Review Perawatan Collagen Rejuvenation Therapy di Erha (Cerita Jerawat Part 2)

June 21, 2020

Review Perawatan Collagen Rejuvenation Therapy di Erha
Perawatan sampai hampir 2 juta rupiah kayak apa sih hasilnya? Untuk menjadi percaya diri memang engga hanya soal penampilan luar, tapi aku percaya pepatah Jawa “ajining rogo soku busono”. Penampilan luar banyak pengaruhnya, apalagi kalau aktivitas kita bayak berinteraksi dengan orang lain. Aku pernah cerita soal chemical peeling diErha. Silakan dibaca dulu ya, karena ini berhubungan dengan collagen rejuvenation therapy (CRT) yang 3 bulan lalu aku jalani.

Masalah Jerawat di Kulitku

Topik tentang jerawat di blog ini sudah sering aku tulis. Aku jerawatan sejak mulai kerja, jadi masa ABG aku malah engga jerawatan sama sekali. Sebenarnya jerawatku itu termasuk yang jinak, karena hanya muncul saat menstruasi. Tapi mungkin aku mengalami masa-masa sok nyoba skincare aneh-aneh yang bikin aku jadi rentan banget kulitnya.

Aku pernah pakai rangkaianskincare the body shop, itu sebenarnya bekerja di aku meski pelan. Tapi aku pengen deh mulus gitu kan, tanpa bekas jerawat yang kayaknya sudah dari 2017 bercokol. Aku sampai cek foto-fotoku lho, tuh bekas-bekasi jerawat kronologis munculnya bagaimana.

Hasil Acne Peeling/BPA Peeling Erha

Akhirnya aku ke Erha Pekalongan, niatnya mau laser. Tapi disarankan untuk peeling dulu saja. Baiklah, aku melakukan itu. Alhamdulillah cocok, Bisa dibilang selama 1 bulanan setelah perawatan tersebut aku engga jerawatan. Kalaupun muncul 1 biji saat mens, ya udah aja gitu kempes sendiri dan engga ganggu.

Aku perawatan Acne Peeling pada 8 Februari 2020 di Erha Pekalongan, stop semua skincare lain yang kupakai. Engga bedakan juga, apalagi pakai foundy. Hasilnya kulit dipegang halus banget, tapi kalau ngaca masih ada bekas jerawat. Krim-krimnya juga cocok, engga ada yang bikin muka kinclong minyakan.

Jujur saja pola hidupku sekitar 2 tahun ini kacau banget. Begadang, stress, jarang olahraga, sering melakukan aktivitas di luaran, dan makan sedapetnya asal halal. Tahun 2014 dan 2015an akutuh terkontrol banget urusan jam tidur, asupan gula, hingga olahraga. Tanggal aku boleh ngopi atau cheating makan mi instan aja aku standarkan loh. Sekarang, mana bisa!

Persiapan Sebelum Tindakan Collagen Rejuvenation Therapy (CRT)

Sebulan setelah Acne Peeling, aku ke Erha Lippo Cikarang tepatnya pada 15 Maret 2020. Itu sudah musim Corona sih, tapi belum PSBB jadi masih santai aja kluyuran. Aku ketemu dr. Rahmad, yang ramah dan kalau dichat buat konsultasi fast response.
Review Perawatan Collagen Rejuvenation Therapy di Erha


Seperti protokoler Erha pada umumnya, ketika dipanggil untuk konsul ya aku cerita Panjang lebar. Termasuk bilang kalau sebulan sebelumnya aku sudah acne peeling di Pekalongan dan mau lanjutin CRT di Lippo Cikarang. Dilihatin juga database Erha yang berisi foto Riwayat kulitku dari pertama kali ke Erha. Oiya, aku dulu sempat perawatan di Erha pas jerawatku habis parah-parahnya. Cuman terhenti karena aku ngurus dinas ke Australia lalu ribet tetek bengek urusan haidup setelah balik ke Indonesia.

Dr. Rahmad wanti-wanti banget kalau CRT ini termasuk perawatan yang beresiko. Aku ditanya apakah ada keloid, apakah alergi, dan apakah sudah tahu biayanya hhee. Setelah kulitku diperiksa, alhamdulillah aku bisa CRT hari itu juga dan engga full face. Bekas jerawatku tuh di pipi saja, jadi masuknya mid lower face. Efeknya yak e biaya perawatan tentunya yang harusnya 2 jutaan jadi 1.5 juta.

Aku juga harus menandatangani beberapa surat yang intinya persetujuan untuk dilakukan tindakan Collagen Rejuvenation Therapy (CRT) ini. Enggak main-main loh, aku bakal dibius wajahnya. Ini pertama kalinya aku menegnal dunia perbiusan uhuhu. Sebelum memutuskan CRT aku sudah baca-baca artikel soal tindakan ini, jadi sudah kebayang sedikit resiko dan prosesnya.

Apa sih Collagen Rejuvenation Therapy (CRT) ?

Collagen Rejuvenation Therapy (CRT) adalah tindakan untuk mengoreksi acne scar, kerutan, garis halus, stretch marks, serta peremajaan kulit yang kasar dan kusam dengan menggunakan kombinasi teknologi “Automatic microneedle dan Electroporation”. Harus dilaukan secara berkala sesuai interval yang disarankan dokter.
microneedle erha
source: Erha catalog

Metode ini juga dikenal juga sebagai terapi induksi kolagen. Luka-luka kecil yang terjadi pada kulit akan merangsang produksi dari elastin dan kolagen. Kolagen baru ini akan membuat kulit wajah lebih halus. Serum yang digunakan berguna untuk membantu merangsang produksi kolagen baru tersebut.

Kelebihan Auto Microneedle dibandingkan dengan treatment lainnya adalah Auto Microneedle lebih aman karena kerusakan epidermis lebih sedikit; lebih higienis karena menggunakan jarum baru yang selalu diganti setiap tindakan, dan hasil yang lebih baik karena penetrasi serum yang lebih maksimal. Hal ini dikarenakan serum yang dimasukan ke dalam kulit menjadi lebih efektif karena dihantarkan melalui jarum-jarum halus dengan kedalaman jaringan di dalam wajah yang diinginkan. 

Pesan dokter, hasil CRT bakal bagus kalau pola hidupku diperbaiki. Jangan begadang! Kalau urusan makan makanan yang mengandung kolagen sih pasti ya, sama konsumsi buah sayur diperbanyak.
Efek sampingnya adalah sensasi perih di kulit, kemerahan, bintik kecil perdarahan (petechiae), dan reaksi hipersensitifitas seperti kemerahan dan jerawat kecil.

Jadi kulit kit aitu diisikan collagen tapi pakai jarum micro gitu. Nah sakit dong? Banget kalau engga dibius! Bayangin itu jarum superkecil ditusuk-tusukkan secara merata di wajah selama kurang lebih 1 jam. Ketusuk 1 jarum saja kita sakit kan ya? Ahahha. Beauty is pain, mantra dokter dr. Rahmad selama sepanjang tindakan. Aku sekarang tahu arti judul novel “Cantik Itu Luka”.

Proses tindakan Collagen Rejuvenation Therapy (CRT)

Pertama-tama wajahku dibersihkan oleh mba-mba terapis, habis itu diolesin krim bius gitu sewajah dan mukaku ditutupi plastic kayak kue biar ngembang. Makin lama efek biusnya makin kerasa tuh, dingin dan…tebal gitu.
Review Perawatan Collagen Rejuvenation Therapy di Erha


Aku lupa berapa lama, kayaknya setengah jam kemudian deh dr. Rahmad mulai tindakan CRT. Aku masih santai aja, tidak sakit sama sekali. Ya cuma cekit-cekit dikit, engga sesakit diangkatin komedonya secara manual kok.

Tapi Namanya bius ya lama-lama berkurang dong, mulai deh ada sensasi panas ahaha. Dr. Rahmad mulai melancarkan jurusnya, aku diajak ngobrol banyak hal. Emang ampuh sih, aku jadi engga terlalu fokus sama sakit di wajahku.

Hidungku mencium bau sesuatu, amis-amis gimana gitu dan rasanya kok wajahku lengket. Aku amsih berpikiran mungkin itu collagennya kali ya. Sampai pada suatu titik, aku coba mau selfi pakai hapeku di tengah tindakan. Aku kaget, wajahku penuh darahku sendiri!

Dok, ini merah darahku sendiri kan, bukan krimnya? 
Iya mba,,,
Ahaha yang tadinya aku santai aja, malah jadi lemes lihat darah semuka-muka. Haduh, saranku jangan deh engga usah ngaca dulu sampai kelar tindakan. Soalnya sakitnnya biar engga terasa. Karena serumnya masih nyisa banyak, akhirnya dr. Rahmad ngabisin buat CRT in bagian pipiku yang ada nodanya paling parah. Uhuuu mantep deh nyerinya.

Dan akhirnya badai berlalu, tindakan selesai. Aku diberi krim anti iritasi.

Biaya Collagen Rejuvenation Therapy (CRT)

Konsultasi: Rp. 200.000
Single Collagen Rejuvenation Therapy (CRT)
 For mid lower face : Rp. 1.500.000
Total: Rp. 1.700.000

Untuk krimnya masih melanjutkan dari yang diresepkan pada perawatan part 1 yaitu ACSBP, AMG 1, AF1, CC (yang ini dinaikan dari CC10 ke CC25), dan AST.
Kebetulan krimnya masih ada semua, aku cuma beli CC25.

Oiya karena habis tindakan, aku engga pakai sabun ACSBP yah. Dokter meresepkan Erha21 DF Erha 2 Facial wash for oily skin 60 ml seharga Rp. 74.500 yang engga pakai scrub.

Progres

Ini yang penting!
Jadi selama 3 hari setelah perawatan kulit kita bakal kemerahan lalu menghitam. Nah ini tampilan kita bakal horror banget. Bayangin aja kamu kayak habis jatuh lalu lutut kamu lecet. Prosesnya sama, ada luka lalu menghitam dan mengelupas. Namun kalau di lutut kan engga kelihatan, nah ini sewajah dong. Untungnya lagi musim corona, jadi aku kemana-mana maskeran orang engga akan nanya aneh-aneh ehehe.

Makin lama si kulit hitam tadi lepas dan menyisakan kulit baru yang mulus banget dan cerah. Apakah bekas jerawatku langsung hilang? Belum, karena kata dokter paling engga untuk kondisi kulitku 2 atau 3 kali CRT dengan selang sebulan. Tapi sekarang masalahnya lagi corona, aku belum ke Erha lagi. Krim-krimku malah tinggal CC25 saja. Buat menjaga kulit, palingan aku pakai sheetmask untuk saat ini.

Selama habis perawatan Erha part 1 maupun part 2, bedak-bedak serta BB cream sudah engga kepakai. Cukup pelembab saja kalau buat sehari-hari.

Itulah ceritaku dalam menghilangkan bekas jerawat melalui Acne peeling di Erha dan Collagen Rejuvenation Therapy (CRT). Semoga segera ada rejeki dan kesempatan untuk lanjut CRT tahap 2 ya. Akan aku update lagi setelah itu. Semoga bermanfaat.
2 comments on "Review Perawatan Collagen Rejuvenation Therapy di Erha (Cerita Jerawat Part 2)"
  1. Saya Desember 2019 juga ambil tindakan CRT. Seharusnya Juni 2020 juga kembali CRT, apa daya keadaan corona co mengharuskan jika ingin CRT hrs rapid tes dulu, ya saya pending saja dlu. Menurut dokter dlu scar saya kemungkinan bs 4x CRT. Scar nya di pipi kanan kiri dan juga hidung. Ke luar air mata pas di tusuk2, tp 2 hari setelah itu saya malah liburan k pantai. Obat nyerinya cuma 1 bj yg saya minum. Dokternya sempat was2 kalo2 muka saya knp2. Alhamdulillah gk kenapa2.

    ReplyDelete
  2. Kak mau nanya, butuh berapa kali CRT ya untuk sampai hilang scarnya? karena saya juga setelah konsul dianjurkan untuk CRT. Mohon jawabannya ya kaa :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature