Candy says #1

February 29, 2012

perjalanan masih panjang..untuk projek saya. . semangat...‘Bekerjalah engkau untuk kepentingan duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah engkau untuk kepentingan akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok’.


...yuk kembangkan pola pikir kita. Kecerdasan mah nomor dua ya..hehe..

(*mulai hari ini akan mengambil quotes dari bungkus permen)..;-)

Published with Blogger-droid v2.0.4

When.."This is not my passion"

February 28, 2012

Bersyukurlah bahwa kita tidak memiliki segala sesuatu yang kita inginkan,
karena jika sudah memiliki semuanya, apalagi yang kita inginkan?
.
Bersyukurlah jika kita tidak mengetahui banyak hal,
karena itu kesempatan untuk terus belajar dan menggali ilmu dan kebesaran-Nya..
.
Bersyukurlah untuk segala keterbatasan yang kita miliki,
karena itu memberikan peluang untuk terus mengembangkan diri..
.
Bersyukurlah untuk setiap tantangan yang kita hadapi,
karena itu memperkuat mental serta membangun karakter seorang juara sejati..
.
Dan bersyukurlah.. karena itulah kunci kebahagiaan sesungguhnya…

.saat kita diberikan cobaan dan ujian atau mendapatkan tugas yang sebenarnya kita tidak ada minat dan belum ada kemampuan dasar untuk itu, kita melihatnya sebagai hal yang buruk, padahal belum tentu seperti itu dan mungkin saja akan ada hikmah dan manfaat dari hal tersebut. Penglihatan manusia hanya sebatas ilmu yang mereka miliki, tidak lebih. Sementara yang namanya ilmu pengetahuan ini kan seluas langit dan bumi, bahkan lebih. Jadi mungkin saja dalam pandangan manusia cobaan yang diterimanya itu buruk, padahal menurut pandangan Allah SWT itulah yang terbaik, dan begitu juga sebaliknya. Dan Dia-lah yang paling mengetahui keadaan hamba-hambaNya. Hal ini bukan hanya pemikiran saya pribadi, tapi nyata telah dijelaskan oleh Allah SWT yang berfirman dalam Al-Qur’an:
.
“..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 216)
kemudian..
Rasulullah bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang rendah nikmat Allah SWT yang dilimpahkan kepada kalian” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

project #day3

sudah fix, gag jadi audit project saya. but..tyre construction at Resource and development. serasa dapat doorprize banget. secara saya gag pernah nyangka kesitu. yah..muungkin ini berkenaan dengan jawaban saya pas wawancara dulu kala itu.
ok..saya pun belum tahu projectnya bakal dapat apa..jalani saja. saya pasti bisa...

IPB student Dormitory (gimana sih kehidupan di asrama TPB IPB)

1 juli 2007, saat itu saya harus masuk asrama TPB IPB. rasanya berat sekali, saya tidak pernah jauh dari keluarga dan kampung halaman, dan kenapa harus di asrama sih?
singkat cerita, siang itu setelah registrasi mahasiswa baru, kita semua mahasiswa baru digiring ke asrama masing - masing dari gedung graha widya wisuda. Setelah antri panjang dan panas untuk pengambilan kunci, saya pun mencari kamar saya di gedung A1 kamar nomor 21 lorong 2. memasuki kamar, dan disana terdapat 2 tempat tidur tingkat, 4 meja belajar lengkap dengan lampu, dan 4 lemari. kenapa 4? karena 1 kamar ditinggali berempat. pemandangan keluar lumayan enak, karena kamar saya menghadap ke taman.

kalau yang dapat Rusunawa, bentuknya lebih mirip rusun. agak capek naik turun tangganya sih,,karena gda lift. Begini nih penampakanya
suasana kamarnya kurang lebih sama antara asrama lama dan rusunawa
seminggu di asrama masih pada nangis-nangis..apalagi di acara welcome party..huuu....setelah itu mulailah kuliah TPB, yang membuat kita lupa akan kangen lagi (mungkin).
kegiata asrama itu banyak, ada ngaji lorong. maksudnya tuh ngaji bareng teman2 se RT. oya saya belum jelaskan sistem pemerintahan di asrama ya. jadi di tiap gedung itu ada Lurah, dari anak asrama sendiri yang membawahi RT yaitu komandan lorong (lorong itu space antar kamar). nah, nanti tiap lorong ada pembinanya (kakak kelas) namanya SR (senior resident).
selain ngaji lorong, ada gathering , trus apel pagi. Ada juga jam malam...heheheh...namanya juga asrama.
serunya di asrama itu, saat ujian..belajar bareng-bareng, trus pas habis pada pulang kampung banyaakkk banget oleh-oleh dari seluruh nusantara. Program-program pengembangan budaya nya juga OK. gag nyesel masuk asrama...:).
ini foto saya bersama teman-teman saat iseng main kembang api pas bulan puasa..
ini adalah momen paling mengesankan (hahahha)..dimarahin SR. yang jelas, ikatan persaudaraan di asrama itu kerasa banget. persaudaraan antar suku, antar agama, ,,,


Gelisah saat ketinggalan hp? tanda tanda nomofobia



detikcom - Jakarta, Zaman sekarang, orang gelisah jika sehari tidak pegang ponsel itu sudah biasa. Namun bila sudah menampakkan tanda-tanda seperti ini, maka kecanduan ponsel sudah bisa dikategorikan gangguan mental seperti halnya orang takut ketinggian. Sebutan bagi orang-orang yang mengalami gangguan mental berupa takut berpisah dengan ponsel adalah nomofobia. Saat tidak memegang ponsel, ciri-ciri orang yang mengalami gangguan tersebut adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Health24 , Selasa (28/2/2012). Serangan panik Pusing, kepala berputar-putar Sesak napas Mual Keringat dingin Denyut jantung meningkat Gemetar Nyeri dada Perasaan gelisah pada pengidap nomofobia tidak hanya dialami saatbenar-benar berpisah dari ponselnya, tetapi juga saat berada di lokasi yang tidak ada sinyal. Kehabisan baterai dan lupa bawa charger atau berada di lokasi yang mengharuskan ponsel untuk dimatikan juga bisa memicu serangan panik. Ciri lain yang bisa diamati dari pengidap nomofobia adalah kecenderungan untuk selalu mengecek ponsel, padahal belum tentu ada panggilan atau pesan masuk. Begitu juga apabila dalam beberapa waktu ponselnya tidak berbunyi, pengidap nomofobia pasti akan menjadi panik dan gelisah.
Meski kelihatannya berlebihan, gangguan mental seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang langka. Sebuah penelitian dari SecurEnvoy.com membuktikan, 66 persen dari 1.000 responden yang disurvei menunjukkan gejala-gejala yang dikategorikan sebagai perilaku nomofobia. Berdasarkan usianya, nomofobia lebih banyak menyerang kaum muda dibandingkan orang dewasa. Gangguan ini dialami oleh 77 persen responden dari kelompok umur 18-24 tahun, sedangkan pada kelompok umur 25-34 tahun angkanya hanya sekitar 64 persen. Nomofobia juga lebih banyak dialami oleh perempuan dibanding laki-laki. Menariknya lagi, 41 persen pengidap nomofobia dihantui perasaat takut kalau sewaktu-waktu isi ponsel khususnya kotak pesannya diintip dan dibaca-baca oleh orang lain tanpa izin.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Pertolongan Allah dalam sidang iHisab

February 27, 2012

Saya selalu yakin bahwa setiap kejadian yang terjadi di dunia ini adalah bukanlah sebuah kebetulan, tapi ada Sang Maha Pengatur yang mengatur ini semua. kalau memang apa yang terjadi di dunia ini semuanya hanyalah kebetulan semata, lalu kenapa sudah ribuan tahun matahari tidak pernah secara kebetulan terbit di barat dan terbenam di timur? Atau kenapa tidak pernah secara kebetulan bulan muncul di siang hari dan matahari bersinar di malam hari? Saya yakin semua sudah ada yang mengatur, dari hal yang paling kecil dan sederhana hingga yang terumit dan terbesar sekalipun. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. Al-An’am [6]:59).
.

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

.
”Dan kunci-kunci semua yang ghaib ada pada-nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfuz)”


Dan bukankah Allah sendiri yang berfirman, bahwa :"Aku adalah seperti apa yang hamba-ku sangkakan kepadaku".
suatu kisah heroik, mengenai perjuangan seorang bani Adam As yang akan menyelesaikan masa studi s1 nya. Hari itu dia sidang skripsi jam 13.00. semuanya sudah ready, temasuk jaket almamater yang sudah dikenakannya. 1 jam menjelang sidang, suatu hal diluar batas kendali terjadi.
kondisi laptop 1 jam sebelum sidang skripsi
laptop yang berisi data dan program yang akan diujikan tiba-tiba rusak, dan mau tak mau harus mengambil hardisk di dalamnya. Bagaimana jika yang mengalami adalah bukan orang yang tangguh? sudah pingsan, pesimis, atau bahkan terpaksa membatalkan sidang. Tapi tidak dengan dia..dia berusaha sekuat usaha bersama rekan-rekannya. setelah itu, cobaan datang lagi kabel data tidak terdeteksi. dan ternayat dia lolos 2 cobaan itu. masih ada lagi cobaan yang ke-3. 10 menit menjelang eksekusi, power point blank..oh..jika bukan orang yang tangguh,,sekali lagi saya bilang ini. sudahlah..pending sidangnya.
2 jam kemudian, dengan senyum penuh kepuasan...usaha dan ketangguhanya hingga detik detik terakhir berbalas manis. Skripsinya dinilai A bahkan dosen yang menguji dan membimbing merasa sangat puas. 


semoga kisah nyata ini dapat memberikan ibrah atau pelajaran kepada kita semua, khususnya mengenai ketangguhan, ketenangan, dalam menghadapi suatu ujian. selain itu, kembali saya katakan, bahwa Allah adalah sesuai apa yang kita pikirkan. jika kita pikirkan Allah akan menolong kita, ya Allah juga akan menolong. Tapi kalau kita pesimis bahkan berburuk sangka kepada Allah...Allah akan demikian. 


Wallahu a'lam bishowab

Taruhan,,apapun alasanya Judi

February 26, 2012
coba perhatika 2 percakapan dibawah ini:
1. eh..tar kalo tim gw yang menang gw traktir loe,,tapi klo tim loe yang menang, loe traktir gw..setuju ga...?biar seru kita nontonnya
2. ok..guys, gw seneng banget nih,,hari ini. Tim favorit gw menang..sbg wujud kebahagiaan..gw traktir loe semua ..ya...

adakah perbedaan? sama-sama nraktir temen?
|| yang 1. .ada unsur taruhan..yang ke-2,,engga.|| Right answer

Judi atau taruhan didefinisikan sebagai transaksi atau permainan yang mengandung unsur spekulasi untuk menentukan nasib yang akan menguntungkan salah satu pihak dan menimbulkan kerugian di pihak lain. Kalau di dalam bisnis, seperti permainan bernama zero-sum game, yaitu keuntungan yang didapat berasal dari kerugian yang diderita orang lain. Jadi dalam zero-sum game, tidak ada ceritanya dua-duanya untung (win-win), yang ada satu menang satu lagi terkapar alias K.O. Misalkan, A mempertaruhkan Rp 50.000 dan B Rp 50.000 juga. Kalau A yang menang maka uang B akan jadi milik A sehingga B rugi, dan begitu juga sebaliknya jika A yang kalah maka dia yang akan rugi dan B untung.


“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berpahala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah [5]:90).


Masalah yang klise, namun terkadang kita bingung untuk mencari jawabannya. Ternyata, semua jawaban yang kita butuhkan sudah ada di dalam Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama paling sempurna yang mengatur seluruh bentuk kehidupan umat manusia, dari mulai tata cara beribadah sampai dalam hal berolahraga. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah [5]:3)

Saat Gerimis di Titik 0 Djogja


Di luar hujan deras, cb liatlah kluar, hitung ujannya tetes demi tetes... sebanyak itulah rasa rinduku pada  :D
0 km Jogja
ketika penat menghadang, pasti saya kangen dengan kota ini.  kata orang di sini telah tertanam damai
meski sulaman berbeda dan berbagai warna. 
lagu ini pas banget deh..nyanyiin bareng-bareng waktu perjalanan ke Jogja sama teman-teman, dan saat JOging di Alun alun Kidul dengar juga lagu ini. Pulang ke Kotamu (Ungu)

Bagaimana Mensyukuri Yang Banyak, Jika yang Sedikit Saja Tak Mampu

February 25, 2012
Orang yang bertelanjang kaki, karena tidak punya alas kaki mengatakan,"Saya akan bersyukur jika Rabb-ku memberiku sepatu." Tapiorang yang telah memiliki sepatu akan menangguhkan syukurnya sampai dia mendapatkan motor, mobil biasa, sampai mobil mewah. Kurang ajar sekali (mungkin saya sering begini, Astaghfirulloh...)
Kita mengambil kenikmatan itu dengan kontan,namun mensyukurinya dengan mencicil. Kita tak pernah bosan mengajukan keinginan-keinginan kepadaNya. Tapi perintah-perintah Allah yang ada di sekeliling kita lamban sekali dilaksanakan.
manusia yang seperti ini, hatinya hampa (pernah merasa?)..perasaannya kosong, tuduhan tidak senonoh ke Rabb-nya yang katanya tidak pernah memberi karunia yang besarlah, dll. Dia mengucapkan itu ketika badannya sangat sehat dan serba kecukupan. Dalam kemudahan yang baru seperti itu saja dia sudah tidak bersyukur. (Dia disini bisa berarti saya, Anda..jika merasa). Lalu bagaimana jika hartanya melimpah, rumahnya indah, sampai menyita waktunya?

Life is Colourfull

Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah:"sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang saleh. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karuniaNya,mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). QS. At-Taubah 75-76 

Syair for Weekend (week 7 of 48)

kehidupan dunia ini sebenarnya tidak berhak membuat kita bermuram durja, pesimistis, dan lemah semangat. sebuah syair mengatakan:

Hukum kematian manusia masih terus berlaku,
karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi.
Adakalanya seorang menjadi penyampai berita,
dan esok hari tiba-tiba menjadi bagian dari suatu berita,
ia dicipta sebagai makhluk yang senantiasa galau nan gelisah,
sedang engkau mengharap selalu damai nan tentram.
Kehidupan adalah tidur panjang, dan kematian adalah kehidupan,
maka manusia di antara keduanya. dalam alam impian dan khayalan
maka, selesaikanlah segala tugas dengan segera, niscaya umur umurmu akan terlipat menjadi lembaran-lembaran sejarah yang akan ditanyakan.
Sigaplah dalam berbuat baik laksana kuda yang masih muda,
kuasailah waktu,karena ia dapat menjadi sumber petaka
Dan zaman tak akan pernah betah menemani Anda, karena ia akan selalu lari meninggalkan Anda sebagai musuh yang menakutkan dan karena zaman memang dicipta sebagai musuh orang-orang betakwa. 
Horse at Bromo Montain

La Tahzan

Institut Per-enterpreneuran Bogor (IPB)

Nasi Bakar "Sarjana"
Published with Blogger-droid v2.0.4



Sabtu ini saya mengunjungi kedai Nasi Bakar "Sarjana" pu nya teman saya di wilayah bateng, IPB Darmaga. Ternyata disana bertemu juga dengan kawan-kawan sekelas waktu kuliah (beberapa bulan yang lalu). Bercerita tentang banyak hal. Salah satunya tentang "wirausaha". Diantara teman sekelas, ada yang sudah buka warung seperti ini, ada yang buka bimbel, laundri, budidaya jamur, pakaian, kendi, MLM, dll..

subhanalloh,,,senang rasanya, melihat mereka yang gigih berusaha selagi muda. Dan untuk saat ini mungkin saya tidak ke arah situ dulu (menyelesaikan tanggung jawab di jalur lain). 

Memang, di IPB sendiri "jiwa wirausaha" sudah dimunculkan sejak tingkat 1 dengan mata kuliah kewirausahaan. belum lagi, budaya usaha yang sudah dimulai sejak zaman masuk asrama. berjualan di kelas,  bazar, dsb. Lingkungan IPB memang sangat membuat mahasiswa "tidak malu" untuk berdagang mulai yang kecil-kecilan hingga banyak yang sudah sukses. 
contoh yang paling ekstrim adalah Elang Gumilang mahasiswa sekaligus direktur utama sebuah pengembang perumahan. Dan itu sebuah usaha dengan prestasi mengesankan: berhasil membangun lebih dari seribu rumah sederhana di empat proyek perumahan di Kabupaten Bogor. Bermodal awal Rp 300-an juta, kini nilai proyek Elang Group terbang menembus Rp 17 miliar. yang berawal dari berjualan donat, sepatu, minyak goreng, dan barang elektronik. 


Menghidupkan Tradisi di Tanah Rantau Ala Mahasiswa Pekalongan IPB

ketika harus menuntut ilmu di tanah rantau, meniggalkan kampung halaman, terkadang ada perasaan was was. Budaya kota besar mudah sekali masuk, bercampur, dan lalu menghilangkan budaya yang sudah di kenal sejak lahir. Misalnya, tak jarang mahasiswa yang terbiasa menggunakan beberapa kata dalam pergaulan di tanah rantau, terbawa saat dia balik ke kampungnya. Budaya asli, lupa.

Mempunyai ikatan mahasiswa di kampus yang kita masuki, adalah hal yang sangat sangat "sesuatu". saat datang pertama, tak perlu celingak celinguk, langsung punya banyak saudara. saat susah ini, susah itu, teman se daerah biasanya lebih dekat.

project #day2

nganggur, gag jelas..belum dibagikan ke mentor.

yang jelas sih, gag boleh cengengesan dan bareng2 kayak anak sekolah lagi.

kami hanya korban sistem

Famous? so...

February 24, 2012

Banyak orang ingin dikenal dan dihormati, tapi lupa mempersiapkan manfaat apa yang akan dia bagi.


bener ga? mari kita renungkan


Published with Blogger-droid v2.0.4

Book cover

this is from old book


Published with Blogger-droid v2.0.4

CRISIS = DANGER + OPPORTUNITY

February 23, 2012

“When written in Chinese, the word crisis is composed of two characters. One represents danger, and the other represents opportunity!”
life is lik chocolate
.
Kalimat di atas diucapkan oleh Presiden Amerika Serikat ke-35, John Fitzgerald Kennedy (JFK), saat menyampaikan pidato di negara bagian Indianapolis. Dalam bahasa China, kata crisis diwakili oleh kata wei jisementara kata dangerdiwakili oleh kata wei xian dan kata opportunity diwakili oleh kata ji hui. Mungkin dari situ Presiden Kennedy mengambil kesimpulan bahwa kata crisisatau “wei ji” adalah gabungan antara “wei” dan “ji”. Dalam menanggapi masalah linguistik ini, ada pihak yang pro dan tidak sedikit yang kontra. Tapi terlepas dari itu semua, kalimat ini semakin sering digunakan oleh berbagai kalangan hingga kini.
Tentang sebuah Proyek yang ada di hadapan saya .. saya pribadi setuju dengan apa yang disampaikan JFK. Saat menghadapi suatu krisis, memang benar bahwa itu adalah suatu ancaman yang berbahaya, namun juga harus dilihat bahwa selalu ada suatu opportunity atau kesempatan di balik itu semua, dan sudah banyak contohnya. Suatu krisis bisa menghasilkan peluang bagi orang-orang yang tetap optimis dan berpikir positif. Bukankah Allah SWT juga menyuruh kita untuk selalu optimis? “Sesungguhnya Allah mencintai sikap optimis dan membenci sikap putus asa” (Al Hadits). 
Pada akhirnya, tulisan ini saya tutup dengan mengutip Al-Qur’an Surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 yang berbunyi: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
.
Ini adalah salah satu ayat favorit saya karena sangat powerful, selalu mendorong kita agar berfikir positif kepada Sang Pencipta, memahami bahwa akan ada kemudahan setelah kesulitan, dan yang paling penting adalah yakin bahwa akan ada peluang di balik krisis. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa kemudahan akan datang setelah kesulitan. Berarti kalau dianalisa, kesulitan adalah sumber kemudahan. Jadi, saat kita mengalami masa krisis dan kesulitan, kita harus yakin bahwa tidak lama lagi kemudahan dan kebahagiaan akan datang, asalkan tetap optimis dan berpikir positif. Jadi, apakah kita masih berpikir bahwa krisis, apapun bentuknya, adalah suatu yang menakutkan?
Wallahu’alam bishshawwab.

Thanks to Notes From Qatar...inspire again for my life today
.



Project #day1

topik sudah ditentukan, audit energi lagi. hanya itu yg bisa saya tulis...saya sedang capek

Beautifull sunrise

Published with Blogger-droid v2.0.4

I like drawing

February 22, 2012

i like drawing. i like colour


Published with Blogger-droid v2.0.4

Peringatan Maulid Nabi SAW Pekalongan Untuk NKRI (cinta Tanah air bukan basa basi)

February 21, 2012
Keyakinan saya adalah sah - sah saja memperingati maulid nabi. Selama itu masih dalam koridor agama..dan untuk kemaslahatan ummat islam, bangsa dan negara..why not? untuk apa berseteru.."eh kamu sesat tuh ,,ngrayain maulid nabi"...yang ada malah NKRI bisa pecah, dan Citra Islam semakin jelek..

OK...saya akan bahas peringatan maulid nabi di Pekalongan yang kali ini luar biasa. sangat menyita perhatian, karena mencakup beberapa elemen, mulai dari ulama, pemerintah, hingga aparat. owoouww ada apa?..begini ceritanya.
Nabawi mosque


Maulana Habib Luthfi bin Hasyim bin Yahya Pekalongan akan menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi SAW akbar. Acara tersebut akan diselenggarakan pada Kamis, 22 Februari 2012 di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan. Alamat Jl. Dr. Wahidin 70 Kota Pekalongan, email: kanzus@sholawat.com.
Maulid Nabi tahun 2012  ini mengambil tema, “Dengan Maulid Nabi kita perkokoh Persatuan, Kesatuan dan Keutuhan NKRI, Kadar bobot cinta kepada Bangsa tergantung cinta kepada Tanah Airnya dan NKRI bukan basa basi.
Untuk memeriahkan acara tersebut,  Panitia mengagendakan beberapa acara, diantaranya; Khotaman Al-Qur’an di Makam Habib Thoha, Ciledug Cirebon (11-12/2/12), nikah massal (20/2/12), Kirab Merah Putih (20/2/12), pawai panjang jimat (20/2/12), karnaval mobil hias batik (20/2/12), musik gambus (21/2/12), maulid Nabi SAW (22/2/12) dan lain-lain.
Acara yang diketuai oleh Letkol Inf. Sapriadi, SIP. ini akan didatangi oleh puluhan ribu muhibbin dari berbagai daerah. Sehingga jauh-jauh hari sudah dipersiapkan dengan matang.
Tak heran seluruh hotel dan tempat penginapan di Kota Batik ini habis ludes dipesan sebelum hari H. Tak hanya itu saja, biasanya masyarakat pekalongan juga mendapatkan berkahnya maulid karena dagangannya laris manis di borong jamaah.
Salah satu panitia bidang kesekretariatan mengatakan, “Kita sedang mempersiapkan kelengkapan surat-surat yang masih diperlukan”.
“Semoga pelaksanaan acara lancar dan sukses serta mendapatkan berkah Maulid Nabi, imbuhnya. Info selengkapnya lihat website: www.maulidkanzus.blogspot.com [ch]
luar biasa bukan?...acara yang seperti ini gag perlu lah dicibir.."EH LU SESAT"...selow..lihat dong kemaslahatan yang dihasilkan....
saya bangga menjadi umat Rasulullah, dan saya akan tetap memperingati maulid Nabi..

27 Rabiul Awal

February 20, 2012
Today 27 Rabiul Awal

23 tahun yang lalu, saya lahir kedunia. Dengan melewati 9 bulan yang berat bagi ibu saya..

Alhamdulillahirabbil'alamin ala kullli hallin...

sungguh besar nikmatmu ya Allah...yang Kau berikan atasku...

Doa Ibu

Percakapan singkat saya dan Ibu saya lewat sms:

saya: mohon doa untuk projek akhir minggu depan..

Ibu: selalu aku doakan setiap waktu

entah kenapa balesan sms itu langsung membuat saya terharu, mengharu biru..
oh,,betapa ibu tak pernah bosan...padahal mengurusi saya dari kandungan, sudah ngerepotin karena ibu selalu mual.

ketika sudah lahir, sering rewel..mengganggu ibu kalau kerja atau tak mau ditinggal

agak besar, malas kalau disuruh suruh malah banyak nyuruh..

selalu ngerepotin...

dapat saya pastikan, lebih menang Ibuku..kalau mau bicara frekuensi doa mah...

padahal..ibu itu keramat,,doanya manjur...

Ya Allah..ampuni dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka,,sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil. Ya Rabb..biar aku yang menanggung atas dosaku, jangan kau timpakan juga untuk kedua orang tuaku. Ya Rahiim..siapkan mahkota untuk mereka,,siapkan istanaMu untuk mereka..amien..

Menikah muda? Kenapa tidak..



Ide penulisan artikel ini berawal dari sebuah status saya di facebook seperti ini:

‎:: sdh ada 3 undangan walimah nikah teman saya unt bulan depan,,ayoo..ada lagi ga? ;-) ::

Lalu, ada komentar adri teman-teman saya kurang lebih seperti ini:

Iqbal: Saya udah dapet 4 undangan Rul,,
Hahahhahah

Afni: saya insya Allah awal april yaaa :D

(UWOOOO...brarti nambah lagi nih teman yang mau nikah)

Padi :  nikah muda, garden party, undangan terbatas, make up minimalis, gaun putih sederhana, dst...(impian pernikahanya pokoknya.. :-) )
Muslim Wedding


Luar biasa......lalu saya baca sebuah buku dan mengutip isinya berikut ini..

Sebetulnya agak kurang pas kalau saya membahas tentang pernikahan, karena saya sendiri belum menikah, jadi tidak bisa bercerita pengalaman. 
 Sudah kodratnya bahwa kita diciptakan berpasang-pasangan. Secara fisik dan fungsional, laki-laki adalah pasangan wanita. Jika mereka tidak berpasangan (dalam artian laki-laki berpasangan dengan laki-laki dan wanita dengan wanita), maka hasil akhirnya adalah masalah, baik secara individual maupun sosial. Mengapa demikian? Karena memang sudah kodratnya seperti itu. Itulah fitrah manusia yang memang harus berpasangan. Begitulah kesempurnaan Sang Pencipta mendesainnya.

“Dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.” (QS. An Najm [53]:45)
“Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan.” (QS. An Naba [78]:8)
“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuara [42]:11)

Menikah itu bukan hanya sekedar menyatukan dua insan atau menyambung silaturahmi dua keluarga, tapi hukumnya adalah ibadah. Itulah sebabnya Rasulullah menganjurkan untuk menikah dan dalam salah satu haditsnya beliau mengatakan bahwa orang yang menikah itu telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena sesuatu yang tadinya haram dilakukan sebelum menikah maka menjadi halal hukumnya setelah menikah. 

Menikah Muda
Setelah sudah mantap untuk menikah, lalu pertanyaan selanjutnya adalah, siapkah kita menikah di usia muda? Jawabannya pasti macam-macam, ada yang bilang “Wahhh belum kerja nih Pak!” atau “Belum siap lahir batin Om!” atau “Mau ngasih makan istri apa nanti?”, dan berbagai jawaban defensive lainnya. Tapi sepengamatan saya jawaban yang paling banyak adalah karena merasa belum ada rezeki yang cukup untuk membiayai hidup setelah pernikahan.
.
Kalau menurut saya, jangan takut untuk menikah, biar urusan rezeki nanti Allah SWT yang atur. Bukankah Dia Sang Maha Kaya? Dan banyak orang-orang, termasuk teman saya yang justru rezekinya bertambah setelah menikah, dan orang-orang yang masih takut menikah tetap seperti itu aja hidupnya, stagnan.
.
Berbicara mengenai usia menikah muda itu relatif. Kalau menurut UU Kepemudaan, seseorang dikatakan pemuda/i itu sampai batas umur 30 tahun. Tapi kalau menikah pada saat 30 tahun, itu jelas bukan di usia muda lagi. Makanya usia muda itu bermacam-macam penafsirannya, bisa saja berarti usia produktif (17-35 tahun), atau usia subur (20-30 tahun), atau bisa juga usia remaja (15-25 tahun). Tapi, dalam konteks ini, orang banyak mempersepsikan kurang lebih di kisaran umur 17-23 tahun.
.
Apa menikah muda itu enak? Hampir 90% dari orang yang menikah di usia muda memberikan jawaban enak, bahkan ada yang bilang enak banget. Saya juga melihat dari beberapa teman-teman yang sudah menikah si emang enak kayanya. Berikut beberapa pendapat pribadi saya mengenai keuntungan dan kerugian menikah muda, boleh setuju boleh enggak :)
.
Keuntungan:
1.     Usia yang produktif. Umur 17-23 tahun adalah masa-masa full of energy and full of power! Hehehe.. Makanya mengapa kalangan medis menyebutkan bahwa usia 20-an adalah saat terbaik untuk bereproduksi karena keadaan sang Ibu dalam kondisi prima. Pada usia ini kemungkinan melahirkan anak yang lucu, montok, sehat dan imut sangatlah besar. :)
2.     Berpahala. Menikah itu menghindarkan kita dari perbuatan zina serta memberikan suatu media yang legal dan halal untuk menyalurkan kebutuhan biologis, yang dulu kalau sebelum nikah haram dilakukan tapi setelah menikah menjadi halal. Setelah menikah, istri yang patuh kepada suaminya pun akan mendapat pahala, dan hal-hal baik lainnya
3.           Membawa keberkahan. Menikah akan mendatangkan keberkahan dari Allah SWT, Insha Allah rezeki bertambah, hidup semakin bahagia, dll
4.     Mempunyai tempat sharing dan berbagi. Manusia pasti membutuhkan teman berbagi dalam suka dan duka. Nah, kalau sudah punya suami atau istri kan enak, bisa saling cerita dan saling support jika ada masalah. Selain itu, bisa saling tukar ilmu dan diskusi, dan bukan hal yang mustahil dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing, bisa membuat suatu usaha. Misalkan sang suami jago bisnis dan marketing, sementara sang istri jago masak. Hasil akhir? buka restoran.
5.     Hati menjadi tenteram dan penuh kasih sayang. Istri dan anak adalah penyejuk hati. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. 30: 21).
6.     Menjadikan pribadi lebih dewasa. Banyak kita melihat adanya perubahan perilaku dari orang-orang yang telah menikah menjadi lebih dewasa, bertanggung jawab dan berkomitmen di dalam hidup. Sahabat kecil saya yang sekarang sudah menikah dan punya anak, kelakuannya sudah lebih baik dan berbeda dibandingkan dulu yang suka “loncat loncat”. Dalam bahasa Al-Qur’an pun, pernikahan disebut sebagai mitsaqan ghalizha atau “perjanjian yang kuat dan berat”. Pernikahan bukan sesuatu yang main-main, tanggung jawab bagi kedua belah pihak semakin bertambah.
7.     Saving money. Dengan menikah di usia muda, kemungkinan selamat dari penghamburan waktu dan uang sangat besar. Biasanya kalo masih single pas malam minggu hang out bareng temen-temen dan banyak menghabiskan uang, tapi kalau sudah berkeluarga mending nonton DVD dirumah bersama anak dan istri sambil makan jagung bakar.. oohhh so sweetttt
8.     Ada yang ngurusin hehehe.. ini mungkin terlihat hal sepele, tapi ngaruh juga.
Lalu apa kerugian menikah muda?
1.     Ego masih besar. Orang-orang yang masih di kisaran umur 17-23 tahun mayoritas adalah ABG yang baru beranjak dewasa alias ababil (ABG labil), dimana tingkat kematangan belum stabil dan gejolak emosi masih membara. Jadi kalau antara suami istri tidak pandai mengatur emosi, dan dua-duanya sama-sama keras, maka jadinya batu lawan batu, alias pecahhhh!
2.     Waktu untuk diri sendiri jadi berkurang. Kalau dulu mungkin sering nongkrong-nongkrong, sekarang sudah beda. Kemana manapun tidak bisa sebebas dulu. Contohnya teman kampus saya di sini. Dulu katanya waktu muda senang mengembara, sekarang sudah tidak memungkinkan sebebas dulu.
3.     Mengorbankan beberapa cita-cita. Dulu sewaktu belum menikah, mungkin ibaratnya kita mau menjelajah dunia, mau kuliah disini, mau kerja di negeri sana, dll. Saat sudah menikah, tentunya sebelum kita memutuskan melakukan sesuatu, ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan, dan ada kemungkinan beberapa cita-cita kita harus ada yang dikorbankan demi kepentingan keluarga.

Inspired by: Notes From Qatar

semoga..tulisan ini bisa bermanfaat.. :-)

Go Enterpreneur (menjemput Rizki)


“9 dari 10 Pintu Rezeki itu berasal dari Perniagaan (Perdagangan)”
Nabi Muhammad SAW
Sebelum saya berbicara mengenai entrepreneurship, kita harus mengenal dulu mengenai konsep rezeki. Dengan mengetahui hal ini, maka akan jelas mengapa dengan menjadi seorang entrepreneur itu akan lebih banyak membuka pintu rezeki dan sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa 9 dari 10 pintu rezeki itu berasal dari perdagangan. Perdagangan disini tentunya bermakna wirausaha, berbisnis, berjualan, dsb
Kerja keras
.
Ada Tiga Tipe Rezeki:
1. Rezeki yang dijamin
Allah SWT telah menjamin rezeki bagi setiap makhluk ciptaan-Nya. Seluruh makhluk hidupnya, dari manusia hingga binatang terkecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, semua sudah ada bagian rezekinya.
.
Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin oleh Allah rezekinya. Dia Maha Mengetahui tempat kediamannya (dunia) dan tempat penyimpanannya (akhirat). Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).” (QS. Huud [11] : 6)
.
Jadi disini ibaratnya, masing-masing kita ini sudah punya rezeki yang dijatah oleh Allah SWT. Jadi, kita tidak perlu risau dan khawatir takut ga kebagian rezeki. Kalau kata Imam Ibnu Athaillah dalam kitabnya al-Hikam, “Jangan merisaukan apa yang sudah dijanjikan Allah kepada kita. Tetapi, risaukanlah jika kita lalai menjalankan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada kita.”
.
2. Rezeki yang digantungkan
Ini adalah jenis rezeki yang kedua. Yaitu, rezeki yang digantungkan. Seperti yang sudah dibahas di atas bahwa Allah SWT telah menjamin rezeki bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Tapi, manusia juga wajib untuk MENJEMPUT jatah rezekinya tersebut. Contoh mudahnya adalah, Allah SWT memberikan rezeki kepada singa setiap harinya. Namun Dia tidak serta merta melemparkan daging rusa ke kandang singa. Singa itu sendiri lah yang harus berusaha keluar kandang dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya.
.
Kalau singa aja gitu, gimana kita manusia? Kita diberikan seperangkat potensi yang sangat dahsyat untuk mencari rezeki. Kita punya otak untuk berpikir, kaki untuk berjalan dan tangan untuk berusaha. Semakin keras kita berusaha mendapatkan jatah rezeki kita, semakin maksimal kita akan berhasil mendapatkan semuanya. Tapi kalau kata Ust. Yusuf Mansur, kerja keras saja tidak cukup, harus ditambah dengan cerdas dan ikhlas. Kerja keras adalah tugas fisik kita, kerja cerdas adalah tugas akal kita, dan kerja ikhlas adalah tugas hati kita.
.
3. Rezeki yang dijanjikan
Nah kalau rezeki model ini ada hubungannya dengan sedekah (my fave topic!). Semakin banyak kita bersedekah maka akan semakin banyak rezeki yang mengalir ke kita, minimal 10 kali lipat. Al-Quran menegaskan, “Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat sepuluh kali lipat amalnya..” (QS. Al-An’am [6]: 160).
.
Bahkan di surat lain, Al-Baqarah, Allah berjanji akan membalas sebanyak 700 kali lipat! Canggih! Coba disimak baik-baik: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 261)
Robert Kiyosaki dalam bukunya yang sangat terkenal “Rich Dad Poor Dad”,menjelaskan bahwa ada 4 tipe orang dalam cashflow quadrant, yaitu Employee, Self-Employed, Business owner dan Investor. Kuadran 1 atau orang yang bekerja untuk uang diisi oleh Employee dan Self-Employed. Sedangkan Kuadran 2 atau uang yang bekerja untuk orang diisi oleh Business owner dan Investor. Dari kedua kuadran tersebut, secara jelas Kiyosaki mengatakan bahwa orang-orang yang berada di kuadran ke dua lah yang bisa menjadi orang yang kaya. Jadi, ya kalau bukan menjadi Business Owner berarti menjadi Investor, baru orang tersebut bisa menjadi kaya.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. David McCelland dari Harvard University dalam bukunya “The Achieving Society”, suatu negara dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan jika minimal 2% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha. Hal itu berarti, Indonesia membutuhkan paling tidak sekitar 5 juta dari 230 juta penduduknya untuk menjadi seorang pengusaha. Namun ternyata fakta yang ada seperti jauh api dari panggang. Menurut data yang disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, jumlah total pengusaha Indonesia saat ini adalah “hanya” sekitar 450.000 pengusaha atau 0.2% dari jumlah penduduk Indonesia. Sebagai perbandingan, Amerika memiliki pengusaha lebih dari 11 %, Singapura 7,2%, Jepang dan China lebih dari 7%.
.
Dengan demikian, kalau menurut teori Kiyosaki, ada sekitar 99.8% penduduk Indonesia yang berada di kuadran pertama (Employee dan Self-Employed) dan 0.2% penduduk Indonesia yang berada di kuadran kedua. Ini berarti, sebanyak 450.000 (0.2%) penduduk Indonesia itu menguasai lebih dari 90% pintu rezeki dan sebanyak 229.6 juta (99.8%) penduduk hanya mendapatkan “sisa” pintu rezeki yang tinggal 10% saja. Sepertinya tidak adil ya, tapi memang seperti inilah kondisinya.
.
Faktor lingkungan dan pendidikan mempengaruhi seseorang untuk menjadi apa dia ke depannya. Salah satu dedengkot pengusaha Indonesia, Bapak Ir. Ciputra dalam suatu kesempatan pernah mengatakan bahwa akar dari kemiskinan Indonesia bukan semata karena minimnya akses pendidikan, melainkan karena sistem pendidikan di negara ini tidak mengajarkan dan menumbuhkan jiwa entrepreneur dengan baik. Pendidikan tinggi Indonesia lebih banyak menciptakan sarana pencari kerja dibanding pencipta lapangan kerja. Sistem pendidikan Indonesia yang banyak mengandalkan sistem belajar pasif (guru menerangkan dan murid mendengarkan) memberikan dampak yang cukup signifikan untuk membuat masyarakat Indonesia menjadi tidak kreatif dan produktif, dan hanya terbiasa mengandalkan makan gaji. Negara ini banyak mencetak begitu banyak sarjana yang handal dengan kemampuan akademisnya, namun tidak handal menjadikan mereka lulusan yang kreatif yang dapat menciptakan lapangan kerja. Akibatnya, pengangguran terdidik di Indonesia semakin besar setiap tahunnya. Too bad!
.
Saya pun, dan anda mungkin juga pernah mengalami ditanya oleh teman saat masih kuliah. Pertanyaaannya kurang lebih seperti ini, “nanti kalau lulus mau ngelamar kerja dimana?” saya sering menjawab, “Insya Allah mau buka usaha sendiri, mau berbisnis”. Tapi respon yang didapat, “kan bisnis butuh modal?” kata saya, “iya bener, tapi modal tidak selalu uang kan? bisa juga modal berbentuk ide dan gagasan. Bahkan, modal dengkul pun bisa!”. Untuk modal yang terakhir (dengkul), Bob Sadino adalah contoh ter-gress!
.
Jadi, dengan kondisi yang telah dijelaskan di atas, saya mengajak kepada teman-teman semua para generasi muda untuk menjadi seorang entrepreneur! Mengapa harus generasi muda? Karena generasi muda yang bertanggung jawab untuk membawa kemajuan suatu bangsa. Maju atau mundurnya suatu bangsa di masa yang akan datang dapat dilihat dari kondisi kaum mudanya pada masa sekarang ini.
.
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa masa muda adalah masa hura-hura. Lebih tepatnya, “Muda foya foya, tua kaya raya, mati masuk Surga”. Siapa yang tidak ingin dengan kondisi seperti ini? Semua orang pasti menjawab, “Yes, I want!” Tapi sayangnya pepatah seperti ini menyesatkan. Tidak akan ada cerita jika di awal (masa muda) kita berfoya-foya, maka di masa tua kita akan kaya raya dan selanjutnya mati masuk surga hehehe. Kenapa? Karena inputnya saja sudah salah. Ibarat blender juice, kalau kita memasukkan jeruk ke dalam blender, maka yang keluar adalah jus jeruk dan bukan jus apple.
.
Seharusnya kalimat yang benar, kata foya-foya diganti dengan kata berkarya sehingga menjadi “muda berkarya, tua kaya raya, mati masuk Surga”.Berkarya disini bermakna luas, dan salah satu cara untuk bisa berkarya adalah dengan menjadi seorang entrepreneur. Menjadi seorang entrepreneur akan memberdayakan kemampuan potensi kita dan juga memberdayakan orang lain. Bukankah Rasululah SAW pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling  bermanfaat bagi sesama” (HR. Thabrani). Dengan kata lain, menjadi entrepreneur memberikan kesempatan yang lebih besar kepada kita untuk dapat berkontribusi kepada Ummah, bangsa dan negara.

Reblog From: http://muhammadassad.wordpress.com/2010/04/04/ayo-menjadi-entrepreneur/ (terispirasi setelah membaca Bukinya Notes From Qatar)


Auto Post Signature

Auto Post  Signature