Progres Satu Tahun Setelah Treatment CRT di Erha Untuk Jerawat

March 10, 2021

 
tindakan CRT erha

Saya tahu banyak pembaca blog ini yang menantikan progres hasil treatment di Erha. Setahun yang lalu saya kembali ke Erha setika kulit saya benar-benar ‘gradakan’. Sebelumnya pernah perawatan di Erha, namun terputus setelah saya sibuk banget ngurus ini itu. Perawatanya dalam beberapa kali kedatangan, di dari peeling, lalu pada treatment selanjutnya saya merasakan yang namanya CRT. Ketika wajah ditusuk jarum-jarum ukuran mikro. Penuh darah, cekit-cekit, musti bayar pula, tapi tak mengapa ya sebab beauty is pain.


Kepotong Pandemi

Untuk yang baru baca tulisan ini, sebaiknya baca dulu ya cerita lenhkapnya di sini:


Treatment Erha menghilangkan jerawat part 1

Treatmant Erha menghilangkan jerawat part 2


Seharusnya setelah CRT pertama, sebulan kemudian saya musti treatment lagi. CRT lagi agar semakin mulus bekas jerawatnya. Akan tetapi pandemi menyerang, PSBB, riweuh sana-sini, akhirnya saya konsultasi dengan dokter via whatsap.


Bekas CRT saya cukup bagus meski baru cuma sekali. Niatnya sebelum mudik lebaran tuh CRT lagi, terpaksa cancel. Dokter melihat progres wajah lewat foto yang saya kirimkan. Saran beliau sih melanjutkan krimnya saja dulu. Akhirnya saya nebus beberapa krim ketika sudah habis. Jadi, selepas CRT itu krim belum putus.


Kulit semakin baik

Pola hidup saya semenjak pandemi agak membaik. Selain karena engga begitu sering keluyuran, saya juga jadi jarang begadang. Jarang itu maksudnya dalam seminggu ya 3 kali begadang lah, ehhe. Engga separah ketika masih kuliah aktif, bisa tiap malam begadangan.


Jerawatan makin jarang, kalaupun saat mens ya munculnya engga keroyokan gitu. Masalah kulit yang ada tinggal kulit kering. Maklumlah saya termasuk yang minum air putihnya dikit padahal berada di ruang AC terus-menerus.


Lepas dari krim Erha

Akhir 2020 saya memutuskan untuk lepas dari krim-krim Erha. Alasannya karena biar lebih murah dan bisa mix sana sini. Perkembangan skincare lokal semakin gila-gilaan sih. Engga ada lagi cerita beli serum 500ribu seperti dulu. Makin banyak pilihan dengan ingredients seperti skincare impor, pun harganya sangat terjangkau dompet. Engga musti nunggu promoan.


Yang saya suka dari Erha nih, kalau kita lepas dari krimnya itu yaudah lepas aja. Engga ada drama rasa panas, terbakar, atau aneh-aneh lainnya. Selama ganti skincare bukan dari dokter, kulit saya juga normal-normal saja sih. Ya meski belum se-glowing ibu-ibu pejabat ya, tapi engga segradakan dulu.


Niacinamide dan Retinol

Saya sadar usia saya sudah mengharuskan skincare yang mengandung anti aging. Engga lagi cuma tabir surya. Jadi, saya mulai kenalan sama Retinol. Saya pakai Avoskin Miraculous Retinol Ampoule yang fungsi utamanya adalah untuk membantu menunda proses munculnya tanda-tanda penuaan. Selain itu saya juga pakai Perfect Hydrating Treatment Essence dan Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Light Lotion untuk pelembabnya.

Skin care avoskin

Buat eksfoliationya saya pakai Avoskin Miraculous Refining Toner. Ini adalah  chemical peeling dengan kandungan AHA, BHA, PHA, niacinamide, 2% tea tree, witch hazel, aloe vera, dan raspberry. Konon selain bisa eksfoliasi kulit, membersihkan kulit, toner ini juga bisa mencerahkan kulit, bikin warna kulit merata, melembapkan dan mengecilkan pori-pori. Asyiknya lagi refining toner ini aman buat semua jenis kulit. Nah, saya baru mulai 2 minggu ini sih.


Mask Acne

Seiring dengan pemakaian masker setiap saat, banyak yang mengeluh area wajah yang tertutup masker wajah itu jadi jerawatan, istilahnya Mask Acne. Saya juga kena nih, padahal sebelumnya engga pernah jerawatan di area dagu loh. Mask acne muncul karena masker memberikan kelembapan yang lebih di wajah. Jadi kelembapan terperangkap di area yang berada di bawah masker.


Awal mulanya karena saya pakai masker kain yang bahannya lumayan kasar. Maklum ya, jatah dari kantor kan engga bisa milih. Nah, diperparah waktu itu hujan lebat. Masker saya basah tuh. Parah hasilnya langsung jerawatan kemerahan.


Solusinya adalah paling bener masker medis udah sih enak banget. Kalau mau pakai masker kain, pilih banget bahan yang cocok sama kulit. Engga bikin iritasi, pastiin juga pas nyuci selain bersih juga jangan sampai sisa detergennya bikin alergi.


Kesimpulan

Jadi, selama satu tahun ini kulit saya termasuk aman dan damai. Syaratnya meski engga treatment di Erha lagi nih...pilih skincare yang tepat. Jangan keburu percaya beauty influencer ya, karena skincare tuh cocok-cocokan banget. Soal penggunaan masker juga harus diperhatikan, jangan sampai membuat masalah baru mask acne.

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature