Pranata Mangsa, Cara Petani Bersahabat Dengan Alam | Innnayah

Pranata Mangsa, Cara Petani Bersahabat Dengan Alam

April 07, 2017
Mengapa ada istilah merunduk seperti padi? Di buku pranata mangsa ini urusan per-padi-an diungkap dengan sederhana tapi jelas. Begitupun dengan kebiasaan orang-orang di kampung saya yang meletakkan sesuatu di dekat saluran irigasi sawah. Sampai sekarang, keluarga masih bertumpu pada pertanian dan kami menghormati sawah. Sebelum panen, selalu ada selamatan kecil-kecilan sekadar makan bersama lauk seekor ayam dengan tetangga sekitar. Tentu kami berdoanya kepada Allah swt, bukan kepada dewa-dewi apalagi makhluk halus pohon mana gitu hehhe. Bapakku bukan lagi generasi petani yang memakai pedoman Pranata Mangsa. Urusan hitung menghitung, mungkin simbah lebih paham. Saya sebagai anak petani yang pernah kuliah di IPB merasa penting untuk mengetahui seluk beluk cara menghitung masa dan musim lewat buku Pranata Mangsa.
buku pranata mangsa


Identitas Buku

Judul: Pranata Mangsa
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun terbit: 2011
Jumlah halaman: 80

Sinopsis (Goodreads)

Buku ini mengubak cerita tentang pranata mangsa, budaya petani Jawa yang kini memudar. Dikembangkan dari katalog terbitan Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), Pranata Mangsa tidak sekadar mengulas penghitungan musim, hama padi, dan alat pertanian tradisional, namun juga kisah Dewi Sri dalam beberapa cerita rakyat. Cerita pendek, humor, dan puisi pun ikut dipadu di dalamnya, dikemas apik dengan gambar menarik hingga menghadirkan kembali keharmonisan alam dan manusia yang terkikis zaman. 

Review

Suatu hari, teh Ulu Bandungdiary memposting sebuah foto di instagramnya saat sedang berjalan-jalan di pameran buku. Beliau memegang buku berjudul Pranata Mangsa berwarna hijau tua. Saya yang pernah mendengar istilah ini, langsung penasaran dan memesan buku tersebut di toko buku yang diinformasikan teh Ulu.

Pranata Mangsa Itu Apa?

Pranata berasal dari bahasa Jawa yang artinya tata cara. Kalau mangsa, ya waktu atau musim lah maknanya. Jadi, pranata mangsa adalah tata cara membaca musim atau pertanda alam. Ini adalah pedoman bertani, berdagang, merantau, berperang, maupun menjalankan pemerintahan. Ada pertalian mengagumkan antara aspek kosmografi dan bioklimatologi. Pedoman yang sudah ada berabad-abad lalu ini dilukiskan dengan berbagai lambang dan watak mangsa yang mencerminkan keselarasan antara manusia, kosmos, dan realitas.

Berikut ini adalah inti dari pranata mangsa.
infografis pranata mangsa


Buku Lawas

Lewat toko buku Lawangbuku yang ada di Bandung, seri lawasan Pranata Mangsa akhirnya tiba dalam waktu seminggu. Harganya cuma 23.000 rupiah kalau ngga salah sih, wong tipis 80 halaman kan. Eh tapi pas dibuka, kertasnya bagus banget dan berwarna. Model kertas halus mengkilap kayak majalah gitu. Kesan buku lawas sangat terasa apalagi dengan ilustrasi-ilustrasi khas buku perpus jaman SD. Aduh gimana ya, hihii...ya seperti itulah.

Banyak Legenda Soal Padi

Legenda-legenda seperti asal mula dewi Sri hingga dongeng kancil si cerdik ada lho di buku Pranata Mangsa. Asal mula istilah ibu pertiwi juga dikisahkan di sini. Ngga nyangka, tiap daerah baik di Jawa maupun Sumatera punya versinya masing-masing.Ada juga informasi soal hama-hama yang umum ditemui di sawah lho. Suatu ketika teman dari fakultas Pertanian heran mengetahui saya tidak paham jenis hama-hama pada jagung. Saya pernah mendapatkan mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian dan Dasar-dasar Agronomi. Kurang lebih, dua mata kuliah itu seharusnya sudah membuat saya mengerti banyak soal dunia pertanian dibanding mahasiswa lain. Nyatanya...engga gitu heuheu.

Perubahan Iklim Dan Sirnanya Pranata Mangsa

Lalu apakah sekarang bisa dipastikan bahwa bulan Desember adalah puncak musim hujan? Kita tentu sering mendnegar berita petani gagal panen karena berbagai sebab. Itulah, sebanarnya pranata mangsa masih ingin petani yakini...tapi zaman yang berubah membuatnya sulit lagi.

Rate

4 dari 5

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan untuk kamu yang peduli dengan dunia pertanian, menyukai sejarah, atau kamu untuk kamu yang penasaran dengan budaya.


Pranata Mangsa ikut menyumbang keberhasilan dan keagungan kerajaan Mataram lama, Pajang, dan Mataram Islam. Sebuah gambaran bagaimana nenek moyangku begitu menghormati dan mengapresiasi bumi. Petani masa lampau menangkap segala pertanda yang diberikan alam. Manusia dan bumi tak mengasingkan diri, tapi saling memberi. 
17 comments on "Pranata Mangsa, Cara Petani Bersahabat Dengan Alam"
  1. Wah dibeli bukunya, nay? Mantaaaappp! Seru ya jadi tau itungannya petani. Jadi penasaran itungan ala nelatan gimana :D

    ReplyDelete
  2. aku gak gitu paham dunia pertanian sayangnya nay :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe ini general sih, lebih ke dongeng dan sejarah

      Delete
  3. Menarik bukunya, Mba. Jadi pengen beli juga.

    ReplyDelete
  4. bacaannya kece banget mba... :D

    ReplyDelete
  5. makasih reviewnya ya, memang kalau kita melihat alam dan siklus alam dan gak merusak alam , tanah akan selalu subur ya. sebetulnay nenek moyang kita dulu pinter membaca alam

    ReplyDelete
  6. Jadi informasi yang menarik niih mba untuk dipelajari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mba, banyak yang tidak tahu sebelumnya sepertiku

      Delete
  7. i never read this book.. hiks

    pinjem donk

    ReplyDelete
  8. Kalo ada buku tadi dengan kondisi bagus dan harga sama aku juga mau. Iya, pranata mangsa sekarang mungkin sudah sulit untuk dijadikan acuan karena global warming membuat musim berubah.

    ReplyDelete
  9. Nay pengen baca, aku yg notabene anak petani dr desa sedikit bnyak tau ttg pertanian yg bukan hanya teori tp lngsung praktek.
    Zaman dlu aku diceritain kalo musim penghujan bisa dilihat dr munculnya rasi Bintang waluku.
    Tapi skrg mh udh gk jelas musimnya.
    Ahh penasaran, tipis pula bukunya. Hhe

    ReplyDelete
  10. buku ini sepertinya cocok banget untuk papaku. Beliau suka banget bercocok tanam (tanam apapun, entah padi entah palawija) dan kami anak-anaknya gak ada yang menuruni kegemaran tersebut. Setelah papa meninggal, kebun yang dulu dikelolanya berubah menjadi kebun yang tak terawat :(

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature