The Fabulous Udin, Asmara Cinta Monyet

March 31, 2013


Identitas buku
Judul: The Fabulous Udin
Cetakan: pertama, Februari 2013
Penulis: Rons Imawan
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Halaman: 384
ISBN: 978-602-9397-82-6
Sinopsis
Udin, seorang bocah social genius yang belum mengenal dirinya sendiri ini mampu menumbuhkan semua perasaan itu. Rasa kagum saat ia berhasil memecahkan masalah semua insani. Rasa takjub saat kecerdasannya berhasil mengendalikan situasi. Rasa sukacita saat ia menaklukkan kebekuan hati. Rasa berbunga saat ia mengalunkan nada puisi. Hingga rasa cinta dan tergila-gila saat ia memenangkan sayembara untuk pertama kali.

Udin bukanlah bocah genius dalam bidang akademis, melainkan sosialis. Pemuda tanggung yang bahkan belum berani bermimpi ini memiliki pemikiran dan pemahaman sosial yang tidak biasa untuk bocah seusianya. Pemikiran dan pemahaman yang tidak biasa, bukan luar biasa.

Bagaimana tingkah anehnya mampu menampilkan banyak pertunjukan hebat? Bagaimana ulah nyelenehnya sanggup menaklukkan hati yang sekarat? Dan bagaimana titik terlemahnya dilumpuhkan oleh seorang gadis mungil yang selalu membuatnya merasa kecil?
Udin. Semua seakan mudah saat ia ada.

Resensi
Buku The Fabulous Udin karya Rons Imawan ini akan membawa pembaca ke dalam kenangan saat merasakan asmara cinta monyet. Tokoh Udin yang digambarkan disini dijamin bisa membuat para wanita jatuh hati. Meski tidak digambarkan secara eksplisit bahwa si Udin sosoknya bak pangeran, tapi sikap sosialnya yang jenius sangat memukau dan kadang begitu romantis.

Setting cerita The Fabulous Udin adalah di sebuah desa di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa barat. Tokoh Utamanya adalah Udin, Inong, Suri, Jeki, dan Ucup. Plot yang digunakan campuran, sebagian besar plot maju. Bahasa penulis sangat mudah dipahami karena menggunakan bahasa Indonesia pergaulan, bukan bahasa sastra penuh metafora.

Dari desain sampulnya yang berwarna merah muda dengan siluet Udin and geng pasti akan membuat pembaca memutuskan bahwa buku ini mirip Laskar Pelangi. Kita memang tidak boleh menilai buku dari covernya, karena penilaian tersebut salah untuk buku ini. Buku ini tidak mirip Laskar Pelangi, tapi lebih mirip Detektif Conan. Udin sebagai Conan Edogawa, Ai Haibara diperankan Suri, Inong sebagai Ayumi Yoshida, lalu Jeki sebagai Mitsuhiko Tsuburaya , dan Ucup yang doyan makan adalah Genta Kojima. Udin memang bukan detektif, tapi keberhasilannya menyelesaikan kasus-kasus berbau psikologi serta beberapa petualangan memang benar-benar mengingatkan pembaca pada Detektif Conan.

Isi cerita terbagi ke dalam 10 bab. Semua bab saling berkaitan satu dengan yang lain tanpa ada perubahan setting waktu. Ini keunggulan dari buku ini yang membat pembaca merasa santai dan menikmati plot cerita. Tiap bab memiliki klimaks dan anti klimaks sendiri, tidak ada bagian bab yang selesai dengan menggantung. Klimaks keseluruhan isi buku ada di bab “Truth or Dare” saat Udin  akhirnya mengungkapkan isi hatinya ke Suri dalam permainan itu. Bahkan pengalaman terindah Suri sebelum dia pergi selamanya yang mengharu biru juga dijelaskan di bab itu.

The Fabulous Udin merupakan bacaan ringan yang menghibur. Bukan novel yang sarat dengan pesan moral dan pelajaran untuk masa depan, melainkan penyegar pikiran pembaca yang mengajak untuk mengenang masa puber. Petualangan-petualangan para tokoh selalu melibatkan bumbu cinta khas “teenagers” yang pasti membuat pembaca “mesam-mesem” sendiri.

Ada beberapa kejanggalan dalam cerita The Fabulous Udin. Untuk ukuran sebuah Desa di Pelabuhan Ratu, bahasa mereka lebih mirip remaja Jakarta. Penggunaan kata “loe”, “gue”, dan sama sekali tidak pernah memperlihatkan dialog berbahasa sunda khas orang Sukabumi. Penulis seakan memaksakan diri dengan setting cerita di desa. Pembicaraan para tokohpun (kecuali Suri) terasa sangat cerdas dan dewasa. Dan yang lebih aneh lagi, diceritakan disitu bahwa Udin mempunyai akun twitter tanpa ada satupun bagian cerita yang menguatkan. Si tokoh utama, Udin merupakan manusia super jenius. Bahkan pembaca mungkin akan berpikiran bahwa Udin sebenarnya bukan anak SMP di sebuah desa melainkan sosok manusia dewasa cerdas yang dikutuk jadi kecil dan dibuang di desa. Pemikiran, gaya bahasa, sikap, sama sekali tidak seperti anak-anak.

Kemampuan penulis menyajikan quotes yang sesuai dengan alur cerita dan dialog sangat menarik. Pesan yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca tersaji dalam kalimat sederhana tapi memiliki makna mendalam. Ini adalah beberapa quotes tersebut:
“kadang, suara lirih dari kepolosan sederhana lebih mampu menguatkan ketimbang suara lantang motivator yg berapi-api”.
“cinta tak pernah menuntut, selalu memberi. Cinta selalu menderita, tanpa pernah meratap dan mendendam”.
“Merasa dianggap "tidak ada" itu kegelapan, kepercayaan adalah cara membuat jiwa jadi merasa "ada"”.
Bagi Udin, urusan cinta seribu kali lebih rumit daripada urusan perut. Menyelamatkan nyawa orang lebih mudah dilakukan ketimbang menyatakan cinta. Dan, mengatasi masalah segenting apapun lebih mudah dikendalikan ketimbang mengendalikan perasaannya sendiri. Tapi pada akhirnya, cinta sejati, sejatinya tidak mengenal dusta. Saat dia tidak memberimu apa-apa, kamu merasa telah menerima segalanya. Saat dia tidak melakukan apa-apa, hatimu menjerit dan menangis histeris untuknya.
Secara keseluruhan, buku ini patut direkomendasikan sebagai teman saat santai. Bacaan menghibur yang akan membawa kita ke indahnya masa puber, merasakan petualangan bersama sahabat, dan merasakan cinta monyet.

Doyan Jajan Buku Mizan karena Pak Guru

March 30, 2013
Seperti yang pernah saya baca di The Fabulous Udin karya Rons Imawan, “tidak ada yang lebih baik dari jajan buku”. Sejak belum bisa baca, kebiasaan saya tiap pagi sambil menunggu sarapan adalah baca buku atau karena belum bisa baca, disebut melihat-lihat buku. Buku selalu menarik perhatian saya yang masih pra TK waktu itu. Tak banyak buku tersedia di rumah saya yang berada di desa. Toko buku adanya di kota, sekitar 40km jaraknya.
Saat saya masuk SMA, gairah membaca buku saya tersalurkan. Bukan beli buku, tapi dengan membaca buku yang ada di perpustakaan. Kebetulan, di kelas X guru Bahasa dan Sastra Indonesia saya selalu “mengompori” untuk banyak baca dan nulis. Kalimat beliau waktu itu adalah..
“kalian tahu tidak buku blabalala..itu keren banget karena blablabla..”
Serempak kami 40 siswa bilang
“tidak tahu Pak”
Untuk menumbuhkan semangat membaca siswa, kami ditugaskan meresensi buku-buku sastra. Itulah kali pertama saya benar-benar membaca dengan fokus, menemukan unsur intrinsik dan ekstrisik sebuah karya sastra. Luar biasa efeknya, saya semakin suka membaca dan mulai belajar menuliskan buah pikiran agar dimengerti orang lain. Buku-buku Mizan yang saya baca saat di bangku SMA diantaranya adalah Supernova Dewi Lestari.
http://mizan.com/mizanandme.html
Kembali ke Pak Guru Bahasa Indonesia, beliau pernah menceritakan tentang kebiasaanya untuk membagi uangnya ke beberapa amplop. Salah satu amplop adalah untuk membeli buku. Kalimat yang sebenarnya memotivasi itu seakan keluar masuk telinga saya tanpa mengendap kala itu. Membeli buku adalah prioritas kesekian dari uang jajan saya yang tidak begitu banyak. Di awal masa kuliah, saya masih sering “nongkrong” di tempat penyewaan buku. Zaman itu, terbit Tetralogi Laskar Pelangi. Buku yang fenomenal, dan mulai menarik-narik saya untuk rajin ke Toko Buku. Merelakan uang jajan demi buku incaran seperti nasehat Pak Guru Bahasa Indonesia di SMA.
Kini setelah saya sudah memiliki penghasilan sendiri dan kecanggihan teknologi sudah “WOW” , tiap habis gajian saya selalu mengunjungi toko buku online, salah satunya toko buku milik Mizan. Sebenarnya, hampir tiap saya penat, saya shopping book di situ, tapi sekedar masukin ke “wish list”. Kalau sudah gajian, baru deh “masukan ke troli”. Bulan kemarin saya jajan di Mizan buku Kreatif Sampai mati, Madre, dan The Fabulous Udin. Tidak lupa untuk meresensinya setelah selesai membaca.


Kebiasaan yang ditularkan Pak Guru Bahasa Indonesia untuk doyan jajan buku itu ternyata seru. Saat ini di rumah saya sudah ada “little library” dan tentu ada buku-buku terbitan Mizan di sana. Semangat membaca dan meresensi buku akan saya tularkan ke lingkungan. Meresensi itu bermanfaat, tidak hanya menginformasikan ke orang lain mengenai unsur buku dan merekomendasikannya tapi juga membantu kita mengingat buku yang sudah kita baca. Mengingat lagi pesan si penulis, bagian penting, dan memori apa yang ada saat kita membaca buku itu tanpa harus membaca ulang.
Kebetulan, di ulang tahun mizan yang ke-30 tahun ini diadakan lomba resensi Bianglala Sastra Indonesia. Tentu event ini tidak saya lewatkan begitu saja. Semoga Penerbit Mizan akan terus ada, sampai anak cucu saya. Menyajikan buku yang berbobot dari penulis bermutu. Jajan buku adalah investasi, apalagi buku-buku berkualitas. Mizan and me adalah partner mengenal sastra, seperti yang diajarkan Pak guru. 


Review Film Madre-Penuh Kejutan

March 29, 2013
Film ini lahir dari sebuah cerita yang terdapat di buku kumpulan cerita Madre karangan Dewi Lestari. Review bukunya bisa dilihat di sini review buku Madre
20% film madre berasal dari buku, dan sisanya adalah sesuatu yang baru. Bahkan endingnya pun berbeda dengan buku. Ya..memang tidak mudah memvisualisasikan buku, apalagi untuk cerita yang hanya beberapa lembar. Jika ingin 100% mengambil dari buku, film ini mungkin durasinya hanya 30 menit.
Setting film ini di jl. Braga Bandung, sedangkan aslinya di kota tua Jakarta. Panorama bali beberapa kali menghiasi scene, tapi daya tarik Braga yang oldie dan klasik lebih membuat segar mata. Karakter Tan yang diperankan Vino G Bastian sebenarnya cocok, tapi kurang artistic karena wig gimbalnya itu. Kelihatan banget kalau itu wig. Hehehe.

Perbedaan lain dari film madre dan bukunya selain setting adalah alur cerita. Di buku diceritakan bahwa ketika Tan De Baker bekerja sama dengan Fairy Bread, Tan dan Mey sering bertemu dan akhirnya jatuh cinta. Ending cerita adalah saat Mey dan Tansen membuat adonan biang baru yang diberinama Padre. Di film, ada tambahan alur dimana mey ternyata sudah memiliki kekasih dan akan menikah. Hubungan Tansen dengan Mey rusak, begitupun kontrak antara Tan De Baker dengan Fairy bread yang terputus. Tansen memilih kembali ke Bali. Sebelum dia pergi, dia berpesan kepada Mey agar menjaga Madre. Mey mencari Tansen ke Bali tapi tidak ditemukan. Akhirnya Mey mengembangkan Tan De bakker menjadi toko klasik dan masih tetap apa adanya. Ending cerita adalah saat Tansen kembali ke Bandung, menemui Tan de Bakker dan Mey.
Salah satu hal yang saya suka dari film dan buku Madre adalah tentang aktivitas blogging. Jika Tansen tidak bercerita di blognya, tidak ada kisah panjang Madre. Membuat semangat blogging saya bertambah. Meski social media sudah beraneka rupa, keep blogging deh. Tapi, waktu saya search blog "Sang pemburu Ombak", blog itu tidak ada. hehehe
Overall, kurang nampol untuk sebuah film. Diantara Film yang diangkat dari buku Dewi Lestari, yang paling bagus Perahu Kertas. Madre dan Rectoverso masih berasa ini sekedar FTV. 
"Kita harus menyikapi suatu hal secara manusiawi"


Ada Cinta di SMA (part.2)

March 28, 2013

Ini adalah lanjutan kisah dari sekuel  Ada Cinta di SMA

Perguruan tinggi adalah suatu jenjang yang merupakan pintu antara dunia remaja dan dewasa. Akan ada banyak perubahan pada seseorang, tidak hanya fisik namun juga mentalitas dan prinsip hidup. Galih dan Ratna sadar betul akan hal ini. Mereka sama sekali tidak worried dengan pilihan mereka untuk terus menggapai cita-cita meski jauh dari keluarga, dan ...beda kampus. Hari – hari menjelang perpindahan mereka berdua ke Surabaya mereka lalui dengan antusias dan semangat seperti manusia kecanduan kafein.

Cinta antara Galih dan Ratna bukan kisah yang diawali dengan saling pandang di kelas atau saling perhatian karena 1 ekskul. Sejak masuk SMA, Galih tinggal di asrama. Dia memiliki sahabat karib yang bernama Ryan. Ryan seringkali curhat mengenai gadis pujaan hatinya. Minggu berganti bulan, sampai akhirnya Galih tahu bahwa gadis manis bersenyum menawan 3.5 cm itu bernama Ratna. Di mata Galih, idola Ryan ini biasa saja, sangat biasa. 
“Yan, apa sih yang kamu suka dari Ratna, sampai segitunya kamu perjuangkan?” Galih membuka percakapan di halaman belakang asrama sambil menjemur kasur. Ryan yang saat itu menjemur baju langsung sumringah karena pembicaraan akan menarik. Topik Ratna, selalu membuat pupil mata Ryan melebar.
“ Ratna itu mempesona, bahkan aku nggak sanggup natap langsung matanya”.
“trus, reaksi dia gimana dapat aksi-aksi romantis hingga aksi nekat dari kamu itu?”
“Progresnya 80% Lih, tapi makin kesini,,kok aku makin punya keyakinan kalau dia itu sedang suka seseorang ya..” pupil mata mengecil, mulut mengatup.
“maksudnya, dia nggak suka kamu gitu? Hahaha..tumben ada cewek yang kamu perjuangin 3 bulan progresnya baru 80%. Biasanya 2 bulan juga udah 156%, alias kamu punya cinta lain..hhahaha”
“enak aja,,tapi bener sih..buahahaha”.
...........©©©...........       
Awal tahun 2006, kurang lebih 15 langkah kaki sebelah timur laut dari pintu lab kimia yang sudah sepi sore itu terjadi sesuatu yang tak diduga. Ratna sedang mengemasi buku-bukunya dan memasukan jas lab ke loker. Galih dengan muka pucat pasi terkulai lemas di bangku samping loker.
“Lih, kamu kenapa sih? Ngirup apa tadi..pas praktikum? Ko pucat gitu sih” Ratna mendekati Galih.
“Aku barusan nggak ikut praktikum ko Rat, aku bolos..terpaksa”
“heh,,serius? Ada apa? Sakit?”
“ngurusin anak orang yang berantem tuh di kantin”
“maksud kamu apa sih? “ Ratna mengernyitkan dahi
“Rat, kamu orang yang aku percaya..tolong jaga rahasia ini ya..aku takut gila kalau nggak cerita. Aku yakin kamu bisa kasih solusi, kamu kan tempat curhat anak-anak sekelas”.
 Galih bercerita panjang lebar tentang kejadian yang baru saja dia alami. Dia sampai dipanggil guru BK gara-gara ada dua anak cewek yang berkelahi di kantin. Ternyata mereka berdua saling labrak, merasa paling memiliki Galih. Investigasi di ruang BK, ternyata Galih hanya menganggap kedua cewek itu sebagai teman. Tangisan makin membahana, bahkan Larasati salah satu dari cewek yang memperebutkan Galih mendadak pingsan. Jadilah guru BK, Galih, dan  guru piket kebingungan. Opsi dari guru BK justru membuat Galih uring-uringan,,
“Galih, Ibu saranin..kamu mending punya pacar deh..daripada bikin mereka makin gila ngejar kamu” kalimat cetar dari seorang psikolog sekaligus guru BK Galih.

source: 
Diilhami dari kisah nyata teman kantor

Hotel Amarosa Vs Tugu Kujang

Mata terperangah saat melihat bangunan menjulang menyaingi tugu kujang minggu lalu. Saya heran, kenapa ada bangunan di tempat yang lahannya mring serta masih masuk kawasan pinggir sungai? Ternyata ini memang jadi polemik. Berikut ini adalah isi kultwit dari @bemkmipb_move dengan hastag #savekujang.

Tugu kujang yang selama ini menjadi simbol perjuangan masyarakat kota Bogor tergusur keberadaanya akibat hotel amarosa. Pembangunan hotel amarosa secara estetika mengganggu tugu kujang sebagai bangunan yang menyimpan warisan nilai budaya. Dalam kaidahnya, kujang termasuk dalam Tosan Aji. Kedudukan Tosan Aji diatas senjata dan perkakas. Tosan Aji dalam berbagai sumber merupakan besi yang bernilai. Kujang merupakan simbolis jati diri. Tugu kujang diciptakan dalam waktu yang lama, ini bukti sejarah bahwa kujang sebagai simbolis dimana nilai luhur ditanam. Bagi masyarakat Sunda, kujang merupakan penguatan karakter bahwa manusia Sunda itu memiliki ageman atau disiplin ilmu tertentu.

Polemik tugu kujang vs hotel amarosa tidak diatur dalam perda kota Bogor. Pasalnya, perda RTRW no.8 tahun 2011 tidak mencantumkan tugu kujang sebagai cagar budaya yang harus dilindungi. Mengenai cagar budaya sebenarnya sudah diatur dalam UU no.11 tahun 2010. Cagar budaya benda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai cagar budaya apabila memenuhi kriteria berikut:

1. Suatu bangunan dapat diusulkan sebagai cagar budaya jika berusia 50 tahun atau lebih

2. Mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun

3. Memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan.

4. Memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Tugu kujang sendiri dibangun sejak tahun 1982, jadi belum genap 50 tahun. Tapi, kujang memiliki nilai budaya bagi masyarakat Sunda. Ini sebuah kelalaian yang fatal ketika tugu kujang sebagai bangunan dengan nilai budaya tidak dilindungi dalam perda RTRW. Disini perlu dipertanyakan kajian AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) hotel Amarosa ini. Kalau kita cermati, dalam kajian AMDAL salah satu yang harus dikaji adalah kesesuaian dengan kondisi sosial budaya masyarakat. Selain itu, kajian AMDAL lalu lintas hotel tersebut belum selesai dan dibuat terpisah. Kajian AMDAL yang terpisah dikarenakan hotel ini tidak memiliki parkiran dan akan jadi masalah kemacetan yang baru. Kabarnya, hotel ini menggunakan parkiran di Botani atau sekitar KFC. Tapi sejauh ini AMDAL lalu lintas belum disetujui. AMDAL lalu lintas hotel ini belum selesai tapi sudah kantongi IMB. Tanya kenapa?

Selain masalah AMDAL, hotel ini cacat juga lingkungan karena dibangun di garis batas aliran sungai. Saat ini kita tak lagi bisa melihat indahnya gunung salak dari tugu kijang karena terhalang oleh hotel tersebut. Padahal menurut beberapa orang, melihat gunung salak saat sunset dari tugu kujang adalah pemandangan yang indah. Jika telah rampung ini akan jadi hotel tertinggi di Bogor dengan 15 lantai. Sedangkan sebelumnya hotel tertinggi hanya 11 lantai.

Kasus hotel Amarosa ini hanya sekelumit dari carut marutnya tata kota dan perizinan pembangunan kota Bogor.

Nonton Bareng Rembulan

March 27, 2013

Bulan purnama kah malan ini? Saya juga tidak yakin. Yang jelas, rona indahnya sudah nampak sejak senja tadi. Banyak yang membicarakan rembulan di socmed, termasuk saya.
Jarak antara saya dan dia cukup jauh meski masih dalam area waktu yang sama, Wib. Jadilah malam ini kami nonton bareng rembulan sama-sama dari balik jendela kamar. Bermodal sambungan telpon dan 1 benda angkasa itu, jarak terasa dekat. Bulan yang sama dengan bulan yang kamu lihat.
Bukan perahu kertas yang kulajukan membawa surat cinta, biarkan rembulan saja yang berbicara. Tentu rembulan tidak akan berkata-kata yang sedikit gila.
Selamat menikmati munculnya satelit bumi ciptaan Tuhan...malam ini

Nyandu

Kaki saya terus bergerak, otak saya pun tak mau diam, ini seperti suasana kecanduan kafein. Syukurnya saya sedang tidak kecanduan kerja. Justru yang saya rasakan adalah kecanduan nulis. Ternyata nulis itu nyandu, seperti motret. Awalnya saya hanya kecanduan motret , dalam kondisi apapun, mood bagaimanapun, jika ada objek menarik segera saya abadikan. Saat di sela-sela kerja, bahkan otak saya menulis. Lhoh..

Di kantor banyak sekali kertas bekas yang kadang dibuang ke tempat sampah meski salah satu sisinya masih bersih. Saya potong A4 jadi 8 bagian dan saya letakkan di meja kerja saya. sekedar doodling, atau curhat. Intinya tangan bergerak. Banyak ide yang muncul dari lembaran kertas kertas itu. Sebagian besar ide akhirnya saya coretkan di blog ini

Ada Cinta di SMA

March 26, 2013
Saya pernah bertanya pada teman kantor tentang lagu yang "gw banget". Kata dia, lagu itu adalah lagu "Ada Cinta" nya Acha Irwansyah. why? teman saya itu sebutlah namanya Galih, dan dia punya kekasih namanya Ratna. 
Di bulan-bulan awal tahun 2007, Galih dan Ratna sedang menjalani masa-masa indah romansa cinta SMA nya seklaigus masa menegangkan menjelang UN. Mereka tergolong siswa yang cerdas di sekolahnya. Ratna yang mendaftar PMDK di Unair akhirnya diterima di sana bahkan sebelum dia menjalani UN. Siang itu..
"Ratna, selamat ya..kamu bisa masuk Unair lewat PMDK sesuai keinginanmu" Galih membuka percakapan di lorong kelas yang sudah sepi.
"Iya, kamu udah bilang selamat berapa kali ya..hari ini? hehe..by the way rencanamu masuk ITS belum luluh kan?"
"Pasti itu Ratna,,aku sudah bertekad harus lolos ITS Teknik Mesin lewat SPMB"
"sekarang kita siapin diri dulu buat UN..biar lulus dengan nilai kerenn"...

Tiga bulan berlalu, mereka berdua sibuk dengan Ujian Nasional. Hingga saat pengumuman tiba, mereka berdua sangat gembira. Bukan karena mereka lulus, tapi karena nilai UN mereka sama persis. Ratna yang sudah mengetahui hal ini terlebih dahulu dari papan pengumuman lari menghampiri Galih yang sedang duduk di pojok lapangan basket. 
"Galih...nilai kita ko bisa sama gini sih..?" pekik Ratna gembira
"hehe.." Galih hanya mengeluarkan muka datar andalannya
"Kenapa sih kamu ko gitu ekspresinya?"
"mmm..Ratna, kamu masih ingat kan kalau aku punya keinginan masuk ITS,,?"
"tentu"
"Aku harap, kamu paham..aku mulai hari ini harus fokus bimbel buat SPMB,,..dan.."
"Aku akan selalu dukung kamu Galih.." Ratna berusaha menenangkan Galih dengan mengeluarkan senyumannya 3.5 cm
"maksud aku..kita break dulu saja dari hubungan ini, demi kebaikan kita berdua" Galih memandang ke bola basket di tangannya karena tidak sanggup melihat bola mata Ratna yang sudah penuh air. 

Setelah kejadian di pojok lapangan basket itu, mereka tidak lagi kontak satu sama lain. Hingga pada bulan Agustus 2007, dini hari..Handphone Galih berbunyi. Meski Ringtone lagu "Ada-Cinta" sudah memanggil-manggil, Galih tetap tak bergeming dari tidurnya.

Ucapkanlah kasih satu kata yg ku nantikan
Sebab ku tak mampu membaca matamu

Mendengar bisikmu

Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
Sebab ku meragu pada dirimu

Mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia ada

Dalam rinai hujan

Dalam terang bulan
Juga dalam sedu sedan
"Hallooh.." Galih mengangkat telpon juga tapi separo sadar
"Galih..kamu lolos SPMB, Teknik Mesin ITS"..suara seseorang yang sangat Galih rindukan, tiada lain tiada bukan adalah suara Ratna.
"Mesin? ITS? Ratna..aku..aku.." tutuuut...
Galih memandang layar HP, dan tertera tulisan "LOW BATERAY". Tanpa pikir panjang, Galih mencuci muka dan ganti baju. Segera ia mengeluarkan motor dari garasi dan menuju rumah Ratna tanpa memakai alas kaki. 

source: 
kisah nyata teman kantor
pinterest.com/love



Motret Big Event

Saya selalu percaya, ketika saya menuliskan mimpi saya dan dibaca orang lain, kemungkinan terwujudnya lebih besar. Bukan Cuma sekali hal itu terbukti, tapi berkali-kali. Kurang lebih sebulan yang lalu saya nulis ingin jadi Fotografer Candid (cek label: Daily). Dan hari ini mimpi itu hampir terwujud. Sabtu ini saya berkesempatan jadi fotografer tambahan untuk perusahaan saya. Ada factory visit dari distributor, press conference tentang hubungan kerjasama perusahaan dengan salah satu klub bola tersohor dunia, nonton bareng pertandingan, dan meet and greet pemain legendaris klub bola tersebut. Begitu cepat mimpi itu terwujud, dan kenyataanya justru lebih besar daripada mimpi saya.

Maaf, kali ini benar-benar saya tidak ada persiapa. Kamera pun saya belum beli. Masih ada cicilan-cicilan penting lain sebelum saya memutuskan untuk kredit DSLR. Saya terus percaya bahwa mimpi saya tidak akan dihapus sama Allah. Suatu hari saya pasti bisa jadi fotografer candid beneran. Amien...

Image source: random from google

Kejadian ajaib

Makkah, Jumat 22 Maret 2013 , tengah hari

Anak: Pah, antara adzan ke iqomah lama gag sih di masjidil haram

Papa: enggak sih, yang lama sholatnya...soalnya suratnya panjang-panjang

Anak: semoga tar enggak ya pah..imamnya baza qulhu aja..hahaha (sambil bercanda)

Kita pasti sudah tahu, bahwa jika di tanah suci tidak boleh berkata sembarangan karena bisa jadi nyata. Siapapun pasti menduga jika sholat jamaah di masjidil haram pastilah lama karena surat-surat yang dibaca imam memang surat panjang dan cara pembacaanya yang tartil. Tapi, ternyata siang itu sang imam membaca surat al Ikhlas dan An-nas. Antara percaya atau tidak. Ini yang menimpa teman saya Danang yang baru pulang Umroh.

Menghindari Hipnotis

Kejahatan bisa terjadi dimana saja, terutama untuk para wanita. Baru baru ini, seorang sahabat saya kena musibah dihipnotis di terminal. Dia memang terbiasa naik kereta, dan baru kali itu lewat terminal. Pinter banget ya si tukang hipnotis, sampai dia tahu objek mana yang bawa barang berharga. Si sahabat saya itu sebutlah namanya bunga, saat itu sendiri menuju Depok dari salah satu daerah di Bekasi. Ada seorang bapak yang ngajak ngobrol tapi tidak dia tanggepin. Lalu datang bapak lain yang akhirnya 2 bapak itu ngobrol. Singkat cerita, barang-barang teman saya (tas berisi laptop, dompet, baju, Id card, kunci rumah, PIN ATM DAN KARTUNYA) diambil.

Secara teknis, untuk menghindari kejahatan hipnotis sangatlah mudah. Berikut ini tips dan trik untuk menghindari kejahatan gendam / hipnotis jalanan (http://www.tadungkung.com) :

1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan, karena seluruh proses hipnotis adalah proses “self hypnosis ” (kita mensugesti diri sendiri) dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh penggendam.

2. Hati-hati pada orang yang baru anda kenal dan berusaha mendekati anda, karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.

3. Waspadalah terhadap orang yang menepuk anda dan hindari dari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika anda fokus pada ucapannya, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. Segeralah pindah dari tempat itu dan alihkan perhatian anda ketempat lain.

4. Sibukkan pikiran anda dan jangan biarkan pikiran kosong pada saat anda sedang sendirian ditempat umum, karena pada saat pikiran kosong /bengong, bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk tersugesti.

5. Waspadalah terhadap rasa mengantuk, mual, pusing, atau dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar, karena kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing kepada anda. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut kebumi, cukup dengan cara visualisasi dan berdoa menurut agama dan keyakinan anda.

6. Bila ada orang yang memiliki kebiasaan “latah” usahakan agar kalau bepergian ditemani oleh orang lain, karena latah adalah suatu kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Usahakanlah untuk menghilangkan kebiasaan latah tersebut.

7. Hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni anda tanpa suatu hal yang jelas dan pergilah ketempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan. Kadang penggendam melakukan hipnotis secara berkelompok, seolah-olah saling tidak mengenal.

8. Jika anda mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, segeralah perintahkan diri anda agar sadar dan normal kembali, dengan meniatkan, “Saya sadar dan normal sepenuhnya! ” Dan andapun akan sadar dan normal kembali.

Yang terjadi pada si bunga adalah di point 7, hipnotis berkelompok yang seolah-olah para pelaku tidak saling kenal.

Adventures Bogor

March 25, 2013
Beberapa aparat polisi membuka pagar bertuliskan “Car Free Day” yang menutupi jalan jalak Harupat arah Sempur Bogor pagi itu. Tiap minggu kawasan sempur yang berbatasan dengan kebun raya serta istana Bogor memang ditutup untuk kendaraan. Masyarakat tumpah ruah ke lapangan dan pedestrian, menggelar dagangan, olahraga, sekedar shoping, dan lain lain modusnya.
Saya berada di dalam sebuang angkot yang terjebak macet karena car free day baru usai. Kendaraan mengular dari Pangrango hingga depan istana Bogor. Meski macet, saya tetap menikmati suasana itu, karena hawa sejuk dari kebun raya Bogor menyeruak masuk ke dalam angkot.
Halaman Istana Bogor
Pedestrian depan Regina Pacis
Saya turun dari angkot di depan istana. Sebelum nyebrang ke Regina Pacis, saya sempatkan say hello ke Rusa Istana..hihihihi. Angkot selanjutnya yang akan saya naiki adalah angkot nomor 16 tujuan Salabenda. Jadi, saya harus jalan dari jalan Juanda ke arah pasar anyar. Hari itu saya berencana bertemu dengan Ayung dan Padi, 2 sahabat saya dan saudara sepejuangan saat kuliah. Kami hendak menjenguk bayi salah seorang kawan di RS. Hermina Bogor .
Satu jam menunggu 2 sahabat saya yang tak kunjung datang, kabarnya Fadil mau ikut juga,,jadi mereka tidak langsung ke Giant tempat saya nunggu. Saya duduk sambil makan di A&W dan salahnya minum lemon tea. Magh kumat euy. Bosan di A&w saya ganti posisi duduk di dunkin donuts. Pada menit ke 120, kaki saya beranjak ke department store. Keliling dari pojok ke pojok, nawar mesin cuci, nawar hape, nawar tas, hahaha.
Kaki pegel, istirahat di dekat eskalator jadi pilihan. Di situ malah ada adegan anak tersesat di mall. Si Ibu nyariin dan nanya ke saya, beberapa saat sebelumnya si anak memang lewat situ.
Singkat cerita, akhirnya saya ketemu dengan Ayung dan Padi. Tanpa fadil, tapi ada waqif dan warto. Sebelum ke Rumah Sakit kami mampir dulu ke tempat futsal, heh..ngapain coba. Cuma numpang foto..heheh..
full color
Puas foto, kami memuaskan perut. Sebenarnya saya kenyang, secara saya sudah makan di A&W dan dunkin donuts. Ayung penasaran dengan soto pak Min, dan tadaa...saya yang sudah pernah makan di sana Cuma pesan sop biasa seharga 6000. Si Warto yang paling heboh. Karena dia pesan sop dada plus nasi yang banyak banget sampai di bungkus. Dan dia lebih shock lagi dengan harganya.
Sop ayam Pak Min 
Sesampainya di rumah sakit, kami ternyata tidak bisa bertemu dengan si bayi. Kamipun nonton film India di Lobi, Koi Mil Gaya..
Tepat jam 3 sore kami pamit dari Rumah sakit. Saya langsung naik transpakuan menuju Baranangsiang. Tanpa sepengetahuan saya ternyata Ayung, Padi, Waqif, dan Warto jalan kaki. Apa? Itu jauh banget. Dulu saya sering lewat situ sampai kampus tanpa angkot tapi pakai sepeda. Apa modus mereka? Masa habis ongkos? Xxiixxi..sepertinya engga.
Jalan kaki
Petualangan baru, dengan jalan kaki kita bisa tahu dan merasakan banyak hal .

Kreatif Sampai Mati : handbook orang kreatif

March 23, 2013


Judul: Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati
Penulis: Wahyu Aditya
Penyunting: Nur Jannah Intan
Cetakan ke-1 : 2013
Penerbit: Bentang
ISBN: 978-602-8811-99-6
Halaman: 302

Resensi:
Sebuah scratch book yang bisa dijadikan handbook bahkan buku bacaan wajib di sekolah. Buku ini menyemai imajinasi pembacanya agar tumbuh, berkembang, tidak takut gagal, dan out of the box. Menyajikan 17 bab yang disebut butir. Setiap bab dipisahkan dengan warna berbeda pada perpindahan bab serta disertai quotes yang tersaji secara kreatif. Pembaca tidak akan merasa sedang membaca buku, karena seolah-olah penulis berbicara langsung. Pembaca tidak perlu membayangkan secara rumit karena semua ilustrasi sangat jelas dan kreatif.

Di bagian awal, penulis menjabarkan mengenai caranya menemukan passion. Waditya juga mengkritisi bahwa yang namanya seni itu dibutuhkan dalam kehidupan. Hidup kita tidak selamanya butuh matematika, bergelut dengan angka dan ilmu pasti yang lainnya. Hidup itu butuh kreativitas dan warna. Jadi, tidak ada peng-anaktirian terhadap ilmu manapun. Semuanya tetap dibutuhkan tapi harus seimbang. Selanjutnya penulis mengarahkan pembaca untuk berlatih berpikir out of the box, menemukan ide, dan mematahkan perasaan takut gagal. Di bagian akhir, dijelaskan mengenai eksistensi serta perjuanagn KDRI (Kementrian Desain Republik Indonesia), dan Hellomotion dimana penulis adalah foundernya.

Bahasa yang digunakan ringan tapi tetap berusaha menyesuaikan dengan kaidah bahasa yang berlaku. Penuturan dari bawah lalu klimaks dan penurunan di bagian akhir. Bagian klimaks dalam buku ini dimulai di butir 5 yaitu “Bagaimana kalau?”. Berisi tentang mimpi sang penulis membuat video klip untu grup band favoritnya Padi. Mimpi itu terus diingat dan akhirnya terwujud. Meski dengan susah payah, dan takut mengecewakan Padi, ternyata klip yang unik tersebut mendapat penghargaan klip favorit pilihan penonton dari Video Musik Indonesia 2002.

Informasi yang tersaji di dalam buku yang digunakan untuk memperkuat ide penulis sudah snagat relevan, terbaru, dan valid. Semua gambar selalu disertai sumber asalnya, begitu pula dengan pernyatan-pernyataan atau quotes. Tidak ada pernyataan penulis yang terkesan menggurui.

Kreativitas penulis terlihat mulai dari cover depan, hingga cover belakang. Semua tampak proporsional, indah, unik, dan tidak membosankan. Pemilihan font yang pas serta penambahan coretan-coretan di sana sini adalah keunggulan yang bisa menarik pembaca dari berbagai usia, dan latar belakang. Sangat berbeda dengan buku motivasi lain. Pembaca tidak akan merasa berat membuka halaman demi halaman meski buku ini tergolong tebal. Hal lain yang menarik dari sisi desain adalah adanya gambar di pojok kanan dan kiri atas yang jika digerakan akan menjadi animasi. Selain itu tersedia space satu halaman cover yang bebas untuk di”kerjain” oleh pembaca.
Cover hasil kreasi saya (galau) 

Buku ini tentunya belum sempurna karena ada beberapa kelemahan. Konsistensi antar bab kurang baik. Hal ini bisa disebabkan karena cara menulis yang random. Di akhir bab disebutkan bahwa penulis menuangkan idenya secara random dari bab 2 lalu bab 4 dan kembali ke bab 2. Bagian yang tidak konsisten itu terasa sekali di sini:“kreativitas akan muncul secara subur adalah ketika orang-orang tersebut sudah menemukan tempat yang nyaman untuk berkarya” (halaman 21) adalah benar. Tapi di bagian lain yaitu di butir 7 malah jadi terasa kontra. Di sini penulis mengungkapkan mengenai keterbatasan yang menjadi peluang. Situsasi yang serba terbatas malah mendatangkan kreativitas. “..memanipulasi keterbatasan. Selain dipacu untuk kreatif, kita juga disadarkan tentang efisiensi dan berkreasi seoptimal mungkin”. Jadi yang benar, kreatifitas itu muncul dalam kondisi nyaman, terbatas, atau keduanya bisa?

Penulis adalah seorang animator, creator, desainer. Tentunya, tulisannya juga berkaitan dengan itu semua. Bagi pembaca yang kurang meminati hal itu tentu akan merasa bosan. Penulis sama seklai tidak menyinggung bidang kreativitas lain misalnya fashion atau arsitektur.

Pemilihan jenis kertas pada bagian cover perlu dipertimbangkan. Pada bagian cover “plain” yang disediakan untuk pembaca agar berekspresi justru licin. Penggunaan pensil warna dan krayon tidak bisa maksimal jika pembaca ingin menggambar dan mewarnainya.
Secara umum, buku ini sangat recomended untuk anak muda Indonesia maupun yang ingin berjiwa muda. Meski bentuknya “nyleneh” berupa scratch book tapi layak dijadikan handbook untuk para creator, bacaan putera-puteri di rumah maupun sekolah, serta motivasi bagi para pekerja yang merasa terjebak pada hal yang bukan passion.
Penulis berpesan secara tersirat di buku ini agar kreatifitas bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk materi pribadi semata, tapi juga kontribusi yang bermanfaat bagi bangsa dan dunia. Kreatif itu sederhana, kita sering tidak merasa jika kita sedang berkreasi.

Weekend Bisa Setor SPT

Barangsiapa yang punya NPWP wajib melaporkan pajak yang sudah dikeluarkannya selama setahun ini. Yaps termasuk saya harus melapor ke kantor pajak pratama terdekat. Sudah 1 bulan saya mendapatkan formulir dari kantor yang berisi rincian penghasilan, pajak yang sudah dikeluarkan, penghasilan tidak kena pajak, dll. Formulir itu diisikan ke formulir yang harus dilaporkan yaitu formulir 1770.
sepeda lipat saya di jalur sepeda depan movieland


Jalan 10.000 Langkah

March 22, 2013

Hai Kakiku, apa kabar? Terima kasih untuk hari hari dengan langkah lebih banyak pekan ini. Kelihatannya saya santai ya? Tapi siapa sangka, setiap hari langkah yang berayun lebih dari 10.000. Dimulai dari jalan di komplek berangkat kerja-jalan dari parkiran ke office-jalan dari office ke indoor test-pulang dari indoor test ke office- jalan dari office ke indoor test-pulang dari indoor test ke office-jalan dari office ke parkiran. Kalau digambar jadi garis, berapa kilometer ya? Hahaha…
Missal 1 hari = 10000 langkah
1 meter = 3 langkah kaki saya
Jadi, dalam sehari saya jalan kaki sejauh 10000/3= 3333,33 meter. 3,5 kilometer..mmm wow..bisa jadi tuh, yah paling enggak 2 km ada tiap hari.  Ditambah lagi, saat saya "nongkrongin" mesin sebenranya keadaanya berdiri. Bisa sejam tuh saya berdiri. puk puk betis..
Gag penting banget ya saya hitung-hitung gini, tapi tidak mengapa lah..jadi kelihatan aktivitas kerja saya yang sporty abis. Hahahha…pantes langsing gini ya?
Osteoporosis atau keropos tulang dapat dicegah dengan mengkonsumsi nutrisi berkalsium tinggi dan aktivitas fisik dengan beban. Ketika berjalan, tulang menopang berat tubuh kita sendiri sehingga melatih tulang tetap kuat dan padat. Selain itu, berjalan kaki minimal 10.000 langkah sehari juga dapat menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko terjatuh, membantu mencegah risiko patah tulang dan osteoporosis.
Well, saya ingin jadi nenek lincah ketika tua nanti. Semoga selalu sehat ya Allah..

“Kemudian yang kamu perlukan hanyalah kaki yang akan melangkah lebih jauh, tangan yang akan berbuat lebih banyak, mata yang akan melihat lebih lama, leher yang akan lebih sering mendongak, tekad yang setebal baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras serta mulut yang selalu berdoa.”
― Donny Dhirgantoro, 5 cm

Meet Peter Schemeichel MU

March 21, 2013

Ingin ketemu Legenda Manchester United, Peter Schemeichel? Akhir Maret 2013 akan diadakan acara United Festival dalam rangka kerjasama antara Achilles Corsa dengan Manchester United. Kegiatan ini didukung oleh Mall Kuningan City dan beberapa partner resmi Manchester United di Indonesia seperti Nike, Danamon dan Chevrolet.

United Festival adalah acara peluncuran kerjasama antara Achilles Corsa dengan Manchester United yang akan diselenggarakan pada tanggal 28-30 Maret 2013 di Mall Kuningan City, Jakarta Selatan. Pada United Festival ini akan ada acara-acara menarik seperti NOBAR pertandingan antara Manchester United vs Sunderland, Exhibition, Games, Entertainment dan Special Guest yaitu Legenda Manchester United, Peter Schemeichel.

Berkenaan dengan acara special ini, telah dibuat Landing Page yang ada di website resmi yaitu Achilles (achillesradial.com) dan Corsa (corsamotorscycletire.com) yang memungkinkan masyarakat umum mendapatkan tiket masuk acara United Festival ini. Caranya mudah para pengunjung landing page tersebut hanya perlu mengisi data-data diri mereka pada link berikut ini : achillesradial.com/unitedfestjkt atau corsamotorcycletire.com/unitedfestjkt. Setelah itu mereka akan mendapatkan email notifikasi. Bagi para peserta yang beruntung akan mendapatkan unique code yang bisa ditukarkan dengan tiket masuk pada saat acara United Festival. Kemudian kami juga mengajak rekan-rekan untuk membantu menyebarkan informasi video teaser tentang United Festival dengan Link Youtube berikut ini: http://www.youtube.com/watch?v=y-OjsuIS_S4

Kreatif itu

Kreatif pangkal kaya

Kreatif pangkal pandai

kreatif itu tidak pernah merasa bosan

kreatif itu spesies langka

kreatif itu membalikkan cara pandang

kreatif itu penggebrak perubahan

kreatif itu bukan kriminal

kreatif itu hak semua insan

kreatif itu bukan hanya milik seniman dan desainer

Review Madre Dee Lestari


“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari?

Darah saya mendadak seperempat Tionghoa,

Nenek saya seorang penjual roti, dan dia,

Bersama kakek yang tidak saya kenal,

Mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.”


Judul: Madre
Penulis: Dee
Editor: Sitok Srengenge
Penerbit: Bentang
Jumlah Halaman: 160
Cetakan: 2, Agustus 2011
ISBN: 9786028811491

Ide yang brilian untuk mengangkat cerita bertema kuliner. Madre kumpulan cerita saya dapatkan di toko online Mizan menjelang peluncuran versi layar lebarnya. Meskipun ada versi terbaru dari Madre yaitu Madre: A coffetable book, memilih versi asli agar tahu kisah lainnya adalah pilihan yang lebih baik.

Sinopsis:
Madre adalah kumpulan prosa dan puisi yang dibuat oleh Dewi Lestari selama 5 tahun ke belakang. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati. Madre sendiri berbicara seputar kehidupan yang bersumber dari benda mati ("Madre"), komunikasi dalam diam antara ibu dengan janinnya ("Rimba Amniotik"), pencarian jodoh seorang laki-laki berdasarkan tanda-tanda alam yang misterius ("Have You Ever?"), evolusi drastis yang dapat terjadi dalam diri seorang manusia ("Guruji"), dan jiwa bebas seorang perempuan yang pada akhirnya mendarat di tanah yang lama ("Menunggu Layang-layang"). 
Cerita yang menjadi judul buku ini adalah Madre. Kisah tentang seorang laki-laki yang baru mengetahui bahwa dia adalah keturunan tukang roti setelah seorang pria Tionghoa tua bernama Tan meninggal. Dari situ, dia bertemu dengan orang-orang Tan de Bakker dan juga “Madre”, sebuah biang roti yang menjadi pivot utama cerita pendek ini. Selain Madre, ada juga cerita “Layang-layang” yang menceritakan tentang dua orang yang punya pribadi yang berbeda.

Review:
Secara keseluruhan, Madre bernuansa lebih lembut daripada Filosopi Kopi. Alur cerita di dalam buku ini adalah maju semuanya beralur maju. Hal ini membuat pembaca tidak perlu kesusahan memahami cerita. Banyak sekali perumpamaan-perumpamaan serta kalimat majas yang indah. Bahasa yang digunakan oleh penulis sesuai dengan kaidah kebahasaan yang resmi. Misalnya kata “Napas” bukan “Nafas”, dan kata
“Serdawa” bukan “Sendawa”. Pemilihan bahasa bukan hanya membuat suatu tulisan enak dibaca, tapi juga merupakan bentuk edukasi kepada pembaca. Apalagi kondisi Bahasa Indonesia saat ini sudah campur aduk dengan bahasa “gaul” atau bahasa daerah dan tidak tahu lagi mana yang asli. Kekuatan lain dari kumpulan cerita Dee Madre terlihat pada kekuatan penokohannya. Misalnya, Tansen yang bebas benar-benar dikuatkan dengan tindak tanduknya, gaya rambutnya, dan cara berfikirnya. Buku yang tipis dan ringan meskipun ada 13 kisah menandakan bahwa penulisnya mampu mengutarakan ide secara padat. Memilih kata yang seharusnya berupa paragraf menjadi hanya sebuah kalimat. Seperti sudah tertuang di awal resensi ini, ide dari cerita-ceritanya sangat berbeda dan fresh. Hal ini mengakibatkan pembaca tidak mudah menebak jalan cerita selanjutnya dan akhir cerita.
Seperti biasanya, Dewi Lestari sang penulis menghadirkan kalimat-kalimat indah “quotes” di bukunya.

“Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman bukan penjelasan. Perjalanan bukan tujuan. Pertanyaan yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban.”

“Dan aku bertanya: apakah yang sanggup mengubah gumpal luka menjadi intan
Yang membekukan air mata menjadi kristal garam?
Sahabatku menjawab: Waktu
Hanya waktu yang mampu”

Diantara kelebihan-kelebihan dari buku kumpulan cerita ini, tentulah ada kelemahan. Cover Madre terlalu kaku, tidak seperti filosofi kopi atau Perahu kertas yang soft dan “menggoda”. Dari sisi psikologi, warna orange memberikan kesan tidak nyaman, dan sedikit gaduh. Mungkin karena sebab itulah warna ini paling banyak di pakai untuk menarik perhatian orang. Cover buku bukanlah suatu papan lalu lintas yang mengharuskan orang untuk melihatnya. Cara menarik perhatian pembaca agar mengambil buku ini di rak adalah seperti di cover perahu kertas. Tebalnya buku tidak menyurutkan niatan pembaca membuka halaman-halamannya.
Tidak semua orang menyukai dan mampu memahami prosa. Seharusnya penulis memisahkan antara kumpulan cerita dan kumpulan prosanya, sehingga pembaca tidak akan meng “skip” halaman yang tidak ia mengerti. Penulis seakan memaksakan diri memasukan cerita-cerita yang tak senyawa dengan Madre sehingga terkesan mengambang.
Pesan penulis yang bisa ditangkap diantaranya adalah tentang passion. Di cerita Madre ada Tansen yang memiliki pasion hidup bebas tapi ternyata diberikan anugerah Tuhan berupa kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan. Seperti itulah hidup, tidak selamanya passion menghidupi kita, tapi kita tetap bisa hidup bersama passion.
Simpulan dari review ini, Madre memang recomended untuk dimiliki. Terutama bagi yang ingin tahu cara Dewi Lestari bercerita dalam versi singkat. Siapkan catatan kecil saat membacanya, karena buku ini memiliki quotes-quotes yang indah. "Madre" benar-benar imajinatif, membawa pembacanya kepada suasana toko roti tua, aroma ragi, tepung, dan hangatnya suasana dekat oven. Pantaslah jika akhirnya diangkat ke layar lebar.

untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu

dan menjembatani semuanya

demi memahami dirinya sendiri." (Hal.160)
 image source:
www.ceritamu.com

Ganti Template Blog : coming soon

March 20, 2013

Kegalauan hati ini diakibatkan kebimbangan untuk mengganti template blog. Template ini memang bukan pilihan saya dan “nggak gue banget”. Alasan awal memakai template ini karena SEO friendly, tapi apa friendly buat manusia?. Akhirnya saya bercakap-cakap via twitter dengan senior saya di bidang perBlog-an, sebut saja dia @bangkoor yang punya blog www.bangkoor.com . Salah satu kekhawatiran saya ganti template adalah turunnya traffic. Ini nih, rangkuman percakapannya..

“ganti template g nurunin traffik kok mbak, bahkan bisa ningkatin, kalo emang templatenya nanti lebih disukai dan lebih fresh. Yang nurunin traffic itu kalo ganti domain. Lagian bisa jadi visitor bosen kalo tampilan blog kita gitu-gitu aja. Refreshing dengan jalan ganti atau paling tidak modifikasi template. Jujur aku juga agak sempoyongan kalo mampir ke blog mbak..kayak website koran. Ramah untuk search engine, tapi kurang ramah untuk manusia.”

Bismillah, saya akan ganti template yang “gw banget” biar ada penyegaran buat pengunjung dan saya tentunya.

Image source: @dianpelangi instagram

Teror Hantu Bau Pete & Jengkol

March 19, 2013

Beberapa waktu yang lalu, saya terbangun di tengah malam karena bau yang sangat menusuk. Mirip ceceran Oli bekas. Saya abaikan saja karena ngantuk, tapi nyatanya mata saya tidak bisa terpejam dan sangat terganggu dengan bau itu. Saya itu orangnya rasional banget, dan cuek. Tapi malam itu saya begitu yakin kalau bau nusuk ini indikastor ada makhluk astral atau yang kita sebut hantu. Saya pejamkan mata sambil baca ayat kursi, dan tahlil sampai tertidur. Alhamdulillah. Keesokan paginya, saya coba periksa bawah mobil dan tidak ada ceceran oli. Bau itu Cuma tercium di kamar saya pada kisaran waktu pukul 23.00-02.30 Wib.

Semalam, saya sudah tepar karena senin memang banyak kesibukan. Habis sholat isya saya langsung tidur, dan tadaaa...pukul 23.00 terbangun lagi karena bau menusuk hidung. Bukan lagi bau oli bekas, tapi bau pete atau jengkol gitu, semacam bau itu. Oke, saya pikir Ibu kos ku paling ya yang habis makan pete atau nyimpen pete di meja depan. Cuek aja ah. Tapi,,menjelang tengah malam, bau itu semakin menusuk bahkan seakan membekap hidungku. Astagfirullah.

Karena penasaran, saya cek ke seantero kamar. Jelas tak ada benda yang menghasilkan bau seperti itu, bahkan dari tempat sampah pun (saya sempat mengendus tempat sampah). Exhaust fan tetap mengeluarkan udara agar keluar dari kamarku. Di samping kasur, aku taruh pengharum ruangan. Oiya,,lagi lagi, sumber bau hanya di kamarku. Karena waktu saya ke kamar mandi tidak bau apapun. Padahal kamar mandi saya itu letaknya di dalam kamar dan pintunya terbuka. Sewajarnya jika ada bau di kamar, pastilah kamar mandi juga ikut bau.

Anehnya, saat masuk waktu pagi (03.00) bau itu hilang sama sekali. Tak berbekas. Pagi harinya, saya cek meja depan dan kulkas...tadaaa..tak ada pete, dan jengkol.

Peristiwa ini mengingatkan saya pada kejadian aneh di Bogor beberapa tahun lalu. Tiap malam sering saya mencium bau belerang, kadang bau kentut yang sampai tidak bisa tidur. Saya tidur sendiri, dan kamar saya jauh dari septic tank. Lagi-lagi otak rasional saya mengira bahwa di daerah Bogor mungkin ada gunung berapi yang ada belerangnya. Dan penjelasan teman saya, gunung itu memang ada tapi jauh sekali.

Kalau ada rasa penasaran tingkat tinggi ujung-ujungnya tanya google. Ternyata, indikator makhluk astral salah satunya adalah dengan munculnya bau-bau busuk yang menusuk.

“Ya Allah lindungi hamba dari kejahatan makhlukMu”

right sign

March 18, 2013

Alam sebenarnya selalu memberi pertanda pada manusia, kita biasa menyebut Firasat. Tinggal sepeka apa nurani manusia itu sehingga bisa merasakan. eh kalimat ini sudah sering saya omongin dimana mana sepertinya hehe.
Harusnya saya mengerjakan banyak hal hari ini. Plan Produksi di factory salah satunya dan update suatu data penting. Mungkin firasat, saya begitu santai bahkan tidak plan apapun di line produksi. update data juga tidak. Yang saya lakukan hanya fokus dengan supervisi pemindahan mesin.
Right Sign on The right Plan. Listrik tiba tiba padam. Kalaupun hari ini saya plan produksi, bisa berantakan. Material dan tenaga terbuang. Kalaupun saya update data juga tidak selesai hari ini karena komputer tidak ada suplay daya listrik.
Sederhana ya hidup tuh, kita hanya harus bisa peka.

Nikmatnya Kupat Sayur Padang

Saya sedang tergila gila (lagi) dengan makanan ini. Kuah santan nya, pakisnya, dan nangka nya berbumbu dan lembut. Nulis ini saja saya langsung pengen lari dari kantor menuju “kupat sayur uni” andalan saya. lokasinya di samping masjid kota Jababeka. Cuma pakai tenda yang mangkal dari pagi- siang, tapi selalu ramai. Aduhh kebayang bayang deh, semoga besok pagi sudah buka ya. Mau sarapan disitu sebelum berangkat kerja ah..slurppp slurppp...

Meskipun saya orang Jawa, tapi sangat cocok dengan kuliner Padang yang satu ini. Pertama kali saya mencicipi kupat sayur Padang di Bogor, tapi mirip kupat sayur sunda. Kalau yang ini, nikmat dan Padang banget deh rasanya. Simpel penyajiannya, Cuma kuah dengan kupat, sayuran berupa nangka dan pakis. Aksesorinya ada kerupuk, atau telor rebus. Tapi saya pilih versi ORI saja tanpa aksesori, uenak.

Kawin-Cerai Ter-La-Lu

March 17, 2013

Kita ini kadang terlalu hitam-putih soal cinta & hubungan. Cinta memang penting, tapi bukan segalanya dalam hubungan. Mengapa saya tulis topik ini? Saya yang masih lajang, akhir-akhir ini miris melihat kondisi sekitar yang mana perceraian tidak hanya jadi habit selebritis. Ordinary people juga ikut-ikutan. Ada apa sih? Jujur saja saya jadi takut.
Tanpa tujuan bersama, komitmen bersama, hirarki nilai bersama, sulit mempertahankan pernikahan yang baik & fulfilling. Perceraian banyak terjadi karena tidak mampu menjaga aspek 'hidup bersama' & terlalu mengagungkan cinta. 340ribu angka perceraian tahun 2012, 30% terjadi di bawah usia nikah 5th. Karena apa? Cintanya hilang? Bukan.
Kebanyakan orang punya nilai-nilai atau prinsip-prinsip hidup, tetapi tidak jelas urut-urutanya. Kadang-kadang jadi tabrakan & bingung sendiri. Tidak banyak orang yang secara sengaja menyusun Hirarki Nilai (Values Hierarchy) pribadi, apalagi yang untuk hidup bersama. Punya hirarki nilai personal bukan hal mudah. Lebih kacau lagi, kita sering menghakimi orang lain berdasarkan nilai-nilai kita.
Hirarki personal itu misalnya: 1) Prestasi , 2)finansial 3)kenyamanan 4)social. Prinsip seperti ini harus diketahui bersama sebelum menikah. Saya yang pengejar prestasi bisa berantem terus dengan orang yang prioritas utamanya social JIKA TIDAK SALING TAHU, MEMAHAMI DAN IKHLAS.
Hampir 80% dari 400 lelaki bilang: "lebih baik jomblo tapi dihormati, daripada punya pasangan tapi tidak dihargai". Semua butuh dicintai. Bagi perempuan, bentuknya disayang-sayang pasangan. Bagi lelaki, bentuknya dihargai pasangan.

source:
https://twitter.com/AlissaWahid
pinterest.com/marry



Madre dan Tentang Roti

Kamarku yang hangat mendadak bau toko roti, lebih tepatnya bau ragi. Memang ada dua potong roti yang masih tergeletak di meja sejak kemarin. Ini semua terjadi gara-gara saya membaca Novel “Madre” nya Dee. Ngulik kisah seonggok madre, mendadak mengaktifkan sensor otak saya untuk makan roti. Bahkan dalam sehari, saya mengunjungi dua toko bakery.

mirip roti saya kemarin tapi ada potongan keju berbentuk dadu ditengahnya

Madre adalah adonan. Hasil perkawinan antara air, tepung, dan fungi bernama Saccharomyses exiguous. Sebagai adonan biang, sebagian madre selalu dipakai untuk mengembangkan roti. Sementara sisa Madre beristirahat dalam lemari pendingin. Kumpulan Sacharomyses exigus dan Lactobacillus yang disumbangkan tadilah yang meronggakan, mewangikan dan merenyahkan roti. Secara rutin, kultur hidup yang ada di dalam madre diberi “makan” lagi dengan tepung dan air baru hingga ia terus berkembang biak menjadi ibu bagi roti-roti berikutnya.
Bakery modern yang menggunakan adonan biang sudah jarang. Mereka memakai ragi instan. Madre itu jenisnya sourdough sehingga rasanya beda. Roti yang memakai madre memiliki kerak cokelat yang tebal di permukaanya, kenyal seperti permen karet, tetapi lembut di kedua sisi sampingnya.
Dari novel Madre saya belajar tentang jenis-jenis roti. Roti tawar putih, roti gandum utuh, roti kibbled yang merupakan gabungan dari bermacam-macam biji-bijian, roti rye yang menggunakan tepung kaya serat, foccarica yang bertaburkan dedaunan rempah, ciabatta alias roti “sendal” khas Italia, pita alias roti pipih khas India, baguette si roti panjang yang renyah, roti buah yang dipadati kismis dan aneka berry kering, roti jagung yang dibuat dengan corn meal gurih, roti ricotta yang berkeju dan bermentega, banana bread yang mirip bolu pisang, dan semolina yang berselimut wijen. Luar biasa, saya hanya tahu roti tawar,,hehe. Roti yang saya beli kmearin juga entah termasuk jenis yang mana.
ini roti semua
banana bread
artisan
Orang yang jago bikin roti namanya bukan cheef tapi artisan. Hehe artisan bukan selebritisan dan beda pula dengan seniman yah. Tiap orang memang punya tangan dan sense yang beda-beda dalam mengolah roti. Entah ada zat apa di tangan yang menjadikan hasil adonan  bisa berbeda-beda.
Mengenai adonan biang, saya pernah tahu waktu bereksperimen dengan seorang teman kuliah yang mahasiswa Ilmu Teknologi Pangan. Waktu itu kami bertiga, berniat membuat roti. Nimbang bahan-bahan di sekretariat BEM, dan buat adonan biang. Tapi adonan biangnya pakai ragi instan. Hehhe. Basecamp selanjutnya pindah ke rumah saya. Nguleni adonan pakai mixer, lalu tangan, dan membiarkan si adonan mengembang. Tadaa…setelah berjuang berjam-jam jadilah roti bantet.

source:
Madre, Dewi Lestari
pinterest.com/bread


Auto Post Signature

Auto Post  Signature