[Review Buku] Everybody Lies: Big Data dan Apa yang Diungkapkan Internet tentang Siapa Kita Sesungguhnya

August 26, 2020

Review Buku Everybody Lies Big Data dan Apa yang Diungkapkan Internet tentang Siapa Kita Sesungguhnya
Aku baru menyelesaikan membaca buku yang berat. Berat untuk kategori buku santai, namun ringan untuk kategori serius. Hah! Gimana?” Everybody Lies: Big Data dan Apa yang Diungkapkan Internet tentang Siapa Kita Sesungguhnya” dari judulnya saja sudah serius bukan? Dan aku tertrigger membeli bahkan versi cetak buku ini (biasanya beli digital) karena keperluan tesis. Aku pengen nulis tesis seputar big data.

Identitas Buku

Original Title: Everybody Lies: Big Data, New Data, and What the Internet Can Tell Us About Who We Really Are
Penulis: Seth Stephens-Davidowitz
ISBN: 139786020612096

Sinopsis

Dalam karya terobosan ini, Seth Stephens-Davidowitz, ekonom lulusan Harvard, berargumen bahwa banyak hal yang kita pikirkan tentang orang lain sebenarnya sangatlah keliru. Kenapa begitu? Orang berbohong, kepada teman, pasangan, dokter, survei—dan diri mereka sendiri. Namun, kita tak lagi perlu mengandalkan apa yang orang katakan kepada kita.

Data baru dari internet—jejak informasi yang ditinggalkan oleh miliaran orang di Google, media sosial, biro jodoh daring, bahkan situs porno—akhirnya mengungkapkan kebenaran untuk pertanyaan-pertanyaan seperti: • Apakah iklan efektif? • Pentingkah di mana kita kuliah? • Di mana tempat terbaik untuk membesarkan anak? • Apa yang harus diobrolkan pada kencan pertama jika ingin memastikan akan ada kencan kedua?

Review

Aku membaca buku “Everybody Lies: Big Data dan Apa yang Diungkapkan Internet tentang Siapa Kita Sesungguhnya” versi terjemahan terbitan Gramedia. Enak sih, engga nemu terjemahan yang “mbulet”. Secara layout juga nyaman buat dibaca, engga kerapetan atau kereggamangan. Menurutku covernya malah lebih bagus dari versi bahasa Inggrisnya.

Aku termasuk yang setuju, kalau di jaman seperti sekarang ini orang lebih jujur ke papan ketik daripada ke kertas survey apalagi wawancara. Entah itu orang asing atau orang dekat, tak bisa sepenuhnya jujur sih. Pasti ada batas-batas sosial, kultural, yang di jaga.

Isi hati kita barangkali sedikit tercermin dari history browser, history search instagram, retweet dan like di twitter, oiya...dan history youtube. Ada yang bilang malah gini:
Kalau mau tahu aslinya seseorang, engga perlu ngajak naik gunung, periksa saja second akun sosial medianya.
Ahaha bisa jadi benar, tapi aku tidak punya second akun sih. Akun personalku ya cuma 1, dan tidak mengelola akun anonim untuk bebas sumpah serapah tanpa takut dengan jejak digital.

Seth mengatakan bahwa besarnya data pengamatan ini memungkinkan ilmuwan sosial untuk mencermati bagian-bagian kecil data tersebut dan menemukan fakta yang lebih menarik daripada yang biasanya telah diungkap. Ia banyak mengemukakan studi kasus dalam buku ini yang membuat saya berdecak kagum, atau sekaligus ngeri.

Buku “Everybody Lies: Big Data dan Apa yang Diungkapkan Internet tentang Siapa Kita Sesungguhnya”  terdiri dari 3 bagian dalam kurang lebih 300 halaman.
  • Bagian 1 memaparkan tentang Data, besar dan kecil. Di sini masih belum begitu memusingkan sih.
  • Bagian 2 memaparkan tentang Kedahsyatan Big Data. Saran aku, bacanya pelan-pelan saja. Banyak banget informasi penting yang bikin kamu mungkin perlu nandain baris per baris.
  • Bagian 3 memaparkan tentang Big Data , tangani dengan hati-hati.

Kalau misalnya kamu banyak skip ketika membaca buku ini, santai saja. Sebab di bagian akhir ada kesimpulannya kok ehhe. Intinya buku “Everybody Lies: Big Data dan Apa yang Diungkapkan Internet tentang Siapa Kita Sesungguhnya” itu termasuk serius, kategori buku “bisnis dan manajemen”.

Kesimpulan

Buku ini snagat relevan dengan kondisi sekarang. Cock dibaca oleh kamu-kamu yang bergelut dengan data atau sering kepo dengan “mengapa suatu fenomena terbentuk”. Kata sebagai data, gambar sebagai data, pengguna sosial media pasti paham ya.

Sejujurnya aku masih penasaran dengan “Future crimes” namun saat ini belum ada versi terjemahnya, versi bahasa Inggrisnya tentu saja sangat mahal.

Rate

4 dari 5


Quote Favorit

“Kekuatan Dalam Google adalah bahwa orang memberitahu mesin pencarian raksasa itu hal-hal yang mungkin tidak mereka katakan kepada orang lain.”
Post Comment
Post a comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature