Resensi Negeri di Ujung Tanduk

April 29, 2014
Lebih cepat dari sekuel pertama nya Negeri Para Bedebah, namun pola nya benar-benar sama. Wawancara, wartawan, Bali, Hongkong, tapi tetap saja cerita Thomas dalam 48 jam itu menarik untuk segera dihabiskan ke halaman terakhir.
Judul: Negeri Di Ujung Tanduk
Penulis: Tere liye
Penerbit: Gramedia
Tahun terbit: 2013
Jumlah halaman: 360

Sama seperti negeri para bedebah yang pernah saya resensi, keunggulan tentulah pada jalan cerita yang penuh konspirasi. Tapi memang seri ke-2 ini lebih ringan dari pembahasan. Kelemahannya pun masih sama, judul bab yang terlalu to the point. Oh iya,,juga gaya bahasa tokoh-tokohnya yang sama persis. Padahal kan, pemilihan diksi tiap orang harusnya beda-beda. 

3 bintang untuk Negeri di Ujung Tanduk Tere Liye. 

"Selalulah menjadi anak muda yang peduli, memilih jalan suci penuh kemuliaan. Kau akan menjalani kehidupan ini dengan penuh kehormatan."

Tiket Online KAI siluman

April 27, 2014
Perbaikan pelayanan yang dilakukan PT KAI saat ini diantaranya adalah layanan online pembelian tiket yang bisa dilakukan H-90 keberangkatan. Aksesnya bisa lewat berbagai mitra KAI maupun web resminya. Tak ayal pas mendekati lebaran, orang pada ramai begadang mantengin smartphone dan laptop untuk reservasi. Pun dengan saya, jauh hari sudah melingkari kalender tanggal berapa saya mau pulang dan tanggal berapa saya harus beli tiket.

Ternyata tahun ini lebih berat. Mungkin karena peminatnya makin bertambah. Pada jam 00.00 web susah dimasuki, ada yang bisa masuk tapi pas mau bayar server down. Dan...tadaaa dalam waktu singkat tiket sold OUT. Call center lebih parah lagi nyambungnya. 

      
                      Sumber: path

Di twitter, akun @KAI121 banjir mention kekecewaan. Tapi di saat begitu masih ada aja yang berhasil dapat promo. Munculah stigma negatif, ada permainan tiket. Calo sengaja membeli dan menuh-menuhin server. Juga permainan dari bagian IT KAI. Ini adalah kecurigaan yang mengemuka dari kicauan-kicauan di  twitter pagi ini. 

Apakah benar? Entahlah...tapi yang jelas, meski layanan sudah diperbaiki, dan stasiun rapi,,,,calo masih ada. Pasang tampang bingung aja depan loket stasiun, bentar juga calo datang. 

Adzan

Saat hati sedang keras karena dibutakan nafsu berwujud kesibukan dunia, susah rasanya menunduk diam sejenak, tak bisa tenang. Tidur mimpi buruk, tidak fokus, semakin lama masalah terasa menghimpit. 

Kadang, suara adzan bisa begitu menggetarkan hingga mata berlinang. Entah adzan model apa, entah momentnya yang pas, entah muadzinnya yang khusyuk, yang jelas saya nangis saja. 

Kalau sudah begini, saya ingin pulang. Lagi capek pikir, capek banget, mungkin kurang tertawa. 

Resensi Buku #Sharing

April 26, 2014
“When im sharing, I feel alive” tagline blog ini seminggu yang lalu saya ganti karena terinspirasi Pak Handry Satriago penulis buku #Sharing yang baru saja selesai saya baca. Kumpulan kicauan di twitter yang tersusun sistematis dengan hashtag tertentu mampu meng influence saya sebagai followers beliau. Pertama kali saya tahu pak Handry adalah saat sharing knowledge di perusahaan saya. Sebagai pengikut twitter, saya segera tahu Pak Handry sudah membukukan tweetnya saat beliau foto selfie dengan buku yang sampulnya sederhana berwarna biru tua (mirip buku kalkulus jaman kuliah).

Judul: #sharing
Penulis: Handry Satriago
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit: 2014

Buku ini terdiri dari 4 bagian yang masih dipecah lagi dalam bagian-bagian berdasarkan hashtag tweet penulis. Pertama kali saya buka, “wow..benar-benar seperti kultweet ya”. Yaps..penyusunan buku ini sepertinya benar-benar otentik seperti tweet aslinya lengkap dengan numbering. Jadi, bagi pembaca seakan sedang membaca tweet daripada membaca buku. It’s easy, makanya saya jadi bisa santai membacanya dimanapun tanpa harus nunggu moment nyaman. Mungkin karena terbiasa membaca ideas dalam 140 karakter , hehehe. Ini adalah sisi unik dari buku #sharing sekaligus kelemahan juga sih sebenarnya.  Entah sengaja ingin otentik atau malah terlewatkan, saya menemukan banyak typo  (salah tulis huruf). Selain itu, ideas kadang diulang-ulang. Sebenarnya kelemahan ini bukan dari penulis tapi cenderung ke editor.

Jadi, apa yang saya dapat selama 7 hari membaca buku ini? Pelajaran hidup tentunya, semangat, dan beberapa kali tersindir. “wah..ini gue banget Pak..” haha. Sebagai pemuda Indonesia yang baru meniti karir,penjelasan Pak Handry ini seperti langsung ke saya face to face. Sangat aplikatif dan up to date. Banyak hal yang bisa saya terapkan langsung dalam aktivitas pekerjaan saya. Salah satunya adalah presentasi dengan 4 blocker. Beberapa hari yang lalu saya buat report untuk atasan dengan metode itu, dan sore harinya atasan saya yang good boss di mata saya memanggil “Nurul..” “Ya,,Pak”..”Bagus..bagus..presentasi kamu”. Beberapa kebijakan yang disarankan penulis di buku ini sejalan dengan yang sedang dilakukan company tempat kerja saya.

Membaca buku ini kita akan diajak berdialog tentang Indonesia, anak muda,leadership, followership, management, dan tentunya semangat belajar dan berbagi. Buku yang layak dibaca berulang-ulang, nggak Cuma sekali terus lupa esensinya.

Saya berikan 4 bintang untuk #Sharing Pak Handry Satriago. Sayang sekali saat tulisan ini saya buat, buku #sharing belum terdaftar di Goodreads, jadi saya tidak bisa rate dan kasih review di sana.



Nyeri

April 25, 2014
"Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaanya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaanya saja, dia sakit".

(Anak Semua Bangsa, h.199)
-Pramoedya Ananta Toer-

Iya..mungkin pagi ini saya menderita. Menderita migrain, mual, yang kadang menusuk kadang mereda. Nyeri.

"Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari yang Maha?"

Risalah Cinta -Helvy Tiana Rosa-

Bisakah ya Allah? Oke, kalau lagi migrain dan mual gini saya jadi diam. Jadi banyak bermuhasabah. Nyeri.

"Orang yang benar-benar berani adalah yang mencintai hidup dan mendambakannya sebagai harta kekayaan yang sekali hilang takkan dapat ditemukan kembali".

Musashi -Eiji Yoshikawa-

Hidup ini berharga banget, masa gara-gara migrain bulanan saya jadi galau. Nyeri. 

"Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring."

Filososi Kopi -Dee-

Saat nyeri gini, inginnya diam saja. Dipijiti barangkali. Relax. Masih nyeri.

Nikah

Semua yang pernah dekat pada akhirnya akan tersingkir oleh satu orang yang bilang akad. 

Semua yang bilang sayang akan kalah sama yang berani meminang.

Dan semua yang pernah menjadi begitu special di pikiran, akan luntur sama yang mengajak bersanding di pelaminan. 

- Alyssa Soebandono -

Menikmati pagi bersama secangkir kopi hitam. 

Boss

April 24, 2014
Hikmah kesiangan pagi ini adalah ditebengin fortuner salah seorang GM di tempat kerja saya. Hehehe,,kemarin siang juga ditraktir nasi Padang sama atasan. Alhamdulillah.

You may have a bad boss or good boss..the most important is you must keep perform well..make sure people know that you are good. If you are a diamond, wherever you are, whoever your boss is, you will still be sparkling. You can't satisfy everybody, be transparent that you have to prioritize and communicate it nicely. (#sharing , @handryGe)

Ngantuk Parah

April 23, 2014
Dari pagi belum sempat istirahat nih, ngantuknya udah kayak tengah malem. Sekarang malah harus jagain mesin, setidaknya better lah daripada meeting. Nggak kebayang berapa kali aku nguap siang ini kalau datang ke meeting. Yang pasti presentasi sudah kukirim ke atasan. 
Ini pertama kalinya aku nungguin proses sambil duduk di pojokan sendiri, hahha maksudnya biar mesinnya anget. Apa deh? Iya..targetnya gimana cara ruangan ini bisa 30derajat celcius tanpa harus ada heater.

Hi NASA! We're on Earth Right Now #Globalselfie

April 22, 2014
Gabung yuk selfie sedunia..Nasa lagi ngadain event seru, bukan lomba sih tapi seru-seruan warga bumi dalam rangka Hari Bumi Internasional yang jatuh hari ini 22 April. Namanya #Globalselfie . 
Nasa meminta kita untuk keluar rumah dan mengambil foto diri di manapun kita berada di bumi. Kemudian kirim deh ke media sosial seperti twitter, instagram, fb, path dan lainnya dengan hashtag #globalselfie .
Ini info dari blogger Bangkoor.com saya reblog aja deh ya biar jelas, hehe.

#GlobalSelfie apaan sih?
Astronot NASA membawa pulang gambar dari seluruh planet Bumi dari luar angkasa. Sekarang, satelit NASA menangkap gambar baru dari Bumi setiap detik.

Untuk Hari Bumi, NASA mencoba untuk membuat gambar Bumi dari bawah ke atas dengan mengumpulkan foto-foto Global Selfie tersebut.

Setelah foto-foto di seluruh dunia pada Hari Bumi terkumpul, foto wajah kita akan digunakan untuk membuat gambar mosaik Bumi terbaru yang disebut "Blue Marble".

Nah buat yang mau ikutan, kamu bisa selfie di pegunungan, taman, sungai, danau atau di manapun kamu berada, pastikan ada wajah kamu disana. Kalo nggak ada wajah kamu bukan selfie namanya yah :-D

Sebelum foto, kamu donlot dulu gambarnya disini:
Versi b.inggris
Versi b.indonesia
http://www.nasa.gov/sites/default/files/files/GS_SIGN_Indonesian.jpg

Trus diprint, baru dipake buat foto deh. Jangan lupa diupload ke Twitter, Facebook, Instagram, Google+, dan Flickr dengan hashtag #GlobalSelfie.

Gambar mosaik "Blue Marble" Bumi akan dirilis pada Mei 2014.

Dan sebagai warga bumi yang baik, boleh donk ikut-ikutan #GlobalSelfie juga. Siapa tau nanti bisa jadi salah satu dari jutaan foto selfie orang-orang sedunia yang dibentuk jadi foto mosaik bumi. Kan seru :-D
 

Backsound nulis artikel ini adalah lagu closingnya Mojacko "if my lover was an alien" hahah tapi kalau sudah diterjemahin ke bahasa Indonesia jadi asik lagunya. 



Kartini Perempuan Cegah Korupsi

April 21, 2014
Saya nggak punya sahabat pena di Belanda, nggak juga rajin surat-suratan. Katanya ini hari Kartini, gegap gempita semangat menjunjung hak-hak wanita yang dulu cuma di sumur,kasur,dapur. Tiba-tiba saya jadi ingat naskah pidato bahasa jawa halus yang saya serukan beberapa tahun lalu di depan teman-teman satu sekolahan,ihik ahahah. 
Kartini itu sosok Global Leader jaman dulu. Kalau sekarang, wanita-wanita yang juga berjuang sudah sangat banyak. Memang saat ini bukan masalahnya lagi "cwe nggak boleh sekolah", ya mungkin ada yang gitu. Wanita-wanita yang nggak bebas sekolah di luar kota atau nggak bebas berkarir jauh dari keluarga. Beberapa waktu ini ada kasus yang lumayan seru,,bukan kasus cabe-cabean sih yang mau saya bahas. Hehe ini menyangkut para wanita, mereka yang keseret kasus korupsi pria di sekitarnya. Entah sengaja atau tidak, tau atau tidak, merasa berdosa atau tidak,,wanita-wanita itu mendapat aliran dana haram hasil korupsi. 
Mungkin tuntutan peran sebagai sosialita yang harus kinclong dengan berbagai perawatan kulit, fashion ter hits meski bukan selebritis, mobil mewah, jam tangan mewah, hingga jilbab mewah. 
*foto ini diikutkan ke lomba dukungan cegah korupsi KPK

Kartini sudah memberi pintu buat perempuan bisa pintar. Kita sekarang harusnya memang sudah lebih pintar secara knowledge daripada wanita-wanita jaman 40 tahun yang lalu misal. Makanya, otak harus dipakai. Jangan asal terima pemberian meski itu dari pacar, suami, atau sahabat. Perempuan adalah sasaran empuk para tukang cuci uang. Dapat uangnya, dapat cewenya, buy 1 get banyak lah pokoknya. 
Ayolah,,,kita bisa banget mencegah korupsi mulai dari dapur kita sendiri. Ajarin anak yang bener, jangan malah ajarin nyerobot antrian misalnya, itu benih korupsi. 
Kita masih punya harapan, jangan pesimis dengan Nusantara ini yang suatu saat akan bebas dari koruptor. Amiin

Nyadran, Pendekatan Sufisme Walisongo

April 20, 2014
Suatu pagi di sebuah desa di selatan kabupaten Pekalongan, warga berbondong-bondong ke pemakaman dengan membawa bakul berisi nasi dan lauk. Saat sinar matahari mulai menyentuh dahan-dahan pohon kamboja, bacaan surah yasin mulai mengalun. Gemuruh suara kalimat Allah menderu dari mulut jamaah. Di ujung majlis itu, terdapat sebuah bangunan rumah kecil. Di dalamnya ada makam yang sudah dipercaya masyarakat sejak dahulu kala sebagai makam penyebar agama Islam di desa ini.
nyadran  (sumber: Republika )

Orang sini menyebutnya "mbah wali cempo". Makam ini memang tanpa nama dan tanpa keterangan tertulis sedikitpun. Hari ini jumat kliwon di bulan jumadil akhir, diperingati sebagai haulnya. Masyarakat desa menyebut haul dengan sebutan nyadran. Istilah yang juga telah turun temurun diwariskan dari jaman kakek buyut barangkali.

maqam Mbah Wali Cempo sehari sebelum nyadran

"Mbah wali cempo" memang mungkin bukan bagian dari Walisongo, tapi pastilah perannya cukup besar di desa ini. Di "Atlas Walisongo" karya Agus Sunyoto disebutkan bahwa sebutan Walisongo memiliki makna khusus yang dihubungkan dengan keberadaan tokoh-tokoh keramat di Jawa, yang berperan penting dalam usaha penyebaran dan perkembangan Islam pada abad ke-15 dan ke-16 Masehi. Menurut Solichin Salam dalam "Sekitar Wali Songo", kata Walisongo merupakan kata majemuk yang berasal dari kata "wali" dan "songo". Kata wali berasal dari bahasa Arab, suatu singkatan dari waliyullah, yang berarti 'orang yang mencintai dan dicintai Allah'. Sedangkan kata "songo" berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'sembilan'. Jadi, walisongo berarti 'wali sembilan' yakni 'sembilan orang yang mencintai dan dicintai Allah'. Mereka dipandang sebagai ketua kelompok dari sejumlah besar mubaligh Islam yang bertugas mengadakan dakwah Islam di daerah-daerah yang belum memeluk Islam di Jawa.

Nama tokoh penyebar islam yang "nyadran" hari ini yaitu "mbah wali Cempo" bisa saja adalah nama alias dari asal daerah beliau. Dalam konteks kesejarahan, keberadaan walisongo di satu sisi berkaitan erat dengan kedatangan muslim asal Champa. "Atlas Walisongo" menjabarkan tentang kedatangan bangsa Champa ke Nusantara. Kedatangan penduduk Champa beragama Islam ke Nusantara pada pertengahan abad ke-15, setelah jatuhnya Champa akibat serbuan Vietnam dicatat dalam berbagai historiografi; misalnya, dalam sulalatus Salatin, Babad Tanah Djawi, Babad Ngampeldenta, Purwaka Caruban Nagari, dan Serat Kandha.
Seperti kita ketahui bersama khususnya bagi masyarakat Ahlussunah Wal Jamaah, Walisongo berdakwah dengan cara damai. Sedikit-sedikit, alon-alon asal kelakon. Pastilah bukan perkara mudah mengislamkan penduduk yang masih menganut animisme, dinamisme, atau kapitayan. Ada berbagai pendekatan yang dilakukan para mubaligh tersebut, diantaranya dari jalur sufisme. Kaum sufi sangat luwes, terbuka, dan adaptif dalam menyikapi keberadaan ajaran selain islam. Tentu hal ini yang patut kita contoh. Di zaman sekarang, makin banyak ajaran selain islam atau islam tapi berbeda paham. Sikap terbuka bukan malah menyerang dan antipati akan jauh lebih baik.

Melalui pendekatan sufisme, dakwah islam era walisongo memasuki ranah adat-istiadat yang berhubungan dengan tradisi keagamaan baru. Melalui proses asimilasi dengan tradisi keagamaan Hindu-Budha yang disebut sradha, yaitu upacara 'meruwat arwah' seseorang setelah 12 tahun kematiannya, lahirlah tradisi baru Islam yang disebut Nyradha atau Nyadran yaitu upacara 'mengirim doa kepada arwah' orang mati setiap tahun yang sebagian bermakna mengucap syukur kepada Tuhan karena telah melimpahkan kesuburan dalam usaha pertanian dengan persembahan sesaji kepada Sri-Sadhana. (Atlas Walisongo). 


nyadran adalah pengingat
Nyadran di zaman sekarang sudah bukan lagi upacara dengan membawa sesaji ke Sri-Sadhana. Tradisi ini menjadi ajang silaturahim, pengajian, dan tahlilan. Banyak yang mengira bahwa nyadran yang masih dilestarikan oleh kaum Ahlussunah Wal Jamaah sarat nuansa magis dan penyembahan roh nenek moyang. Dalam kehidupan yang sudah makin individual, silaturahim tatap muka sudah makin sulit terjadi atau dianggap sulit oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, makin sedikit interaksi langsung satu sama lain maka makin banyak kecurigaan dan ketidak pedulian. Beginilah yang terjadi dalam masyarakat perkotaan dewasa ini, sehingga memunculkan benih-benih kebencian meski bertetangga. Jika nyadran terus dilestarikan, setidaknya ada satu event berkumpul selain lebaran. Yang tidak kalah penting, saat nyadran biasanya diceritakan tauladan mubaligh yang di nyadrani. Ini yang harus kita ingat-ingat, konsep diri yang kuat yang akan menyelamatkan iman kita di tengah gempuran aliran-aliran baru. Tauladani ketabahan dan keluwesan para wali dalam dakwahnya yang damai tapi menghanyutkan. 

Tanpa adanya para Wali yang membawa ajaran Islam ke desa ini, entah seperti apa peradaban yang ada sekarang. Pun dengan Indonesia, tanpa para walisongo apakah kita yakin bisa seperti sekarang? Nusantara bisa bertahan dan punya budaya salah satunya berkat Walisongo. Bayangkan jika yang dilakukan walisongo berupa doktrinasi dan pemaksaan? Sebagai generasi muda Ahlussunah Wal Jamaah, salah satu yang bisa dilakukan adalah tetap nguri-uri (melestarikan) yang sudah diwariskan. Indonesia harus jadi mercusuar dunia. Kenapa mercusuar, bukan puncak atau singa? mercusuar itu pemberi petunjuk bagi yang di laut lepas bahwa ada daratan. Mencintai Indonesia adalah pertanyaan self reflection... once your answer is Yes, the next things is to make action of GIVING. Tak perlu menetang yang berbeda, semua hanya berdasarkan sudut pandang kita. Tak berarti semua perspektif perlu disetujui. Menerima tiap orang punya perspektif berbeda akan meluaskan wawasan berpikir. Luwes dengan keberagaman adalah syarat utama untuk bisa berjalan di dunia global.

sumber:
Atlas Walisongo, Agus Sunyoto
Sekitas Walisanga, Solichin Salam

Mencari Deodorant Halal

"Rul, kenapa kamu hobi banget nyari logo Halal di produk sih?" Suatu saat teman nanyain itu ke saya. "Ya..kita sudah capek kerja yang insyaAllah halal, masa mau kita pakai buat beli produk yang nggak jelas halalnya" jawabku. 
Awalnya, saya cuek sama produk yang nggak masuk perut, tapi saat ini sudah harus care...mulai membiasakan diri. Nyari deodorant halal itu lebih susah daripada nyari pembersih muka yang ada logo bulat halal MUI. Kenapa ribet? Kalau nggak ada..yaudah sih? Iya benar..andai di pulau jawa ini nggak ada deodorant berlogo halal, pasti saya comot yang mana saja. Tapi saya pernah lihat, merek itu "W". Tapi adanya di kota sih, next time memang harus kesana khusus beli deodorant. 
Sabun mandi yang saya pakai sekarang belum ada logo Halalnya juga, tapi karena belum pernah lihat sabun halal...ya..masih dipakai. Trus sekarang nggak pakai deodorant? Enggak dong. Tapi saya pakai parfum yang tentunya halal kok. 

Kursi Roda

April 19, 2014
Sore itu setelah kuliah usai, tiba-tiba kakiku tak kuat menahan badan. Aku limbung, duduk lagi lalu berusaha berdiri lagi tapi tetap tak bisa. Bagaimana cara turun dari lantai 4 tanpa lift? Bagaimana jalan sampai rumah? 
Inilah yang kuingat saat membaca bab awal dari #sharing book nya Pak @HandryGE . Beliau kuliah s1 sefakultas denganku. Waktu beliau jelasin itu saat sharing knowledge di perusahaan, aku lantas mikir dan ingat pengalaman seperti paragraf 1 tadi. Kata beliau "malah ketika kuliah tantangannya lebih banyak..lab di lantai 4, tangga semua, jarak ruang ini itu jauh, dsb...eeh malah teratasi." Betul, kalau dibayangin repot banget. Back to my story, aku dipapah teman-teman sampai lantai dasar. Sore itu aku belum solat ashar, dan...itulah pengalaman pertamaku harus solat sambil duduk dan selonjor. Nggak enak dong? Nggak enak banget. Kuliah dan praktikum dengan susah payah, yang biasanya bisa sepedaan cuma bisa jalan pelan dan tertatih. Pakai sepatupun rasanya ngilu banget. 
Masih kata Pak @HandryGe "you solve the psikological aspect of the problem, you can solve the technical easily..then problem solved!". Aku yang biasanya selalu berusaha ngapa-ngapain sendiri dan nggak enakan kalau minta tolong...seketika itu jadi apa-apa harus ditolongin. Apa aku nangis? Bukan nangis karena sedih, tapi keluar air mata nahan sakit karena harus naik turun tangga. Tangga Fateta itu tinggi banget lho, hahaha. 
Itulah kisahku beberapa tahun lalu, dibandingkan dengan Pak @HandryGE yang seumur kuliah di Fateta pakai kursi roda, aku belum apa-apa. Tiap peristiwa hidup adalah warna, nggak bisa seneng terus. 

Stress level 4

Kok bisa ya aku pergi nggak pakai jam tangan, padahal itu sudah merupakan kebiasaan di luar kepala? Nah..pernah kayak gini nggak? Misal kamu tiap masuk kamar itu hal yang pertama dilakukan adalah nyalain lampu, e tiba-tiba hari itu malah ambil sapu hahaha. Stress detected, level 4 pula. 
Kadang kita ngerasa santai aja jalani hidup, tapi secara nggak sadar energi tubuh berkurang (stress level 1). Pernah nggak sih, bangun pagi badan malah capek dan nggak seger? Pastinya ini sih aku sering alami kalau fisik dan psikis lagi digeber habis-habisan (stress level 2). Adakalanya pula tiap malam aku mimpi lagi 'genba' atau lagi meeting..yang parah sih mimpi dimintain data, hahaha (stress level 3). Nah..kalau sudah nggak konsen, cemas, bisa jadi stress level 4. Sudahlah kalau level 5 dan 6 nggak usah dijelasin, serem. Ya misal kamu gampang banget bingung padahal mengerjakan hal sederhana. 
Kalau ngutip di The Raid 2 "ini karena ambisi dan keterbatasan"..hahahha penyebab stress. Kita nggak mungkin menghindar dari tekanan hidup (stress) tapi kita bisa keep it under control. Semua punya caranya sendiri-sendiri.

Me time with friends

April 18, 2014
No worries long weekend nggak pulang kampung. Let's have some fun, jadi sehari sebelum long weekend tiba-tiba update status di Path ngajakin meet Up 2 orang yang namanya kusebut di skripsi. Alhamdulillah..semua bisa datang. Okesip..jam 8 saya ke Bogor berangkat sendirian pakai angkutan umum (nah,kalau ini ortuku worries banget). 
     

Kutipan Buku Negeri Para Bedebah

April 17, 2014
Inilah kutipan favorit saya, 

'Jika kalian ingin menarik perhatian seseorang (apalagi 2 orang) dengan level yang sudah terlalu tinggi dibanding kalian, lakukanlah dengan cara ekstrem'.

'Dalam situasi frontal, percakapan terbuka, cara terbaik menanamkan ide di kepala orang adalah justru dengan mengambil sisi terbalik'.

'Dalam sebuah skenario infiltrasi ide, jangan pernah peduli dengan latar belakang lawan bicara kalian'.

'Aku selalu mengambil keputusan, tindakan, aksi, intervensi apa pun namanya, untuk menentukan takdirku sendiri. Tidak ada rumus : > biarkan mengalir apa adanya, apalagi tergantung pada takdir orang lain, menyerahkan nasib pada orang lain'.

Resensi Negeri Para Bedebah

Pantas saja jika buku ini dapat average rating goodreads 4,25 stars. I agree, di negeri para bedebah..kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata. 

Judul: Negeri Para Bedebah
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia
Tahun terbit: 2014 (cetakan ke-7)
Halaman: 440


Terlepas dari cerita teman-teman dan kata goodreads, saya berikan 4 bintang. Saya suka baca novel yang nggak gampang ketebak dan detil. Penulis jelaslah punya background yang berkaitan dengan ekonomi, ya dia akuntan. Istilah dan seluk beluk perbankan dipaparkan dengan lugas dan meyakinkan. Entah kalau dibuat film apakah akan seenak saat membacanya. Kejadian  demi kejadian 50 jam dituliskan dengan padat menggunakan bahasa yang mudah dipahami semua kalangan termasuk saya yang bukan dari orang bank atau ekonom. 
Desain sampulnya cukup menarik, bahkan bagi batita yang baru bicara sekalipun. Saya baca buku ini di kereta, dan ada batita yang betul-betul merhatiin sampul dari depan saya. Tapi, penyajian cerita dengan bab-bab kecil disertai judul yang "terlalu jujur" membuat pembaca bisa mengira adegan apa yang tersaji di bab itu. Misal bab "pertarungan di lift", sejak awal pembaca sudah tahu "oh ini nanti endingnya ada bla bla bla di lift". Mungkin harusnya judul dibuat lebih samar. 
Di Negeri Para Bedabah, pembaca diajak mengikuti segala trik dan kejadian penting demi menyelamatkan sebuah bank. Selain itu pembaca juga diajarkan cara negosiasi dan cara berpikir ala pebisnis. Jujur saja sih, setelah membaca novel ini saya jadi agak gimanaaa gitu sama Bank. Ah sudahlah, yang jelas saya rekomendasikan Negeri Para Bedebah buat siapapun.

"Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka."

Lahan bedebah

April 15, 2014
"Hari ini, misalnya juga, semua pebisnis hanya mengurus preman-preman, pungutan-pungutan dari pejabat rendahan, tikus-tikus busuk kelas bawah, makelar murahan. Esok lusa, bahkan anggota dewan terhormat menjadi calo, tidak beda dengan calo tiket di stasiun kereta. Pejabat tinggi menjadi penghubung, dan tidak terhitung aparat keamanan yang seharusnya melindungi, siap menggebuk bisnis kita jika tidak mendapat bagian." (Negeri para bedebah, hlm. 291).

Kutipan di atas pas banget dengan yang saya rasakan pagi tadi. Bersepeda melewati jalanan lebar tapi jadi sempit gara-gara truk besar parkir di bahu jalan di sekitar calon pabrik bekas lahan sawah. Jalan raya rusak dan becek karena kendaraan besar yang lalu lalang. Sepedaku harus hati-hati berkompetisi dengan motor yang ganas di jam berangkat ngantor. Melewati samping rel, makin miris. Berderet rumah semipermanen ilegal "madura" (maaf bukan rasis). Dua tahun tinggal di kawasan industri membuatku sadar bahwa di sini...adalah lahan empuk para preman serta bedebah seperti kutipan di atas. Jalanan rusak, stadion yang tak kunjung rampung...pasti sudah dipototin dana nya..dari preman hingga pejabat. Itu pengusaha yang bikin jalan rusak, yang bikin macet, saya kok nggak yakin bayar pajak..kalaupun bayar pajak..saya justru yakin bayarnya nggak sesuai. Yang ilegal itu bukannya nggak kelihatan, yang kotor semacam usaha prostitusi dan panti pijat itu bukannya sembunyi-sembunyi...tapi yang berwajib dan berwenang sengaja tutup mata sekaligus menikmati. Tsahhh...sorry ya, semoga salah deh perkiraanku. Yakaliii..bupatinya putri daerah, masa nggak tahu di wilayahnya itu gimana. Visi daerah sih iya "Agamis"..entah agama apa yang dimaksud. Visi kabupaten "agraris" , hello..nanem apartemen sama pemukiman kumuh Bu?

Lahan empuk dan layak huni bagi mereka. Bagi orang sepertiku, tiap hari cuma bisa geram..kadang memaki saat jadi korban. Lahan bedebah ini sudah menempa saya jadi pribadi yang kuat dan nggak mau ditindas. Oke..fine,,Tuhan..bersihkan daerah ini dari para bedebah atau bawa saya pergi dari sini. 

Hantu UN

April 14, 2014
Tiap tahun selalu saja ya UN itu kayak semacam pocong atau noni Belanda, ngeri abis. 7 tahun lalu kayaknya saya ngalamin UN SMA. Daripada UN SMP, tentu lebih berat dan menegangkan. Sejak persiapan hingga datangnya pengumuman kelulusan. Oke..pasti sudah paham semua sensasinya jadi saya nggak usah cerita lagi, hahaha.
Hantu UN itu nyata adanya, bagi saya paling berasa mistisnya justru saat sebulan nunggu pengumuman. Hampir tiap malam saya merenung, duduk sendirian di teras cuma buat menenangkan diri. Untungnya sih saya sudah mengantongi nomor induk mahasiswa sebuah Perguruan tinggi negeri, jadi ya cuma galau UN saja. 
Alhamdulillah selama UN saya nggak ngelakuin kejahatan-kejahatan misalnya mbagi jawaban UN lewat sms atau nerima jawaban. Saya rasa sekolah saya SMA N 1 Kedungwuni kab.Pekalongan sangat jujur. Di saat kunci jawaban menyebar di mana-mana (katanya) pihak sekolah nggak ikut-ikut nyebar jawaban biar siswanya lulus semua dengan hasil excelent. Saya jujur saat UN. 
Suatu hari setelah UN matematika, kondisi saya masih di angkot. Saya dapat sms dari teman yang beda sekolah "Rul..cocokin jawaban tadi yuk" | "hah..aku nggak nyatet tuh jawaban2nya". Setelah saya usut ke si oknum langsung ternyata dia si teman yang saya kira pintar banget itu dapat kunci jawaban UN. Saya yakin,,nilai saya tetap lebih tinggi dari dia..hahahha *evilsmile. 
Nggak mesti bener lho tuh jawaban UN. Mendingan upaya kita yang sudah belajar dan try out maksimal itu dipakai. 

Pekalongan Berjiwa Kalem

April 13, 2014
Saya turun ke bumi pagi ini, setelah meditasi menyucikan otak dan paru-paru dari polutan dan karat-karat penyakit jiwa. Dari Rabu hingga minggu pagi di Pekalongan, jiwaku kalem lagi. Nggak serba curigaan, nggak kesusu, pokoknya kalem deh. Ibadah nyaman, sosialisasi cukup, inilah yang kurasakana bertahun-tahun lalu sejak lahir. 
Sungguh aku merasa saat ini destinasi paling OK adalah Pekalongan khususnya desaku. Kalau orang lain, pulang kampung atau enggak sama saja. Toh kondisi kampungnya sama kota perantauannya sama hiruk pikuknya. Tapi kalau aku sih No..desaku itu sudah kayak tempat peristirahatan, semacam Lembang kalau di Bandung ademnya dan hijaunya. 
Sepertinya akan kumasukan "Berkarir di Pekalongan" ke list target 2014 ku. Bismillah...

Koalisi

April 11, 2014
Coblosan sudah beres, hasil quick count sudah keluar. Tapi dengar-dengar parpol pada nggak mencapai target. Buat mencalonkan presiden, suara parpol harus 20%. Yang pasti, efek iklan kerasa banget (kecuali Hanura). Gosipnya juga Jokowi effect kurang berperan menaikan suara PDIP. Ah..orang sukanya Jokowi, bukan PDIP nya atau caleg PDIP nya. Jadinya ya..pada nggak milih PDIP. Konsepnya orang "ntar aja pas pilpres nyoblos jokowi" ya karena banyak yang nggak tahu target 20% itu. Masing-masing parpol sudah punya capres. Ada yang bersikeras mau koalisi tapi keukeuh sama calonnya, ada juga yang yakin masuk 3 besar eh akhirnya bilang koalisi adalah keniscayaan. 

Diantara partai yang masuk 3 besar, menurut saya yang paling bisa diterima partai lain adalah PDIP (kalau calonnya masih tetap Jokowi). ARB, dan Prabowo agak gimana gitu nggak sih kalau jadi presiden..hahaha. Partai lain kayaknya mikir-mikir lagi kalau mau koalisi sama mereka. Yang berat Demokrat, soalnya sudah punya calon dan PD tapi jauh dari target 20%. Kalau calon dari Demokrat itu SBY, ehm partai lain males gabung kayankya yah. Tapi kalau calonnya Anies Baswedan bisa jadi diminati, eheheh. Partai yang saya coblos kayaknya akan merapat ke Jokowi. Nggak mungkin banget sama ARB, Prabowo, SBY, apalagi PKS...ahhahahahah *evilsmile. 
Mengenai surat suara yang tertukar, semoga bukan disengaja ya. Tapi kok ya ceroboh, ketauan nggak double check nya nih. Masih mungkin kampanye lagi diem-diem kali ya, bisa dimanaaftkan. 

Konser serangga

Ini bukan bagian dari film Disney "bugs life" , ini kisah nyata. Sejak aku tiba di sini, di rumahku, tempat meditasiku...suara serangga itu sudah membahana. Suara serangga yang kamu bisa dengarkan di film-film jepang. Tongeret. Aku suka sekali. Konon binatang ini cuma bisa hidup di tempat yang udaranya masih bersih. Barangkali benar. Karena cuma di sini aku bisa dengar tongeret, di desa ini. Sejak pagi hingga sore, tongeret mengalun tanpa lelah. Benar-benar damai..
Tak hanya tongeret, suara ayam..kambing..aneka burung..berpadu mesra nan harmonis. Puji syukur kehadirat Allah swt, menganugerahkan desa yang indah. 

Kehidupanku yang selalu hiruk pikuk di kota semrawut itu, sejanak santai dan calm di desa ini. Pulang adalah benar-benar pulang. Pulang nggak hanya bertemu rumah dan segala isinya, tapi pulang adalah meditasi, calm down, refleksi, tafakur alam. Aku nggak perlu jauh-jauh backpacking kemana gitu atau ke luar negeri. Rumahku adalah tujuan. Deretan gunung di selatan, dan gagahnya gunung slamet di sebelah barat terpampang nyata. Ahhh...kuseduh teh hitam pagi ini, dan kubiarkan sel-sel tubuhku ikut bersantai. 

Kritik acara junior chef

April 07, 2014
Kemarin sore saya nonton pertama kalinya acara pencarian bakat chef tapi dari usia anak-anak. Sungguh di luar ekspektasi saya, anak-anak SD itu sudah jago masak dengan enak, tampilan cantik, dan kebanyakan masakan western. Bayangin aja, steak..chicken aneka olahan..cupcake..membuat saya takjub sama anak-anak ini. Jaman saya kecil, usia SD palingan bikin nasi goreng, mi goreng, dan masakan rumahan lain. Itu mereka bisa sampai seperti di resto gitu tampilan makananya ya? Apa ini settingan? 

Kita semua tahu acara masak di stasiun TV yang itu kan terkenal jurinya kejam kalau kasih komentar, tapi sama chef bocah mereka lunak. Semua makanan enak, semua sajian cantik. Well...kurang greget. Tapi miris sebenernya sama acara ini. Kasihan anak-anaknya, harus megang peralatan masak (kompor, minyak goreng, mixer, blender, pisau) aman nggak sih?. Belum lagi meja dapurnya yang tinggi, ngeri anak-anak kepleset karena harus berdiri di atas papan penambah tinggi. Entah kenapa sett untuk chef junior dan chef adult nggak ada bedanya. Ya..setidaknya jangan se tegang itu, ruangan serta alat dapurnya mungkin bisa disesuaikan lagi. 

Semoga next nya acara ini bisa lebih baik. Tidak terlalu nampak mengekploitasi anak-anak dan lebih mempertimbangkan aspek safety di dapur.

Review Buku : Fatimah Chen Chen

April 06, 2014
"Yang label nya islami belum tentu nggak vulgar". 

Judul: Fatimah Chen Chen
Penulis: Motinggo Busye
Penerbit: Edelweiss
Tahun terbit: 2014
Halaman: 271
         

Novel mungil ini saya ambil secara random pas event Islamic Bookfair. Karena buku-buku yang saya beli serous dan tebal semua, iseng aja pilih novel yang sepertinya ringan tapi tetap islami.
Kalau baca sinopsisya sih menarik, tentang kisah wanita non muslim lalu jadi mualaf. Orang yang dulunya sempat masuk jurang kenistaan lalu dapat hidayah. 
Tapi, saat saya baca saya kecewa. Seperempat novel saya lalui dengan sensasi "mengambang", tak menyentuh hati dan tak ada hal baru yang membuat saya berkomentar "oh..gitu ya". Pembacaan saya lanjutkan, hingga di halaman 70an...tertulis adegan tak pantas dalam novel islami. Ya..pintar-pintar penulis aja sih sebenarnya dalam menggambarkan ke"mesra"an dan "cinta kasih". Banyak kosakata yang lebih calm, lebih tidak terkesan "nista". Belum lagi tentang konsep poligami, yang mana saya anti banget. Jadi, daripada emosi jiwa mending saya close, tutup, exit, udahan, meski belum sampai halaman terakhir.
Saya beri 1 bintang dari 5 untuk Novel Fatimaj Chen-chen. 

Review Buku ; Titik Nol

April 05, 2014
Tiada kisah cinta yang tak berbubuh noktah, tiada pesta yang tanpa bubar, tiada pertemuan yang tanpa perpisahan, tiada perjalanan yang tanpa pulang. 

Judul: Titik Nol
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia
Tahun terbit: 2013
Halaman: 556
  

Beberapa teman telah membaca buku ini sejak tahun lalu. Waktu cek di goodreads, ratingnya cukup bagus. Tapi kenapa banyak yang butuh waktu lama menamatkanya? Saya bereskan 500an halaman dalam durasi 8 hari. Tidak menyangka sih, kupikir akan sebulan. Saya selalu penasaran dengan negeri-negeri yang dilewati penulis. Cina, tibet, Nepal, Pakistan, India, Afghanistan, , yang letaknya di peta saja saya samar-samar. Negeri misterius serta selalu diberitakan dengan kemiskinan serta perang. Mungkin rasa penasaran ini yang membuat saya menyelami perjalanan penulis. Dari buku ini juga saya belajar banyak petuah dan filosofi Tionghoa. Pun termasuk jadi tahu ending dari cerita kera sakti, hehehe. 
Saya sangat suka foto-foto berwarna di buku ini. Ekslusif, karena bukan hasil mengunduh di google. Tajam, dan saya dibawa mengerti cerita nyata di balik setiap foto. Gaya penulisan yang menggabungkan cerita masa lalu dan cerita saat ini, tak membuat saya bingung karena batas-batasnya jelas.
Buku ini mirip sekali dengan The Geography of Bliss. Tebalnya, cara penulisannya, negara yang dikunjungi, tapi isinya beda sih. The Geography of Bliss lebih jelas tujuannya, yaitu mencari kebahagiaan. Tulisan terasa penting karena berdasarkan riset penulis. Titik Nol, sebuah catatan perjalanan saja yang kebetulan luar biasa beruntung penulisnya melewati semua itu. Sayang beribu sayang, entah kenapa halaman-halaman buku ini gampang sekali lepas. Saya biasa baca buku tebal, tapi tak ada yang sampai lepas begini halamanya.

Mencari kebahagiaan itu bagaikan ikan muda yang mencari laut. Dia telah berenang dari samudera ke samudera, pantai, pesisir, selat, sampai laguna. Tapi di mana laut? Dia terus mencari, tak juga ketemu. Ikan yang bijaksana menegurnya, memberitahunya bahwa dia sudah berada di laut. Si ikan muda protes: ini bukan laut ! Ini cuma air ! Dia lalu meneruskan perjalanan pencariannya, mencari dan terus mencari. (Hlm.316).

               3 dari 5 bintang untuk Titik Nol.

Ramah ala Driver Blue Bird

April 03, 2014
Sore itu di Taxi Bluebird menuju rumah dari aktivitas menguras tenaga di Jakarta. Tak seperti biasa, si driver wajahnya bukan wajah jawa. Beberapa saat ngobrol, ternyata dia orang Kupang. Image dari orang Indonesia timur itu keras, tapi kalau sudah jadi driver bluebird...senyum ramah nya sama. Ternyata si bapak bermuka garang itu nggak cuma ramah, tapi juga bisa bercanda. Jadilah saya yang sudah sangat capek itu bisa tertawa terpingkal-pingkal dengar cerita awal mulanya bapak itu bergabung di bluebird.

Buat masuk bluebird, driver harus melewati berbagai rangkaian tes. Diantaranya tes tandem muterin jalanan dan si calon driver harus paham berbagai jalan serta gedung yang dilewati. Ada juga tes penglihatan, ini harus banget ya..kan nggak lucu kalau nggak bisa baca petunjuk jalan. Satu hal yang baru kutahu, driver bluebird nggak boleh ada tato. Wahh kerennn. Yang nggak kalah penting adalah handling mobil. So far, saya yang nggak pernah naik taxi selain blue bird selalu nyaman di bangku belakang. Mau macet, mau ngebut,,alhamdulillah nggak mual. Oiya, sering dengar bunyi alarm "tuut tuut" di dalam taxi? Itu adalah alarm speed maximum mobil. Kalau sudah lebih dari 160 km/jam, alarm akan bunyi. 

Menurut saya, keramahan orang Indonesia sudah berkurang terutama di kota besar. Jujur saja saya sering curiga dan was was, hahah kalau di keramaian. Di kota besar, kalau mau lihat keramahan orang Indonesia...lihatlah ramahnya driver bluebird. 

April Wish List

Hallo Aprilllll...sudah tanggal 3 bo, tapi belum set up badan dan semangat awal bulan. Nulis wish list aja baru sempat sekarang :-) . Saya sibuk? Biasa aja sih..tapi kemalasan-kemalasan ini disebabkan faktor alam. Beberapa hari ini cuaca panas banget, pagi siang malam. Badan saya sepertinya harus adaptasi dengan kerasnya, karena selama ini nyaman banget di suhu 27 celcius an tiap hari. Kepala berat pas bangun tidur, ah nggak enak banget. Eh kan mau nulis wish list.

Pencapaian target maret turun ke level 66% dari 71% di February. Why? Saya bahagia sih padahal di Maret itu, tapi memang banyak target pribadi yang tidak tercapai. Semoga bisa jadi bahan introspeksi di April. Maret ini diakhiri dengan menyebarnya postingan saya di berbagai socmed. Postingan yang saya tulis sambil nyanyiin lagunya Rio Febrian kenceng-kenceng itu, hahaha. Saya senang jika bisa memberikan inspirasi ke orang lain. Bagi saya, nulis itu bukan ajang pamer..tapi ajang menebar semangat. 

    

April wish list: 
1. One day one juzz
2. Buka tabungan umroh untuk orang tua
3. Bike to work minimal 2x seminggu
4. Lari minimal 1km seminggu
5. Puasa senin-kamis

Ridhoi ya Allah..ridhoi..amin ya robbal 'alamiin. 


Auto Post Signature

Auto Post  Signature