[true story] Aku Hampir Mati

August 20, 2015
Mungkin kamu akan bilang kalau cerita ini layaknya sebuah sinetron. Aku rasa pun demikian, terlalu dramatis. Aku memang terlalu nekat, maklumlah darah muda.

Tiap weekend aku suka menghabiskan waktu dengan berpetualang, kali ini ke sebuah pulau wisata (masih di Indonesia) bersama beberapa kawan. Pulau itu belum berpenghuni, asik tentunya menikmati malam minggu sambil camping.

Sabtu sore, salah seorang dari kami bercerita bahwa mudah saja berenang ke pulau seberang untuk membeli ikan. Aku tertarik, segera menyabet pelampung dan berenang dengan seorang kawan. Udara sore yang sejuk, dan senja di ufuk barat membuatku ringan saja mengayunkan kaki. Ketika tinggal sepertiga lagi jarak yang harus kutempuh, ombak berkata lain. Ombak bilang "hey anak muda, ke tengah laut saja..kau akan menemukan petualangan hebat". Aku menolak,,meronta,,tapi ombak lebih kuat menggulung dan menariku. Semakin kuat aku melawan, ombak semakin buas. Dia menarik kakiku hingga kaku dan tak bisa digerakan lagi. 
"Kamu kram? Ayo pegangan yang kuat ke sini" kata temanku yang masih berusaha melawan gulungan ombak. Peluitpun tak berguna lagi..sebab jarak kami ke pulau tempat camping semakin jauh. "Ya Allah,,haruskah aku mati di sini...ditelan arus selat sunda yang kalem dan indah ini permukaanya?" Aku menangis...pasrah sudah dengan kehendakNya.

Antara nyata dan tidak, aku melihat bayangan hitam yang makin lama makin membesar. "Pulau..pulau" seru kami berdua. Dengan sisa tenaga, akhirnya sampai kami pada pulau yang entah apa namanya. Tanpa penghuni, hutan rimbun, dan suasana mistis. Langit semakin gelap. Berbekal sebuah pelampung, aku menghangatkan diriku di bawah pasir sambil terus menatap ke laut menunggu bantuan. Jam 9 malam, kami tercekat dalam udara dingin dan hawa aneh saat sebuah kapal nampak dalam jangkauan penglihatanku. "Priittt priiittt" nampaknya kapal mendengar suara peluit dan mendekat. Itulah kapal yang mencari kami berdua. Kapal yang hampir putus asa setelah menyisir perairan sejak sore. Rupanya kawan-kawan kami memanggil bala bantuan, dan mereka sangat khawatir bahkan mengira akan menemukan kami berupa jasad. 

Seakan ini adalah nyawa keduaku. Allah masih memberi kesempatan sekali lagi agar aku menyiapkan bekal, mengisi penuh ransel,,untuk perjalanan di kehidupan selanjutnya. Alhamdulillahirabbil'alamiin.
taken by erbete, edited by me
                

Aku takkan kapok bersentuhan dengan alam. Kuceritakan semua ini, satu hari sebelum kutaklukan puncak gunung lawu dengan semangat 17 agustus.

Dituturkan secara lisan oleh seorang sahabat dengan nama pena Erbete.



Momen Lewat Karena Smartphone?

August 14, 2015
Ngerasa nggak sih kalau hidup kamu sudah sangat tergantung dengan smartphone? Bahkan yang nentuin kebahagiaan sekarang bukan cuma uang,,tapi juga persentase baterai, wifi, sinyal, dan paket data. 10 tahun lalu saya nggak mikir sampai sejauh ini. Eh 10 tahun lalu itu berarti 2005, masih SMA dan pakai hape CDMA. Jauuuhhh lah. Apple aja masih taunya adalah berupa nama buah, bukan merek benda yang 24 jam nggak pernah jauh dari jangkauan saya.
         
Semalam, hati saya terketuk. Sadar. Ceritanya pas lagi nonton video dokumentasi sebuah acara. Di momen itu hampir seluruh scene yang menampilkan saya...selalu dalam keadaan megang iphone, entah lagi motret..atau lagi texting. Hadeeuuh. Itu acara penting, dan saya kesorot kamera sering banget,,,wkwkkwkw. 
Tapikan saya suka foto-foto? Mungkin saya harus pertimbangkan untuk beli kamera pocket. Toh sekarang sudah murah-murah, karena orang milih pake kamera hape yang makin mumpuni. 

Saya ngerasa, smartphone bikin pikiran jadi mudah terdistraksi, pecah. Pas lagi ada di sebuah acara niatnya motret tapi karena ada pesan whatsap dkk jadi sibuk texting sana sini. Belum lagi pas ngumpul keluarga, sibuklah cari sinyal..sibuklah ngecharge.

Suatu ketika saya makan sama seorang teman, dan dia benar-benar bersikap WOW. Kalau mau buka hape ijin dulu. 
Lantas,,,kapan saya bisa gitu? Bisa ngehargain orang yang ada di depan saya, yang lagi cerita dengan antusias?

Fenomena ini namanya Nomophobia atau kecanduan smartphone (termasuk gadget tablet juga sih). coba deh ikutin test di infografis nomophobia di bawah ini. FIX...I'M ADDICTED TO MY PHONE. skore saya, 32. kamu?
source


Ini tekad. Untuk hidup wajar. Menggunakan smartphone secara bijak. Nggak mudah refleks buka hape saat senggang. Nggak main hape saat ada yang ngajak ngobrol. Nggak khawatir ketinggalan update cerita teman-teman dari social media.



[Review Buku] Rumah Tangga

August 11, 2015
Jika kamu suka membaca buku dengan diksi romantis, karya Fahd Pahdepie ini recommended. Saya sempat dibuat termehek-mehek. Oke, sebelum saya cerita lebih banyak...buat kamu yang single, buku Rumah Tangga bikin makin ingin menikah lho hahahahha.

Identitas buku
Judul: Rumah Tangga,
Penulis: Fahd Pahdepie
Penerbit: Panda Media
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 298

Sinopsis (goodreads)
Berumah dalam Cinta di Tangga Menuju Surga

Kita adalah dua orang biasa yang saling jatuh cinta. Lalu, kita bersandar pada kekuatan satu sama lain. Terus berusaha memaafkan kekurangan satu sama lain. Kita adalah dua orang yang berbagi rahasia untuk menyublimkan diri masing-masing. Saling percaya dan berusaha saling menjaga. Kita adalah dua pemimpi yang kadang-kadang terlalu lelah untuk terus berlari. Namun, kita berjanji saling berbagi punggung untuk bersandar, berbagi tangis saat harus bertengkar. Kita adalah dua orang egois yang memutuskan menikah.

Kemudian, setiap hari, kita berusaha mengalahkan diri masing-masing.

… dengan sejumlah rasa pengertian dan kesepahaman, engkau bersenang hati menghormatiku sebagai suami dan aku berbahagia menyayangimu sebagai seorang istri.
 

Review
Ini termasuk bacaan ringan, appetizer lah. Saya beli buku ini alasannya karena follow Fahd di tumblr. Iseng aja pas di gramed baca bentar..ohhh..lumayan..beli deh.
Desain cover serta layoutnya lumayan mengundang sih. Nggak Cuma orang dewasa, anak-anak juga suka. Hehehhe...kekinian.
Ini bukan buku nasehat pernikahan yang bertebaran hadits dan poin poin tentang munakahat. Penulis bertutur dengan bahasa puisi berwujud surat cinta. Ahaaayyy. Alurnya maju, dimulai dari ‘penembakan’. Surat cinta dari kedua belah pihak bikin saya mesam-mesem. Bagian yang paling mbrebes mili adalah gimana saat penulis menceritakan ijab qabul. So sweet...
Nggak mudah pastinya, dan butuh kepercayaan diri tingkat tinggi untuk membagi kisah pribadi khususnya rumah tangga yang baru berumur 5 tahun. Salut.
Ohiya ternyata Fahd Pahdepie ini sama saja dengan Fahd Djibran, hahhaha. Dulu jaman kuliah pernah baca Curhat Setan. Buku yang entah sekarang dimana karena bacanya bergiliran di kelas (bahkan di lab saat praktikum).

Rate
3 dari 5

Quote
Banyak banget quote bagusnya,,heheh Silakan cek di tumblr saja ya..https://ngetehsoresore.tumblr.com



[sajak] Masih Menanti Hujan

Kemarin...
Memang hujan tiada turun
Di siang hari dengan aroma khasnya
Yang kugambarkan laksana ‘ketek’ kekasih
Meskipun tidak ada 'ketek' kekasih

Kemarin...
Memang hujan tak turun
Di sore hari dengan kesejukannya
Yang kuibaratkan wajah kekasih usai wudhu
Tak ada hujan, tak ada kekasih

Pun semalam hujan tak datang
Sebagaimana kunanti dengan debaran
Layaknya menunggunya
Ya, dia..yang kukasihi diam-diam

Sebab do’a mencipta ketenangan jiwa
Semoga Tuhan mengijinkan
Pembuktian dan perayaan cinta
Dengannya, tanpa maupun beserta hujan
Thanks for this image



Mos Jadi Sejarah saja

August 06, 2015
Lagi rame cerita tentang ospek. Nggak di socmed,,nggak di Tv. Awalnya sih saya mikir,,”yaelah ini mah udah tren setiap tahun..ntar juga sepi lagi seiring berganti hari”. Tapi...mungkin karena efek socmed itu sekarang lagi kuat banget..ditambah para pengambil keputusan di negeri ini juga aktif bersocmed...jadinya ya viral. Sebenernya nggak mau ikutan mbahas ini juga,,tapi..tadi pagi pas baca postingan di path temen (sekampus) jadi agak panas..hahhaha. Dia yang ambil master di luar negeri, ngebandingin secara real gimana masa perkenalan kampus di sana. Salah satu modus ospek di negeri ini adalah “agar junior punya jiwa yang kuat dan hormat sama senior”.
APA KALAU DIPELONCO, JIWA KITA JADI LEBIH KUAT?
APA KALAU NGGAK DIPELONCO, JUNIOR JADI NGGAK MENGHARGAI SENIOR?
SMP
Sejarah diospek itu..mulai dari SMP..yahh..cemen sih, dan fun. Yang lebih greget pas mau masuk jadi pengurus Osis. Itumah sampai ada disuruh jalan sendirian malem-malem lewat hutan-hutan gitu. Dibentak? Pastinya..apalagi saya sengaja lari biar cepet ngelewatin tempat gelap,,,hahahha. PELONCO..FIX
Tahun berikutnya, pas jadi panitia pemilihan pengurus Osis juga dipelonco lagi. Suruh ke kuburan malem-malem,,,gelap,,sendirian. Hahhaha....

SMA
Ini masa aman. Sekolah saya kayaknya emang OK banget. Ya..kalau Cuma suruh bawa roti atau pakai nametag kan wajar. Dibentak nggak ya? Kayaknya nggak deh. Layak disebut MASA ORIENTASI SEKOLAH. Contentnya emang ebneran ngenalin budaya sama lingkungan sekolah.


Kampus
Di kampus saya, masa orientasi buat mahasiswa itu ada 3x. Huwooow. Cetaaar.

Tingkat pertama (MASA PERKENALAN MAHASISWA BARU)
Ini bener-bener masih unyu,,launching jas almamater hahha. Penugasan, ngafalin lagu,,yang banyaaak rupa,,koreografi..tapi saya rasa ini penting. Kalau nggak pas MPKMB, kapan lagi mau belajar nyanyi hymne kampus..masa pas gladi resik wisuda? Content MPKMB sudah OK sih jaman saya itu. Palingan mungkin..penugasan kayak suruh bawa permen merek ini...air merek itu..ukuran ituu...dibebasin aja, tapi HARUS BAWA. Toh itukan buat kita juga, kita yang minum..kita yang makan. Yang menarik dari MPKMB adalah diajarin cara AKSI (DEMO) dengan benar. “hati hati..hati hati..hati hati provokasi” sambil dorong-dorongan hahhaha. Slogan yang akrab banget “jangan injak rumput” padahal mah pas kuliah mau glosoran di rumput juga bebbasss,,,hahhaha.
Seru..jadi kenal teman dari segala macam fakultas dan jurusaaann. Nyebar link booo..

Tingkat dua (MASA PERKENALAN FAKULTAS DAN MASA PERKENALAN DEPARTEMEN)
Entahlah kenapa harus dibikin 2 sesi. Menurut saya, demi hemat budget, tenaga, waktu, mendingan digabung. Toh juga departemen di fakultas saya Cuma ada 4. Masa Perkenalan Fakultas (MPF) ini hampir sama dengan MPKMB, tapi Cuma sefakultas aja. Satu regu terdiri dari mahasiswa yang berasal dari departemen yang beda-beda. MPF seru, penugasan juga terbilang mudah. Bedanya sih ada suruh bikin karya ilmiah gitu. Pelonco? Rasanya nggak ada.
Kalau masa pengenalan departemen (MPD), ini yang paling “huffffeeet”. Penugasan hampir sama dengan MPF. Tapi, karena timingnya deket banget sama MPF,,ya agak keteter sih. Kurang greget juga. Karena saya rasa banyak hal yang nggak jelas, misal suruh kenalan ke kakak kelas. Terus ditulis dan minta tanda tangan gitu. Mending juga suruh follow akun twitter dan mention ya nggak sih? Hahhaha. Kalau sekedar kenalan apalagi pakai target harus skeian orang,,,yang ada mah suka lupa. Sering dikerjain juga pas kenalan itu...tapi jadi akrab sih. Ada tuh,,kakak senior yang ngerjain saya. Dia bilang
 “ngapain kamu minta kenalan sama saya..kan saya bukan senior kamu”
“kakak nggak sejurusan sama saya?...”
“nggak..bahkan saya nggak kuliah di kampus ini”
“masa sih kak? Yaudah nggak apa apa..kenalan mah kenalan aja kak”
Terakhir ketemu kakak itu pas barengan di psikotes sebuah perusahaan.
Bagian MPD yang paling heboh adalah renang di lumpurrrrr. Yuhuuu. Pulangnya jalan kaki dengan sebadan penuh lumpur sampai kos. Dari jilbab sampai sepatu..direndem sampai 3 kali pakai air hangat..dijemur..lalu dilaundry. PARAHHH...hahahha

Tingkat tiga (jadi panitia lebih greget)
Yaelah..jadi peserta mah santaiiiii ternyata. Panitia lebih heboh. Kalau MPF atau MPD Cuma 3hari..panitia diospeknya sebulan cuyyy. Di panitia MPF saya kebagian di seksi acara. Kebayang kan, rapat hampir tiap malam nyusun acara. Pas udah fix,,disimulasikan. Simulasi dengan panitia lain sebagai peserta. Biar nggak ganggu kegiatan kampus, semua kegiatan dilakukan habis subuh sampai jam 7. Huwwwohh. Alhamdulillah ...untuk MPF nggak ada campur tangan senior. Jadi,,panitia nggak dibentak-bentak. Jadi panitia juga deg-deg an banget lho, apalagi seksi acara. Di hari H, satu persatu anggota seksi acara tumbang. Di hari terakhir,,acaranya memang menguras fisik banget. Untung aja nggak ada peserta yang tumbang sampai masuk RS. Palingan pingsan, mual,,ditandu seksi medis. Selesai MPF, saya yang jadi single fighter di sesi penutupan...udah nggak kuat berdiri. Aselii. Malamnya...tepar. orang tua saya panik karena nomor saya nggak bisa dihubungi,,hahahha.
Dari semua kisah ini, yang paling ngerasa diPELONCO adalah pas jadi panitia MPD. Senior ikutan. Jadi waktu itu bulan puasa. Kami memang ada acara buka bersama di kampus. Habis buka puasa,,seluruh panitia disuruh ke koridor. Berdiri..habis buka puasa..rasanya tuh...keseeeel banget (masih lemes pastinya). Dibentak-bentak gajelas sama kakak kelas. Diem salah, tunjuk tangan nggak boleh bicara. Hufffeeett.

Kenapa ada pelonco?
Jadi, katanya tradisi beginian sudah ada sejak jaman kolonial. Para mahasiswa kedokteran STOVIA yang baru masuk memang disuruh-suruh sama seniornya buat beberes..dll. mereka juga harus pakai pakaian yang berbeda dengan senior.
Kalau kata Pak Menteri Anies “Pendidikan di negeri ini sudah terlalu lama melakukan suatu hal berdasarkan kebiasaan”. Mos dianggap wajar karena biasa. Makin kesini, makin meng ada-ada. Guru,  harus mengontrol. Kalau di kampus, pengawasan KETAT BANGET. Semua run down acara juga harus melewati filter dari lembaga yang berwenang. Tapi, kalau masalah SENIOR NGERJAIN itu agak susah juga dikontrolnya. Kan TKP nggak mesti di kampus, TERSELUBUNG hahhahaha.
Katanya sih...yang saya alami ini masih nggak seberapa dibanding mahasiswa jurusan lain, fakultas lain, kampus lain. Ada yang lebiiihhh sadis.

Semoga OSPEK dan pelonco terselubung lainnya segera jadi sejarah di bumi nusantara ini. Amiin.

[Review Film] Surga Yang Tak Dirindukan

August 02, 2015
Sudah kuduga. Film yang merupakan based on novel Asma Nadia ini bakal bikin Ibu-ibu bela-belain ke bioskop. Sabtu sore kemarin, studio full dan didominasi ibu-ibu. Sejak libur lebaran "surga yang tak dirindukan" ini sliweran di socmed. Topik Poligami selalu aktual. Hingga awal pekan ini, ada screen shot status fb sebuah akun yang mau banget dipoligami. Ada-ada saja...kemudian saya balas dengan meme juga (yang saya buat setelah nonton surga yang tak dirindukan.
Film info
Directed by: Kuntz Agus
Cast: Fedi Nuril, Ladya Cynthia Bella, Raline Shah
Duration: 124 min
Language: BAHASA INDONESIA
Subtitle: 
Genre: DRAMA
Rating: 13+

Sinopsis (Blitzmegaplex)
Kisah cinta pada pandangan pertama Arini dan Pras begitu indah. Pernikahan yang kemudian terwujud mendatangkan kebahagiaan lain dengan hadirnya Nadia, buah cinta keduanya. Namun suatu hari Pras menolong Mei Rose, calon pengantin yang berusaha bunuh diri. Pertemuan keduanya, lalu kehadiran Akbar, membuat pernikahan Pras dan Arini berada di tepi jurang. Bisakah cinta bertahan, setelah janji-janji untuk setia tak lagi ditepati? Apa yang harus dilakukan seorang perempuan ketika sosok yang paling dicintainya seolah menemukan tambatan baru bagi hati? Sebuah kisah menyentuh yang membuat kita berpikir ulang tentang cinta, kesetiaan dan takdir serta ujian yang harus dikalahkan.

Review
Pemilihan pemeran yang tepat adalah salah satu kunci kesuksesan film ini. Apalagi Bella. Wuhuuu...alasan sebagian besar pria nonton adalah karena dia. Hayoo ngaku deh....
Penggunaan drone juga membuat penonton termanjakan oleh pemandangan Jogja. Sett nya bagus,,dan terkesan 'niat'. Backsoundnya jugaaaa,,,pas deh. Soundtrack nya ngenaaaa..
Tidak ada yg benar-benar ikhlas untuk saling berbagi. yang ada itu sama-sama berkorban

Bikin nangis? beres film, ada suara "sraaat sroot" dan ibu-ibu belakangku bilang "aduh bikin mata perih". Hahahahah....

Menurut saya film ini bagus, pesan moral yang mau disampaikan kurang lebih adalah poligami itu ngga mudah, yang namanya berbagi...pasti harus ada pengorbanan. Sabar, ikhlas, syukur. 
Film ini nggak bikin saya takut nikah.
Jadi buat para single,,its ok lhoo kalau mau nonton.
Mbak kasir bioskopnya bilang gini "Surganya satu, jam setengah empat ya.."
Saya jawab "amiinnn...iya makasih mba"
[pesan surga]

Testimoni dari teman saya (pria)
Nikah lagi dengan menganggap itu bagian dari sunnah Rasul..? sudah habiskah sunnah Rasul lain yg bisa diamalkan?
Rasul jihad dan ga hidup mewah, berlaku adil, pemimpin umat, pemegang sunnah..wis siap?
Nek aku sih oke oke wae nek duwe istri Bella n Raline Syah.
Syarat-syaratnya yang ga bisa dan harus sadar diri.

Rate
4 dari 5

Quote
"Siapa yang menjamin seseorang itu baik atau engga kalau bukan kita yang mempercayainya"




[Review Film] Catatan Akhir Kuliah

August 01, 2015
Kamu mahasiswa yang lagi berjuang sama skrips? Atau kamu anak SMA yang ngga ngerti kuliah itu kayak gimana? Kalau saya sih...pemudi bangsa ini yang sudah lulus kuliah dan jadi kangen kampus setelah nonton film ini.

   

Directed by: Jay Sukmo
Cast: Muhadkly Acho, Ajun Prawira, Abdur Arsyad, Anjani, Dina
Duration: 106 min
Language: BAHASA INDONESIA
Subtitle: 
Genre: DRAMA
Rating: 13+

Sinopsis (blitzmegaplex)
Film Catatan Akhir Kuliah diangkat dari novel karya Sam Maulana. Film ini menceritakan kehidupan penulis dimasa perkuliahan. Sam (Muhadkly Acho), Sobari (ajunPerwira), Ajeb (AbdurArsyad) membuat sebuah janji akan wisuda bersama, yang diyakini sebagai janji persahabatan mereka.

Seiring perjalanan perkuliahan persahabatan mereka dipertaruhkan. Ternyata hingga menjelang batas perkuliahan , hanya Sam yang belum menyelesaikan tugas akhir (Skripsi).

Kesedihan Sam semakin komplit setelah mengetahui Kodok (Anjani Dina) cewek yang ia kagumi sudah memiliki pacar bernama Iwan (Andovi da Lopez).

Pengalaman cinta ditolak seperti terulang kembali saat Sam menembak Wibi (Elizya Mulachela) yang lebih memilih setia dengan kekasihnya dikampung halaman. Cinta Sam selalu terjebak dalam situasi Friendzone.

Sam berada di titik terbawah dalam hidupnya. Sam Harus bangkit berjuang menyelesaikan atau harus merelakan semuanya dan menjadi mahasiswa gagal.

Review
Alasan saya nonton film Catatan Akhir Kuliah adalah karena settingnya di IPB, kampus tercinta. Diilhami dari kisah nyata yang dibikin novel, akhirnya difilemin juga..dan niat banget (bisaaa gituu ijin ambil scene wisudaan,,itu rektor saya jadi figuran gratis? Heheheh).
Kalau kamu belum baca novelnya, bisa cek reviewnya di sini: http://nourainayah.blogspot.com/2014/08/review-book-catatan-akhir-kuliah.html?m=1

Aseli saya ketawa ngekek mulu sampai pertengahan filem. Eh pas akhir malah terharu. Walaupun ya alhamdulillah skripsi saya lurus, lancar jaya kayak tol Cikapali. 
Alurnya emang agak beda sih sama di novel. Tapi,,,saya suka-suka aja. Nggak cuma ngasih hiburan, tapi juga motivasi khususnya buat mahasiswa. Skripsi itu penting. Jangan nunda. Jangan juga nunggu disemangatin gebetan, karena siapa tahu gebetannya itu pacar orang lain...hahhaha. 
Ini scene favorit saya,,,,awwawww traktor itu numpang eksis. 

Tadi, pas nonton sederet sama anak-anak SMA. Dan mereka cuma nunggu Rangga Moela (bener ga tulisannya) yang cuma numpang lewat. Kesiiian dek. Sepanjang film banyak pertanyaan ngga penting bagi kita yang udah kuliah. Ya anak SMA belum kebayang, sidang itu apa...seminar itu apa..terus skripsi itu gimana. 

Rate
2 dari 5

Pesan moral: Habis wisuda dapat pacar baru yang udah lama diidamkan...itu mungkin cuma ada di film. Jangan terkecoh ya nak !




Auto Post Signature

Auto Post  Signature