Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membeli Domain Untuk Blog

February 09, 2021

Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membeli Domain Untuk Blog

Masih sering saya mendapatkan pertanyaan “Bagaimana kok bisa blognya pakai nama sendiri begitu? Apakah mahal biaya beli dan langganannya?”. Bagi orang awam yang masih belum paham dunia internet pastilah urusan perdomain-an ini terasa WOW. Karena di awal ngeblog dulu, sayapun begitu. Saya pikir urusan membeli domain itu ribet banget, pun juga mahal. Ternyata anggapan saya tersebut salah. Kamu bisa cek deh, domain termurah berapa harganya. Mungkin jauh lebih murah dari biaya langganan Netflix kamu sebulan.

Alasan membeli domain

Sebelum memutuskan membeli domain, ada baiknya kita tahu dulu alasannya. Karena ini penting loh buat menentukan tipe domain seperti apa sih yang mau kita beli? Dan yang pasti nama domainnya nanti. Kalau kita ingin membeli domain untuk website product yang kita buat atau untuk blog personal kita, tentu akan beda dengan memebli domain untuk komunitas atau organisasi.


Alasan saya ketika memutuskan membeli domain adalah untuk menamai blog pribadi saya ini. Saya ingin lebih serius ngeblog dan juga dipandang serius oleh mesin pencari maupun oleh pengunjung yang datang ke blog ini. Karena tak dapat dipungkiri sih, nama domain kalau sudah engga ada embel-embel gratisannya itu terasa lebih niat. Ya habis itu tergantung konten dan penyajian tulisannya.


Untuk domain pribadi, saya menggunakan .com karena ya ini yang paling sesuai dan paling murah sepertinya. Bisa kok pakai .id tapi agak mahal dikit. Kalau untuk instansi, sekolah, sudah ada peruntukannya masing-masing ya.

ekstensi domain


Memiliki Branding

Saya punya blog lain namanya cinematic.id, itu merupakan blog yang membahas dunia sinematografi. Namanya saya sesuaikan dengan ‘mau dilihat sebagai apa sih blog itu?’. Istilahnya sih, branding ya. Tentunya kita ingin dong punya keunikan atau ciri khas yang membuat blog kita, kitanya sendiri, atau produk kita mudah dikenali diantara jutaan blog di internet.


Misal kamu seorang traveler, sedangkan travelblogger tu banyaaak banget. Bisa kok pakai embel-embel nama ‘traveler’ di domain. Jadi orang langsung kebayang blog kamu itu isinya kurang lebih bakal kayak apaan. Yang pusing adalah ketika mau beli domain namun belum punya branding.


Seperti blog ini di 2015, bingung-bingung berkali-kali melakukan domain cek akhirnya pakai nama sendiri saja. Itupun engga mulus begitu saja, sebab nama Inayah sudah dipakai. Begitupun Innayah. Akhirnya innnayah dengan triple N deh yang saya beli dan alhamdulillah konsisten sampai sekarang memakai nama ini di segala lini sosial media.


Meskipun blog ini blog personal, memiliki branding juga penting loh. Saya pernah menulisakan mengenai pnegalaman ‘bagaiman blog baru lahir bisa mendapatkan sponsored post’. Kalau kalian mau baca bisa di bawah ini ya.


Baca: Mendapatkan sponsored post pertama 


Cek Harga Domain

Nah kalau sudah tahu alasan membeli domain, sudah tahu branding blog mau seperti apa, tinggal cari nih tempat yang jualan domain. Banyak banget asli mau yang lokal atau intrenasional. Saya sih beli lokal semua, biar mudah urusan pembayaran dan juga misal ada kendala apa-apa di kemudian hari.


Kamu bisa bandingkan layanan yang akan didapatkan tuh selain harga juga. Jangan lupa juga soal kredibilitasnya. Kemudahan penanganan kalau bisa yang bisa standby 24 jam ya. Tapi tenang kalau misal kamu sudah beli domain di lokasi A eh pas mau perpanjangan pengen pindah juga bisa kok. Nanti urus migrasi domain diantara 2 toko tersebut. Nah berikut ini adalah harga domain agar kamu sedikit mendapatkan gamabaran ya. Kita bisa lihat, domain termurah harganya segitu loh, hehe. Yokk gass,,,ternak blog.

harga domain termurah

Saran saya beli domain sendiri saja, urus sendiri, jangan beli di orang yang semacam reseller gitu. Segaptek apapun kamu, kurasa sudah banayk tutorial yang bakal nuntun sampai domain kamu online kok.

Setting dengan benar

Oiya blog ini awalnya blogspot, jadi enggak pakai hosting-hostingan. Buat yang belum tahu, hosting itu semacam rumah untuk file-file di blog kita. Kalau domain ya semacam alamat saja. Kalau blognya wordpress, harus beli hosting sendiri (dan ini ada biayanya). Saya pernah punya blog wordpress yang sewa hosting juga, lumayan repot sih. Karena kapasitas setiap saat bertambah dna minta diupgrade. Huhu biaya lagi deh.


Jadi ketika kamu mau membeli domain, pastikan dulu ya mau sama hosting atau tidak. Setelah itu ikuti saja step-step yang diberikan oleh penjual domain. Lakukan dengan benar, kalau ada apa-apa segera hubungi layanannya. Biasanya dalam sehari sudah bisa online kok, dan selamaaat datang di blogesphere! Happy blogging, keep sharing!

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature