Pindah (lagi) temanku

January 30, 2014
Apa alasan orang pindah rumah? Apa yang membuat mereka mencabut akar yang telah tertanam dalam dan meninggalkan segala sesuatu yang telah mereka kenal, pindah ke tempat lain yang jauh dan entah menjanjikan apa? Kenapa mau memasuki rimba asin yang serba baru, aneh, dan sukar?
Jawabanya sama di mana-mana: orang berpindah karena berharap memperoleh kehidupan yang lebih baik. 
Satu lagi teman seangkatan MT pindah kerja. Ini sesuai banget sama impian dia. Teman-temanku yang pindah memang sebagian besar mendapatkan impiannya. Impianku apa? Sebagai wanita aku berprinsip kelak saat sudah berkeluarga aku ingin berada di rumah menyambut suamiku pulang kerja. Aku akan menemani anakku mengerjakan PR dan membacakan cerita sebelum tidur. Hehe..kalau sudah gini apa mungkin aku kerja jadi engineer di sebuah perusahaan oil and gass? Kerja di bank saja pulangnya malem terus. Paling aman memang seperti sekarang, maghrib sudah berada di rumah. Andaipun aku dapat kerjaan yang WAHHH , lalu saat berkeluarga aku harus lepasin apa aku rela? Jangan-jangan aku sudah keasikan.  
Dulu aku memilih posisi yang saat ini sudah berasarkan pertimbangan dan doa-doa panjang. Aku yakin, kalau aku masih semangat kerja di sini artinya itulah yang masih terbaik buatku. 

Pak Menkominfo

maaau jadi apaa negaranya kalau menkominfo nya saja nanya rakyatnya kenapa butuh internet cepet? Indonesia ranking internetnya superrr di bawah. Okelah kalau pemerintah sudah berusaha membangun segala infrastrukturnya, thanks. Tapi plis sebagai menkominfo jangan berpikir kalau internet hanya dipakai warganya buat game, download yg engga-engga, pacaran, and another fucking dirty think. 
Jadi si Pak mentri nanya ke followersnya di twitter tentang apa yang akan dilakukan dengan internet yang cepat. Pak mentri hanya merespon yang jawabannya jorok, lucu, terkesan tidak serius. Saya jadi ingat beberapa waktu lalu saat Roy Suryo diangkat jadi Menpora. Pak Tif dengan gaya ABG terang-terangan menyerang dan "ngata2in" rekan sekabinetnya. Hellow sebenci apapun kalian bakal se team. Nggak Pantes banget kan? Terserah ya kalian para simpatisan pak Tif mau cap saya apa. 


Efek musim hujan

Luar biasa hujan bulan januari ini. Hampir 2 minggu terus mengguyur nggak kenal permisi. Payung yang baru kubeli sudah porak poranda lho karena anginnya yang kadang gede banget. Semenjak hujan saya nggak pernah joging pagi lagi. Bike to work juga terhenti. Terpaksa naik angkot yang harus berkejaran dengan waktu, menghindari macet, ah pokoknya capek fisik nggak puas hati banget. 
Ini sudah akhir bulan, anggaplah besok mulai hari baru deh. Harus mulai olahraga lagi. Efeknya kerasa banget musim hujan ini. Badan ngga fit, gampang capek, emosi nggak stabil, mimpi buruk, tidur ngga nyenyak.
Mimpi buruk. Ya..beberapa hari ini dapat mimpi-mimpi yang jijik. Nightmare nggak perlu diceritain lah ya..intinya, dalam tubuh sehat ada jiwa yang kuat. 

Kebosanan, kesabaran, kebahagiaan

January 29, 2014
"Kesabaran dan kebosanan berhubungan erat. Kebosanan, jenis kebosanan tertentu adalah benar-benar ketidaksabaran. Anda tidak menyukai hal-hal sebagaimana adanya, Anda tidak menyukai hasil dari situasi, hal-hal tersebut tidak menarik bagi Anda, sehingga Anda memutuskan dan kebosanan adalah sebuah keputusan bahwa Anda bosan". 

"Mungkin kebahagiaan adalah ini: tidak merasa Anda harus berada di suatu tempat lain, melakukan sesuatu yang lain, menjadi orang lain".

Dikutip dari: The Geography of Bliss

Swiss Facts

January 28, 2014
Secara geografis saya orang Indonesia, tapi secara kultural beberapa hal yang saya yakini dan dianggap aneh di Indonesia ternyata itu bagian dari jati diri orang Swiss. Apa saya sekiranya ada DNA Swiss? Ya nggak tahu sih ya. Hahaha nggak penting juga.
 

Orang Swiss itu katanya kikir informasi, saya rasa saya nggak gitu. Memberikan informasi kepada orang lain dalam hal tertentu sedikit harus ditahan. Mengatakannya akan dianggap menghina, karena hal itu mengasumsikan kebodohan di pihak lain. Contohnya kalau saya sih gini, ketemu orang yang kerah bajunya nggak rapi. Saya akan diam saja meski ngelihatnya nggak nyaman. Kecuali kalau sudah kenal dekat, saya nggak akan risih mengingatkan.
Fakta Swiss yang lain, orang swiss sangat mencintai aspek kehidupan. Tak segan mereka memberikan kursi di angkutan umum. Ada yang lucu, di Swiss itu setelah lewat jam 10 malam kita tidak boleh "flush" toilet. Ya emang berisik sih,,aku juga tidak suka ada berisik-berisik kalau malam. Swiss itu negara yang sangat teratur, toiletnya bersih meski itu toilet umum di stasiun kecil. Keran air dimana-mana bisa diminum langsung airnya. Tidak ada lubang di jalanan swiss. Masyarakat swiss efisien dan fungsional. Orang swiss tidak suka pamer. Pamer adalah tabu, pun dengan membicarakan tentang uang. 
Ini nih yang saya banget. Orang Swiss lebih sering bermaksud serius dengan apa yang mereka ucapkan. Saya lebih suka to the point, tidak pakai ironi dan humor tapi maksud tak tersampaikan. Segala sesuatu diatur. Orang Swiss tidak mempunyai selera humor dan bangsa yang tegang. 
Kedekatan dengan alam tidak hanya memberi kita perasaan hangat dan membuat kita merinding, tetapi juga memengaruhi psikologi kita dengan cara yang nyata dan terukur. Kedekatan ini sumber kebahagiaan orang Swisa. Di Alpen cuma ada mobil listrik lho biar alam tidak rusak. 
Kata yang tepat untuk Swiss adalah conjoyment (gabungan contentment yang berarti kesenangan dan joy kurang dari penuh kegembiraan). Istilah saya sih conjoyment itu syahdu. Terlalu sering kita mengatakan kita merasa gembira, kita benar-benar merasa terlalu gembira. Ada ingar bingar dalam kegembiraan kita, embusan kepanikan; kita khawatir bahwa momen tersebut cepat berakhir. Tetapi ada momen lain ketika kegembiraan kita tertanam kuat.

Source: The geography of bliss
Image: instagram #swiss

Palestina nggak butuh ente

Waktu kuliah, gembar-gembor Palestina sangat heboh. Aku yakin teman-teman banyak yang pingin jihad ke sana. Salah? Enggak nyalahin juga. Apa Palestine butuh ente? Hehehe..ini yang harus dijawab. 
Di kelasku sejak semester 1 sering banget ada edaran amplop yang mengatasnamakan palestina. Sodakoh untuk perjuangan saudara muslim di sana. Aku lupa apa dulu sering ngasih, kayaknya engga deh. Ragu aja sih, jangan-jangan cuma dimanfaatin organisasi tertentu buat ngadain demonstrasi. Ahahah apa sih fikiran saya.
Menurut salah satu sumber yang sangat dapat dipercaya, Palestina nggak butuh Jihaders macam kita ini. Yang mereka butuhkan Kemerdekaan, kekuatan dari dalam negeri mereka, dan pengakuan PBB. Yang mencengangkan, ada politisasi Palestina dari 2 atau 3 kelompok yang selalu mendengungkan jihad palestina dengan meng"findrising" dana tapi sebenarnya untuk bisnis semata. 

Jadi, pikirin lagi deh ya..banyak cara buat mati syahid, banyak cara buat jihad, banyak cara beramal, banyak cara menjadi hamba Allah yang baik. Islam itu penebar kasih sayang buat seluruh alam semesta..bukan penebar rasa takut.

Banjir Pekalongan

Pagi ini banjir session 2 di Pekalongan datang menjelang subuh. Beberapa daerah yang pada banjir sesion 1 kering, malahan sekarang ikut kebanjiran. Banjir pagi ini warnanya bening, tandanya ini masih air hujan. Apakah curah hujan besar sekali? Atau adakah yang salah dengan drainase? Itu semua faktor pendukung. Faktor lain adalah karena kurangnya resapan air. Jalanan di gang-gang yang dulunya pakai batu sekarang sudah banyak yang diaspal atau dibeton. Halaman rumah pakai paving blok. Ya gimana air mau meresap?

              
 

Jangan salahkan daerah hulu saja. Kami di hulu masih memegang ikatan yang baik dengan alam. Rumah saya pavingan? Enggak. Malah sebisa mungkin kami menanam lebih banyak pohon. Banjir di Pekalongan ini harus dicarikan solusi secepatnya. Kalau sudah seperti Jakarta, apa kita mau pasrah tiap musim hujan? 

Salah satu hal yang bisa dilakukan di lingkungan perkotaan adalah membuat lubang biopori. Selama ini di Pekalongan, biopori masih asing banget. Biopori itu cuma lubang resapan, bukan sumur. Jadi, buatnya gampang dan nggak makan lahan.

Ini saya kutipkan di laman biopori.com mengenai cara pembuatan biopori. 

  1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diamter 10 cm. Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50 - 100 cm
  2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 - 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
  3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput
  4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
  5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.
  6.  Jaga lubang resapan selalu penuh teriisi sampah organik. Jika sampah organik belum/tidak cukup maka disumbatkan dibagian mulutnya. Dengan cara seperti ini maka lubang tidak akan berpotensi terisi oleh material lain seperti tanah atau pasir. Selain itu, jika ada jenis sampah yang berpotensi bau dapat diredam dengan sampah kering yang menyumbat mulut lubang resapan biopori.

               

Yuk..ah..jangan membuat lingkungan makin parah. Pekalongan nggak bisa pasrah saja dengan banjir. Saatnya kita punya taman-taman yang nggak hanya memperindah tapi juga bisa menyerap air. Perhatian juga buat para pengembang yang sedang giat-giatnya membangun perumahan, ruko, dsb tolong buat drainase sesuai standar. 


Gambar:

1. Beberapa titik banjir, sumber @infopekalongan

2. Kali pencongan 28 januari 2014, sumber @fadiaarafiq

3. Google

 

Kebahagiaan Belanda

January 27, 2014
Yang aku pahami tentang Belanda adalah mereka pintar sekali. Negara yang tidak terlalu luas tapi bisa mendatangi Indonesia negeri rempah-rempah yang letaknya jauh sekali. Di sini mereka membangun banyak hal, sangat banyak. Mereka menjajah, banyak menumpahkan darah. Orang Belanda pasti mahir sekali mengolah data, kalau lihat betapa banyak peninggalannya di Indonesia saat ini.

Ya benar saja, bagi mereka angka-angka sangat membahagiakan meskipun mereka belum tentu menikmati kebahagiaan hasil dari angka-angka tersebut. Nah..bingung kan? di Belanda, kehidupan sangat bebas. You know..Narkoba, prostitusi, semua itu legal. Ganja adalah sangat biasa, begitupun dengan wanita penghibur. Tapi kebahagiaan bagi mereka bukan kebebasan itu. Mereka lebih bahagia berekspansi...bisa jadi. Belanda juga negara yang sangat toleran. Tidak hanya toleran kepada pe-sepeda tetapi toleran  terhadap semua ras yang mau tinggal disana. 
Kebebasan yang begitu banyak akan menuju pada hedonisme yang tidak membahagiakan. Toleran yang terlalu tinggi akan menghasilkan ketidakpedulian. Saya tidak cocok dengan Belanda sepertinya. 

Susah nelen

January 26, 2014
Im like a zombie today. Nggak seperti hari minggu biasanya, meskipun matahari bersinar terang tubuhku justru lunglai. Padahal malam tadi sudah minum paracetamol tapi tetap saja nggak nampol. Tidur gelisah, kepala berat, mata cenat-cenut, tenggorokan sakit, lidah sariawan dan saya susah nelen apapun. Mau nelen ludah saja repot gimana nelen nasi. 
Pagi tadi sudah mencoba beli kupat sayur padang tapi ya gitu malah mau muntah. Sudah kucoba nonton acar kuliner biar nafsu makan, tapi yang ada malah tambah mual. Anyway, di Korea lagi happening video orang makan sendirian. Maksudnya? Jadi ada orang yang sengaja makan sendirian dan dibuat video lalu ditayangkan di TV. Ya barangkali akan membuat orang nafsu makan atau kalau kamu sendirian makan dan nonton video ini jadi merasa ada yang nemenin, hahaha. Habis sarapan (yang gagal) aku minum paracetamol lagi, larutan penyegar dan susu beruang. Nah habis minum susu langsung ngantuk banget dan tidur. Setelah bangun tidur rasanya agak mendingan tapi aku lupa tadi itu jam berapa ya. Perut lapar tapi mual dan susah nelen itu dilema. Jadilah saya beli brownies dan buah potong. Mood saya agak baikan waktu makan buah sambil nonton detective conan. Alhamdulillah...

Meskipun sampai sekarang masih susah nelen, setidaknya kepala enteng dikit. Dan big problem sebenarnya mata cenat-cenut. Kalau mata enak, mood insyaAllah OK. Jaga sehat sebelum sakit, pakailah kacamata biar mata nggak cenat-cenut. 
Tips saat kondisi mulut susah nelen adalah banyak-banyaklah minum air putih . Biarkan perutmu kenyang air daripada merana lapar tapi nggak bisa nelen makanan yang kamu kunyah.

Printer Photo Portable

January 25, 2014
Beberapa tahun lalu masih sering ke tempat pencucian foto buat nyetak hasil jepret dari kamera manual. Lalu munculah kamera digital yang tersemat di smartphone maupun handphone fitur. Tempat pencucian foto banyak berubah jadi tempat pencetakan foto dan Sampai sekarang masih eksis. 
Minggu-minggu ini di luar negeri lagi in banget portable photo printer. Konsepnya seperti kamera instant (orang lebih akrab dengan istilah polaroid). Saat ini pemegang merek polaroid sudah memiliki kamera polaroid versi digital. Jadi nih hasil jepretan kamu bisa langsung dicetak. Tintanya? Nggak pakai tinta. Jadi kertas fotonya sudah mengandung tinta. Tahu kan kertas foto polaroid? Nah..kayak gitu tinggal isi ulang kertas fotonya saja. Tenaganya dari baterai dan harus dicharger. 
            

Back to portable printer nih, sebuah produsen barang electronic mengeluarkan printer foto yang bisa langsung terhubung dengan smartphone. Waw..jadi kamu nggak usah pakai kamera polaroid. Tinggal pakai bluetooth saja untuk menghubungkan handphone dengan printer. Cara kerjanya, tentu harus diisi kertas foto seperti di polaroid. Nah..buat ngehubungin software di printer dan smartphone (jenis apapun yang penting bisa bluetooth) ada aplikasi yang bisa diunduh gratis. Sebelum mencetak foto kamu bisa edit deh foto kamu, misal ditambah teks..sticker..dll. Seru kan? Cetak..dan tadaaa...langsung jadi.
Harganya masih lumayan mahal saat ini, printer sekitar Rp. 1,3 juta an. Yang penting nih kertasnya ya..1 box isi 30 lembar harganya sekitar Rp. 150ribu (perlembar 5000 rupiah bo). Di instagram sudah banyak yang jualan nih, misalnya di Online shop @mikko_instax yang fotonya saya jadikan ilustrasi di atas. 

Ngaret bukan budaya Indonesia

Salah satu hal yang aku masih belum paham sama kebiasaan orang Indonesia adalah "ngaret" alias terlambat. Bagi sebagian besar orang, datang tepat waktu itu aneh. Ya..aneh. Mereka lebih milih saling tunggu (padahal bisa pergi sendiri). Toleransi sangat dijunjung tinggi mungkin ya. Lebih bangga dan biasa aja datang rame-rame tapi telat daripada datang on time tapi sendirian. 
Bagiku, fine-fine saja lho berada di tempat umum sendirian. Yang mereka khawatirkan bakal dianggap "aneh" itu cuma khayalan. Siapa yang mau peduli sama kehadiran kita sih (misal di bioskop). Aku nggak akan merhatiin "ih tu orang nonton sendirian".."ih kesian amat yak ngga ada temen"..dsb. Kita pasti fokus pada diri kita sendiri, fokus sama tujuan yang mau kita dapat. 

Setuju banget sama yang ada di tweet ini: -->> @yeahmahasiswa: ngaret budaya indonesia? budaya kita mah toleransi. ngebiarin yang ngaret. nungguin. terlalu baik | @yeahmahasiswa: Jangan segan-segan buat ninggalin yang ngaretnya lebih dari toleransi. Alesan #ngaret ngga ilang-ilang karena kita terlalu baik nungguin | @yeahmahasiswa: bukannya apa-apa, kesian yang datengnya tepat waktu. Yang #ngaret ngga usah dikasihanin (kalo terlalu kampret).
Nih..kalau kamu lagi nunggu sebaiknya jangan tanya lo udah di mana/ sampe mana, tapi tanya “Kira-kira berapa menit lagi sampe sini?” . 

Perenungan

January 24, 2014
"Hanya kematian yang tetap membangkitkan emosi-emosimu, entah kau merenungkannya saat kehidupan berjalan aman dan menjemukan, atau kau melarikan diri darinya saat kehidupanmu terancam dan jadi terasa begitu berharga".

"Semakin jatuh dalam penderitaan, semakin tinggi pikiranmu ingin lepas. Wajarlah kalau dalam keadaan tanpa harapan dan putus asa, dalam terjangan penderitaan yang tak ada habisnya, aku jadi berpaling kepada Tuhan".

"Iman kepada Tuhan berarti kita membuka hati, memasrahkan diri, menunjukan rasa percaya yang dalam, memperlihatkan kasih dengan sukarela--tapi kadang sungguh sulit untuk mengasihi. Kadang hatiku begitu berat oleh amarah, kesedihan, dan kelelahan, sampai-sampai aku takut hatiku bakal tenggelam ke dasar Samudera Pasifik yang paling dalam, dan aku takkan sanggup mengangkatnya kembali". 

"Ketika diri kita dipenuhi rasa takjub, pikiran sepele apapun terlupakan, benak kita diisi oleh pikiran-pikiran yang menjangkau alam semesta, mencakup gelegar petir dan denting lonceng, tebal dan tipis, dekat dan jauh".

"Waktu merupakan ilusi yang hanya membuat kita terengah-engah. Aku bertahan hidup karena aku lupa sama sekali perjalanan waktu. Yang kuingat hanyalah peristiwa-peristiwa, rutinitas-rutinitas, dan pertemuan-pertemuan, berbagai penanda yang muncul di sana-sini dari lautan waktu dan menorehkan diri masing-masing dalam ingatanku". 

Dikutip dari halaman-halaman terpilih di buku Life of Pi. 


Tongsis, tomsis, selfie

Selfie itu sudah ada sejak jaman dulu bahkan sejak belum ada kamera digital dan smartphone. Dulu rasanya biasa saja ya memotret diri sendiri, tapi kalau sekarang jangan coba-coba berpose selfie dan mengunggahnya ke social media. Komentar orang pastilah alay, narsis, dsb. Nah..biar nggak kelihatan narsis dan nggak kelihatan motret diri sendiri munculah tongsis.
Tongsis itu singkatan dari tongkat narsis (selfie stick). Istilah resminya adalah monopod (saudaranya tripod). Sebenarnya kita bisa saja pakai tripod dan timer kalau mau foto selfie, tapi bawa-bawa tripod repot juga kan? Tongsis makin laris manis saja sejak makin dikenalnya instagram. Model tongsis pun bermacam-macam warna, tipe, material, dan bentuk holdernya. Ada tongsis khusus instant kamera, smartphone, maupun digital kamera. Harga tongsis masih sekitar ratusan hingga 1 juta rupiah. Dengan tongsis kita tinggal meletakan kamera di holder, pasang timer, dan jepret. 
    
Kalau kamu tidak mau pakai timer, ada juga nih tomsis (tombol narsis) yang istilah "bener" nya adalah shutter button. Cara pakainya tinggal plug in ke kamera atau smartphone, dan pencet tombol kalau mau jepret. Praktis dan bentuknya macam-macam lho. Harga tomsis masih kisaran ratusan ribu rupiah. Kalau tomsis yang untuk iphone, tinggal pencet saja. Tapi kalau untuk smartphone lain sementara ini harus pakai aplikasi tambahan seperti kamera 360. 
Perangkat lain yang bisa menambah keeksisan selfie pose kamu adalah holder. Makin beragamnya smartphone, makin beragam pula holder atau pegangan di tongsismu. Holder disesuaikan dengan diameter kamera atau smartphone yang kamu miliki. 
Kalau mau murah sebenarnya kita bisa pakai kamera depan, tapi biasanya hasilnya kurang OK. Maka berlomba-lomba pula produsen smartphone bikin kamera depan yang resolusinya besar. Bahkan ada nih, smartphone ternama yang memiliki fasilitas khusus untuk foto selfie tanpa tongsis. Aplikasi smartphone yang bisa memperindah selfie photo juga sudah banyak sekali. 
Jadi pilih mana, minta tolong fotoin orang lain atau selfie? Terserah Anda :-)

Review Life of Pi (book)

January 23, 2014
Buku setebal 446 halaman ini diterbitkan pada tahun 2001 dan baru saat ini kubaca bahkan 2 tahun setelah film nya menang oscar. Tapi tidak ada kata terlambat buat baca. Cerita yang luar biasa, membacanya terasa berat di awal (membayangkan tebalnya buku). Cerita mengalir begitu saja dan sangat membuat penasaran. Penjelasan dan deskripsinya sangat detail. Kalau Novel Indonesia, setara Laskar Pelangi deh. Pantas saja Life of Pi sudah jadi best seller international.
 
Penulisnya Yann Martel menceritakan kisah yang merupakan true story ini dengan lugas. Life of Pi menceritakan tentang seorang anak India yang menjadi korban satu-satunya yang selamat dalam sebuah kecelakaan kapal. Pi kehilangan keluarganya, dan dia harus berjuan 277 hari dalam sekoci bersama seekor harimau. Ketakutan demi ketakutan berhasil dikendalikan, pun saat dia mendapati fakta bahwa pulau yang dia temukan ternyata pulau misterius dan karnivora. Pi adalah anak yang percaya dengan 3 agama. Dalam keadaan terjepit dan tercekam kelaparan serta ketakutan  dia masih beribadah untuk 3 agamanya tersebut. Saya berikan 4 bintang untuk Life of Pi. 
"Rasa takut adalah satu-satunya lawan sejati kehidupan. Dia musuh yang pintar dan licik". (Hlm.234)



Wishlist before 30th

Kau tau Wat,,sore ini aku benar-benar takjub melihat postingan blogmu (http://rodiahwati.wordpress.com) . Kamu bercerita tentang pengalamanmu berpindah dari Muhlacker ke Aachen serta tamasyamu ke kota tua jerman, Paris, Belgia, dan perbatasan 3 negara (drieland...) aku lupa namanya. Tahun ini sudah kurencanakan seperti biasanya membuat target tahunan (tapi sampai hari ini belum kubuat). Ternyata kekuatan itu Allah datangkan melalui blog Wawat. Aku optimis dan memberanikan diri menuliskan target 6 tahun ke depan. Dengan getaran di jantungku, telingaku seakan masuk ke ruang super sunyi. Aku fokus meski kenyataanya sekelilingku cukup ramai. Saat ini baru kutulis 8 keinginan sebelum usiaku 30 tahun. Aku harus bernafas dulu..rasanya sedikit lega. 
Aku ingin melihat suasana Eropa secara langsung. Padang rumput, jalanan lebar, bangunan tua, atau sekedar sepeda yang dibiarkan bersandar di pepohonan. Wawat..aku tuliskan itu dalam salah satu targetku, melihat seperti apa yang kau sering ceritakan di blogmu. Amien.


Persembahan #skripsit Catatan Akhir Kuliah

January 22, 2014

Ingatanku samar-samar dengan peristiwa 3 tahun lalu itu. Benar-benar samar dan seperti berkabut. Yang pasti, skripsi itu aku buat mulai akhir januari 2011. Tak ada catatan akhir kuliah sedikitpun yang terekam di blog ini atau di social media lain (belum ada instagram), bahkan di facebookpun tidak ada foto-foto tentang skripsi. Gambarannya gini, aku naik kereta express dan mencoba memotret dengan kamera handphone resolusi 1 mp,,blur karena  antara Januari hingga agustus seperti berjalan sangat cepat. Oke, aku akan mengingat-ingat dan menuliskan ini sebagai Catatan Akhir Kuliah (yang terlambat). Tulisan ini kubuat dalam rangka sayembara yang diadakan @skripsit & @bentangpustaka .

             

hardcover skripsi itu sudah selesai, sudah jadi, dan aku sudah memakai togaku serta gelarku. Banyak yang bilang skripsi itu melelahkan bahkan jadi momok para mahasiswa sedari menjejakan kaki di kampus. Saya lupa rasanya, yang saya tulis disini hanya yang saya ingat. Bisa jadi ingatan saya itu kurang banyak, atau sedikit keliru di beberapa  bagian.

Skripsi merah itu saya persembahkan untuk 2 manusia dan 1 benda mati.

Kepada Bapak yang selalu mengantar dan menjemput saya di pagi dan sore hari ke tempat riset. Perjuangan naik-turun bukit keluar masuk hutan, dari 700 m dpl ke 900 m dpl. Dingin bahkan kadang kami berdua pakai jas hujan. Beberapa kali motor yang membawa kami terjatuh di lumpur atau jalan bebatuan. Peristiwa yang paling kuingat adalah pada pagi itu, saat aku membonceng bapak tiba-tiba jalan yang akan kami lalui terputus karena longsor. Benar-benar tak bisa dilewati sebab kiri kanan jurang menganga. Bapak adalah motivasi terbesarku untuk segera menyelesaikan riset.

Kepada Bu Endah dosen pembimbingku sejak semester 3 yang sudah menanyakan topik skripsi sejak semester 3 pula. Bu Endah itu benar-benar orang tua saya di kampus. Skripsi saya bisa berjalan sangat cepat dan terprogram dengan mantap karena target yang kubuat dan disupport sepenuhnya oleh beliau. Pasti jarang banget kan, dosbing yang sms tengah malam mengabarkan tentang revisian skripsi? Itulah sms yang selalu membuat saya sumringah, “Nurul..saya sudah periksa, masih harus diperbaiki, besok ambil di loker,, saya tunggu 3 hari lagi”. Selalu begitu, saya revisi 3 hari lalu diperiksa dan segera dikembalikan. Saya juga tak pernah di “PHP” atau di”gantung”in kalau janjian dengan bu Endah. Pokoknya Ibu kooperatif banget dengan mahasiswanya.

        

Persembahan skripsi ini juga untuk 1 benda yang berjasa, Printerku. Meski ringkih dan murah, ternyata kamu handal juga. Luar biasa kerja kerasnya ya. Skripsiku itu banyak sekali gambar ilustrasi (kayaknya tiap halaman ada foto). Bayangin kalau harus nyetak di warnet, tapi alhamdulillah dengan uang beasiswa aku beli printer yang murah itu dan bertahan sampai sekarang. Suaranya berisik dan membuatku kadang khawatir karena dia kerja terlalu capek. Kerjanya makin gila waktu mencetak skripsi yang akan dihardcover. Printerku, terima kasih ya.


Catatan akhir kuliah (yang terlambat) ini kubuat di sela-sela waktu kerja di meja kerja. Semoga skripsiku bermanfaat sepanjang waktu, amiiin.

 

Manusia fana

January 20, 2014
Pernah suatu kali aku meninggalkan kota dan dalam perjalanan pulang, melewati daerah yang tanahnya menanjak; bisa kulihat laut yang membentang di sebelah kiriku, dan didepan sana jalanan yang begitu panjang; sekonyong-konyong aku serasa berada di surga. Tempat itu sebenarnya sama saja seperti saat kulewati beberapa waktu sebelumnya, tapi cara pandangku sudah berubah. Perasaan itu campuran energi yang meluap-luap serta kedamaian tak terkira--begitu tajam dan membahagiakan. Sebelumnya, jalanan, laut, pepohonan, udara, dan matahari berbicara dalam bahasa berbeda-beda, tapi sekarang mereka berbicara dalam satu bahasa. Pohon menyadari keberadaan jalan, jalan menyadari keberadaan udara, udara melihat keberadaan laut, dan laut berbagi segala-galanya dengan matahari. Setiap unsur ini hidup berdampingan dalam damai bersama tetangganya, semua bersatu dan bersaudara. Aku berlutut sebagai manusia fana, dan bangkit sebagai makhluk abadi. Aku merasa seperti pusat sebuah lingkaran kecil yang menyatu dengan pusat lingkaran yang jauh lebih besar. 

                        (Dikutip dari Life of Pi hlm.103)

Pemberitaan TV Lebay

January 19, 2014

Musibah banjir yang sedang melanda membuat beberapa stasiun TV selalu update beritanya. Khususnya salah satu stasiun TV yang banyak beritanya ini. Yang mana? Itu lho yang seragam reporternya warna merah. Tidak ada acara selain breaking news banjir. Ya bagus sih, tapi siang ini saya menemukan adanya keanehan. 
Pembaca berita membacakan naskah yang isinya adalah bahwa pengungsi banjir di Pekalongan kelaparan. Apaa??? Sebagai orang Pekalongan saya shock dan miris banget dengarnya. Setelah 2 berita itu, ada laporan langsung reporter dari pos pengungsian di gedung Kopindo. Wawancara pun dilakukan dengan pengungsi. Eh..pengungsinya bukannya bilang "kami kelaparan..bla bla" malah bilang "kami ucapkan terima kasih untuk pemerintah kabupaten Pekalongan atas segala bantuannya, sudah cukup". Lalu si reporter belum puas dan tanya lagi "ada lagi Pak?" Pengungsi menjawab "ya paling selimut aja buat anak-anak". Dari mata kamera yang mengarah ke beberapa sudut pos pengungsian tampak tumpukan logistik makanan dan minuman. Lho..itu tadi bilang kelaparan dapat berita dari mana ya di berita sebelumnya. Haduh plis deh..

Fakta Jarak Aman Binatang


Pernah dikejar-kejar angsa? Ternyata binatang punya fakta unik lho, mereka punya jarak aman. 
Jarak aman adalah jarak yang dikehendaki binatang yang bersangkutan antara dirinya dengan makhluk yang dia anggap musuhnya. Burung flamingo di alam bebas tidak akan keberatan dengan kehadiran manusia kalau manusia itu berada 300m jauhnya. Masing-masing binatang punya jarak aman berbeda-beda, dan mereka mengukurnya dengan cara berbeda-beda pula. Kucing dengan tatapan mata, rusa dengan mendengarkan, beruang melalui penciuman. Jerapah tidak akan keberatan kalau kita dekati sampai jarak 30 meter dengan mobil, tapi kalau kita jalan kaki dia akan lari saat kita masih berjarak 150m. Kepiting faddler 10m saja, dan monyet penjerit 30m. Sedangkan kerbau afrika 35m jarak amannya. 
Binatang itu reaktif lho, mereka akan menjaga teritorinya. 

Sumber: Life of Pi hlm.69-70


Merancang Selokan Drainase

January 18, 2014

Jangan heran, ini memang musimnya. Sejak SD kita sudah paham kalau Januari itu pasti hujan seharian. Tidak perlu bertanya mengapa hujan mendatangkan banjir. Jika kita care sama sekeliling, pasti sudah tahu banjir pasti datang. Perumahan dibuat asal-asalan tanpa drainase, atau sengaja membeton drainase yang sudah ada, dan paling parah adalah tidak adanya saluran drainase di pinggiran jalan raya. Okedeh saluran drainase atau istilah awamnya selokan kali ya, mutlak ada dimanapun. Dan selokan nggak bisa dibuat asal tanpa adanya perhitungan dan pemeliharaan.
Saat ini saya tinggal di komplek yang selokannya mantap banget, seluruh blok dikelilingi selokan nan dalam (1meteran). Jalanan komplek, setiap bebera meter diberikan "sodetan" ke arah selokan. Terbukti, saat hujan melanda dengan derasnya komplek aman dan damai tanpa genangan. 

Pada waktu kuliah, saya dapat materi tentang perancangn selokan. Ada rumusnya lho sebuah selokan itu. Data yang harus diketahui saat akan merancang selokan adalah curah hujan wilayah tersebut. Dalam merencanakan selokan samping meliputi tiga tahapan yaitu analisis hidrologi, perhitungan hidrolika dan gambar rencana. Analisis hidrologi dilakukan berdasarkan curah hujan, topografi daerah, karakteristik daerah pengaliran serta frekuensi banjir rencana. Dari hasil analisis hidrologi diperoleh besarnya debit air yang harus ditamping oleh selokan samping. Kemudian atas dasar debit yang diperoleh, dimensi selokan samping dapat kita rencanakan berdasarkan perhitungan hidrolika. Dalam perhitungan hidrolika untuk menentukan debit (Q) biasanya menggunakan Rumus Rational Formula dan untuk menentukan dimensi selokan mengunakan Rumus Manning. Kalau sudah dibuat, selokan harus dirawat. Selokan itu untuk limbah cair, bukan untuk penampungan limbah padat. 
Kenapa selokan? Sebelum mikirin sungai, kita lihat dulu yang paling dekat dengan kita. Apalagi kalau sudah mikirin penggunaan lahan di puncak, pembangunan waduk, itu Pak Jokowi dulu..hehehe. Care ya sama selokan di lingkungan kita. 

Menikmati Seni

January 16, 2014

"Kalau kita para warga negara, tidak memberikan dukungan kepada seniman-seniman kita, berarti kita telah mengorbankan imajinasi kita di altar realitas yang kejam, dan pada akhirnya kita jadi tidak percaya pada apapun, dan mimpi-mimpi kita tidak berarti lagi". (Life. Of Pi)

Malam ini saya sudah meneguk larutan penyegar (membingungkan beli yang gambar badak apa gambar kaki). Otak saya seperti minta diajak kerja tapi sedang tak banyak yang harus dikerjakan. Akibatnya apa? Tekanan batin hahaha panas dalam. Kalau ingat di saat orang-orang libur kerja dan nonton konser Kotak di tempat kerja, saya malah jungkir balik olah data. Sekarang nih..tadi itu orang-orang sibuk saya malah selow kayak di pulau. Otak perlu watching and hearing something yang kita bisa learning dari situ.

Saya suka film, darinya saya bisa melihat dan merasakan banyak hal. Film apa saja selain horor saya suka, tidak harus luar negeri. Kalau musik, saya adalah penikmat. Saya bisa menikmati dan suka suatu lagu tanpa tahu penyanyinya siapa apalagi judulnya. Genre musiknya pun terserah, kadang pop..rock..jazz,,dangdut pun doyan. 

Maintenance blog

January 15, 2014

Malam ini tampilan blog acak-acakan karena sengaja saya rombak. Template yang sebelum ini kurang cocok untuk tampilan mobile. Tak dapat dipungkiri, pengakses blog makin banyak dari smartphone. Jadi untuk sementara tampilan blognya begitu dulu sambil memikirkan konsep desain 2014 (halahh). Yang pasti karena saya lagi suka shabbychic maka akan saya bawa deh, seperti yang sekarang sudah ada patern cath kidstonnya. Maintenance asiknya sambil santai, tapi hari ini fikiran saya lagi dalam mode "kuliah termodinamika"...hahaha serius banget. Okelah, sekarang sudah agak santai tapi sinyalnya malah kurang OK dan mulai lapar. 

Babacucu cari dan kasih gratisan

Hey siapa mau barang gratisan? Atau punya barang bekas trus pengen kasihin ke orang lain? Ada juga dong yang pengen orang lain nyoba produk kita trus mereka kasih review? Yuk gabung ke BabaCucu. Hihii lucu yah namanya. Kalau yang kasih gratisan namanya baba, yang cari gratisan namanya cucu. Cek sendiri ya Www.babacucu.com atau twitter di @babacucudotcom . Di sini aturannya kita bisa ngasih apa aja asalkan nggak ngelanggar Sara dan hukum. Nah, dapat gratisannya maximal 1x aja seminggu. Kayaknya seru deh, yang dikasihin nggak cuma sepatu bekas lho, ada komik..gadget..baju-baju..dan masih banyak lagi. 

Buat yang punya online shop bisa nih endorse gratis, hehe..kasihin barangbke orang dengan imbalan mereka kasih review di social media. Makin kreatif aja ya. Atau kamu mau ngadain survey, bisa juga nanti imbalannya barang buat para responden. 

Jerawat dan sinar biru


Facial itu lebih menyeramkan dari nyabut gigi. Saya masih bisa santai-santai kalau nungguin dokter, masuk ruang dokter, dilakukan tindakan, gigi digerinda, dll. Lain halnya kalau nunggu giliran facial, uh apalagi kalau sudah dengar denting alat-alat pencukil komedo. Keringat dingin, disusul dengan erangan (lebay). Kemarin saya sampai mau jatuh dari tempat tidur pas lagi dicukil-cukil saking sakitnya.

Jadi ceritanya sejak beberapa bulan kebelakang ini mendadak kena jerawat. Sekarang sedang tahap awal pembersihan. Oiya kemarin juga atas saran dokter dilakukan penyinaran pakai sinar biru. Waduh, bete banget mata ditutup hampir setengah jam. Nggak ada rasa apa-apa cuma sedikit anget. Katanya sih sinar biru itu fungsinya buat membunuh bakteri dan menghilangkan jerawat. Kalau dipikir, sinar biru itu sama saja dengan berjemur lho. Saya jadi ingat dulu pas praktikum fotosintesis dimana daun cabai ditutup mika biru. Sinar matahari yang diteruskan ke daun jadinya cuma sinar biru. Jadi, tanpa bayar ratusan ribu kita bisa melakukan penyinaran biru sendiri (berjemur, tutup muka pakai mika biru). 

Monetize youtube

January 14, 2014

Bagi saya, youtube adalah tempat cari hiburan. Yang lokal sih Raditya Dika, hehe rajin banget ngikutin tiap episode Malam minggu Miko. Baru-baru ini juga subscribe Sacha Stevenson yang buat video How To Act Indonesian.?Ada juga teman saya yang rajin banget nonton Running Man, bela-belain deh sampai kuota habis hahaa. Meskipun saya suka buat video, tapi sekedar buat arsip saja. 
Seperti halnya blog, youtube juga sekarang sudah ada iklannya...itu artinya bisa jadi uang selain juga tempat mencari popularitas para youtuber.

Kalau kamu ingin menguangkan channel youtube kamu, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan. Buat akun youtube dan verifikasi. Upload videomu dan share ke social media. Sekarang sudah ada YPP (Youtube Partner Program). YPP memungkinkan channel kita menghasilkan uang. Ada 3 kriteria, yaitu 1000 views di setiap video, 1000 subscriber, atau 10.000 channel viewers. Dari jumlah viewers, Youtube akan memasang iklan di video kamu dengan perhitungan sekitar $1/1000 views untuk banner, dan $8/1000 views untuk pre-roll video. Penentuan iklan ditentukan oleh youtube tergantung segmen penonton. Kalau video kita sudah mencapai $100, kita bisa mengirim permohonan untuk membuat akun adsense baru yang akan dikoneksikan dengan akun youtube. Konten video harus original dan tidak melanggar hak cipta. 


Rating acara Tv


Rating adalah tolak ukur banyaknya penonton program suatu acara. Data jumlah penonton ini yang digunakan stasiun TV untuk menjual dan mempromosikan program mereka ke pengiklan. Makin tinggi rating sebuah program, makin tinggi pula harga spot iklannya. Sering dengan istilah "prime time"? Kalau di Indonesia prime time itu jam 7-10 malam. Pasti kita merasakan, kalau pas nonton TV di jam segitu iklannya panjang banget. Hitungan iklan itu bukan per produk tapi per 30 detik. Di jam prime time, harga sebuah iklan bisa belasan juta per 30 detiknya. Wow banget ya..coba deh cek iklan apa yang sering muncul tiap sesi iklan..hahaha. Lain lagi kalau sedang ada acara khusus seperti pertandingan bola. Harga per 30 detiknya bisa ratusan juta. Nah, ingat kan ada iklan yang muncul di tengah-tengah pertandingan bola beberapa waktu lalu? Pasti menggila banget biayanya. 
Kita mungkin sering bertanya..kok sinetron ramadhan ini nggak tamat-tamat sampai ketemu ramadhan lagi? Kok acara joget-joget itu jadi ditiru Tv lain? Itu semua karena rating. Kalau sudah ada acara yang ratingnya tinggi, nggak jadi masalah untuk meniru konsepnya atau memanjangkan durasi serta episodenya. Siapa yang untung? Stasiun TV dan artisnya. Penonton itu dirugikan, karena biasanya makin dipanjangin suatu program maka kualitasnya akan semakin buruk, jadi ngelantur kemana-mana. 
Lembaga yang mengeluarkan rating itu namanya AC nielsen. Mereka memasang people mater di TV koresponden secara rahasia dan acak. 
Well, lalu sebagai penonton harus bagaimana? Kalau ada yang sudah kelewatan, laporkan saja ke KPI. Jangan pasrah kalau nonton, pilih yang bermutu. 

Janur Kuning Irni

January 12, 2014

Janur kuning melambai-lambai di depan sebuah gedung. Saya bergegas melewati obelisk yang menjulang dekat gerbang TMII. Semakin dekat, dan..ohh tidak saya salah gedung. Mata saya mengarah ke tulisan dari neon warna merah ke gedung sebelah. Right, jam menunjukan pukul 22.30 saat saya masuk area Resepsi pernikahan Irni & Adhi. Mempelai masih di pelaminan, dan kami (Saya, Danang, Ribut, Zae, Cia, Fani, Evan) adalah the last guest. 
Bukannya tanpa persiapan, kami merencanakannya sudah jauh-jauh hari. Manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan. Lewat kuasaNya, hujan turun dengan sangat lebatnya saat kami hendak berangkat ke resepsi. Belum pernah terjadi dalam sejarah, komplek kebanjiran. Dengan dandanan lengkap dan rapi siap ke kondangan, saya lari tanpa alas kaki dari mobil ke rumah. Menunggu banjir surut dan hujan reda adalah absurd. Peluangnya bisa 10% saja bisa ketemu pengantennya mengingat kondisi malam minggu yang biasanyapun macet. Sembari menunggu dalam keabsurdan itu, kami ngobrol kesana kemari dan foto-foto. Si Ribut yang sudah sangat semangat karena habis makeover akhirnya bisa bahagia lagi waktu tahu kalau banjir surut.

Resepsi dimulai jam 19.00 dan kami baru berangkat jam 20.30. Rute yang kami pilih berdasarkan info dari Waze adalah Cibitung. Tapi sodara-sodara....mobil sedan harus tercelup banjir lagi. Semua yang ada di dalam mobil diam dengan doa masing-masing saat suara air "krubyuk-krubyuk" terdengar nyata dan dekat dengan telinga. 
Dengan segenap kekuatan, sampailah di TMII pukul 22.00. Tantangan belum berakhir, pintu gerbang TMII sudah ditutup. Jadilah mobil putar arah, parkir di depan Pizza Hut. Berjalan kaki lumayan jauh menuju gedung dengan meninggalkan kado di bagasi. Tak memungkinkan membawanya saat itu karena terlampau berat. Kadonya akan diberikan menyusul ya Irni...
Happy wedding, ini adalah kondangan paling fenomenal..hehehe. Janur kuning Irni membawa cerita luar biasa. Meski kami jadi tamu terakhir, hikmahnya bisa ketemu face to face lebih lama dan salaman nggak pakai antri. 




ShabbyChic style

January 11, 2014

Rupanya saya sudah menemukan style yang "aku banget". Style itu adalah shabbyChic. Kamu tahu? Shabbychic itu style yang lusuh, pudar, tapi antik. Hahah..deskripsi yang aneh ya. Tapi itu benar, shabbyChic lagi tren banget dalam  bidang desain interior serta perabotan. Ini kenapa jadi perabotan? Ahhh pokoknya kalau lihat perabotan rumah tangga atau stuff unyu, pritilan khas wanita, yang paternnya gambar kembang dengan warna pudar saya suka bangetttt. Ini contohnya saya ambil dari instagram biar kebayang shabby chic itu gimana.


Ada brand yang emang spesialis buat patern floral shabbychic. Brand ini lagi saya gandrungi banget. Cath kidston London yang baru buka store di Jakarta. Tapi..tapi saya belum sanggup beli yang original kok, paling yang Kw Kw. Hehe..nih contoh stuff shabbychic dari cathkidston (instagram).


Hapus Blog Lawas

January 10, 2014

Alhamdulillah, semua berkat kebesara Allah. Menyambung dari post sebelumnya..kegalauan berbulan-bulan selesai mendebarkan dini hari tadi. Blog wordpress, tumblr, dan 1 blog blogspot yang fenomenal karena hampir mustahil dihapus itu sudah musnah. Doaku kemarin via path, terkabul karena campur tangan Allah swt. Aku ingin bersih-bersih, yaps..yang lama, alay, butut, dibuang saja selamanya. 
Semoga Allah senantiasa melindungi di dunia nyata maupun dunia maya. 

Blog Galau

January 09, 2014

Saya tidak lupa dengan blog lawas nan galau itu. Asli alay dan ingin banget dihapus. Tapi masalahnya adalah saya lupa passwornya. Lagipula email yang digunakan untuk masuk blog itu sudah non aktif. Berbagai cara sudah saya lakukan termasuk dengan melaporkannya ke depkominfo, serta Nawala. Sampai saat ini belum ada hasilnya. 
Saya harus yakin Allah akan memudahkan dan menghilangkannya dari peredaran segera. 

Wedding everywhere

January 08, 2014

Di saat teman-teman seumuran weekend sama pasangannya hunting souvenir nikahan, saya malah asik gowe sendirian. Di saat teman-teman seumuran beresein rumah barunya, saya masih beres-beres kost an. Bagi saya, bersosialisasi adalah kebutuhan, meskipun Cuma lewat sosial media. Dari situ saya tahu update terbaru aktivitas teman-teman yang seumuran atau bahkan lebih muda dari saya. Kalau kata Drupadi “Wedding & Baby Everywhere”, ya memang benar. Sebenarnya bosan juga sih nulisin tentang nikah, tapi topik yang selalu happening di grup angkatan kuliah, socmed, dan obrolan sehari-hari ya nikah. Yang parah, banyak yang merasa kesindir waktu saya bilang “Di saat teman seumuran sibuk foto pre wedding, masih ada lho yang sibuk kepo in foto mantan sama pasangan barunya”..haha..ini fakta. Ya kali saya paham dengan tingkah polah teman-teman saya.

Oiya kalau yang baca ini ladies, harap camkan ini !! “sebisa mungkin pilih suami yang nggak ngerokok, nggak minum2, nggak ngobat, nggak suka ugal-ugalan semrawut di jalanan. Intinya sih yang PAHAM CARA MENYAYANGI DIRI SENDIRI, sukur-sukur yang rajin donor darah”..ahahhaa. (kalimat ini saya dapet dari twitter)

Penat

January 05, 2014

Mungkin ini gila, kalau saya ingin kerja 7 hari seminggu saja. Itu lebih membahagiakan, ya..saya lebih bahagia di hari kerja. Saya penat dengan libur, dengan weekend yang selalu sepi tanpa interaksi berarti. Di suatu buku yang saya baca, ada seseorang yang karena sepinya tiap weekend dia di bioskop melahap film apa saja. Saya nggak mau seperti itu, saya bisa stress..lalu sakit. 
Saya butuh mengekspresikan diri dan bersosialisasi sebagai manusia normal. 
Ketawa sendiri itu nggak asik..bener-bener nggak asik. Sendiri itu cocoknya buat nangis, kalau ketawa asiknya rame-rame. 

Review Truth or Dare @wowkonyol


Lahir dari sebuah sayembara menulis, kumpulan cerpen ini Freak dan bikin saya  kecapean pas baca. 
Judul: Truth or Dare
Penulis: Rons Imawan, dkk.
Penerbit: Bentang Belia
Tebal: 272 hlm
Genre: Novel remaja
Jujur saya baca buku ini karena ketagihan setelah baca The Fabulous Udin (TFU). Kayaknya penulisnya juga bela-belain ngadain sayembara nulis karena TFU. Salah satu scene paling disuka pembaca TFU adalah bagian para lakon main Truth Or Dare. Tapi Truth or Dare di TFU itu seru, bikin 'mesam-mesem' karena feel nya dapet banget. Kenapa Truth or Dare di kumcer ini terasa Freak ya?

Terdiri dari 16 judul cerpen, penulis menyelipkan 1 karyanya sendiri berjudul 'Lentera padam' yang terbagi dalam 3 bagian bersambung. Saya mau review dalam bentuk rangking 3 besar nih diurutkan dari ranking 1.
1. Sang kurir (jaqueleto): konsepnya paling beda dari cerpen lain. Kualitas penulisannya bagus, sudah matang. Berani memainkan imajinasi pembaca, dan endingnya suka banget. 
2. End the Truth or Dare (satya karasuma): saya nggak paham sama jalan ceritanya yang terkesan terburu-buru, tapi tema zombie kerasa unik aja. 
3. Lentera Padam (onyol): sory ya onyol, meski kamu nulisnya dengan porsi panjang lebar tetap kamu nggak bisa jadi rangking 1. Tapi cerita kamu paling "freak" dan bikin capek diantara yang lain. Sosok aleksitimia nya itu apa nggak berlebihan ya digambarkan seperti itu. Aku rasa sih, selain dia aleksitimia juga psikopat. Kurang suka endingnya yang "sinetron" abis, klise. 

Lalu, 13 cerita lain bagaimana? Temanya hampir sama, jalan cerita juga ya seputar anak sekolah atau sekelompok orang yang main truth or dare. Ada yang mencoba horor, tapi nanggung. Overall semua cerita menghadirkan kejutan di akhir, meski semua kejutan nggak selalu seru. 
Desain sampulnya lumayan OK. Ilustrasi gambar kecil-kecil di beberapa halaman terasa tidak perlu dan kurang menarik. 
2 dari 5 bintang untuk Truth or Dare. 
"Kadang tak jujur berkata saat memilih Truth, dan terkadang juga memberi tantangan yang tak menantang sama sekali saat memilih Dare. Memang, selalu ada hal-hal yang seharusnya hanya diri sendiri dan Tuhan saja yang tahu" (hlm.137).


Oke !


Jika terganggu dengan saya, silakan bilang. Terima kasih sudah jujur langsung atas ketergangguanmu dengan kabiasaan saya. Kamu tahu? Ini menyakitkan tapi sudah sering kok saya tersakiti olehmu sejak kita kenal dan menjadi teman. Saya tidak marah, pun tidak delete contact atau unfollow kamu. Cuma perlu diam, mengabaikanmu. 
Ini kepribadianku, ini kebiasaanku, ini prinsipku. Kalau harus lakukan hal yang tidak menyenangkan orang lain demi prinsip, ikhlaskan bahwa akan ada yg mencibir & mencaci. Semoga kita selalu terlindung, tak harus sering2 menyakiti orang lain, terutama mereka yg berarti bagi hidup kita ya..

Review film Laskar Pelangi 2: Edensor

January 04, 2014

Tetralogi laskar pelangi sudah saya khatamkan. Keindahannya sudah diamini banyak orang. Film pertama dari tetralogi ini laskar pelangi adalah film yang sangat terkenal, begitupun dengan film keduanya sang pemimpi. Secara apik, film dibuat hingga menyentuh hati penontonnya. Beramai-ramai orang ke Belitong, bahkan ada pantai namanya pantai laskar pelangi. Ketika setahun yang lalu tersiar kabar tetralogi ketiga yaitu Edensor akan difilmkan, hatiku melonjak. Diantara 4 novel, Edensor yang paling menyentuh perasaan dan imajinasi saya. Ada perjuangan, percintaan, petualangan, persaudaraan, dengan setting Eropa dan tentunya imaji indah tentang desa Edensor. 

Di bulan Desember film ini muncul berdekatan dengan 99 cahaya di langit eropa dan tenggelamnya kapal van der wijk. Edensor baru sempat saya tonton setelah libur tahun baru. Saya antusias menonton dan sesekali tertawa dengan banyolan-banyolan Kak Rhoma. Tapi tiba-tiba "mbak-mbak" bioskop menuju pintu exit (pertanda film akan segera usai). Saya dan beberapa orang di deretan penonton menengok jam tangan. "Lhoh kok udahan?".."kok gini doang?" saya berharap setelah tulisan nama pemain ada tulisan "Bersambung" seperti film lain, ehhhh TIDAK ADA. 
Sangat jauh dari ekspektasi. Gong film ini sebenarnya adalah perjalanan backpacker Arai dan Ikal serta desa Edensor. Di film ini TIDAK ADA. Sebenarnya dari awal sudah agak curiga, sutradara film ini berbeda dari 2 sekuel sebelumnya yang mendulang sukses. Setelah itu, judul yang terkesan kurang percaya diri. Kenapa bukan Edensor saja seperti bukunya? Film ini sama sekali tidak menyentuh atau memotivasi, hambar, dangkal, tanpa kejelasan endingnya. Bagian yang paling menjengkelkan adalah kemunculan A ling di Paris dan adegan saat pencarian, sungguh sinetron banget. 
Masih penasaran dengan film ini? Silakan ke bioskop, dan saya merekomendasikan  cukup 2 dari 5 bintang. 

Sedekah harian titip doa akhirnya ditutup


Polemik titip doa yang diadakan komunitas sedakah harian akhirnya memuncak dan ditutup dengan permintaan maaf presidennya di TV swasta. Yak iyalah..ini rada edan memang, komersialisasi doa oleh seorang financial planer. MUI turun tangan, karena umat islam di twitter makin gusar. Menurut MUI, doa adalah ibadah yang merupakan pendekatan diri kepada Allah. Berbeda dengan jika orang datang ke orang sholih lalu minta didoakan karena kedekatan beliau kepada Allah, lalu habis didoakan orang itu memberi hadiah ke orang sholih tersebut. Pada kasus sedekah harian, orang yang mau nitip doa harus sedekah 100.000. Yang mendoakan siapa? Bukan ulama masyhur, dia adalah seorang financial planner yang umroh.
Memang sih baitullah itu mustajab, tapi Allah ngga egois. Bisa jadi kalau kita doa sendiri dengan sungguh-sungguh di tempat manapun..lagi apapun...dikabulkan sama Allah. Daripada sedekah yang ngga jelas gitu mending kasihin ke yang berhak yang ada di sekitar kita. 

Oplosan dan YKS "junkfood"


Suatu hari saat saya sedang bersama 3 orang operator mesin di tempat saya kerja, salah seorang dari mereka menanyakan arti suatu kalimat. "Mba, 'opo ora eman duite' itu artinya apa?". Ya maklum mereka orang Sunda. Saya jelasin, lalu lanjut ke kalimat-kalimat lain. Para operator sering terdengar mengucapkan kalimat yang ternyata lirik lagu. Saya masih belum 'ngeh' dengan lagu itu, hingga pas liburan kemarin tanpa sengaja nonton TV acara "goyang-goyangan" YKS. Perasaan ini acara dari jaman puasa nggak beres-beres. Jadi lagu yang lagi tenar plus jogetanya yang heboh itu judulnya oplosan. Ngelihat penonton, talent, dan crew yang ikutan joget kesannya rame ya. Tapikan itu paling juga penonton bayaran.
Balik ke joget oplosan, waktu saya search di google ternyata banyak yang mencap negatif karena gerakan dan liriknya yang nggak pantas. Jam tayang YKS itu pas banget di jamnya anak-anak pasti nonton. Durasinya Wow banget pula. Ya sih, rada nggak jelas konsep acara YKS ini. 
Sisi positifnya, yang nonton jadi gerak-gerak kayak olahraga. Negatifnya, banyak. Ngerasa nggak sih kalau acara ini semacam "junkfood", berkalori tapi tanpa nilai gizi. Kata teman yang kerja di pertelevisian, JANGAN PERCAYA RATING. Yks bisa bertahan bukan karena goyang cesar dan oplosan, tapi karena rating. Darimana datangnya rating? Entahlah. Semoga acara ini segera ganti jam tayang deh. Baiknya sih, acara ramadhan ya pas ramadhan saja. Jangan mentang-mentang rating tinggi trus dilanjut. Lagian YKS juga nggak mencerminkan ramadhan juga ya.
Bijaknya sih, kalau nggak suka tinggal ganti chanel...hehe. Masih banyak acara lain pada jam segitu yang lebih bergizi. 

Januari Wish List

January 01, 2014

Mendarat di 1 Januari setelah libur seminggu. Selalu ada perasaan berat jika harus kembali ke tanah rantau. Nggak tahu juga ya, rasanya beda aja waktu jaman kuliah sama sudah kerja. Dulu, mau pulang rasanya ngga seberat sekarang. Katanya tahun baru, bulan baru, yahh..semuanya sebenarnya nggal baru kalau cara pandang kita nggak berubah. 
Di Januari ini saya harus memperbarui comitment dalam menjadi manusia. Januari wish list sebisa mungkin tercapai.
1. Membuat resolusi 2014, dicatat, dipajang di dinding seperti tahun-tahun sebelumnya.
2. Khatamin Qur'an
3. Puasa senin-kamis, qiyamul lail (minimal seminggu 2x)
4. Beli sepeda
5. Bike to work minimal 2x seminggu
6. Bersihin karang gigi, joging, senam.

Amin-amin-amin..ridhoi Ya Allah.

Auto Post Signature

Auto Post  Signature