Perempuan Itu Gaptek (?)

March 27, 2017
Minggu lalu saat wawancara untuk seleksi beasiswa, saya ditanyai topik seputar teknologi. Imajinasi saya menjadi sangat liar ketika memberikan opini mengenai desain smartphone masa depan. Entahlah, saya ngoceh berapa menit dalam bahasa Inggris siang  itu. Topik yang berhubungan dengan teknologi memang selalu menarik untuk dikulik lebih jauh. Bahkan perkembangan teknologi sama menariknya bagi saya dengan perkembangan tren make up. Perempuan sering dilabeli sebagai kaum gaptek, apalagi kalau penampakan luarnya adalah emak-emak.

blog inayah

[Review Buku] Critical Eleven by Ika Natassa

March 24, 2017
Cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan hubungan sesuci pernikahan. Lalu perlu apa? uang? Fasilitas? Lalu saya ditimpuk para pria dan dilabeli cewek matre, hehehe. Kepercayaan adalah jawabannya, ya...terkesan klise memang. Tapi, saya sangat percaya Critical Eleven yang ditulis Ika Natassa ini. Beberapa bagianpun memang pernah ditemui dalam kehidupan nyata meski saya belum menikah seperti Anya dan Ale si tokoh utama. Ini bukan novel tentang perselingkuhan kok, ada lho hal lain yang bisa merusak kepercayaan dalam hubungan. Ikatan cinta yang begitu indah dengan kisah romantis nyaris sempurna saja bisa berantakan, bagaimana dengan kisah kita yang biasa saja?
Review novel Critical Eleven Yang ditulis Oleh Ika Natassa

Tidur Nyenyak dengan Playlist Lagu ini Dan Speaker Portable

March 20, 2017
bedtime playlist

Saya lumayan sering terkena gangguan tidur dengan banyak sebab. Pernah karena memang sedang stress banget sehingga terbangun tengah malam dan mimpi buruk. Kafein juga sangat berpengaruh untuk saya, terutama yang berasal dari kopi.  Meski bisa tidur siang di kantor, tetap saja tidur malam yang tidak berkualitas membuat mood semakin jelek. Rasanya mudah sekali uring-uringan dan tidak fokus. Salah satu hal yang saya lakukan untuk menciptakan tidur nyenyak adalah menyiapkan playlist lagu khusus dan mendengarkannya dengan speaker portable. Lagu apa saja yang saya dengarkan?

[Book Review] The Geography Of Faith, Pencarian Tuhan di Tempat-Tempat Paling Religius di Dunia dari Tibet Sampai Yerusalem

March 17, 2017
Buku The Geography Of Faith yang punya judul asli Man Who Seeks God: my flirtation with the divine tidak cocok untuk kamu yang sensitif terhadap perbedaan pandangan soal keyakinan. Bahkan sebaiknya kamu tidak melanjutkan membaca review buku ini, khawatirnya malah jadi pengen marah dan emosi kepada saya dan penulisnya. Saya memandang perbedaan sebagai hal biasa, tidak perlu memaksa untuk menjadi sama. Yang memecah belah bukan perbedaan, tapi pemaksaan kehendak untuk menyamakan. Dari buku karya Eric Weiner ini saya belajar tentang berbagai keyakinan yang ada di dunia. Inilah yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pengertian dan toleransi. Memahami tentang apa yang umat lain lakukan tanpa harus meyakininya.
the geography of faith

Auto Post Signature

Auto Post  Signature