Top Social

[Review Buku] Anak Semua Bangsa, Tetralogi Buru #2

October 20, 2015
Buku ke-2 dari Tetralogi Buru, Anak Semua Bangsa. Bersyukur bisa membaca dengan santai buku yang pernah dilarang beredar ini. Makin cinta sama Indonesia. Nggak tahu kenapa sebenarnya buku ini pernah dilarang.
anak semua bangsa, buku, book, literary, pram, pramoedya ananta toer, tetralogi buru
Identitas buku
Judul: Anak Semua Bangsa 
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Tahun terbit: 2011 (diterbitkan pertama kali 1989)
Jumlah halaman: 533

Sinopsis (goodreads)

Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusasteraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda.

Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku. Pembagian ini bisa juga kita artikan sebagai pembelahan pergerakan yang hadir dalam beberapa periode.

Roman kedua Tetralogi, Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun ke bawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah Pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke diperhadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan Sidoarjo dan pertemuannya dengan Khouw Ah Soe, seorang aktivis pergerakan Tionghoa, korespondensinya dengan keluarga De la Croix (Sarah, Miriam, Herbert), teman Eropanya yang liberal, dan petuah-petuah Nyai Ontosoroh, mertua sekaligus guru agungnya, kesadaran Minke tergugat, tergurah, dan tergugah, bahwa ia adalah bayi semua bangsa dari segala jaman yang harus menulis dalam bahasa bangsanya (Melayu) dan berbuat untuk manusia-manusia bangsanya.

Review
Jika di buku pertama (review di sini), masih dipaparkan tentang masa sekolah Minke..maka buku ke-2 ini adalah titik balik perjalanan Minke menelusuri kehidupan masyarakatnya. Minke blusukan, buat tahu dan kenal dengan bangsanya. Kenal sebenar-benarnya. 

Kalau kamu sudah merasa 'males banget' sama Indonesia, baca Tetralogi Buru. 
Gambaran semakin jelas bagaimana kondisi masyarakat jawa waktu itu, khususnya petani di sekitar perkebunan. Pernah berpikir sih 'kok orang Belanda kebunnya bisa seluas dan sesubur itu?' Ternyata oh ternyata...administratur perkebunan jaman itu luar biasa kuasanya. Bagaimana rakyat Hindia Belanda seakan masih sangat terbelakang. Saat Filipina sudah merdeka, Rakyat Hindia masih 'serem' lihat orang pakai sepatu. Tentang pergundikan, tak kalah menyayat hati. Fakta di balik perkebunan-perkebunan yang dikuasai Belanda dan kehidupan sosial di dalamnya sangat menarik bagi saya, sebab kebetulan ini nyerempet ke topik skripsi. 

Saya tersentak oleh kalimat ini 
"Hidupnya berputar siang-malam pada satu sumbu, dalam ruang dan lingkaran yang sama. Sibuk dengan impian sendiri saja." Ah..akukah seperti itu? Seperti pribumi masa itu?

"Dalam suatu bangsa, dengan satu asal makan dan asal minum, di atas satu negeri, bisa terjadi suatu jarak" rakyat jawa jaman itu. Bagi mereka, tak penting yang ada di luar sana. Tak terpikirkan malah. Jangankan berpikir merdeka, apa itu merdeka dan nasionalisme saja tak terjangkau oleh siswa HBS putra Bupati, Minke. 

"Sekali suatu golongan bangkit, suatu bangsa bangkit, kekuatannya takkan dapat dibendung lagi." Itulah kalimat yang menggetarkan Minke. Betapa selama ini dia benar-benar tidak tahu apa-apa. 
Rate
4 dari 5

Quote
“Sahabat dalam kesulitan adalah sahabat dalam segala-galanya. Jangan sepelekan persahabatan. Kehebatannya lebih besar daripada panasnya permusuhan.”
"Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminil, biar pun dia sarjana.” 



[Review Buku] Lautan Langit by @kurniawanGunadi

October 14, 2015
Lautan langit. Buku kumpulan cerita yang kembali mengoyak sanubari. Seakan-akan penulisnya mengintip buku harian saya, lalu meramunya sedemikian. 
lautan langit, kurniawan gunadi, buku, kumpulan cerita
Identitas buku
Judul: Lautan Langit
Penulis: Kurniawan Gunadi
Penerbit: CV IDS (indie)
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 208

Sinopsis
Luasnya hati tidak pernah bisa kita saksikan wujudnya. Setiap orang yang kita temui tengah bergelut dengan dunianya sendiri. Dunia yang tentu saja sebagaimana dunia yang kita pijak hari ini, memiliki lautan dan langit. Tempat yang luas untuk menampung segala keresahan dan ruang yang luas untuk dimaknai. Tempat itu adalah hati.

Review
Sebelum kamu membaca lebih lanjut, saya mau kasih tahu kalau buku ini tidak akan kamu temui di toko buku. Ini buku indie yang dipesan secara pre order. Seperti buku pertama Hujan Matahari (review bisa dibaca di siniyang ditulis Kurniawan Gunadi,  di lautan langit masih ada gaya penulisannya yang khas. Cerita-cerita pendek yang berasal dari akun tumblr. Tidak ada tokoh, dahimu tidak perlu berkerut, yang ada malah kamu akan bilang 'ahhh gue banget' atau 'eeeaaaak' hahahhaa.

Tidak menggurui, tidak juga layaknya pujangga, tapi ke-apa ada nya-an itulah yang siap mengoyak sanubari. Lebay ya. Tapi beneran kok. Kalau penasaran, buka aja blog nya : www.kurniawanGunadi.tumblr.com sebelum kamu memutuskan mencari, meminjam, atau membeli buku ini.

Enaknya baca buku ini pelan-pelan, sambil dicatat buat pengingat di kemudian hari. Lautan Langit bukan buku agama, bukan buku psikologi atau motivasi. Jadi saya rasa Lautan Langit akan cocok dengan hati siapa saja.

Rate
4 dari 5

Quote
Banyak banget.....saya ambil beberapa :

"Tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan" (49)

"Rahasiakanlah dengan baik sampai pada waktunya tiba. Meski perempuan memang pada dasarnya ingin diakui. Tapi kembalikan pertanyaan itu.."diakui sebagai apa?" Sementara Tuhan sendiri belu mengakui bagaimana seseorang bisa mengklaim dia milikku atau aku milikmu" (92)

"Kita semacam sepakat untuk menyimpan perasaan kita terlebih dahulu tanpa harus membuat kesepakatan" (100)

"Setiap perasaan memerlukan kepastian, memerlukan kesaksian, memerlukan ikatan. Kamu tahu seberapa jauh jarak diantara kita? Hanya sebaris kalimat dan sebaris jawab" (191)



Mencintai Dengan Bijaksana

October 13, 2015
Mencintai dengan bijaksana. Sudahkah? Sedang belajar. Beberapa waktu ini memang lagi concern baca-baca buku nikah. Eh..? Maksudnya buku bacaan tentang pernikahan. Kata seorang teman "kayaknya udah siap banget mbak?" Justru karena saya belum ada persiapan sih. Cara mencintai saja masih ala anak remaja belasan tahun.

mencintai, bijaksana, infografis, kurniawan gunadi, buku

Kebetulan di buku yang sedang saya baca ini ada pembahasan sekilas tentang mencintai dengan bijaksana. 

Tidak gegabah dan terburu-buru
Terburu-buru baper (kebawa perasaan). Belum tentu segala kenyamanan yang dirasakan harus berakhir pada pernikahan. Alamak. Jauh amat ngomongngya? Iyya..kode yang bukan kode. Jangan sampai jadi Koper (korban perasaan) deh. Baper itu bisa dikondisikan. Intinya, menjadikan asumsi sebagai landasan adalah tidak disarankan. Susah yahh kalau udah urusan rasa.

Tidak terlalu menampilkan isi hati
Nahhh..karena urusan rasa ini benar-enar nggak bisa bohong, maka menyembunyikannya pun butuh perjuangan. Bukankah mencintai dan bersin itu sama? Dalam hal nggak bisa disembunyikan. Secara otomatis pasti kita bakal ingin berkomunikasi, baik-baikin, mencari tahu, dsb. Trus gimana dong? Kalau bisa jangan sampai si dia tahu, kalaupun tahu..ya jangan 'terlalu'. 

Pandai menyiasati perasaan
Urusannya dengan baper lagi nih. Kalau lagi rindu-rindunya atau kalau lagi cemburu-cemburunya,,cobalah disiasati. 
Tapikan prakteknya susah? Iya tau, tapi coba pikir...kalau dia juga seorang individu yang punya kehidupan sosial, punya tanggung jawab dsb. In relationship nggak harus 100% bareng kan? 

Berhati-hati dalam berucap
Semua orang tahu bahwa sakit hati seringnya timbul dari ucapan. Ucapan sengaja atau nggak sengaja. Bahkan kadang niat kita baik. Tapi belum tentu diterima begitu. Sebaliknya diterima sebagai hinaan atau 'kamu ngatur banget sih!' . Hayoo...
Tugas kita buat tahu kepribadian dan cara komunikasi yang baik dengan pasangan atau calon pasangan. 

Pandai mengatur logika
Balik lagi ke pembahasan yang di atas, kalau sudah ngomongin perasaan logika kadang nggak tahu dimana. Asumsi malah muncul dimana-mana. Cinta nggak perlu logika? Perlu,,biar tetap bijak. 

Mengutip dari buku Lautan Langit, 'semeresahkan apapun keadaan disertai ketidakpastian, jangan berhenti melangkah'. Melangkahlah dengan bijak. 
Masih dari buku yang sama 'belajarlah untuk memperlakukan cinta kita kepada orang lain secara terhormat. Kita akan belajar menyikapi perasaan kita dengan bijaksana'. Kayaknya kalau bisa bijak 100% dalam mencintai, dunia tidak akan ada peperangan. Tidak ada kisah Roro Jonggrang dan Tangkuban Perahu.




[Review Buku] Menikah Untuk Bahagia #MUB by @noveldy

October 04, 2015
Belajar untuk membangun pernikahan yang bahagia nggak harus nunggu dilamar orang dulu kan? Saya persiapkan dari sekarang. Munakahat itu penting, prinsip saya pay now, play later. 
buku, mub, menikah, pernikahan

Identitas buku
Judul: Menikah Untuk Bahagia, formula cinta membangun surga di rumah
Penulis: Indra Noveldy & Nunik Hermawati
Penerbit: noura books
Tahun terbit: 2015 (ekslusive edition), diterbitkan pertama kali tahun 2012
Jumlah halaman: 328
Genre: psikologi / pernikahan

Sinopsis (back cover)
Semua orang yang memutuskan menikah pastilah mengharapkan kebahagiaan. Namun, kenyataannya, mengarungi bahtera rumah tangga tidaklah semulus yang dikira. Riak-riak kecil kadangkala justru menjadi ombak besar laksana badai. Bahkan tak jarang, banyak orang yang justru tidak sadar akan masalah dalam perkawinannya hingga pasangannya menggugat cerai.

Jangan sampai hal tersebut terjadi pada Anda. Bahkan jauh sebelum menikah, Anda bisa mempersiapkan diri. Temukan caranya dalam buku ini. Penulis dengan lugas membagi rahasianya dalam membantu banyak pasangan untuk meraih kebahagiaan. Mereka juga membagi pengalaman jatuh bangunnya mempertahankan pernikahannya yang berkali-kali hampir kandas.

Mungkin awalnya Anda akan kaget, menangis, atau bahkan babak belur membaca buku ini. Namun, Anda akan mendapatkan hasil yang sepadan pada akhirnya. Sesuatu yang berharga untuk diperjuangkan, yakni sebuah pernikahan impian.
Jadi, siapkah Anda menjadi bahagia?

Review
menikah untuk bahagia adalah salah satu dari sedikit buku yang bisa mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan. Serius! Meski saya termasuk kutu buku (kata orang), nggak semua buku merasuk dan bisa membuat saya teriak teriak..salto..lari..garuk tembok (halah lebay). 

Buku Menikah untuk Bahagia direkomendasikan oleh sahabat saya, makasih ya #G. Beliau bahkan sudah dua kali ngadoin buku ini buat nikahan temannya. Setuju. Menikah untuk bahagia juga akan masuk list kado buku buat sahabat-sahabat saya. Hayo..siapa yang mau,,,hands up!!

Emang segimana kecenya sih? 
Kebanyakan buku pernikahan nyeritain kisah-kisah yang mengharu biru. Kalau menikah untuk bahagia, fokusnya ke sisi psikologi. Didukung teori serta contoh action yang memang sudah dibuktikan oleh penulis. 

Buat yang sedang menjalani pernihakan, kalian bakal ketampar. Yakin pernikahan kalian bahagia? Yakin kamu sudah jadi pasangan yang tepat? Yakin kamu sudah merebut hatinya setiap hari? Yakin,,,anak kalian baik-baik saja secara psikologis? 
Problem pernikahan baru kerasa kalau sudah di stadium 3. Pernikahan bukan cuma status, tapi juga hubungan. Peran kita sebagai pasangan itu nggak cuma jadi istri atau suami dan ibu atau ayah, tapi juga partner, sahabat, dan KEKASIH.  Enak kan, kalau orang terdekat kita..yang bisa dicurhati apa aja..yang bisa disharein apa aja..adalah pasangan kita? Sahabat sekaligus kekasih halal. Subhanallah 33x. Komunikasi. Pembaca akan dibimbing menciptakan pola komunikasi yang benar dengan pasangan. Ingat ya, komunikasi itu nggak cuma bicara.

Kata penulis nih, baca buku ini harusnya dikit-dikit sambil action. Nah karena saya belum nikah, ya dicatet aja dulu.
Do we plan our marriage? Yes..i plan my marriage. Mungkin salah satu alasan saya belum dipertemukan dengan jodoh karena saya masih terlampau lugu. Nggak ada bekal apa-apa (ehh tjurhat).

Salah satu bagian yang saya suka adalah 'stop the victim mentality'. Seringnya mental kita disett sebagai korban. Terpuruk, down, yaaa gitu. Padahal, apapun masalahnya kita turut andil dalam kerusakan sebuah sistem (kecuali jika pasanganmu emang ngga normal; ini kata penulis). 

Seringnya kita mencintai seseorang dengan cara kita. Padahal bahasa kasih tiap orang berbeda. Di buku ini dipaparkan terntang 5 bahasa kasih. 
Ada kan, orang yang dikasih hadiah mukanya datar aja. Tapi ada yang cuma dibantuin jalan di tempat licin aja udah sampai susah tidur karena kebanjiran hormon cinta hahahahhaha (curhat lagi). 

Nggak harus nunggu ada masalah untuk membaca buku ini. Baca sama pasangan kamu biar sama-sama tahu. Untuk menjalani pernikahan perlu skill&knowledge, mindset, komitmen, dan berserah. Anak-anak kita nanti adalah hasil programming dari kita. 

Rate
4 dari 5

Quote
Tuhan menguji doa hambaNya. Seakan Tuhan berkata, "kamu serius dengan doamu? Jika serius, coba...Aku akan mengujimu lagi, ya."




Auto Post Signature

Auto Post  Signature