Top Social

[REVIEW BUKU] GADIS MINIMARKET - MURATA SAYAKA

September 07, 2020

[REVIEW BUKU] GADIS MINIMARKET - MURATA SAYAKA

Di pertengahan buku ini, aku merasa menemukan diriku. Apakah aku terjebak dalam ketidaknormalan? Apakah orang menganggapku aneh? Tepat sekali membacanya di saat aku menginjak 9 tahun di kantor ini pada bulan September. Aneh 9 tahun engga pindah? Coba deh, kalau kamu engga paham kenapa seseorang bisa bertahan lama pada sebuah pekerjaan...baca novel tipis Gadis Minimarket karya Murata Sayaka ini.

Identitas Buku

Judul: Gadis Minimarket

Penulis: Murata Sayaka

Tanggal Terbit: 03 Agustus 2020

Jumlah Halaman: 164 halaman

ISBN: 9786020644400


Sinopsis (book cover)

Dunia menuntut Keiko untuk menjadi normal, walau ia tidak tahu “normal” itu seperti apa. Namun di minimarket, Keiko dilahirkan dengan identitas baru sebagai “pegawai minimarket”. Kini Keiko terancam dipisahkan dari dunia minimarket yang dicintainya selama ini.


Review

Novel ini bercerita dari sudut pandang Keiko, gadis Jepang usia 36 tahun, pegawai minimarket salama 18 tahun. Jujur saja aku tertarik karena covernya lucu, dan aku lagi butuh baca fiksi yang sekali duduk kelar. Kebetulan hari minggu kemarin aku mengalami keajaiban. Aku merasakan punya waktu luang sejak dzuhur hingga ashar dan sempat rebahan smabil baca buku. Sumpah itu tuh berkah banget, lamaaa sekali engga merasakan yang demikian.


Alur cerita

Keiko Furukura sangat mencintai dunia minimarket yang telah ditekuninya selama 18 tahun. Saat ini usianya telah 36 tahun namun sebagai manusia, ia dianggap aneh karena masih menjadi pekerja paruh waktu, bukannya mencari pekerjaan tetap. 


Aku idak tahu apa yang menyebabkan Keiko seperti tidak memiliki “perasaan”. Khas novel Jepang sih, ada suatu hal yang “aneh-aneh”. Jadi sejak kecil Keiko tuh dianggap aneh karena tidak pernah marah, kecewa, apalagi jatuh cinta. Logika full pokoknya. Mungkin kalau kamu orang psikologi bisa menganalisanya lebih lanjut deh. Meski Keiko berlimpah kasih sayang dalam keluarga, namun keanehan itu terbawa hingga dewasa.


Keiko meniru orang “perasaan” orang lain. Bagaimana mereka bertindak jika suatu hal buruk terjadi, hingga selera dalam memilih pakaian. Keiko frustasi karena dianggap sakit oleh lingkungan. Dan...dengan menjadi pegawai minimarketlah dia bisa merasakan menjadi bagian dari masyarakat “normal”.


Sebab Keiko tahu harus bertindak seperti apa, semua sudah ada SOP dari toko. Bagaimana harus menyapa, bagaimana harus bersikap, minimarket adalah dunia Keiko. Perubahan terjadi setelah datangnya seorang pria bernama Shiraha. Jangan pikir pria itu membuat Keiko jatuh cinta ya...ahahaha. Sudah-sudah nanti spoiler. Yang pasti aku kesel banget sama dia, huh amit-amit!


Standar “normal”

Kita hidup dengan standar tertentu yang tercipta di masyarakat, meskipun kita tidak tau ‘standar’ ini siapa yang buat. Ketika Keiko tidak memenuhi standar, orang-orang menganggapnya aneh. Ada sebuah standar tak terlihat yang diterapkan di tengah masyarakat. Mungkin aku adalah Keiko versi lain, yang jauh dari standar masyarakat.


Aku tidak ingin melakukan sesuatu dengan dasar “buat pantes-pantes” sebenarnya. Tapi sepertinya “buat pantes-pantes” itu penting agar dianggap bagian dari masyarakat. Menyapa, basa-basi, mengucapkan selamat atas sesuatu, memberikan oleh-oleh atau hadiah, hmm mencapai atau memiliki sesuatu pada usia tertentu mungkin?


Perang batin Keiko menghadapi penilaian sosial yang ada di masyarakat juga kualami. Masyarakat tidak tahu bagaimana aku juga ingin seperti kebanyakan orang ingin mengalami pencapaian itu, tetapi Tuhan belum ingin. Lalu muncul kata “terlambat” sebagai penilaian? Jahat!


Rate

4 dari 5


Quote

Mungkin orang yang merasa hidupnya dilanggar oleh orang lain akan merasa sedikit lebih baik dengan menyerang orang lain menggunakan cara yang sama (hal 92).

8 comments on "[REVIEW BUKU] GADIS MINIMARKET - MURATA SAYAKA"
  1. terima kasih reviewnya, menarik nih

    ReplyDelete
  2. Wah kita punya quote favorit yang sama nih dari buku ini.
    Dari buku ini bener bener menampar tentang "normal" itu seperti apa sih. Dan memang yang berbeda dari kebiasaan orang akan dianggap aneh sama seperti di kehidupan nyata juga.

    ReplyDelete
  3. bagiku nggak aneh untuk bertahan lama di sebuah pekerjaan Nay
    karena menurutku yang penting adalah lingkungan yang bikin betah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih Nin, sebuah priviledge bisa mendapatkan kenyamanan

      Delete
  4. Pastinya Keiko ini tipe setia ...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature