    Tiap denger atau lihat orang main biola atau piano suka terkagum2 sendiri, tapi suka males bekajar gitu hahaha

    Semangat yaaah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. serius teteeh...semoga cepet paham

      Delete
  8. keren banget mba! memang ga ada kata terlambat untuk belajar ya, yang penting adalah kemauan!

    Semangat mba!

    ReplyDelete
  9. biola mengingatkanku pada film sang pencerah nay...
    aku sih nggak pernah main biola
    dan nggak bisa juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah lupa ahaha. nanti di ayat2 cinta 2 bakal muncul lagi biola

      Delete
  10. Wuih mba hebat belajar biola.
    Saya lho mau cari sekolah musik buat Salfa. Usia 3th bisa ga ya diajarin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa mba, sedini mungkin lebih baik

      Delete
  11. kayak nya asik nya kak bisa blajar main biola..

    ReplyDelete
  12. waah keren belajar biola

    susah gak sih Tante?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature