Top Social

[Review Buku] Rahvayana, Aku Lala Padamu

August 31, 2014

Aku nyerah. Bendera putih. Lambaikan tangan ke kamera. Surealis. Lebih surealis dibandingkan penulis Jepang Haruki Murakami. 

Kita dibawa dalam dunia antah berantah tanpa setting waktu, tempat, penokohan, melayang bebas. Aku gagal paham dengan buku ini. Tapi CD nya bagus. Bisa dinikmati musiknya, meski liriknya juga rada nggak ngerti.

       
Judul: Rahvayana, Aku Lala Padamu
Penulis: Sujiwo Tejo
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2014
Jumlah halaman: 244 halaman

Rahvayana itu kumpulan surat Rahwana ke Sinta. Tapi bukan Rahwana yang di wayang itu. Ini Rahwana dan Sinta yang entah di jaman apa, bisa kemana-mana, lari telanjang di dubai. Oiya ini buku dewasa ya..jangan heran kalau ada kata-kata yang rada dewasa. 
Aku terbawa dan terjangkiti gelembung rahwana hingga membacanya, tapi nampaknya gelembung rahwana tak mampu menembus relung hatiku dan neuron otakku karena aku masih terlalu kekanak-kanakan untuk memahamai bahasa dalang Sujiwo Tejo.
    
Musiknya asik,,,instrumental yang terasa mewah. Tapi jangan coba menghafal liriknya. Sekali lagi ini bahasa dalang, bukan bahasa dewa atau bahasa campursari.
Cukup 2 bintang untuk Rahvayana. Aku tak bisa menjangkaumu.



[Review Film] Lucy (2014) Sci-fi action

August 30, 2014
Ini film dewasa dengan darah dimana-mana. Waspadalah bagi kamu yang gampang mual. Nggak lebay, tapi pas di bisokop perutku perih banget. Setidaknya selama nonton berusaha khusyuk, nggak pakai teriak-teriak seperti kebanyakan cewe-cewe tadi. Aseli ngilu lihat pembedahan-pembedahan gitu. Oiya Lucy ini untuk kategori film dewasa lho ya, walaupun pas beli tiket nggak pakai ditanyain KTP seperti pas mau nonton The Raid 2. 

Ceritanya, Lucy yang diperankan Scarlett Johansson ditipu oleh seorang pria yang baru dikencaninya di Taipei. Dia terjebak dalam gengster penyelundup narkoba. Yang bikin ngilu, ada narkoba jenis baru yang dititipkan dalam perut Lucy. Operasi dilakukan tanpa sepengetahuan Lucy. Jedarrr..Jackpot..ada adegan yang bikin cewe-cewe tutup mata pas Lucy sadar perutnya diperban. Masalahnya bukan disitu saja. Ada kelompok gengster lain yang menangkapnya, perut Lucy ditendang. Plastiknya bocor, si narkoba bertaburan ke perut Lucy...dan masuk ke sel-selnya. Lucy jadi makhluk jadi-jadian. Makhluk super, lebih super dari Spiderman..atau ultraman (kupikir). Lucy bisa membuat kapasitas otaknya melebihi 10%. Di film itu dijelaskan lewat seorang profesor bahwa selama ini manusia hanya memanfaatkan kapasitas otaknya sebesar 10%. Lebih dari itu, manusia bisa mengendalikan otaknya..metabolismenya tentu..dan mengendalikan lingkungannya. Kalau 100%, si profesor tidak bisa menjawab. 

Alur film ini OK banget, nggak ketebak. Lucy tidak hanya menyajikan adegan tembak-tembakan atau pukul-pukulan melainkan juga sebuah cerita. Sisi humanisnya dapet..sisi sci-finya dapet..sisi actionnya dapet..sisi hiburan 'mata'nya dapet. Kata temanku.."Scarlett seksi banget, Megan Fox kalah deh". Yaiyalah..'penampakan' Scarlett Wow banget di sini. hahahah...if you know that i mean. 

Aku sempet mikir, kalau mau nyelundupin narkoba di perut bukannya harusnya packagingnya khusus ya..nggak pakai plastik yang mudah robek gitu. hehe sudahlah. Pesan yang ditangkap dari film ini, ya..kita jangan mudah percaya sama orang...dan kita harus tahu tujuan hidup kita. Kita harus mewariskan segala pengetahun yang kita punya. Nonton Lucy, aku jadi makin sadar bahwa kematian itu cepat atau lambat akan segera datang. 
Lucy (2014) dapat 4 bintang deh...meskipun habis nonton film ini aku harus minum obat magh. I'M EVERYWHERE kata Lucy. Samsung everywhere di Lucy 2014. Segala macam jenis handphone pemainnya, televisi, laptop, printer, handycam...hahahah untung senapannya bukan samsung.






[Review Book] I'm Malala

August 29, 2014
Reading book I'm Malala made me realize, that I should be grateful born and raised in Indonesia. Although i’m a Muslim woman, I am free to go anywhere, can go to school since Kindergarten to college and be a woman engineer. After graduation I can work and independently. I became free of wearing clothes that I like, listen to music and watch TV and movies that I want. 
Saya membaca yang versi terjemahan Bahasa Indonesia terbitan Mizan. Terjemahannya sangat bagus, bahkan saya merasa tidak sedang membaca buku terjemahan. Memang berat sih baca buku ini, tapi selalu menarik untuk diikuti. 

Judul: I Am Malala, Menantang Maut di Perbatasan Pakistan-Afghanistan
Penulis: Malala Yousafzai dan Christina Lamb.
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno.
Penerbit: Mizan
Tahun terbit: 2014
Jumlah halaman: 383

Tidak ada satupun anak yang bisa memilih orang tua yang melahirkannya, serta dimana dia ingin dilahirkan. Malala lahir dalam keluarga sangat sederhana di Pakistan saat kondisi negara itu berada dalam politik yang penuh suap. Keamanan tidak bisa dijamin oleh tentara negara, pun dengan kebebasan bergerak bagi kaum perempuan. Alasannya, penegakan syariat Islam. Militan dimana-mana, propaganda, Kalashnikov, bom bunuh diri..menempa Malala. Dia sejak lahir diajarkan ayahnya agar menajdi perempuan yang berani, mandiri, dan berpendidikan. 
Dalam sinopsis di belakang buku ini, tertulis "Namaku Malala. Saat aku lahir, para tetangga bersimpati pada ibuku, karena melahirkan anak yang tak bisa meneruskan nama keluarga. Tapi bagi ayah, perempuan ataupun lelaki sama. Sama-sama berhak tumbuh dan dididik setara. Namun, perang dan kekerasan antara militan Taliban dan militer Pakistan memusnahkan kesempatan itu. Kami, anak-anak, perempuan dan penduduk sipil berada di antara dua kekuatan yang berebut kekuasaan. Aku dan ayah berusaha melawan, melalui satu-satunya cara yang kami bisa, pena dan suara. Hingga tiga tembakan di siang yang panas berusaha membungkam suara kami. Mereka bilang, aku beruntung karena bertahan hidup. Mereka bilang, aku adalah simbol perjuangan untuk pendidikan anak-anak perempuan. Aku hanya tahu satu hal, Allah menyelamatkanku agar aku terus bersuara demi juaan anak-anak yang terancam haknya akibat perang dan kekerasan.
Sebuah biografi dan buku sejarah menurutku. menyelami setiap halamannya yang penuh kengerian adalah penyadaran bagiku. Banyak cara kita untuk berkontribusi sebagai warga negara dan sebagai hamba Tuhan. Tidak hanya dengan perang dan melakukan pemaksaan. Menyuarakan pendapat lewat tulisan salah satunya. 
Tidak berlebihan jika saya beri 4 bintang untuk I'm Malala.
Aku selalu tahu kalau ibu adalah perempuan kuat, tapi kini aku memandangnya dengan rasa hormat yang baru. (hlm. 213)
image source:  http://breakfastandlilies.blogspot.com/





[Review Book] Catatan Akhir Kuliah

August 24, 2014
Malu aku malu.. pada semut merah..yang berbaris di dinding menatapku curiga..seakan penuh tanya..sedang apa di sini...menanti DOSEN jawabku. Masa-masa akhir kuliah. Penuh penggalauan, hahaha penuh keringat, kadang juga air mata. Baca buku Catatan Akhir Kuliahnya *Sam ini bikin aku banyak flashback, sejak jaman-jaman matrikulasi hingga jaman nongkrongin lantai 4 Fateta buat bimbingan. Pengen diulang ngga? Pengen ngeSkip hal-hal bodoh dan salah yang pernah aku lakuin. Nilai "C" gambar teknik? Atau ilmu ukur wilayah? Atau Algoritma. Sudahlah..biar aja itu mah. Salah karena mengabaikan orang-orang yang tulus yang ada di sekitarku. Eaaa apa deh, bukan apa-apa kok. Kayaknya jaman kuliah masih kurang aktif aja sih. Ya apapun itu, yang penting nasib aku lebih baik daripada Sam dalam hal pembuatan skripsi, muehehe. 
Judul: Catatan Akhir Kuliah
Penulis: Sam @skripsit (nama aslinya ada deh pokoknya).
Penerbit: Bentang Belia
Tahun terbit: 2014.
Jumlah halaman: 238

Sam yang punya akun twitter @skripsit bercerita tentang masa kuliahnya, segala perjuangan sejak memilih jurusan, kegalauan saat ditinggal nikah gebetannya jaman Matrikulasi, terlibat jatuh cinta pada seorang cewek (sebut saja namanya Kodok) yang ternyata sudah punya pacar (ahemm aku tegasin ya Sam, aku pro Iwan ; pacarnya kodok waktu itu). Salut sama perjuangan Sam jadi pemuja rahasia Kodok. Sampai-sampai kirim kado kaleng (tanpa identitas). Di saat orang PDKT lewat socmed etc. Sam sabar curi pandang cari perhatian. Kodok ibarat oase di saat Sam sedang galau karena ngerasa salah jurusan. 
Well, nggak mau kasih spoiler banyak-banyak. Kalau mau dibilang ini novel komedi, enggak juga. Nggak lucu sih. Sam kebanyakan ngomong bahasa yang dia ngerti, hahaha. Kadang juga ngeluarin kalimat motivasi yang agak klise. Yang bikin aku enjoy baca Catatan Akhir Kuliah ya karena bisa flashback aja, beberapa hal memang hampir sama. Settingnya juga bisa aku bayangin, kampus aku sendiri. Konsistensi penulis lumayan sih, maksudnya ceritanya nyambung alurnya..nggak ada yang kerasa janggal dan terlalu lebay (curiga ini kisah nyata..abis natural banget..,iyakan iyakan..). Kalau dari sisi desain sih, penulis kayaknya suka banget game ya...jadinya unik sih dan nggak menye-menye. Tapi, aku kayaknya lebih nyaman kalau ukurannya bisa diperkecil (emang sontekan UTS..haha). 
Waktu aku nulis review ini, denger-denger Catatan akhir kuliah mau dibuat film. Semoga lebih baik, dan bisa kasih gambaran ke mahasiswa atau calon mahasiswa biar : nggak salah pilih jurusan, well prepare (nentuin target mau lulus kapan, mau ambil minor apa, mau ambil topik apa, pembimbing siapa). 
Catatan akhir kuliah, berkesan dan lumayan bikin "nyengir sendiri". Tapi...cukup 3 dari 5 bintang ya Sam. 

3 perkara yang pria minta dari perempuan

Saya pilih kamu.
Tolong pilih saya, untuk menghabiskan sisa hidup kamu. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama kamu.
Percayakan hidup kamu pada saya. Dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir dan batin.
Pindahkan baktimu. Tidak lagi baktimu kepada orangtuamu. Baktimu sekarang pada saya.

Itu, tiga perkara yang pria minta dari perempuan. Banyak laki-laki yanh saat menikah tidak tahu bahwa mereka meminta ini. Banyak juga laki-laki yang bahkan kemudian hari, mencederai tiga hal ini. 

~ Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya halaman 221. 

[ Review Book ] Sabtu Bersama Bapak

August 23, 2014
Buku ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pria yang belajar mencari cinta (Cakra). Tentang seorang pria yang belajar menjadi suami (Satya). Dan tentang seorang ibu yang membesarkan mereka ( Bu Itje). Dan tentang seorang Bapak yang meninggalkan pesan, untuk mereka ( Pak Gunawan).
Judul: Sabtu Bersama Bapak
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: 2014
Jumlah halaman: 278

Tahu Adhitya Mulya adalah penulis Jomblo, pasti kita mikir ini adalah novel komedi. Enggak. Ini novel yang nyentuuh,,namparr,,sekaligus nge-pukpuk. Pun bagi penulisnya, buku ini katanya emang paling dia banget. Aku tahu perbincangan tentang "Sabtu bersama bapak" ini santer banget. Bahkan saat aku share moment di path dan twitter, ternyata teman-temanku juga interest. Ada yang lagi baca, lagi nyari, dan ada yang udah ngasih komen "aaakk bikin nangis, bikin ketawa." Bener bingits. 
Jadi ceritanya pak Gunawan ini kena kanker dan cuma waktu setahun buat bareng-bareng keluarganya. Dia nggak mau anak-anaknya nanti nggak punya banyak bekal hidup. Pak gunawan ini orangnya well prepare banget (kayak aku hahah). Dia nggak cuma nyiapin materi kayak asuransi, properti, tapi juga yang non materi. Jadilah project bermodal handycam itu. Dia merekam hal-hal yang dirasa penting. Hasil rekamanya disimpan dan diputar tiap sabtu sore. Dia bikin episodenya sesuai jenjang umur untuk anak-anaknya. Dan pesan terakhirnya adalah untuj diputar sebelum anaknya menikah. Udah ya nggak akan bahas lebih panjang. Ntar spoiler. 
Enjoy banget bacanya, ahhh cocok buat yang jomblo, buat yang mau membina rumah tangga, buat remaja yang lagi nyari jati diri, buat yang lagi kesel sama orang tuanya, hahaha.
Ini nih, aku kutipkan beberapa halaman yang superb.
Gambar di atas adalah contoh kalimat nembak yang keren.
Kalo ini, contoh kalimat ngelamar yang bikin meleleh.
Nah...ini kalau mau nikah harus dengerin nasihat bapak yang ini.
Gimana..serukan...nggak heran kalau Sabtu Bersama Bapak bertabur bintang di goodreads. Saya kasih 4,5 bintang deh..dari 5 bintang. Sukses...berharap bisa dibikin film, hehe.






Genre Film

August 22, 2014
Bagiku The Expendables 3 itu sama sekali nggak menghibur. Just Dar Der Dor..flat. Kata seorang teman, "Kamu itu cocoknya nonton film yg based on novel." And then...thinking that's true. Ah baru nyadar. Sepanjang sejarahku nonton di bioskop, film-film yang 'touch me' itu ya film-film yang base on Book. Nggak harus drama juga sih (tapi kebanyakan drama)..komedi juga ada. Nggak cuma yang Indonesia, bahkan yang dari Hollywood pun gitu.
Apa aku nggak suka genre action? Suka kok. Tapi yang nampilin sisi humanis juga, nggak cuma main senjata. Kalau orang duel, lebih suka yang hand to hand  semacam kebanyakan film kungfu. Omong-omong tentang kungfu, film kolosal itu menarik banget bagiku. Selain kita bisa nikmatin cerita, bisa juga mengeksplorasi tampilan di zaman itu. 
Film campuran horor, thriller, drama, dan action...itu paling aku suka (kayaknya). Karena semua panca indra dan tentunya perasaan bisa kesentuh, kebawa ke alam bawah sadar. Hahahaha. Jadi kamu suka film genre apa? Anehnya, beberapa film comedy justru membuat nangis. ZzzZz


Bersama Bapak

August 21, 2014
Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.
Ketika punya pertanyaan, kalian tidak perlu bingung ke mana harus mencari jawaban. I don't let death take these, away from us. I don't give death, a chance. 
Bapak ada di sini. Di samping kalian. Bapak sayang kalian.



" In Pakistan when women say they want independence, people think this means we don't want to obey our fathers, btothers or husbands. But it does not mean that. It means we want to make decisions for ourselves. We want to be free to go to school or to go to work. Nowhere is it written in the Quran that a woman should be dependent on a man. The word has not come down from the heavens to tell us that every woman should listen to a man."

August 20, 2014
- Malala Yousafzai

" Education is our right, i said. Just as it is our right to sing. Islam has given us this right and says that every girl and boy should go to school. The Quran says we should seek knowledge, study hard and learn the mysteries of our world."

- Malala Yousafzai

" i love physics because it is about truth, a world determined by principles and laws. No messing around or twisting things like in politics, particularly those in my country."

- Malala Yousafzai

" They are abusing our religion, how will you accept Islam if I put a gun to your head and say Islam is the true religion? If they want every person in the world to be muslim, why you don't they show themselves to bw good muslim first?"

- Malala Yousafzai, in I am Malala: The girl who stood up for education and was shot by the Taliban

We human beings don't realize how great God is. He has given us an extraordinary brain and a sensitive loving heart. He has blessed us with two lips to talk and express our feelings, two eyes which see a world of colours and beauty, two feet which walk on the road of life, two hands to work for us, and two ears to hear the words of love. As i found with my ear, no one knows how much power they have in their each and every organ until they LOSE one.

August 19, 2014
- Malala Yousafzai, in I am Malala: The girl who stood up for education and was shot by the Taliban.

[ Review Buku ] The Fault In Our Stars #TFIOS

August 14, 2014
Filmnya sudah keluar, dan saya baru sempat ke bioskop sehari setelah habis masa tayangnya. Okay. Okay. Sebenarnya sudah tahu buku ini cukup lama. Tapi nunggu versi terjemahmya, hahha. Kenyataanya, baru baca Full hari ini. Sekilas lihat thriller The Fault In Our Stars yang di youtube, pendapat saya "bukunya lebih sopan daripada filmnya." Hahhaa yaiya itu pasti terjadi. Tapi, penulis begitu sopannya menuliskan adegan itu di buku. Adegan yang kalau di versi filmnya memaksa saya tutup mata.

Judul: The Fault in Our Stars
Penulis: John Green
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Genre: Fiksi
Cetakan 1: 2012
Penerbit: Qanita
Juml. Halaman: 424
Buku yang sudah menyabet berbagai penghargaan di dunia. Diantaranya adalah #1 New York Times Best Seller. Tokohnya Hazel Grace, gadis 16 tahun penderita kanker paru-paru yang kemana-mana harus membawa tabung oksigen. Hazel punya prinsip dia akan meminimalisir jumlah orang yang akan menderita saat dia harus meninggal. Dia memiliki buku favorit yang sudah dibaca ribuan kali berjudul "kemalangan luar biasa." Buku itu penuh misteri karena tidak berakhir dengan titik (kalimat masih menggantung). Suatu hari dia bertemu dengan Augustus Waters yang juga penderita kanker. Tentu hari indah di sisa akhir hidup mereka dilewati bersama, termasuk ke Belanda menemui Peter Van   Houten si penulis "kemalangan luar biasa" untuk menjawab misterinya.
Saya selesai membaca dalam 1 minggu. Alurnya mudah diikuti. Metafora nya bagus. Applause untuk penerjemah, karena terjemahannya mantap. Tapi, masih kurang menyentuh. Entah, saya pikir akan berderai air mata ternyata tidak. 
Cukup 3 dari 5 bintang untuk The Fault In Our Stars.


[Review Film] Teenage mutant ninja turtles

August 09, 2014
Awalnya kura-kura ninja itu gimana sih? Apa mereka alien? Pertanyaan seperti itu pasti ada pada kita yang nonton seriesnya entah tahun kapan (saya juga samar-samar sih). Teenage mutant ninja turtles baru saja saya tonton. Nggak nyesel, bagus, ada kaget ada ketawanya juga.
       
Berawal dari seorang reporter 6 chanel bernama Apriel O'neil yang sedang mencari berita di daerah pelabuhan. April (si seksi Megan Fox) memergoki aksi mafia pimpinan shredder yang bernama foot Clan. Tetapi tiba tiba, aksi mereka dihentikan oleh 4 makhluk kura-kura jadi-jadian. April melihat dengan matanya sendiri, sayangnya dia tidak dapat memotret TKP karena gelap. Yang menjadi bukti peliputannya hanya sebuah simbol tulisan Jepang. Tentu saja kesaksiam April ditertawakan pimpinan dan rekan-rekan kerjanya. April sangat penasaran dengan sosok siluman kura-kura itu. Shredder sangat marah dengan gagalnya aksi di pelabuhan itu. Dia memerintahkan anak buahnya melakukan aksi di stasiun kereta agar memancing sekelompok makhluk yang telah menggagalkan aksinya itu. April yang masih terobsesi mengetahui makhluk apakah yang ditemuinya justru malah mendekati stasiun bawah tanah meskipun orang berlarian keluar. Benar saja, makhluk itu muncul dan menghabisi anak buah shredder. Semua sandera selamat. Empat makhluk pahlawan hilang begitu saja. April mengejar hingga atap gedung. Saat April mengabadikan dengan kamera, empat siluman kura-kura berpakaian ninja itu sadar. Akhirnya mereka saling kenal. Maksudnya, mereka tahu nama April dan April tahun nama dua orang teenage mutant ninja turtle itu. Nama yang akrab bagi April. Segera April menuju apartemennya. Dia membongkar dokumen lama ayahnya. Betapa kagetnya April. Ternyata dia telah lama mengenal sosok 4 pahlawan New York itu. Kok bisa? 
Ayah April berkerja pada Erick Sack pemilik perusahaan besar di bidang kimia. Erick yang dibesarkan oleh sherdder di Jepang telah memiliki impian jahat yaitu menghabisi New York dengan gas beracun. Di saat suasana genting, dia akan menjual obat penawar yang berasal dari mutant. Pemerintah akan membayar mahal penawar itu. Dia menciptakan mutant dari 4 ekor kura-kura dan 1 ekor tikus. April kecil sering ikut bersama ayahnya ke lab dan sangat senang dengan binatang-binatang itu. Ayah April tidak mengetahui proyek rahasia itu, hingga suatu saat dia memergoki Sack sedang melakukan sesuatu. Erick Sack menembak ayah april. Tapi ayah April masih sempat membakar lab itu agar proyek jahat tersebut gagal. April kecil tanpa tahu apa-apa mengambil 4 kura-kura dan 1 ekor tikus itu dan membawanya ke sebuah selokan kota. Sejak saat itulah, 4 kura-kura Leonardo, Raphael, Michael Angelo, dan Donatelo dirawat oleh splitter si mutant tikus. 
Puncak dari film ini adalah saat adegan kejar-kejaran di gunung es menggunakan mobil antara team ninja turtle dengan team sherdder. 
Banyak hal aneh sih dan nggak sesuai logika. Tapi overall seruuuu...apalagi endingnya. Pernah naik tornado dufan? Begitulah rasanya. Bagi yang terpukau kecantikan Megan Fox, bakal puas deh.
4 dari 5 bintang untuk Teenage Mutant Ninja Turtle (2014). 


Kontroversi buku Why Puberty

August 08, 2014
Kaget waktu tahu kalau salah satu buku yang sudah cukup lama tersimpan di rak buku menuai kontroversi. Buku komik terjemahan dari korea yang diterbitkan Elex Media Computindo itu terbeli di gramedia. Syukurnya buku yang saya miliki bukan seri yang dimaksud. Seri pubertas lah si buku kontroversial itu. Why? Karena di dalam komik-komik tersaji percakapan yang menghalalkan LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender). Kalau di korea mungkin ok aja, tapi ini Indonesia...negara yang adil dan beradap. Ahemmm. 
Ramai-ramai di social media, sudah ada perwakilan yang memprotes keras dan mendatangi penerbit. Meskipun di sampulnya tertulis Bimbingan orang tua, tapi tetap saja ini bisa membangun fondasi keSexAn yang salah. Mengajari tentang pubertas di Indonesia itu ya yang sesuai dong dengan budaya kita. Bahkan KPAI menginginkan buku ini tidak hanya ditarik dari toko buku, tapi juga akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Efek jera itu harus banget. 
Jadi kamu penasaran sama seri komik ini? Nggak seru kok. Murah sih untuk seukuran ensiklopedi tebal, full color, dan kualitas kertasnya cukup bagus. Tapi isinya kurang ok diikuti. Saya pikir awalnya terjemahan jepang, eh ternyata korea. Alur cerita, pemilihan kata, kurang ngalir dan bikin enjoy pembacanya. 


[Review Buku] IQ84 Haruki Murakami

August 06, 2014
Pernah baca buku seri tapi nggak urut? Emang nggak asik sih,,dan ini pertama kalinya saya ngelakuin ini. IQ84 Haruki Murakami. Bahasa tingkat tinggi ditambah dengan saya yang cuma tahu cerita jilid 1 dan 2 nya dari goodreads. Hemm...sudah dalam posisi setenang apapun saat membaca tetap saja "ini apaa? Ini siapa? ". Bagi yang belum kenal Haruki Murakami, dia itu gaya penulisannya agak nggak normal sih, ehehe nyatuin yang nyata sama khayalan tapi jadi kayak nyata.
Apa saya beres baca buku ini? Enggak. Bendera putih deh. IQ84 adalah narasi yang kompleks dan nyata. Pergeseran cerita antara dua karakter, seorang pria Jepang muda dan wanita yang saling kenal sebagai teman sekolah tapi berpisah. Dia, seorang calon novelis dan wanitanya adalah instruktur olahraga dan pembunuh. Jilid 1 dan 2 nya masuk sebagai buku jepang terlaris 2009 lho. 


Auto Post Signature

Auto Post  Signature