Top Social

Mengapa Teknik Mesin dan Biosistem IPB ?

January 21, 2013

Saat saya interview kerja, saya ditanya jurusan. Jawab saya "Teknik Mesin dan Biosistem" yang dulunya "Teknik Pertanian" dan dulunya lagi "Mekanisasi Pertanian". Bayangan orang pastilah ini beda banget dengan teknik mesin ITB, UI, atau ITS. kalau beda, apakah lebih buruk? justru TMB lebih "plus" daripada teknik mesin yang lain. mau tahu?
Mengapa kita harus memilih TMB IPB? Untuk membantu membangun kesejahteraan ! Kog bisa? Karena seorang sarjana teknik, dimanapun dia berada, dia akan selalu berfikir dan bertindak dengan 3 motto, MENDESAIN, MENCIPTA atau MEMPERBAIKI.
Para sarjana Teknik Mesin dan Biosistem lah yang membuat penduduk di bumi (yang terus menerus bertambah) akan terpenuhi kebutuhan hidupnya, mendapatkan cukup makanan sehat dan air bersih yang berlimpah, mendapatkan tempat berteduh dan pakaian yang memadai, berlimpah dengan energi dan sumber energi terbarukan, dan hidup di lingkungan yang sehat. pengalaman yang akan menyiapkan lulusannya memiliki multi disiplin ilmu dan keterampilan yang bisa bekerja di banyak bidang.
Angkatan 44 (2007)
Antara lain di industri peralatan, industri pengolahan pangan dan hasil pertanian, perusahaan perkebunan, perbankan dan lembaga keuangan, lembaga pendidikan, bidang media, lembaga/badan/departemen pemerin­tahan, lembaga penelitian.
Bila susah memutuskan ingin belajar matematika ataukah ilmu fisika, atau ilmu biologi? Teknik Mesin dan Biosistem di IPB memberi kesempatan kepada kalian untuk menggabungkan ketiganya.
apa saja yang dipelajari di TMB IPB sehingga bisa dikatakan lebih "plus" dari teknik mesin lainnya? 
Semester 3: Dasar-Dasar Agronomi, Kalkulus II, Pemograman Teknik, Mekanika Fluida, Pengetahuan Bahan Teknik, Perbengkelan, Karakteristik Teknik Bahan Pertanian, Instrumentasi dan Kontrol.
Semester 4: Ilmu Ukur Wilayah, Kekuatan Bahan, Mekanika Teknik, Termodinamika dan Pindah Panas, Matematika Teknik, Gambar Teknik, Elemen Mesin.
Semester 5: Hidrologi Teknik, Kewirausahaan Teknik, Prak. Terpadu Mekanika dan Bahan Teknik, Statistika Teknik , Ekonomi Teknik,  Motor dan Tenaga Penggerak, Lingkungan dan Bangunan Pertanian, Sistem dan Manajemen Mekanisasi Pertanian.
Semester 6: Teknik Mesin Budidaya Pertanian, Teknik Mesin Irigasi dan Drainase , Teknik Pengolahan Pangan, Teknik Pengolahan Hasil Pertanian, Teknik Informatika Pertanian, Energi dan Listrik Pertanian, Metode Penulisan dan Penyajian Ilmiah.
Mayor Pilihan (pilihan 2 Matakuliah): Dasar Teknik Proses Biosistem, Ergonomika dan Keselamatan Kerja, Manajemen Tenaga dan Mesin Pertanian.
Semester 7: Rancangan Teknik, Rancangan Alat dan Mesin, Teknologi Greenhouse dan Hidroponik, 
Matakuliah Mayor Pilihan & Supporting Course  (pilihan 3 m.k): Teknologi Robotik, Teknik Pascapanen, Hubungan Tanah dan Alsintan, Teknik Pendinginan, Teknik Konversi Energi Terbarukan, Audit Energi

kalau baca judul mata kuliahnya sepertinya mengerikan, tapi kenyataanya tidak. semuanya fun, menantang, dan bermanfaat. Ini pendapat pribadi saya lho, yang basicnya tidak suka matematika. Awalnya sempat ragu, bisakah saya? Ternyata bisa, dan lulus tepat waktu (kurang dari 4 tahun) tentu dengan ijin Allah. Teknik Mesin dan Biosistem itu bukan hanya belajar mesin, tapi juga pertanian, pengolahan, sipil, lingkungan, dan juga manajemen serta IT nya. 

Baca Juga: Suka Duka Engineer Wanita

COME JOIN US
Source: http://tmb.ipb.ac.id

Habibie Ainun Movie

January 07, 2013

Setelah selesai membaca bukunya saya baru berniat nonton film ini. meskipun dari beberapa minggu lalu sudah heboh dimana mana. saya yakin banget kalau bukunya lebih bagus daripada filmnya. Ternyata ini benar.
Saya nonton di XX1 Bandung Indah Plaza yang lumayan besar tapi penuh sampai sampai saya harus nonton di deretan nomor 3 dari depan pinggir pula deket dinding. Nonton dalam posisi miring dan kebelet P*P*s. 
Adegan saat Habibie & Ainun kecil dijodoh-jodohkan di sekolah
Banyak hal baru yang tidak ada di buku namun ada di film, tapi jauh lebih banyak bagian buku yang hilang. si Aktor Reza Rahardian mencoba total,tapi kok malah mirip mr.bean gitu ya,hehe. Saya rasa Pak Habibie gag gitu gitu banget sih. BCL tetap menjadi BCL tapi ya lumayanlah. Yang menarik, pemeran Pak Harto hanya terlihat dari samping..hehe.
oia..ada penyamaran nama juga di film ini. Itu lho yang jadi anaknya Pak Harto dan berusaha menyuap. 
Katanya nonton film ini harus siap tisu ya,tapi saya sama sekali gag nangis. mungkin karena sudah baca bukunya dan bisa nebak jalan ceritanya. 
Overall, saya lebih merasakan sentuhan di bukunya daripada di versi filmnya.


Auto Post Signature

Auto Post  Signature