Berbuka Dengan Yang...

June 29, 2015
Kamu kalau buka puasa jangan pakai es ya..nanti pilek kayak aku. Teman saya bilang, berbuka dengan yang halal...penuh kasih sayang. Hahaha apaaa ini. Tapi benar. Seperti bulan puasa biasanya, saya bukan kolak lovers. Saat buka, palingan teh manis sama kurma. Baru tuh habis maghriban menu andalan saya adalah bakso. 
Saya adalah pecinta bakso. Hampir tiap hari makan bakso. Tapi, selama tinggal di jabodetabek 9 tahun ini...worry. Mi formalin, bakso babi, tahu formalin, boraks. Sepertinya bakso itu komoditas paling empuk buat dicurangin. Bakso yang gerobakan 6000an itu saya doyan. Yang 13.000an lebih doyan. Tapi,,,semua itu nggak jamin halalan thoyiban (halal dan baik). Pakai Bismilillah itu pastinya selalu diingat, tapi....ah masih takut.

Sore tadi saya sengaja mampir kios bakso yang memajang sertifikat halal MUI dibingkai pada dindingnya. Bakso seperti gambar di atas harganya 40.000. Mahal? Iya..3x lipat dari biasanya. Tapi, atas dasar ketenangan...ini lebih baik. Lagian kan sesekali aja belinya. Rasa dan kebersihannya juara. Babat, daging, masih terasa segar dan ada aroma khas sapinya.

Kalau mau hemat, saya biasanya beli bakso kemasan yang tinggal ngerebus. Di kemasan itu sudah ada logo halal MUI juga. 

Jadi, menurutmu..berbuka itu dengan yang...bagaimana? Manis,,atletis,,mapan? Hahahahha


Puasa itu Menahan

June 28, 2015
Siang itu saking bete nya saya melontarkan status di bbm "kamu paling sulit nahan apa?" 
Puasa itu secara bahasa artinya menahan. Nggak perlu lah saya jelasin lagi tentang menahan apa saja, silakan googling pasti bejibun heheh. 
Bagi saya, yang paling berat ditahan saat puasa itu nahan marah. Aselii. Apalagi perut kosong, asam lambung naik, beuh..senggol bacok. 
Dari pertanyaan di status bbm saya, ada beragam jawaban. 
Pak R: paling susah nahan bersin
Bener, ini adalah hal yang susah ditahan (selain jatuh cinta) ahayyy. Gimana coba. Nahan kentut bisa, nahan nguap bisa, nahan batuk bisaaa. Nahan bersin, ada yang tau caranya? Yang ada kalau mau bersin ya pengenya bersin. Misal udah berasa mau bersin terus nggak jadi malah kesel. Ya nggak? Hahahaa
Mbak A: paling susah nahan kangen
Aaaaakk..masa? Sebenernya bisa sih, ketemu. 
G: Susah nahan duit biar nggak lari
Kata dia, kalau sudah megang duit, bawaanya pengen belanja. Belanja gadget, mainan, aquaspace...ya menuhin hobinya. Saya bilang sih.."kereenn"
D: gue susah nahan poop
Hahahahah. Kayaknya pas dia komen status bbm saya, lagi kebelet di mobil yang kejebak macet. Kata saya, pegang batu aja kalau kebelet. Hahahaha. Buktikan !!

Aktivitas tetap jalan saat puasa. Malah masuk kerja pagi buta. Macet ya makin macet,,mana ada masalah sinyal di ruangan kerja. Ini menyumbang penyeban emosi jiwa. Semoga kita semua bisa menahan diri, dan dapat pahala puasa..ngagk cuma dapat lapar dan haus. Amiin

-masuk 10 hari pertengahan Ramadhan. Tingkatkan ibadah


Aku kini

June 22, 2015
Betapa sahabatnya itu telah berkelana dan tak pernah ragu untuk menjadi dirinya sendiri. 
Seseorang yang berani berdiri tegak untuk mengatakan apa yang diinginkan dan tak diinginkan.
Seseorang yang dapat memerdekakan diri dari kebergantungan atas apa pun, termasuk atas rasa malu yang tak beralasan.
Seseorang yang selalu tersenyum meski kesulitan mengimpit dan melangkah lagi untuk melihat kemungkinan baru.
~ Novel Ayah, Andrea Hirata (245)

Mungkin aku kini, seperti Marlena yang digambarkan Zuraida dalam kalimat di atas. Iya. Aku kini. 

[Review Buku] Ayah by Andrea Hirata

June 21, 2015
Dari Amiru aku belajar bahwa tak semua orang mendapat berkah untuk mengabdi kepada orangtua. Karena Amiru, kemana pun aku merantau, setiap ada kesempatan, sesingkat apa pun, aku pulang untuk melihat ayah dan ibuku. Hlm. 392

Identitas Buku
Judul: Ayah
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 412
Genre: Novel

Sinopsis (goodreads)
Betapa Sabari menyayangi Zorro. Ingin dia memeluknya sepanjang waktu. Dia terpesona melihat makhluk kecil yang sangat indah dan seluruh kebaikan yang terpancar
darinya. Diciuminya anak itu dari kepala sampai ke jari-jemari kakinya yang mungil. Kalau malam Sabari susah susah tidur lantaran membayangkan bermacam rencana
yang akan dia lalui dengan anaknya jika besar nanti. Dia ingin mengajaknya melihat pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam, membelikannya mainan,
menggandengnya ke masjid, mengajarinya berpuasa dan mengaji, dan memboncengnya naik sepeda saban sore ke taman kota.

Review
Andrea Hirata selalu apik bermain kata, lihai dengan plot, setting selalu di kampung halamannnya yang tak habis dikupas tentang keunikan dan keindahannya. Novel Ayah sudah saya nantikan. Kuajak dia traveling ke Cilacap, Nusakambangan, dan kuselesaikan tepat pada fathers day....tepat saat perjalanan pulang dari mengunjungi Kedua orang tua di Pekalongan. Berkali-kali saya menyeka air mata membaca kisah ini, khususnya di bagian akhir. Sebuah kekuatan cinta Ayah. 

Alur novel Ayah maju mundur. Seorang teman pernah bertanya "ini Sabari dan Amiru berhubungan nggak sih?" Sabar kawan, kau akan menemukan jawabannya di 10 halaman terakhir. Hahahaha. "Nggak asik lah kalau sudah baca tebal-tebal eh bersambung" Tidak Boi, ini selesai...penuh haru. 

Kalau kau suka puisi, kau akan dimanjakan oleh bertebarannya puisi indah dan dialog ala puisi di sini. Ah sepertinya, gaya penulisan review ku ini pun terpengaruh. 

Bukan hanya isi serta pesannya yang bagus, tapi desain sampulnya juga menawan. Tak malu aku membacanya di tempat umum. Seperti novel terbitan luar saja boi. Andrea Hirata menjelaskan cinta dengan mewah, bukan ala picisan bertabur kata tak senonoh. Aman kawan, jika kau baca sambil puasa sekalipun. Heheee.

Rate
Tak kurang tak lebih, 4 dari 5 bintang

Quote
Banyak sekali kalimat indah di Novel Ayah, tiga saja saya sebut. Tak berarti kalimat ini yang terbaik.

"Biarlah kita jatuh cinta dan biarlah waktu mengujinya"

"Kebosanan itu kejam, tetapi kesepian lebih biadab daripada kebosanan. Kesepian adalah salah satu penderitaan manusia yang paling pedih"

"Jiwa manusia memang lebih rumit daripada konstelasi bintang gemintang di angkasa"

~ ditulis di kereta Menoreh (Pekalongan-Pasar Senen)

Mengkhatamkan Al-Qur'an Sebulan

June 19, 2015
Suatu pagi di hari minggu, bos saya watsap "apa KPI (key performance indicator) kita nih?" Waduh hari minggu ditanyain KPI. Ternyata yang beliau maksud adalah KPI di bulan Ramadan. Target real apa sih yang harus kita capai? 

Hampir semua umat muslim berlomba-lomba banyakin ibadah di bulan ramadan. Salah satunya tadarus qur'an. Seakan tak mampu awak ini khatamkan qur'an di lain bulan. Tapi, meski sudah ditargetkan dan seakan jadi gerakan nasional...tetap saja berat. Yah namanya juga manusia. 

Beredar tips-tips lewat pesan singkat. Hampir semuanya bilang kalau mau khatam sebulan tiap habis sholat 5 waktu baca 4 lembar. Hemmm...padahal bagi kebanyakan orang, nggak semua sholat 5 waktu itu longgar. Dzuhur asar di kantor, maghrib di jalan. Jadi solusinya?

Jangan berpatok 1hari 1 juzz, lebihin. Jadwalnya gimana? Kalau sudah biasa baca qur'an, kurang lebih 1 jam bisa baca 10 halaman atau 1 juzz kok. Jadi, habis sahur setengah juzz. Lalu habis subuhan setengah juzz. Manfaatkan istirahat siang di kantor buat tilawah, kan nggak lunch. Lumayan kalau dapat setengah juzz. Satu hari 1,5 juzz cukup. InsyaAllah bisa...

Ingat ya,,yang penting bukan cuma banyak sedikitnya, tapi ya you know lah...
Dan...semoga terbiasa di bulan-bulan selanjutnya.

Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim) 

Tips Puasa Di Perantauan

June 18, 2015
Ini adalah puasa ke-9 saya di perantauan. 2007, merasakan puasa pertama di Asrama TPB IPB. Nggak mudah, tapi bagi saya yang 'agak' sibuk semua bisa terlewati dengan ceria. Alhamdulillah. Yang sering dirasakan para perantau adalah kesedihan nggak bisa ngerasain puasa kayak di rumah. Sayapun awalnya begitu, tapi...coba hadirkan suasana rumah dimanapun kamu berada.

1. Siapkan mental
Homesick itu wajar, tapi jangan sampai mengganggu aktivitas. Selama kita masih di negara mayoritas muslim, agaknya ini gampang diatasi. Lain cerita kalau merantaunya di Eropa misal, saya nggak bisa ngasih tips soalnya belum pernah..heheheh. 
Paling kerasa sedih pas apa sih? Buka puasa? Atau sahur? Coba pikirin lagi misi kalian buat merantau. Niatnya apa. Kuatin jiwa. Dan...sibukkanlah.

2. Buka puasa 
Buka puasa bareng keluarga emang seru, dan Memorable. Tapi kalau merantau kalian nggak usah khawatir, apalagi kalau anak kuliahan. Ada banyak teman senasib, ada banyak undangan buka bersama, dan kalaupun buka puasa sendirian...nggak masalah. Nggak ada yang nyiapin buka? Ini saatnya kedewasaan kamu diuji. Banyak kok yang jualan kolak, es buah, gorengan, segalaaa rupa. Pengalaman saya selama merantau seringnya buka puasa di angkot. It's ok. Sedia air aja buat batalin. Jangan baper yahhh...hahaha

3. Taraweh
Bentukan taraweh beda-beda antar daerah, meskipun jumlah rakaatnya sama...mungkin ada beda di sholawatannya..urutannya..atau surah yang dibaca. Inilah saatnya kedewasaan kamu diuji (lagi) terutama kedewasaan dalam menjalankan ibadah. Bakal males ke masjid kah? Kan nggak ada yang ngelarang. Bosan sama taraweh yang lambat...atau ceramahnya kepanjangan?
Pengalaman saya, taraweh di asrama itu nggak asik. Gerah hahahha. Tapi pas sudah ngekos, kita bisa memilih bebas mau taraweh di mana. Di masjid mana musola mana,,,yang kita rasa paling pas. Cobain deh satu-satu itung-itung safari taraweh. 
Taraweh di kota besar biasanya ada dua periode. Babak 1, yang 11 rakaat. Babak 2 yang 20 rakaat, tinggal mau yang mana deh. Jangan heran juga kalau harus berangkat ke masjid sebelum isya karena jamaah ramaaai banget. Minggu pertama ramadhan adalah babak penyisihan, hahahah shaf penuhh sampai halaman.

4. Tadarus
Kalau di kampung biasanya ramai suara tadarus dari musola dan masjid, kitapun ikut meramaikan. Habis taraweh atau habis asar tadarusan berjamaah. Di perantauan nggak gitu. Kalau merantau di kota besar apalagi, tadarusan suaranya terdengar di waktu-waktu tertentu saja. Hampa? Yukkk tadarusan sendiri. lagi,,,kedewasaan kita diuji,,keimanan kita juga pastinya. 

5. Sahur
Yang paliiiing berat dari puasa di tanah rantau adalah sahur. Tipsnya,,,jangan biasain cari saur pagi-pagi. Antisipasi kesiangan, belilah sahur saat malam. Habis taraweh atau sekalian pas beli buka. Pastikan makanan nggak basi ya. Beli yang kering-kering saja misal nggak ada sarana untuk ngangetin lagi. Masak sendiri itu lebih baik. Tapi nggak masak mi instan juga sih.
Dulu pernah catering, ini ngebantu banget. Biasanya ramadan banyak yang nawarin jasa catering buka atau sahur. Sahur sendirian emang butuh jiwa yang kuat dan TV hahahhaha. 

Durasi saya merantau sama dengan jilid sinetron sahur para pencari tuhan, sudah jilid 9. 

Semangaaaattt....semoga puasa kita lancaaar. Amiin. Bersyukurlah yang nggak di perantauan, atau yang diperantauan tapi pola aktivitasnya normal. Kalau yang kerja shift itu lho, repot kan.



Membuat Kriteria pasangan

June 17, 2015
Teman-temanku berkata yang kau cari seperti apa
Ku hanya bisa tertawa nanti pasti ada waktunya
(Kuntoaji, Terlalu lama sendiri)

Suatu ketika teman saya sebut saja oknum "M" bertanya 'Rul, kriteria kamu emangnya yang seperti apa sih?' Saya bingung, ini bukan pertanyaan mudah meskipun sudah berkali-kali ditanyakan beginian sama banyak orang. Kata dia, "kalau kriteria pasanganmu abstrak, nanti dapetnya abstrak juga" aaapaaaa???

Tadi pagi pas baca novelnya Andrea Hirata "ayah" ada bagian dimana salah seorang tokoh mendapati wanita yang memasang syarat untuk calon suaminya, seperti ini:

Doping Mefinal 500

June 16, 2015
Nggak fokus, kepala berat, susah mikir, lemes. Itu yang saya alami kemarin. Sorenya malah ada kejadian yang 'maaf banget ya' salah minum dari botol orang. Buat oknum "Y" heheheh botol kamu nggak cuma kebawa tapi airnya juga keminum. Jadi kita sudah minum dari botol yang sama. Tidaaaaaakkk.

Malam tadi saya konsul ke perawat pribadi. Ehem. Sebut saja oknum "G", intinya sih kata dia saya harus makan. Tapi sudah palang tanggung badan lemes, yasudah tidur. Tengah malam bangun karena ngerasa demam. Fix nih harus segera minum obat. Saya ingat mefinal 500 mg yang diresepin dokter pas kontrol tipes. Ini obat penghilang nyeri kalau kata hasil searching an google sih. Setelah sarapan (separuh nyawa mode) langsung deh masuk tuh sebutir Mefinal. Berangkat kerja.

Alhamdulillah 1 jam kemudian, demam hilang. Kepala enteng. Fikiran fokus. Dan satu lagi...semangat. Wihh kayak doping banget ya. Serius, saya jadi ngerasa lebih pede..lhoh. 

Jadi kita minum dari botol yang sama? Maksudnya aku minum di bekas minum kamu? #MinumnyaKelub #bukanAkua #kurangFokus 

Udah Gede Masih Mimisan

Saya bukan anak ingusan lagi. Tapi masih sering mimisan. Terakhir kejadian, kemarin pagi pas lagi sholat subuh. Iyakk..segera ngibrit cari tissu khawatir netes ke mukena. 

Mimisan adalah hal biasa bagi saya. Sejak kecil, gampang banget mimisan. Nggak panik lagi jadinya. Dulu jaman SD mimisan bisa seminggu sekali, kadang malah nggak kerasa. Iya,,tahu-tahu bangun tidur bantal sudah bernoda darah. Hahhaha kalau yang nggak biasa pasti langsung lari ke UGD. Biasanya sih saya mimisan kalau kena udara panas banget atau dingin banget. Kena benturan pas lagi main juga sering, ya namanya juga anak anak. 

Di SMA kayaknya saya nggak pernah mimisan deh. Mulai mimisan lagi saat kuliah. Nah ini adalah fase mimisan di usia dewasa. Ribet. Mimisan sering terjadi pas lagi aktivitas. Pernah tuh lagi jalan dari kampus ke asrama, juga pas lagi mau nyebrang rel kereta. Kan repot,,maksudnya orang yang ngelihat pasti panik. Saya pribadi santai aja. 
Mimisan bahasa medisnya epistaksis. Biasa disebabkan perubahan suhu, tekanan atmosfer, atau kelelahan. Alhamdulillah sudah pernah check ke dokter THT nggak ada masalah sih. Ya pembuluh darah di hidung saya kebetulan tipis banget aja. Jadi kalau kena dingin kayak AC secara ekstreem itu bisa langsung pecah. Kejadian kemarin kayaknya sih karena saya kecapekan. Apalagi sabtunya kerjaan emang di lapang (panasss) oke next time bawa topi. Minggunya aktivitas luar ruang juga. Naik angkot-KRL-ojek,,lengkap banget. Suhu tubuh naik terutama kepala, lalu pembuluh darah pecah. Agaknya seperti itu, hehehe.

Kejadian mimisan paling kocak itu pas lagi fieldtrip sama teman-teman kuliah. Tepatnya di Semarang. Itu hari sebelumnya kami kunjungan ke waduk Jatiluhur Purwakarta yang panaaas terik. Malamnya selama perjalanan dari Jawa Barat ke Semarang pakai bis yang AC nya luarrr biasa dingin. Pagi-pagi kami mau foto bareng seangkatan dengan background masjid besar Jawa Tengah. Dan "blarrrr" lariiii hahahha.

Jenis darah mimisan saya segar, nggak kehitaman. Dan nggak sampai lemes pas habis mimisan. Tips kalau mimisan jangan panik, jangan nunduk soalnya nanti darah malah ngucur, pencet bagian atas hidung. Jaman kecil sih sumbat hidung pakai daun sirih (yakali udah di kota gini nyari daun sirih dulu kelamaan hahha,,,pakai tisu aja).
Bagi yang suka naik gunung juga waspada tuh, saya pernah ngalamin mimisan juga. Nggak karena dingin tapi karena tekanan atmosfer yang beda. Tandanya hidung pedes gitu pas buat nafas. Kalau nggak mau mimisan, coba nafasnya dihemat dikit-dikit aja. 


Dapat Tamu Livina dan Sirion

June 13, 2015
Tadi itu hari Sabtu, tapi saya masuk kerja. Bukan buat follow up mesin, tapi buat jadi panitia factory visit dari Komunitas Livina Kaskus (klik) dan Sirion Indonesia Community. 
Jam 10, iring-iringan kurang lebih 120 mobil masuk area kantor. Kereeennn. Nggak nyangka Sirion kalau sudah dimodif jadi mirip Honda Jazz, ada juga yang Sporty. Selama ini kalau lihat Sirion di jalan ya..mobil unyu dengan sticker Hello Kity. 
Livina gimana? Mantaaappp...tetap classy. 
Setelah brefing di lobby dan pengenalan profil perusahaan, rombongan menuju factory. Serunya...ada ibu-ibu jugaaa. Ini perngalaman pertama saya plant tour bawa ibu-ibu. Luarrr biasa deh. 
Siangnya setelah makan siang, ada pengenalan komunitas dan bagi-bagi hadiah. Jangan lupa, pulangnya bawa souvenir cantiiik. Ini buat mas-mas Livina :-) 'hati-hati di jalan mas..sampai jumpa lagi'
Jagain pintu gerbang pabrik sambil bagiin souvenir. Kayak di kondangan nggak sih?
Kegiatan komunitas mobil ini nggak cuma touring, ternyata juga banyak kegiatan sosialnya. Seru. Kalau Sirion, yang ikut banyak ibu-ibu juga..kalaupun ada bapak-bapak ya bawa anggota keluarga. Nahh kalau yang livina ini isinya mas-mas...huwooo. 
Anyway...tadi saya dapat doorprize ban motor bagian depan ukuran 70/90 rim 17. Saya lelang, dengan start 50.000 rupiah. Kalau minat komen saja di bawah ya..
      



Bleketepe

June 10, 2015
Hari ini media ramai dengan komentar "apa sih bleketepe"? Dalam nikahan anak Presiden yang pakai adat Jawa Tengah, ada banyak prosesi. Salah satunya adalah pemasangan bleketepe. 
Ini lho yang dinamakan bleketepe, jalinan janur yang dipasang di pintu masuk rumah mempelai wanita. Maksudnya adalah sebagai tanda kalau di rumah ini sedang diadakan hajatan. Ya jaman dulu kan kalau hajatan nggak pakai ramai-ramai tenda, jadi ya pakai ginian. Selain bleketepe ada setandan pisang, kelapa dan padi juga di pintu masuk. 
Bleketepe ini adalah foto di nikahan sepasang sahabat saya 2 minggu lalu. Di hari akad nikah yang mana banyak orang di socmed ngira saya yang nikah. Ya..saya aminin saja.

Jadi kapan nyebar undangan? Sekarang. Undangan meeting. Hahahha. Nanti yah H-2 minggu saya nikahan saya bagiin kok undangannya. Sekarang belum nyetak undangan, soalnya nama mempelainya belum tahu. Lhoh. 

Menunggu adalah ujian iman
Jika kamu datang juga ujian iman
Saat kamu memintaku juga ujian iman
Saat aku mempertimbangkan juga ujian iman




Hujan di Bulan Juni

June 09, 2015
Sapardi bilang, jika hujan bulan juni itu indah dan tabah. Bagaimana tidak, setelah bulan Mei yang kering, dia muncul bersama angin sejuk dan awan abu-abu. Petrichor menyambutku dengan perasaan damai. Kau tahu apa itu petrichor? Itulah bau debu terbasahkan hujan setelah lama kemarau. 

Lalu aku berjalan dengan payungku, membiarkan titik air tampias ke wajah. Sejuk.
   
Aku, kau, dan hujan di selasa siang adalah titik-titik yang harus diisi dalam selembar kertas ujian. Bagaimana kita bisa bertemu pada titik yang sama. Bagaimana aku punya 'extra power' melewati angin dan hujan hingga basah kuyup. 

Aku, kau, dan hujan bulan Juni serupa acar di sela martabak telor. Tak istimewa, tapi bisa menambah sedapnya rasa. 

Perfect guys itu nggak ada. Tapi akan selalu ada satu lelaki sempurna untuk (saya). I won't hurt you. Apa adanya aja,,tertawa saat ada yang lucu,,bete saat ada yang ngebetein. Not effortless.



Melamun

June 07, 2015
Perlukah kukabari mereka bahwa aku sedang jatuh cinta? Kukabari sedikit mungkin, jangan banyak-banyak, tapi jangan ah, aku malu. Oh, apakah gerangan yang kualami ini? Mengapa kebingungan bisa begitu indah?

~ Ayah, Andrea Hirata, hlm.31

Kamu Traveler Seperti Apa?

June 05, 2015
Bagi saya merencanakan liburan itu penting, tapi kadang semua serba mendadak dan tanpa persiapan harus bepergian jauh. Dari sumber yang saya baca di majalah langganan, ternyata saya tipe Poshpacker Traveler yaaa bukan Backpacker meskipun kalau pergi-pergi nyaman pakai backpack. 
Tipe poshpacker ini apapun destinasinya, dua hal yang penting buat kita pas liburan adalah comforts and beautiful attraction. Benar banget saya nggak bisa istirahat di sembarang tempat (kecuali benar-benar kepepet). Nyaman itu nggak harus di hotel bintang 5. Di guest house juga boleh,,,asal bersih, dan kalau bisa homey. Kayak pas kemarin ke Garut..
Atau seperti pas di Cilacap, dapat kamar yang nggak begitu luas tapi viewnya syahduuu. I need personal room with nice bed (tapi tidur di lantai juga bisa kok..asal bersih).
Poshpacker nggak bisa ngelewatin local must see attraction kayak museum, monumen bersejarah sampai galeri seni. 

Kalau kamu tipe apa? Backpacker atau Flashpacker yang mengutamakan pengalaman dengan itenary detil biar waktu nggak kebuang?


[Review Buku] Teman Imaji by @prawitamutia

June 04, 2015
Dia teman imaji. Seseorang yang menjadi teman sekaligus tujuan hidup. Seseorang tempat kita pulang. Seseorang yang memberikan atau tidak selalu menjadi semangat, menjadi inspirasi, menjadi segalanya. 

     
Judul: Teman Imaji
Penulis: Mutia Prawitasari
Penerbit: CV IDS
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 390
Genre: Fiksi

Sinopsis (no spoiler)
Ini kisah persahabatan antara Kica dewasa, Banyu Dewasa, Adit...sebagai mahasiswa dengan segala dinamikanya meliuputi percintaan, kegalauan. Juga tentang kisah masa lalu Kica kecil, Banyu kecil di kota hujan. Perpisahan membuat mereka saling mencari dan akhirnya saling menemukan. 

Review
Saya mendapatkan Teman Imaji dari PO di tumblr. Lama saya follow @kuntawiaji dan akhirnya follow @prawitamutia. Sepertinya menarik, kalau dari cerita orang-orang di tumblr. 
Sampul. Ah,,,terlalu anak-anak. Malu kalau mau baca di tempat umum. Desain sampul depan kurang elegan. Lebih suka ilustrasi di bagian belakang. 
Layout lumayan asik, nggak bikin capek mata. 
Oke,,,kita ke isi. Jadi,,,Teman Imaji itu nggak cocok dengan saya. Dari awal sampai ending, saya keseeeel banget sama tokoh utamanya, Kica. Kok ada sih cewe semanja ini. Yang apa-apa harus dibantuin, suka merengek-rengek, kayak nggak kelihatan kemandiriannya sama sekali selain dari keajaiban kata-katanya. Yang nggak habis pikir, Kica ini apa amnesia?asa dia bisa lupa banget sama Banyu. Padahal, kalau dia sangat kehilangan dan mencari-cari Banyu....dia bakal peka dong sama kode-kode dari Banyu. 
Teman Imaji itu semacam buku dongeng, ya...ala-ala disney, yang tokohnya selalu baik..berjiwa peri...lemah..tapi happy ending. 
Satu-satunya hal yang bikin saya betah baca sampai lembar terakhir adalah bertaburannya kata-kata indah hingga saya sibuk mencatat sana-sini. Lama banget menyelesaikan Teman Imaji, bacanya pelan-pelan sambil diresapi. Bukan meresapi plot nya, tapi maknanya. Makna dalam setiap judul yang disajikan, setiap lagu. Bagian paling menguras hati adalah kalimat percakapan Faza waktu mutusin Adit. Awawwawww sampai saya kutip ke blog ini sebagian. 
Teman Imaji menemani perjalanan saya ke Garut, ke Pekalongan...tapi nggak ikut waktu traveling ke Nusakambangan. 

Rate
3 dari 5 bintang

Quote
"Ketemu kamu adalah kebetulan terbaik dalam hidupku. Teman dan tujuan perjalanan terbaik. (364)
     
  Ini bukan Kica, ini saya. Hahahah


Bahaya

June 03, 2015
Sama seperti harus berani segalanya berakhir ketika kita memulai. Kita juga berani segala sesuatunya dimulai ketika berakhir.
Cinta sadar sama cinta tak sadar itu sama bahaya. 
Apaan tuh?
Cinta sadar tuh gini "ada orang yang sayang sama orang lain karena nah, orang ini boleh juga. Gue suka nih. Deketin ah.."
Kalau cinta tak sadar "ada orang yang sayang sama orang lain karena biasa aja lagi nih orang. Gue nggak suka kok. Tapi giliran ada sesuatu terjadi sama orang yang dibilang biasa itu, baru deh panik".

Kenapa sih sayang sama orang aja pakai bahaya !!!
Yang satu bahaya karena sayangnya disuruh alam sadarnya. Artinya nggak tahu sungguhan sayang atau enggak. Satunya lagi bahaya karena sampai kapanpun orang yang sayang ini bisa jadi nggak sadar kalau dia sebetulnya sayang. 

~dari Teman Imaji, hlm.330

Sederhana

June 02, 2015
Kupikir cinta yang paling baik adalah cinta yang sederhana. Cinta tanpa syarat. Kupikir lagi, tidak. Cinta yang paling baik adalah cinta yang secukupnya. Bukan untuk tetap mendekap orang yang kau cintai dalam pelukan tanpa tersakiti. Cinta yang cukup adalah untukmu sendiri.
Supaya jika cintamu pergi, kau tidak terlalu patah hati. Supaya jika ternyata cintamu sejati, kau dan dia akan bersama menikmati. 
Hujan adalah perjuangan antara bumi dan langit. Orang yang pantas kau cintai, tak mungkin membiarkanmu berjuang sendirian bukan? Berjuang itu macam-macam bentuknya. Menyerah bukan bentuk berjuang. 
     
~Dari buku "Teman Imaji", hlm. 284.

Hey kamu, saya sudah mandi. Tadi kamu bilang "buktikan kalau kamu sudah mandi dengan menuliskannya di blog" hahahahha...ada-ada aja.  Bukan mandi air hujan tapi. Meskipun ingin. Dalam hujan-hujanan ada kekhawatiran sekaligus kebahagiaan, nggak sederhana buat digambarin. 

Sudah Juni

June 01, 2015
Ya,,sudah Juni saja. Rasanya baru kemarin saya packing buat trip ke Garut, baru kemarin makan tebu di sawah belakang kecamatan Karangdadap...hahhaah. Bulan Mei full jalan-jalan. Jadwalnya, minggu terakhir Mei trip ke Cilacap. H-1 sebelum berangkat...pas cek darah karena badan nggak enak, eh positif tipes grade 2. Alhamdulillah, agak maksa sih tapi kuat dan nggak ada masalah sampai pulang lagi ke Jakarta. 
Ini kelapa muda yang saya makan di pinggir pantai Nusa kambangan, pulau terkenal yang ternyata juga termasuk dalam pulau terluar Indonesia. 

Jadi, bulan Juni mau apa? Masih banyak jadwal kondangan. Habis itu, jalanin Ramadhan dengan khusyuk. Amiiin. 


Auto Post Signature

Auto Post  Signature