[Review Buku] Rahvayana 2 Ada Yang Tiada

February 27, 2015
"Apakah cinta tak ubahnya dengan pengadilan, yang setiap pihak harus membuktikan segalanya" (page 234)

Tidak seperti Rahvayana 1 (bagi yang belum baca, reviewnya ada di sini) yang banyak saya skip , Rahvayana 2 ini meski enggan  mau beli atau engga tetep aja beli dan dibaca tuntas. Sepertinya IQ ku bertambah sedikit, ehehe. 

      
Judul: Rahvayana 2 Ada yang Tiada
Penulis: Sudjiwotedjo
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 296
  
Sinopsis
Sinta berubah. Namanya jadi Janaki. Janaki pun berubah. Namanya jadi Waidehi. Tapi, Rahwana

tetap mencintainya. Rahwana tetap menjunjungnya, menyembahnya.

Terhadap titisan Dewi Widowati itu ia tak menyembah nama. Rahwana menyembah Zat melalui caranya sendiri. Persembahannya secara agama cinta ....

Hmmm ....

Sebuah nama yang ada bukan karena dinamai. Sebuah nama yang ada juga bukan karena 
menamai dirinya sendiri. Adakah itu? Ada. Rahwana yakin itu ada. Dan ia sangat mencintainya

Review
Ini bukan buku cerita, bukan pula buku puisi. Ini adalah buku yang kalau kamu baca di lain waktu, lain mood, lain ladang, lain ilalang, maka akan menghasilkan makna yang berbeda. Buku ini menarik 3/4 bagian di depan kemudian 1/4 bagian ke belakang terasa berisik. Surat-Surat kepada Sinta yang sangat romantis dan 'gue banget' hahahhahaha. Jangan heran ya kalau makin ke belakang makin absurd. Makin ngawur, ya memang begitu. 

Rate
2 of 5 stars

Quote
"Biarlah angin dan burung pungguk yang akan membahasnya. Betapa setiap saat aku dan khayalanku tentang dirimu tinggal alam keberduaan yang tak usai-usai"

Law of attraction

February 25, 2015
Ketika saya benar-benar ingin bertemu dengan seorang teman, tanpa diduga tanpa diskenariokan, tiba-tiba kami papasan di tempat yang possibility nya tak terduga. 
Kemarin..saat saya sedang memikirkan seorang teman, tiba-tiba dari arah timur muncul bus bertuliskan nama teman yang sedang saya pikirkan itu di kaca depannya. 
Bukankah tidak ada yang kebetulan di dunia ini? Meski saya nggak pernah ngatur gimana cara bisa papasan, nggak janjian bakal papasan di titik itu di detik itu...nyatanya terjadi. Dan tulisan nama di bus yang saya naiki kemarin sepulang kerja bukan fatamorgana. 
The law of attraction, hukum tarik menarik. Saya pernah baca di "the secret". Mungkin alam bawah sadar benar-benar berkeinginan kuat, lalu mendapat dukungan dari semesta. Diantara sekian ratus bus, kenapa bus dengan stiker nama itu yang muncul saat itu. 

*ditulis di atas angkot ugal-ugalan

Oh..Golf Car

February 23, 2015
Beberapa hari ini teman-teman kuliah share viral foto "golf car" di kampus IPB dengan caption "mobil listrik IPB". Hah??? Kalau dengar istilah mobil listrik, yang kebayang adalah mobil inovasi masa kini dengan bentuk imut dan bisa dicharge. Sering nongol di tv, lihat langsung pernah juga pas ada pameran mobil di sirkuit sentul. Jadi, yang kata teman-teman saya "mobil listrik" itu golf car pemirsaaaa.
Nih..sering kan lihat beginian? Biasa dipakai di lapangan golf atau perkantoran. Gunanya buat ngankut manusia yang malas jalan. Biasanya jarak dekat sih. Apa ini mobil listrik? Benar juga,,kan ada aki tuh buat nampung listrik pas dicharge. Tapiii buka mobil inovativ seperti ini ya...
Golf car sudah ada sejak tahun 1932 (wikipedia). Dan....golf car itu dipabrikasi massal. Ada merek VW, Toyota, dsb. 

Golf car IPB
Infonya sih ada 50 golf car di IPB (parkiranya dimana ya? Ngecharge nya juga dimana?). Ya bagus...ini kemajuan. Jika fungsinya buat mempermudah mobilitas hal-hal urgent misal ngangkut dosen-dosen meeting ke rektorat dari fakultas (daripada pakai mobil biasa), ngangkut tamu, campus visit, and something like that.

Jangan salah kaprah
Jadi, golf car itu bukan sesuatu yang perlu banget dibanggain sebagai "mobil listrik IPB"..ini lebay. Juga....bukan buat dipakai angkutan mahasiswa ke tempat kuliah. Entah deh kalau ternyata si golf car ini malah actualnya buat angkut-angkut mahasiswa kuliah. Apa nggak lebih eco...pakai angkutan masal bus kampus?

Kata teman saya yang masih aktif di kampus, untuk IPB Green Campus 2020 Dr. Rinekso, direktur kemahasiswaan IPB ngajuin wacana "one student, one bicycle". Nah ini yang harus dibanggakan. Yang ECO friendly dan sesuai dengan jati diri IPB adalah kebijakan one student one bicycle.

Quote

aneh dikit dibilang canggih. Canggih dikit dibilang keren.
Padahal ga efektif dan efisien.
Waduuuh...
(D.C)

Pemuda Tanpa Nama

February 18, 2015
Di sebuah peron stasiun, saat maghrib datang. Tampak olehku seorang pemuda yang sama-sama sedang menunggu kereta sepertiku.
Ternyata kami menunggu kereta yang sama. 
Saat kereta datang..kami naik lewat pintu gerbong yang sama. Karena penuh sekali..di dalam kereta ekonomi lokal aku tak dapat menemukan si pemuda berwajah Asia itu lagi.

Di kota B, kota tujuan pertamaku.
Setelah melakukan berbagai hal di stasiun, aku keluar mencari pengisi perut. Ada banyak sekali warung tenda, dan.....diantara beratus kemungkinan bisa ketemu lagi,,,,si pemuda tanpa nama yang saya perhatikan sejak di peron stasiun kota A ada di sana dengan sepiring nasi goreng.
Secara kebetulan lagi, kami membayar di waktu yang hampir sama dan beriringan keluar warung tenda. Aku berjalan masuk lagi ke stasiun menunggu kereta yang mengantarkan ke kota tujuan akhirku. Dan.....si pemuda tanpa nama ternyata juga ada di ruang tunggu tepat di kursi depanku. 
       

Aku masih tak tahu apa yang ada di benaknya di depan hal yang sama-sama kami pandang di stasiun. 

Tak penting kuceritakan apa yang terjadi dalam diriku pada lapis shadrun, qalbu, fuad, syaqaf, lubbun, hingga sirrun. Tapi, lapis terluar qasrun dalam diriku barangkali menampakkan kekagetan. Dan, tampaknya pemuda itu menangkap kekagetanku. (Rahvayana 2, page 78).

Biarlah alam yang mengatur. Bila esok kami bertemu lagi. Realitanya sekarang berpisah di sini. Dia dengan kereta ekspresnya ke Cirebon. Kereta yang datang bersamaan dengan kembang api imlek meletupkan mahkotanya di langit seberang stasiun. 


Meme Polwan Disitu Kadang Saya Merasa Sedih

February 17, 2015
Hari ini Ibu Polwan Dewi Sri Mulyani dijadikan bahan kreativitas netizen dengan beredarnya meme lucu-lucu. Siapa tuh? Ibu Dewi adalah Polwan yang sering muncul di promo iklan program Net 86. Menariknya,,bu Dewi ini mengeluarkan jargon "di situ kadang saya sedih" secara spontan. Tapi ekspresi dan diksi nya terasa catchi. 
Video lengkap programnya bisa dicek di sini: http://youtu.be/4_rgtf5b3x4

Menurut saya, sah-sah saja bikin meme selagi nggak melanggar Sara. Apalagi kalau buat hiburan, ya sekedar angin segar dikala kisruh polri KPK gini. 
Ada yang nanya "apa nggak kasihan  polwannya?" So far saya justru merasa Bu Dewi ini Ambasador Polwan lho. Kesan "unReachable", galak, seram, hilang saat melihat bu Dewi matanya berkaca-kaca menghadapi anak yang rewel. Saat episode Bu Dewi, memang ceritanya Bu Dewi sedang memberikan penjelasan tentang rambu-rambu lalu lintas ke anak-anak TK.

Jadi,,,maaf ya Bu saya bikin meme juga versi saya. 


Two managers

February 14, 2015
Managers hold one of two theories about the people they have to deal with. 

Theory X is based on fairly negative view of human nature. It says that people are essentially lazy and uncomfortable with the idea of having too much responsibility for anything. They only turn up to work for the pay. 
Employees have to be managed in a STRICT way, otherwise nothing will get done. 

Theory Y, on the other hand, suggests people may be capable of something more positive - that they will seek of responsibility and try to get better at their jobs, from which they can get significant personal satusfaction. Theory Y managers have high expectations if their people. They are also much more likely to DEVELOP a truly motivated workforce.

-Douglas McGregor, a US psycologist at Market Leader 3rd English First


Politik

February 13, 2015
Saya merasa sedang dalam barisan beralmamater dan meneriakan yel yel reformasi. Teriak,,nggak peduli sniper sudah ready, nggak peduli gas air mata, nggak peduli nyawa yang cuma satu. 

Saya bukan sedang dalam barisan orang yang sakit hati. 

Tuhan,,,,jauhkan kami dari pemimpin yang dzolim. Tuhan,,,berikanlah kami pemimpin yang dekat denganMu. Apapun agamanya...saya percaya jika seorang pemimpin dekat dengan pencipta secara otomatis dia bisa amanah.

~saya baik-baik saja....dan saya bahagia. 


Kenapa Malu Pakai Payung?

Sebuah kecenderungan aneh atas manusia bergender pria yang sebangsa denganku. Pria Indonesia, khususnya yang masih muda...cowok...rata-rata malu pakai payung. Why? Kata mereka, pakai payung itu nggak jantan. Ih...

Di luar masih hujan, saya mau cerita. Jadi tadi pas jalan dari indoortest mau ke office hujan gedeee banget. Teman saya bilang 
"Eh Rul itu lho kok cewek mayungin cowok"
"Oh..mbak-mbak cleaning service itu?"
"Iya,,meski mungkin si cowok itu bos nya,,ya lebih gentle kalau yang mayungin si cowok"
"Iya..tapi aku udah sering digituin"
"Sama siapa?"
"Yah temen-temen aku...mayungin mereka. Mereka bilang 'udah nggak usah dipayungin' tapi kan masa hujan kita payungan temen kita engga?"

Kalau saya lihat di TV, orang luar negeri kok kayaknya biasa aja pakai payung. Cowok, bapak-bapak, kakek-kakek. Bos saya (orang luar) juga santai aja tuh tiap hari bawa payung warna biru muda. Kiranya sempit sekali yang berpikir pakai payung itu jadi kayak cewek. Kalau baju basah, masuk angin, bau apek...bagi mereka mungkin nggak masalah.
    
Cowok-cowok...pakailah payung. Santai aja,,kamu tetep keren kok..nggak keliatan banci engga. Dan kalau ada wanita yang mayungin kamu, rebut payungnya...kamu yang mayungin.

"If you don't fight for what you want..don't cry for what you've lost.."


[cerpen] Pulsa Ibumu

February 10, 2015
Jum'at siang bukanlah waktu yang tepat untuk praktikum, apalagi Instrumentasi dan kontrol. Nggak konsen, kebanyakan becanda, hahaha. Bukan cuma aku yang seperti itu, pun dengan kawan-kawan yang terkenal rajin. Saat sedang membuat cincin-cincin an dari kabel bekas yang warna-warni unyu, ponselku berbunyi. Sebuah pesan. 

"Rul, lagi sibuk nggak? Tolong isiin pulsa ke nomor Ibu ya, ini nomornya"

Oh..temenku, dia emang sering ngerepotin. 

"Ok"

Entah apa yang mendorongku begitu semangat keluar ruang praktikum. Mungkin karena sumpek di dalam, mungkin pula ada sebuah....fir...asat.
Aku turun dari lantai 4, lewat tangga. Ya..di fakultasku nggak ada lift. Di lantai dasar, ada foodcourt yang lengkap dengan segala fasilitas termasuk penjual kue basah merangkap jualan pulsa. Sebagai mahasiswa biasa, aku nggak punya mobile banking,,,jadi ya manual ke tukang pulsa kalau mau isi ulang. 
Done. Beres ngisi pulsa, naik lagi ke lantai 4 tanpa terjadi hal istimewa hari itu, semua berjalan normal. 

Hingga beberapa minggu kemudian si teman yang suka ngerepotin itu sms. 

"Ibuku meninggal tadi malem"

Deg. Innalilahi wa inna ilaihi rajiun,,aku terpaku berdiri di depan ruang kuliah. Semoga kepergiannya melepas segala rasa sakit lahir batin yang selama ini beliau derita. 

Andai siang itu aku menolak 'suruh'annya mengisi pulsa, bakal senyesel apakah ? Mungkin itu, bantuan terakhir yang aku berikan buat beliau.
Anakmu pasti sangat bangga padamu, buktinya hari ini dia menuliskan memoar untukmu. 


Infused Water Segar

February 09, 2015
Pagi ini saya bawa bekal infused water. Apa tuh? Infus? Iya ini infus semangat dan energi di pekan yang selalu hujan dan akan jadi sibuk. 
Infused water adalah
Infused water adalah air putih yang diisi dengan aneka buah atau satu jenis buah. Manfaat infused water
Tujuan infused water adalah agar kita dapat manfaat dari minum dan manfaat dari sari buah. Kenapa nggak minum air sambil makan buah? Ya itu pilihan sih hahaha.
Tapi kita lebih ngerasa semangat minum kalau air ada rasa-rasanya iya kan? 
     
Segarrr. Jadi kemarin beli 1 pcs lemon, harganya sekitar 12ribu, kalau sekilo sekitar 90ribu. 
Cara membuat infused water
1. Pilih buah yang teksturnya keras, seperti lemon, strawberry, kiwi. Pepaya atau pisang nggak dianjurkan. Saya pernah coba anggur juga nggak enak. Kalau mau pakai daun mint juga lebih mantap.
2. Potong-potong buah, banyaknya semau-mau hahha. Tapi setidaknya setengah wadah keisi buah biar berasa.
3. Masukan buah ke wadah, isi dengan air putih, truh di kulkas 12 jam kurang lebih biar sati buahnya keluar.
4. Siap diminum...hahahha
5. Bisa direfill kalau airnya habis, batasnya 24 jam.

Selamat mencoba infused water...


Chai Tea yang pedas

February 08, 2015
My teacher said "do you like Chai Tea? It's spicy,,when i drink chai tea, i feel back to childhod at christmas." Chai tea adalah teh India yang dibawa kolonial ke Inggris. Di Inggris yang super dingin dan mendung, Chai tea pas banget terutama disajikan pas musim dingin kala natal tiba.
Setelah English Breakfast, Earl Grey, kali ini saya mencoba Chai Tea tanpa latte. Buat ngerasain original flavour nya kayak apa. Chai tea terdiri dari teh hitam, Cinnamon (kayu manis), black pepper (lada hitam), jahe, dan cardamom (kapulaga). Bisa dilihat di gambar itu, ada berbagai rempah. 
Kebetulan pagi ini sedang dingin dan hujan. Pas banget nih Chai tea yang pedasss bagaikan jamu pegal linu...hahahaha.



[Review Buku] Pulang

February 07, 2015
Ini adalah sejarah. Mereka meniupkan kisah yang membuat masa kecilku berantakan, kumuh, dan berisik. Ini novel pertama yang saya baca dimana menceritakan orang-orang dam keluarganya yang dicap PKI. Selama ini saya tahu sedikit sejarah bangsa ini khususnya peristiw G30S dari buku sejarah dan film. Jaman saya SD film itu sudah nggak ditayangkan lagi, karena sudah jaman reformasi. 
Judul: Pulang
Penulis: Leila S.Chudori
Penerbit: KPG
Tahun terbit: 2012

Sinopsis
Paris, Mei 1968.
Ketika gerakan mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo, seorang eksil politik Indonesia, bertemu Vivienne Deveraux, mahasiswa yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas.
Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris, Dimas bersama tiga kawannya--Nugroho, Tjai, dan Risjaf--terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari -- isteri Hananto--yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.

Jakarta, Mei 1998.
Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Vivienne Deveraux, akhirnya berhasil memperoleh visa masuk Indonesia untuk merekam pengalaman keluarga korban tragedi 30 September sebagai tugas akhir kuliahnya. Apa yang terkuak oleh Lintang bukan sekadar masa lalu ayahnya dengan Surti Anandari, tetapi juga bagaimana sejarah paling berdarah di negerinya mempunyai kaitan dengan ayah dan kawan-kawan ayahnya. Bersama Segara Alam, Putera Hananto, Lintang menjadi saksi mata apa yang kemudian menjadi kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Review
Baca Pulang ini bikin saya mikir juga "sejarah itu yang nyiptain siapa ya? Siapa yang nentuin dia Penjahat dia Pahlawan? Bukankah penilaian itu bisa dari berbagai sudut pandang?
Restoran Tanah Air ini mengingatkan saya dengan restoran "Indonesia" di Paris juga. Dan Resto itu juga dibuat oleh para keluarga Eksil, salah satunya Adik dari D.N Aidit. Apakah inspirasi ceritanya dari sana? Jangan-jangan ini novel fiksi yang sebagian besar nyata? Entahlah.
Cerita intrik di Restoran Indonesia dan Restoran Tanah Air pun hampir sama.

Banyak yang merekomendasikan novel Pulang. Bahkan diantara mereka begitu memuji Laila S.Chudori. Saya akui ini bagus, tema yang berbeda dan cara pengambilan point of view nya dari berbagai tokoh. Tapi,,,saya merasa,,,ehem...ini terlalu dewasa. Jadi, kalau diletakan buat bacaan di perpus sekolah misalnya agak kurang pas. Padahal ini keren.

Rate
2 dari 5 bintang

Quote

Sejarah telah membuat dan membentuk aku menjadi seperti ini. Sejarah juga yang menentukan perbuatan dan tindakanku di masa yang akan datang. 

Kau tak boleh menyeret-nyeret nasib dan perasaan orang hingga hati orang itu tercecer kemana-mana. Kau harus berani memilih dengan segala resikonya. 

Teh Cap Botol, Rasa Lokal

February 06, 2015
Buat penikmat teh seperti saya, hahaha teh cap botol adalah pelampiasan sesaat untuk rasa lokal yang ringan dan hemat. Teh ini sudah ada sejak 1940, mencantumkan Slawi Tegal sebagai daerah asal produksinya.
Teh cap botol tersedia dimana-mana, mulai dari warung hingga supermarket. Mulai dari tempat hajatan di kampung-kampung hingga dapur-dapur mewah rakyat Indonesia. 
Rasanya ringan, warnanya nggak terlalu pekat dan ada aroma melatinya. Teh ini cocok ditambah gula dan nikmat dibuat es teh. Sepertinya teh cap botol ini bukan jenis black tea. Maksudnya pengolahannya menggunakan oksidasi sebagian.

Tea...is a religion of the art of life. 
- Kakuzo Okakura, The Book of Tea




Don't Disturb Mode

Beberapa minggu ini saya heran sekali dengan perilaku Upin (nama hape). Sering banget ada bbm, wa, sms, email...tapi saya nya nggak nyadar. Dalam mode nggak silent tanpa suara dan dalam mode silent nggak ada vibrate. Why?
Saya nggak panik, palingan ada settingan tertentu yang berubah. Menelusuri bentuk notifikasi aplikasi-aplikasi dan semuanya normal. 
Tadi malam, misteri itu terpecahkan. Saat saya mematikan flaslight hape. 
"Apa nih? Logo bulan?"
Jadiiiiiii......selama ini saya tanpa sengaja mengaktifkan mode don't disturb di iphone yang sudah pakai ios 6 ini.
Jika mode don't disturb aktif, maka saat iphone dalam kondisi locked tidak akan ada bentu suara atau getar notifikasi. Pesan, panggilan tetap masuk tapi ada di bawah layar yang terkunci. Okayy jadi selama ini bukan saya yang tidurnya terlalu nyenyak sampai nggak pernah lagi dengar notifikasi adzan subuh atau nggak dengan notif grup watsap yang aktif sepanjang malam. Biang keladinya adalah Fitur don't disturb hahahah.

Kalau kamu mau coba, silakan deh...demi kenyamanan tidur atau aktivitas seperti saat di kendaraan, lagi riweuh, etc.
Di bagian home iphone, slide ke atas. Mode ini tersedia instan di samping logo aktifasi wifi. Di bagian setting juga ada sih. Nah tanda kalau mode don't disturb ini aktif adalah logo bulan sabit di bagian atas iphone samping baterai.


English Breakfast Tea

February 05, 2015
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, teh sarapan Inggris hahahah. Agak benar sih, mungkin dulunya memang dikonsumsi saat sarapan oleh orang Inggris. Penampakannya seperti ini:
Menurut wikipedia, English Breakfast Tea adalah campuran teh hitam dari berbagai negara. Rasanya kuat. Cocok diminum pakai gula dan susu. 

Kalau yang saya minum ini English Breakfast Tea pakai gula dan cinnamon bubuk. 
  
Seperti teh hitam yang ada di Indonesia, tapi tanpa aroma melati atau vanila ya. Warnanya pekat banget padahal baru disesuh nggak sampai 1 menit. Katanya sih ini mix teh India yang hitam, teh sri lanka yang lembut dan kaya rasa, serta teh Cina yang smoky.
Diantara varian olahan teh hitam lain, paling suka sih jenis ini English breakfast tea. Varian lain yang pernah saya coba ada Earl grey tea, reviewnya bisa dibaca di sini: http://nourainayah.blogspot.com/2015/01/earl-grey-tea.html

Berapa harganya? 20ribu untuk ukuran 355ml di Starbucks. Ini kebanyakan sih sebenarnya, mabok teh. Biasanya saya pesan ini buat sekali duduk (4jam) dan masih dibawa pulang. Bisa buat ngeteh seharian. 




Memori Cangkir Jadul

Kenangan itu nggak hanya muncul saat dipicu hujan, musik, aroma, melainkan juga beberapa benda. Cangkir jadul, yang belakangan ini saya tahu namanya cangkir enamel adalah pembangkit kenangan masa kecil. Saat saya main main di dapur, menata perabotan ke tangkai bambu yang dibuat almarhum kakek.
Ini dia cangkir jadul yang baru saya beli. Cangkir seng imut dengan warna vintage dan desain sangat sederhana. Pasangan cangkir ini adalah mug blirik hijau. Beberapa waktu lalu pas cek instagram ada online shop yang khusus jualan barang-barang jadul. Salah satunya cangkir enamel ini. Murah meriah, 1 pcs harganya 8500 rupiah saja. 
Mungkin sesekali kita bisa memilah kenangan, mengambilnya lagi, dan membangkitkannya sebagai kenyataan di masa sekarang.
"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. Selama kita cuma diam dan nggak pernah berbuat apa-apa, selamanya dia akan tetap menjadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan." -Dee, Perahu kertas



Kerja Cerdas

February 04, 2015
Nggak habis pikir deh sama leader sekelas kepala departemen yang masih berpikiran kuno ala kompeni. Apa itu? Ya..nganggap kalau "kerja" itu selalu tampak kerja dan serius. Ini kan konsep kompeni. Saat sepanjang waktu harus kerja, nggak boleh santai nggak boleh makan minum ngobrol.

Menurut saya nih, kerja itu menjalankan job desc. Apa sih job description seorang  pekerja,,itu yang dikerjain. Kalau udah beres job desc nya ya nggak wajib bagi dia 'menampakkan diri' sok kerja. Ada saat dalam 8 jam kerja itu kita berpikir kreatif, itu penting. Gimana biar suasana kerja itu nyaman,,tentram,,dan nggak ada yang tertekan. 

Masa buka google aja ada yang ngelarang lho. Emang kita mau ngapain..toh juga nggak bisa download (dibanned yang berbentuk socmed dan entertain). 
Masa ngopi aja ada yang ngelarang lho. Serius nih. Dan itu nggak ada di Peraturan kerja bersama.

Konsep kerja cerdas harus dimengerti semua leader. Go away dirty mind ala kompeni.

Takut Piknik

February 03, 2015
Baru sadar,,,kalau saya ini takut piknik. Nggak tahu ya mulai kapan. Cuma ngebayangin aja udah ngeri. Piknik di sini khususnya yang pakai nginep. Tawaran piknik dari kawan-kawan mengalir deras, tapi kuat pula cara saya menangkisnya. Apa saya sibuk? Engga juga. Cuti sehari mah nggak apa-apa. Saya sendiri pun takut mikirin apa sih yang bikin saya takut. 

Kapan terakhir piknik yang pakai nginep? Long time ago. Kapan terakhir keluar kota beneran liburan sama orang-orang yang nggak dikenal sebelumnya? Kapan ngerasain bolak balik naik kereta? 

Masa sih buat piknik saja saya harus menganalisa pakai PDCA hahhaa. Ayo dong berani berani....lagian ini nggak se ekstrim naik gunung atau nyelam lautan kan? 

Ketakutan itu harus dihadapi bukan ditentang. 

Auto Post Signature

Auto Post  Signature